Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Anjing Gila


__ADS_3

Karena akan menghadiri pernikahan adiknya, Gabrielle dan Elea akhirnya pulang ke rumah mereka. Tapi sebelum mereka kembali, Gabrielle terlebih dahulu memesankan beberapa pakaian cantik untuk Elea lalu menyimpannya dalam kamar pribadi di perusahaan. Dia tidak mau kejadian memalukan seperti tadi kembali terulang.


"Selamat datang Tuan Muda, Nyonya Elea" sapa Nun dan para pelayan.


Elea yang melihat teman-temannya datang menyambut segera berlari menghampiri. Dia lalu bergelayut manja di lengan Lusi.


"Kak Lusi, rindu aku tidak?" tanya Elea.


Lusi diam bagaikan patung saat dia menyadari tatapan dingin di mata Tuan Muda-nya.


'Matilah aku. Sekalinya Nyonya pulang nyawaku langsung di pertaruhkan.'


"Elea, kenapa kau memeluk temanmu? Sini, peluk aku saja" tanya Gabrielle cemburu.


"Aku setiap hari kan sudah memeluk Kak Iel. Sekarang biarkan aku melepas rindu dengan teman-temanku ya Kak?" sahut Elea memohon.


Melihat mata bening yang sedang memohon padanya, tiba-tiba saja ruh Gabrielle seperti terbang melayang. Dia sangat suka jika istrinya memberi tatapan seperti ini. Di matanya, itu merupakan isyarat tanda undangan untuk segera memasukinya. Tatapan yang penuh gairah.


"Kak Iel, boleh ya? Sebentaaaar saja, ya" rayu Elea.


"Apa hadiah yang akan aku dapatkan?" tanya Gabrielle tak mau rugi.


Elea diam berfikir. Tahu apa yang di sukai oleh suaminya, dia segera datang mendekat kemudian mengecup kilat bibirnya.


Cup


"Nah sudah" ucap Elea sambil tertawa.


Nun, Ares dan semua orang buru-buru menundukkan kepala saat Gabrielle menarik tubuh Elea ke pelukannya.


"Apa kau sedang menggodaku, hem?."


"Tidak lah" sahut Elea.


"Lalu apa artinya ciuman tadi?" tanya Gabrielle sembari memainkan bibir tipis Elea.


"Bukannya Kak Iel tadi meminta hadiah ya?."


Gabrielle mengangguk. Dia lalu mendekatkan bibirnya ke mulut Elea. Sadar dengan apa yang akan terjadi, Elea segera memejamkan mata. Dadanya berdebar kuat menantikan ciuman panas dari suaminya.


"Ckckckck, bisa-bisanya kalian berciuman di depan banyak manusia. Yak Gabrielle, kau pedofil akut rupanya!."


Rahang Gabrielle mengetat. Levi, perusuh rumah tangga ini muncul di saat yang tidak tepat.


Elea yang mendengar suara itupun membuka mata. Dia tersenyum lebar melihat kedatangan wanita yang kini tengah berdiri sambil melipat tangan.


"Kak Levi, apa itu kau?."


"Apa aku terlihat seperti hantu di matamu?" sahut Levi balik bertanya.


"Hehehehe, tidak. Tapi Kak Levi terlihat sangat cantik" puji Elea.


"Ya, kalau itu fakta yang sesungguhnya" ucap Levi sambil mengulum senyum. "Kemari kau makhluk kecil, beri aku pelukan."


Elea mengangguk. Tapi langkahnya harus terhenti saat Gabrielle menahan tangannya. "Ada apa Kak Iel?."


"Jangan memeluknya. Dia terkena rabies" jawab Gabrielle.

__ADS_1


"Rabies? Apa itu?" beo Elea.


"Penyakit menular. Anjing gila penyebabnya" ucap Gabrielle asal bicara.


"Haaaaaa... Jadi Kak Levi anjing gila!!!."


Para pelayan hampir tidak mampu menahan tawa melihat betapa syok nyonya mereka saat mengatai Levi sebagai anjing gila. Sementara yang di sebut begitu kini tengah menatap Tuan Muda mereka dengan kemarahan yang sangat berapi-api.


"Dasar pedofil, beraninya kau memfitnahku seperti itu!" teriak Levi murka.


"Nah, ada lagi. Pedofil itu apa Kak Levi?" tanya Elea penasaran.


Sebuah smirk jahat muncul di bibir Levi saat Elea bertanya apa itu pedofil. Dengan raut wajah penuh kemenangan, dia memberikan penjelasan pada makhluk kecil ini.


"Pedofil adalah seseorang yang tertarik pada gadis di bawah umur. Dan suamimu termasuk di dalamnya karena dia menjerat seorang gadis kecil sepertimu."


Kening Elea mengernyit. Dia merasa aneh dengan tuduhan yang di lemparkan Levi pada suaminya. "Tapi aku bukan gadis kecil lagi Kak Levi. Aku sudah besar."


"Mana buktinya kalau kau sudah besar, hah?" tantang Levi dengan wajah yang sangat puas.


"Buktinya sekarang aku sudah menikah dan Kak Levi belum."


Hening....


Hening....


Hening....


Skak matt. Tidak ada yang bisa berkata-kata lagi begitu Elea melemparkan bom nuklir tepat di wajahnya Levi. Mari kita anggap kata-kata itu sebagai kata-kata paling menyakitkan di tahun 2021. Untuk para jomblo, harap bersabar.. Ini ujian. 🤣🤣🤣🤣


"K,kau bilang apa tadi?" tanya Levi gagap.


Mulut Levi terbuka lebar. Dia lalu menengadahkan wajahnya keatas dengan tangan yang terkepal kuat.


