
"Jack, mantan model itu sepertinya tidak mengenal gadismu" ucap Fendry begitu temannya masuk ke dalam ruangan.
Mata Jack mendingin. Dia sangat tidak suka mendengar laporan itu. "Aku benci kegagalan, Fendry."
"Aku bukan gagal, Jack. Hanya belum berhasil menemukan keberadaannya. Sabarlah sebentar, ini sudah tujuh tahun berlalu. Wajarlah kalau aku perlu sedikit waktu untuk mencarinya" sahut Fendry cepat saat menyadari kemarahan temannya.
Jack berjalan duduk kearah sofa. Seandainya saja dia bukan orang jahat, mungkin akan banyak gadis yang terpesona kepadanya. Sayang, Jackson sebenarnya adalah seorang pembunuh bayaran yang berkedok dokter baik hati. Wajahnya memang tampan dengan tubuh yang sangat atletis, tapi dia memiliki sikap yang sangat dingin. Jackson atau yang lebih di kenal sebagai Jack-gal tidak pandang bulu terhadap orang yang sudah di tandainya, entah itu wanita maupun anak-anak, semua sama di matanya.
Tujuh tahun lalu, malam dimana dia sedang menjalankan misi untuk menghabisi walikota, ada seorang gadis kecil yang tidak sengaja di temuinya. Awalnya Jack tidak peduli. Namun ketidakpeduliannya itu berubah menjadi rasa kagum ketika gadis kecil itu berlari menyelamatkannya yang sedang terluka parah karena terkena tembakan tanpa merasa takut.
Flashback
"Tuan, apa kau baik-baik saja?."
Jack terdiam. Dia malah sibuk memandangi gadis yang sedang panik melihat luka tembak di perutnya. Dia yang kebetulan tengah mengenakan seragam dokter membuat tubuhnya nampak jelas bermandikan darah. Membuat gadis kecil itu tidak berhenti mengkhawatirkan keadaannya. Jack terkesima, dia jatuh cinta di pandangan pertama. Dalam keterpesonaannya tiba-tiba saja timbul nafsu saat gadis kecil itu tidak sengaja membungkuk. Memperlihatkan bulatan kecil yang baru tumbuh, lalu membangunkan miliknya yang selama ini tertidur lelap.
"Tuan, kau kenapa?."
Wajah Jack mengernyit saat gadis kecil itu menutup lukanya yang tidak berhenti mengeluarkan darah. Dengan cepat Jack menarik tangan gadis itu kemudian membaliknya hingga terbaring di tanah.
"Kau siapa? Kenapa membangunkan sesuatu yang tidak seharusnya tersadar?" tanya Jack sambil menahan rasa sakit dan juga gairah yang semakin meluap.
Gadis kecil itu nampak ketakutan. Wajahnya di penuhi keringat namun masih berusaha untuk tetap menjawab pertanyaan Jack.
"Na,namaku Elea, Tuan. A,aku tidak mem,membangunkan siapapun" cicitnya takut.
"Ya, kau membangunkannya. Lihat, dia sekarang mengamuk, kau harus bertanggung jawab" sahut Jack kemudian menarik tangan Elea kearah juniornya yang sudah menegang keras.
Jack terheran-heran saat Elea hanya diam saja. Dia pikir gadis ini akan menjerit histeris setelah memegang miliknya.
"Kenapa diam saja? Apa kau tidak merasa takut?" tanya Jack penasaran.
Bibir Elea gemetar, itu terlihat jelas di matanya Jack.
"Ta,takut. Tapi Tuan, kenapa bisa ada kayu di dalam celanamu? Apa ini juga yang membuatmu kesakitan?."
"Apa kau bilang? Kayu?."
Sulit di percaya. Sejak kapan juniornya berubah menjadi sebatang kayu? Bibir Jack menyeringai saat dia menyadari kalau gadis ini ternyata masih begitu polos. Nafsu yang hampir padam kini kembali membara membayangkan akan seperti apa reaksi gadis ini jika dia bisa menidurinya.
Srraaakkkkk
Dalam sekali tarik, pakaian Elea langsung robek. Sadar kalau pria terluka ini hendak berbuat jahat padanya, Elea mulai melakukan perlawanan. Dia menendang-nendangkan kaki kecilnya berharap kalau pria ini akan menyerah.
__ADS_1
"Diam!" sentak Jack emosi.
"Tu,Tuan, tolong jangan sakiti aku. Aku,aku....
Plaaaaakkk, pllaaaakkk
"Tutup mulutmu, sialan. Kau mengganggu kegiatanku."
Mata Elea berkunang-kunang setelah wajahnya di pukul oleh pria ini. Tercium bau anyir yang Elea yakini berasal dari bibirnya yang terluka.
"Ja,jangan sakiti a,aku T,Tuan. A,aku mohon" pinta Elea memelas sambil berusaha menahan celananya yang ingin di lepas.
"Lepas tanganmu atau aku akan mematahkannya. Lepaskan sekarang juga!" bentak Jack semakin emosi.
