
Levi dengan tergesa-gesa berlari masuk ke dalam rumah sakit setelah di beritahu oleh Reinhard kalau Elea tengah melakukan pemeriksaan besar. Kondisi Levi yang belum pulih total membuatnya hampir jatuh beberapa kali karena kakinya masih sangat lemah. Namun, dia tak peduli. Levi terlalu mengkhawatirkan keadaan teman kecilnya sampai-sampai dia lupa untuk mengkhawatirkan keadaannya sendiri.
"Elea, tolong jangan kenapa-napa. Aku akan sangat sedih jika di tubuhmu terdapat satu penyakit yang berbahaya,"
Sambil terus meremas jari-jarinya, Levi melafalkan doa supaya teman kecilnya baik-baik saja.Entah karena kelebihan muatan atau karena Levi yang sedang terburu-buru, lift ini rasanya bergerak dengan sangat lambat. Bahkan Levi sampai menghentak-hentakkan kaki sambil mengomel saking tak sabarnya dia untuk segera sampai. Membuat beberapa orang yang ada di belakangnya menggerutu pelan.
"Apa-apaan wanita ini. Seperti cacing kepanasan saja,"
"Iya benar. Kalau tidak sabar menunggu lift ini sampai kenapa tidak berubah jadi supermen yang bisa terbang saja. Dengan begitu kan dia tidak perlu repot-repot menaiki lift,"
"Mungkin selingkuhannya sedang sekarat kali. Makanya dia jadi kebakaran jenggot begini. Biasalah, anak muda zaman sekarang kan suka sekali menjadi sugar baby untuk menopang hidup. Lihat saja, dari atas hingga bawah semua barangnya adalah barang branded. Aku yakin sekali kalau selingkuhannya pasti orang yang sangat kaya."
Levi bagaikan sedang uji nyali di dalam lift ini, sedangkan ibu-ibu yang sedang menggosip di belakangnya adalah para penunggunya. Sadar kalau dia masih harus menghemat sisa tenaganya, Levi segera berbalik badan. Dia tersenyum, tapi senyum itu mengandung jutaan belati kecil yang siap dia gunakan untuk menyerang para wabah penggosip ini.
"Wahai para nyonya-nyonya sekalian, apakah kalian mempunyai masalah hidup yang berhubungan denganku? Memangnya salah kalau aku menjadi sugar baby dari seorang pria kaya? Tidak kan? Aku ini cantik, menarik, berkarisma, dan tentunya mampu menggetarkan jiwa para lelaki yang menatapku. Tidak seperti kalian ini. Sudah jelek, gendut, keriput, suka membuat hoaks lagi. Benahi dulu make up kalian sebelum menggunjingkan diriku yang memiliki pesona sejuta umat!" hardik Levi yang sukses membuat semua orang di dalam lift terbengang kaget.
"Hei nona, bukannya kau itu seorang model ya? Siapa ya namanya? Em kalo tidak salah Levita Foster. Oh iya benar! Dia Levita Foster, mantan model kenamaan yang tiba-tiba hilang dari peredaran. Dia model terkenal itu guys!" pekik salah seorang dari wanita yang tadi ikut menggunjing.
Levi memutar bola matanya jengah karena identitasnya langsung di ketahui begitu dia berbalik badan. Malas mendengarkan ocehan para wanita ini yang terus berdenging seperti gerombolan tawon, Levi memutuskan untuk menghubungi Reinhard. Dia ingin tahu bagaimana keadaan Elea sekarang.
Baru saja panggilan tersambung, pintu lift akhirnya terbuka. Levi segera melangkahkan kaki keluar dari sana sambil menempelkan ponsel di telinga.
"Halo sayang, kau di mana?.
Suara Reinhard membuat Levi tersenyum. Dia lalu menyender di dinding rumah sakit saat kakinya mulai gemetaran.
"Aku baru saja keluar dari dalam lift, Rein. Bisa tolong jemput aku tidak? Kakiku lemas sekali,"
"Apa??? Ya Tuhan sayang, aku kan sudah bilang jangan kemana-mana dulu. Haiissshhh, kalau begitu kau tunggulah di sana, jangan kemana-mana. Aku akan segera tiba!.
"Iya,"
Panggilan terputus. Levi kemudian memejamkan mata, pandangannya sedikit berkunang-kunang.
"Benar-benar tidak keren kalau sakit begini. Aku bisa kalah berdebat dengan Elea nanti jika stok tenagaku tidak ada. Hmm....,"
__ADS_1
Tak lama kemudian Reinhard datang. Dokter itu terlihat sangat panik ketika melihat keadaan kekasihnya yang terlihat pucat dengan posisi menyender ke dinding.
"Sayang,"
"Oh, kau sudah datang ternyata" sahut Levi sambil celingukan mencari seseorang. "Elea mana Rein?.
"Dia masih belum selesai melakukan pemeriksaan, sayang. Jackson sangat detail, butuh waktu sedikit lebih lama baginya untuk mendiagnosis penyakit yang ada si tubuh Elea" jawab Reinhard sembari memapah Levi menuju ruangan pribadi miliknya.