"ELEEAAA........!."


"Buahahahahaaaa...... Levi, bagaimana rasanya? Enak tidak? Hahaha, itu namanya senjata makan tuan, berniat menjelekkan aku malah kau sendiri yang jatuh keatas kotoran sapi. Hahahaha, aku puas sekali!" ucap Gabrielle sambil tertawa terbahak-bahak.


Ares dan Nun hanya berani mengulum senyum. Mereka dengan cepat menoleh kearah lain saat Levi menatap mereka dengan sangat bengis.


"Terus saja kalian tertawa. Lihat bagaimana nanti aku akan membalas tawa kalian!" ancam Levi dongkol.


'Astaga Elea, sebenarnya syaraf di otakmu itu berfungsi tidak sih? Bisa-bisanya kau malah mempermalukan aku di depan semua orang, dasar pengkhianat.'


Elea hanya diam sambil memperhatikan ekpresi di wajah semua orang. Rasanya aneh karena dia tidak merasa ada yang lucu di sini.


"Kak Iel, lepaskan tanganku dulu. Aku mau memeluk Kak Levi" rengek Elea penuh harap.


"Cihh, setelah mempermalukan aku masih berani kau berkata ingin memelukku. Wajahmu terbuat dari tembok ya Elea" amuk Levi kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


Gabrielle mendekap tubuh istrinya yang sedang kebingungan setelah mendengar perkataan Levi barusan.


"Sayang, jangan hiraukan ucapannya. Dia tidak serius dengan perkataannya tadi" ucap Gabrielle memberi penjelasan agar istrinya tidak salah paham.


"Kak Iel, memangnya wajahku terbuat dari tembok ya? Tapi wajahku tidak keras kok, coba Kak Iel tekan. Lembut" tanya Elea sambil menekan-nekan pipinya sendiri.


Gabrielle menuruti keinginan Elea. Dengan hati-hati dia menekan pipinya seakan takut kalau pipi itu akan hancur jika dia menekannya terlalu kuat.

__ADS_1


"Iya lembut" ucap Gabrielle sambil mendekatkan wajahnya ke samping telinga Elea."Seperti dadamu, lembut, kenyal dan sangat nikmat."


Blusssshhhh


Wajah Elea langsung merona.


"Kak Iel, jangan bicara seperti itu di depan banyak orang. Aku malu, nanti di kamar saja jika ingin membahasnya" bisik Elea salah tingkah.


Baru saja mulut Gabrielle terbuka hendak bicara, dari dalam rumah terdengar suara teriakan yang membuat semua orang menarik nafas dalam.


"YAAAKKKK KALIAN PASANGAN MESUM, CEPAT DATANG KEMARI ATAU AKU AKAN MENCURI SEMUA BENDA-BENDA MAHAL YANG ADA DI RUMAH INI KEMUDIAN MENJUALNYA! BERANINYA KALIAN MEMBUATKU MENUNGGU SEPERTI KAMBING CONGEK DI SINI.."


Elea menatap suaminya sebentar. "Kak Levi sepertinya ingin beralih profesi menjadi seorang pencuri, Kak. Bagaimana ini?."


Gabrielle tergelak. Dia lalu menggaruk tengkuk belakangnya.


"Sayang, aku yang memintanya datang kemari untuk membantu meriasmu sebelum datang ke pernikahan Izel. Ayo masuk, aku khawatir wanita bar-bar itu akan meminta ganti rugi yang sangat banyak dariku nanti."


Elea dengan patuh mengikuti langkah suaminya yang mengajaknya masuk ke dalam rumah. Dia merasa sedikit takut melihat wajah Levi yang terlihat begitu ketus.


"Apa?" tanya Levi sambil mendelikkan mata.


"Em, Kak Levi ingin meriasku ya?" tanya Elea takut-takut.


"Tidak" sahut Levi singkat, padat dan jelas.


"Tapi kata Kak Iel begitu."


"Itu kan kata suamimu, bukan kataku."


"Kalau bukan untuk meriasku, lalu untuk apa Kak Levi datang kemari?."


Mata Levi terpejam mendengar pertanyaan menohok itu. Ingin rasanya dia mencongkel keluar otaknya Elea kemudian mencucinya dengan sangat bersih menggunakan deterjen pakaian. Astaga, kata-kata Elea jauh lebih berbahaya di bandingkan tumpukan lemak di tubuhnya.


"Gabrielle, bisa tolong bantu aku jelaskan pada istrimu yang bodoh ini? Hati dan fikiranku sudah sangat lelah" ucap Levi pasrah.


Terdengar kekehan dari mulut Gabrielle. "Sayang, sekarang masuk ke kamar dan mandilah dengan bersih. Jangan terlalu lama, nanti siluman itu bisa mengamuk."


"Yaakkk Gabrielle...!."


Elea langsung berlari kencang menuju lift. Beberapa detik kemudian dia kembali dengan nafas yang terengah-engah.


"Kak Iel, liftnya rusak. Pintunya tidak mau terbuka."


Untuk sesaat semua orang seperti berhenti bernafas. Mereka lupa kalau nyonya kecil ini tidak tahu bagaimana cara menggunakan lift. Jadi bukan pintu lift-nya yang rusak, tapi otaknya saja yang bodoh.


"Ayo bantu aku" ucap Elea sambil mengguncang lengan Ares.


Bisa kalian bayangkan seperti apa nasibnya Ares sekarang? Apakah dia masih hidup atau malah tubuhnya menjadi pengganjal pintu lift yang tadi di sebut rusak oleh Elea...? Hanya author lah yang tahu...


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2