Bughhhh, bughhhh, bughhhhh
Tiga pukulan di layangkan Jack ke perut Elea saat gadis ini masih tidak bersedia untuk melepaskan tangannya. Dia lalu menyeringai puas melihat Elea yang sudah terbaring pasrah sambil meringik kesakitan. Semakin lama, Jack bisa melihat kalau gadis ini sudah setengah tidak sadar karena dia memukulnya dengan cukup kuat.
"Elea sayang, mari kita menikmati malam bersama. Aku janji setelah ini aku akan membawamu tinggal di rumahku. Kita akan hidup bersama, oke" ucap Jack sambil melucuti pakaiannya yang di penuhi darah.
"T,to... to, long... "
Jack menggeram marah saat Elea masih berusaha untuk bisa melepaskan diri darinya. Dengan gilanya Jack kembali menghajarnya hingga dari mulut dan hidung Elea mengeluarkan darah pekat.
Tangan Jack terulur mengusap darah yang mengalir dari sudut bibir Elea. Setelah memastikan kalau gadis ini tak bisa lagi melawan, barulah Jack mendekatkan miliknya ke bagian intim Elea. Baru saja k*maluan mereka menempel, dari kejauhan terdengar langkah seseorang yang sedang berlari kearahnya.
"Shiitttt, kenapa mereka harus datang di saat seperti ini. Keparat!" umpat Jack kemudian bergegas bangkit dari atas tubuh Elea yang terkapar tanpa busana.
Sebelum pergi dari sana, Jack masih sempat bertatap mata dengan Elea. Namun tatapan mata gadis kecil itu terlihat kosong. Jack sadar kalau perbuatannya barusan telah mengguncang kejiwaan gadis ini. Sekilas ada rasa bersalah, namun dia tidak bisa menolongnya karena rombongan penjaga walikota semakin dekat kearah mereka. Jack lalu menyempatkan diri untuk memotret Elea sebelum benar-benar pergi meninggalkannya seorang diri.
"Tunggu aku, Elea. Aku akan kembali datang untuk menjemputmu."
Flashback Now
"Cari dia sampai dapat, Fen. Kami harus menyelesaikan hutang yang tertunda di malam itu!" perintah Jack sembari menghembuskan nafas kasar.
Fendry tak langsung menjawab. Dia hanya diam sambil memikirkan pertemuannya dengan model yang bernama Levita Fortes. Ada sebersit kecurigaan kalau gadis itu sengaja menyembunyikan sesuatu darinya.
"Ada apa?."
"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa sedikit tidak percaya kalau model itu tidak mengetahui keberadaan gadismu" jawab Fendry. "Oh ya Jack, bagaimana dengan orang yang memintamu kembali ke negara ini? Kapan kau akan menjalankan tugas darinya?."
"Malam ini. Orang itu sudah mentransfer separuh dari bayaranku, akan di tambah tiga kali lipat jika aku berhasil menyingkirkan musuh secepatnya" jawab Jack santai.
__ADS_1
"Baiklah. Kau butuh tanganku tidak?" sahut Fendry menawarkan bantuan.
Jack menggeleng.
"Kau sebaiknya fokus mencari Elea-ku. Aku kembali datang ke negara ini salah satunya adalah karena aku merindukannya. Jadi jangan sampai aku menjadikanmu kambing guling kalau masih tidak segera memberiku kabar baik."
"Baiklah. Secepatnya aku pasti akan segera menemukan gadismu. Jangan khawatir!."
Tok,tok,tok
"Permisi dokter Jack, Tuan Karim mencari anda" ucap salah seorang perawat.
"Oh baiklah. Tolong katakan padanya aku akan segera datang setelah temanku pulang" sahut Jack dengan senyum manis nan ramah menghiasi bibirnya.
"Baik dokter, saya permisi."
Jack mengangguk sopan. Dia lalu menatap kearah Fendry yang sedang mencebikkan bibirnya.
"Kenapa?."
"Kau sungguh terlalu pandai dalam bermain ekpresi, Jack. Orang-orang pasti akan sangat mudah tertipu oleh topengmu" jawab Fendry.
"Mereka saja yang bodoh tidak bisa membedakan mana senyuman tulus dan mana senyuman yang mengandung racun. Jadi jangan salahkan aku" ucap Jack kemudian bangkit berdiri. "Pasienku menunggu, pergilah. Akan sangat menyenangkan jika sepulangku dari rumah sakit kau sudah menemukan Elea. Aku akan sangat rela membagi separuh dari harta kekayaanku untukmu!."
Mata Fendry langsung berbinar.
"Sungguh?."
"Ya, tapi itu hanya akan berlaku untuk malam ini saja. Kalau gagal, jangan harap kau akan hidup mewah dari kekayaan yang selama ini aku kumpulkan" jawab Jack sambil melenggang keluar.
"Brengsek, kau mempermainkan aku Jack!" teriak Fendry kesal.
Jack tertawa. Dia bergegas menghampiri pasiennya yang tadi sempat berbincang tentang rahasia masa lalunya. Meninggalkan Fendry yang sedang menggerutu tidak jelas di ruangannya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...