"Jackson? Maksudmu Elea sedang bersama Jackson si pembunuh kejam itu?.
Reinhard mengangguk.
"Yakkkkk Reinhard, kau sudah gila ya meninggalkan Elea bersama manusia keji itu. Bagaimana jika sampai terjadi sesuatu padanya hah! Elea itu sangat takut dengan Jackson, kau ini bagaimana sih!" amuk Levi kemudian melepaskan tangan Reinhard yang sedang memeluk bahunya.
"Tenang dulu, hubungan mereka berdua sangat baik. Bahkan Jackson bisa melakukan pemeriksaan itu atas izin Gabrielle dan Bibi Liona. Jadi kau jangan khawatir, Elea akan baik-baik saja bersama Jackson" jelas Reinhard yang sangat paham akan kekhawatiran kekasihnya.
"Gabrielle dan Bibi Liona mengizinkannya?.
Levi heran sekaligus penasaran. Yang benar saja mereka mengizinkan penjahat itu berada begitu dekat dengan Elea. Tidak mungkin kan mereka terkena sihir? Ini mencurigakan.
"Whaaatttt? Berpelukan di depan Gabrielle dan pria tengik itu hanya diam saja?" kaget Levi. "Waahhh, ini ada yang tidak beres, Rein. Pasti Jackson sudah melakukan sesuatu pada Gabrielle, aku yakin itu!.
Reinhard terkekeh mendengar kecurigaan kekasihnya. Dia dengan lembut menyisipkan anak rambutnya ke belakang, memperhatikan betapa imutnya Levi saat sedang khawatir seperti ini.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Levi heran.
"Karena kau sangat cantik, sayang. Sama seperti hatimu, cantik dan juga sangat baik. Kau begitu mengkhawatirkan keadaan Elea sampai lupa untuk mengkhawatirkan keadaanmu sendiri yang masih lemah. Itu membuatku sangat terkesan" jawab Reinhard jujur.
Semburat merah muncul di pipi Levi setelah di puji oleh Reinhard. Dadanya berdebar kuat. Dokter ini selalu saja membuat jantungnya melompat kesana-sini, selalu membuat hatinya berbunga-bunga. Sungguh, Levi sangat mencintai Reinhard.
"Mau pergi melihat Elea?.
Reinhard suka sekali melihat Levi yang malu-malu seperti ini. Wanita yang biasanya selalu over power dalam menghadapi semua masalah terlihat seperti squishy setiap kali Reinhard menggodanya. Itu lucu, sekaligus menggemaskan.
"Mau,"
__ADS_1
"Ayo!.
Sambil bergandengan tangan Levi dan Reinhard berjalan menuju ruangan dimana Jackson dan Elea berada. Sesekali mereka melempar tatapan mesra, mengabaikan keberadaan semua orang yang tiba-tiba saja berubah menjadi makhluk tak kasat mata.
Tak berselang lama, mereka akhirnya sampai di ruang pemeriksaan. Bola mata Levi seperti akan keluar begitu dia melihat apa yang sedang terjadi di balik kaca. Jackson dan Elea, mereka....
"Apa-apaan mereka!" teriak Levi emosi. "Beraninya penjahat itu menggenggam tangan Elea. Ini sudah tidak benar, Rein. Aku harus segera melaporkannya pada Gabrielle. Dia harus tahu kalau Jackson sedang menggoda istrinya."
Reinhard segera mencegah Levi yang ingin menghubungi Gabrielle. Dia menggelengkan kepala.
"Jangan-jangan kau juga sudah di sihir oleh Jackson ya?. Curiga Levi.
"Sayang, ini bukan tentang di sihir atau apapun itu. Percuma saja kau melapor pada Gabrielle, dia tidak akan marah. Dan kalau perbuatanmu sampai di ketahui oleh Elea, dia pasti akan menganggapmu sebagai wanita berpikiran sejengkal. Jadi sebaiknya kita diam saja, jangan mencari masalah dengannya " jawab Reinhard sembari menarik nafas dalam-dalam.
Kening Levi mengerut. Dia sedikit bingung dengan perkataan Reinhard.
"Wanita berpikiran sejengkal? Maksudnya apa?.
Sebelum menjawab, Reinhard melihat ke dalam ruang pemeriksaan di mana Elea kini sudah berada di dalam mesin khusus untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh.
"Itu sama saja dengan kita yang tidak bisa berpikiran jernih, alias bodoh. Elea akan menganggap kita sebagai manusia bodoh jika sampai mengadu pada Gabrielle karena suaminya itu tidak akan mungkin merespon aduan kita. Pria berpikiran sejengkal, cihh. Tidakkah kau ingin menjahit mulutnya yang luar biasa berbisa itu, sayang?.
Geraham Levi hampir terjatuh ke lantai begitu tahu arti dari wanita berpikiran sejengkal. Dengan cepat dia menoleh ke dalam ruangan, memperlihatkan tatapan tajam seperti mata burung hantu saat Jackson melihat kearahnya. Elea benar-benar 🤬
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
Maaf ya gengss, emak salah atur jam makanya bab yg ini ketinggalan up-nya🙏🙏😅😅😅
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Rifani...