Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Belanja


__ADS_3

"Tuan Muda, Nona Levi menelfon!" ucap Ares sambil menyerahkan ponsel pada Tuan Muda-nya.


Gabrielle yang saat itu sedang berkumpul bersama sanak saudaranya di rumah sakit, sedikit menjauh setelah mendengar perkataan Ares. Cepat-cepat dia menerima panggilan itu, dia khawatir terjadi sesuatu pada istrinya.


"Ada apa? Elea baik-baik saja kan? Aku akan mengulitimu jika sampai terjadi sesuatu padanya!" ancam Gabrielle begitu dia membuka mulut.


Terdengar helaan nafas dari dalam telepon. Gabrielle tahu kalau Levi sedang kesal.


"Tidak perlu berlebihan seperti itu, pria tengik. Tentu saja istrimu baik-baik saja bersamaku. Ciihhh, memangnya kau, sebentar-sebentar mencuri kesempatan untuk mencicipi tubuhnya. Iya kan?".


Bibir Gabrielle berkedut mendengar sindiran Levi. Memang benar, tapi sayangnya sampai sekarang dia masih belum mendapatkan kesempatan itu karena datang bulan di tubuh istrinya tak kunjung pergi.


"Ekkhmmmm, ada perlu apa kau menelfonku? Jangan minta yang aneh-aneh Levi, karena aku tidak akan membiarkanmu membawa Elea pergi keluyuran!".


Gabrielle seolah mengerti kalau niat Levi menghubunginya adalah untuk meminta izin membawa Elea pergi keluar. Sebenarnya Gabrielle tidak perlu merasa cemas karena ada belasan pengawal yang akan melindungi keselamatan istrinya, hanya saja dia merasa tidak tenang karena baru saja sepupunya di serang oleh Soraya, orang yang sedang mengincar keluarganya.


"Cihh, siapa juga yang mau keluyuran. Aku dan Elea hanya akan pergi ke supermarket. Dia bilang mau memasak untuk makan siang, supermarketnya juga tidak jauh dari rumahku. Lagipula kau kan sudah menyiapkan pasukan perang untuk mengawal kami. Sayanglah kalau tenaga mereka tidak di gunakan".


Bola mata Gabrielle memutar jengah mendengar perkataan Levi. Dia tentu saja tahu kalau ini hanya akal-akalannya saja. Kebetulan blackcard yang dia berikan hari itu masih berada di tangan Levi. Gabrielle sengaja tidak memintanya karena dia ingin melihat apakah Levi adalah type orang yang serakah atau tidak. Dan ternyata wanita bar-bar itu sama sekali tidak pernah menggunakan uang yang ada di dalam blakcard miliknya.


"Alasan. Kau pikir aku tidak bisa mengendus niat jahatmu hah? Elea tidak akan mungkin berani melakukan hal seperti itu. Jika pun iya dia hanya akan melakukannya karena terhasut oleh perkataanmu yang sesat!".


"Hehehe, kau tidak bodoh ternyata. Ya sudahlah, pokoknya aku sudah meminta izin. Bye, aku dan Elea sudah siap berangkat untuk menguras uang di dalam kartumu. Oh ya satu hal lagi, istrimu benar-benar sangat pintar. Dia menyelesaikan pr yang di berikan oleh gurunya tanpa ada kesalahan sedikitpun. Kau sangat beruntung Gabrielle karena ternyata Elea tidak sepenuhnya bodoh!".


Meski tak suka mendengar perkataan Levi, nyatanya Gabrielle masih tersenyum juga. Dia sudah menebak kalau sebenarnya Elea itu sangat pintar. Elea menjadi bodoh pasti karena terbelenggu cukup lama dalam kepahitan hidup yang dia jalani.


"Pergilah. Tapi ingat Levi, jangan pernah meninggalkan Elea seorang diri apapun yang terjadi. Dan juga pastikan para pengawal selalu berada di dekat kalian. Ada musuh yang sedang mengincar keluargaku, aku khawatir musuh itu akan menyasar pada Elea!" pesan Gabrielle.


"Kau tenang saja, Gabrielle. Selama ada aku, tidak akan ada orang yang bisa menyentuh makhluk kecil ini. Harus melangkahi mayatku dulu jika mau menyakiti Elea. Enak saja, Elea ini makhluk langka jadi harus di lindungi dengan sepenuh hati. Ya sudah aku tutup dulu teleponnya. Dia sudah meraung-raung meminta untuk segera berangkat!".


Gabrielle mengumpat saat panggilan itu terputus saat dia akan bicara. Dia lalu menoleh kearah Ares.


"Atur keamanan di supermarket dekat rumah Levi. Dia akan membawa Elea pergi berbelanja kesana. Hubungi pemiliknya, katakan pada mereka untuk mengusir semua pengunjung sebelum istriku tiba. Aku tidak rela kecantikan istriku di nikmati oleh banyak mata!" perintah Gabrielle dengan nada di penuhi kecemburuan.


"Baik Tuan Muda!".


Dan Ares pun segera melaksanakan titah yang di sampaikan oleh Tuan Muda-nya. Dia segera mencari tahu siapa pemilik supermarket itu kemudian menghubunginya. Tak lupa juga dia mengirim lebih banyak pengawal untuk berjaga di sekitar supermarket.

__ADS_1


............................


Elea,Levi, dan bibi pelayan saat ini sudah tiba di supermarket. Namun mereka bertiga heran karena tidak ada satupun pengunjung di tempat ini.


"Kak Levi, kenapa sepi sekali? Aku pernah melihat di televisi kalau supermarket itu adalah tempat yang ramai. Tapi kenapa tidak ada orang di sini? Apa mungkin supermarketnya belum buka?" tanya Elea terheran-heran.


"Belum buka apanya. Supermarket ini buka 24 jam, seharusnya banyak manusia yang berkeliaran di sini. Aisshhhhh, tunggu sebentar. Aku akan bertanya dulu para karyawan itu!" jawab Levi sambil menunjuk beberapa karyawan yang sedang berjalan kearah mereka.


Elea mengangguk.


"Permisi Nona, kenapa supermarket ini tidak ada pengunjung?" tanya Levi.


"Maaf sebelumnya, apa anda yang bernama Nona Elea?" ucap karyawan itu balik bertanya.


"Bukan. Makhluk kecil itu yang bernama Elea".


Levi kemudian mengajak para karyawan mendekat kearah Elea.


"Selamat datang di Supermarket XXX Nona Elea!" sapa para karyawan ramah.


"Iya. Maaf Kakak-Kakak, darimana kalian tahu namaku?" tanya Elea bingung.


Kening Elea mengerut. Dia lalu melihat kearah Levi.


"Kak Levi, aku tidak pernah membooking tempat ini. Aku kan tidak punya uang!".


"Memangnya kapan kau punya uang, Elea? Ck, dasar bodoh, sudah jelas kalau ini adalah perbuatan suamimu yang posesif itu. Lihat, tidak ada satupun pejantan di tempat ini. Ares pasti sudah menyuruh manager tempat ini untuk mengurung para pejantan itu supaya tidak bisa melihatmu. Cih, dasar pencemburu buta!" jawab Levi sambil menggerutu.


Begitu mendengar perkataan Levi, Elea segera mengedarkan pandangannya. Benar saja, di sini tidak ada satupun orang yang berjenis kelamin laki-laki selain para penjaga yang mengikutinya dari rumah.


"Kau benar sekali, Kak Levi. Tidak ada pria di sini selain para penjaga" ucap Elea sambil mengangguk-anggukkan kepala.


"Ya iyalah aku benar. Memangnya siapa lagi yang sanggup berbuat gila begini jika bukan suamimu. Tapi ya sudahlah, masa bodo dengan kegilaannya itu. Sekarang ayo kita pergi berbelanja. Dan kau Elea, ambil semua barang yang kau inginkan. Tenang saja, aku punya ATM berjalan di tanganku. Uangnya tidak akan habis meksipun kita membeli semua barang yang ada di supermarket ini. Ayo!" ajak Levi senang sambil mengibas-ngibaskan blackcard di tangannya.


"Tapi Kak Iel tidak akan bangkrut kan Kak?" tanya Elea khawatir.


Pletaakkkk

__ADS_1


Dengan brutal Levi menjitak kepala Elea. Dia benar-benar gemas melihat kepolosannya.


"Bibi, tolong ambil troli belanjanya dan bawa kemari. Gadis ini tidak bisa di biarkan bodoh terus menerus. Dia harus tahu seberapa kaya suaminya itu. Heran, bisa-bisanya kau masih mengkhawatirkan suamimu jatuh bangkrut hanya gara-gara kita berbelanja. Kau tahu tidak kalau harta suamimu itu tidak akan pernah habis meski di makan oleh seratus keturunan kalian?!".


Elea menggelengkan kepala. Dia lalu menatap bingung kearah troli yang sekarang sudah di dorong kearahnya.


"Naik!" perintah Levi ketus.


"Naik kemana Kak?" tanya Elea bingung.


"Ke langit!".


Bibi pelayan dan para karyawan terkekeh mendengar perdebatan lucu antara Levi dan Elea. Yang satunya ketus dan garang, sementara yang satunya lagi polos minta ampun. Benar-benar perpaduan yang siap mengocok perut orang yang melihatnya.


"Astaga Elea, maksudku naik ke troli ini. Ishh, kau ini bodoh sekali sih, bisa tidak jangan membuatku frustasi!" keluh Levi.


Takut temannya murka, dengan cepat Elea melompat masuk ke dalam troli. Dia duduk diam seperti bayi sambil menatap lucu kearah Levi.


"Aku sudah naik, Kak".


Bibir Levi berkedut. Wajah Elea terlihat sangat imut di matanya.


"Ekhmmm, katakan padaku makanan apa yang ingin kau beli" tanya Levi sambil mendorong troli menuju rak barang.


"Mie goreng!" jawab Elea sambil mengacungkan jarinya keatas.


Levi mengangguk. Dia tahu kalau makanan ini adalan makanan favoritnya Elea. Levi kemudian memborong semua jenis mie goreng yang ada di sini kemudian meminta para karyawan untuk membawanya. Sambil bercanda, Levi membawa Elea pergi berkeliling di supermarket. Tak lupa juga mereka berbelanja sayur-sayuran untuk membuat makan siang mereka nanti.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2