
Jack segera berputar arah begitu mendapat telfon dari Fendry kalau Reinhard telah mengetahui rahasianya. Dia begitu marah karena lupa membawa foto Elea yang dia simpan di laci meja ruangannya.
"Sial sial sial, kenapa aku ceroboh sekali. Sudah kepalang tanggung, sebaiknya aku membawa Elea pergi bersamaku saja. Tidak ada gunanya juga mengandalkan bantuan dari para tikus negara itu, mereka tidak berguna. Arrgghhhhh, k*parat!" amuk Jack sambil memukuli stir mobil.
Saat Jack sampai di taman, kebetulan mobil Eleanor baru akan pergi dari sana. Jack menyeringai, menyaksikan betapa Tuhan begitu adil tak mau memisahkan cintanya dengan Eleanor. Namun saat Jack hendak membuntutinya, tiba-tiba saja dia melihat sesuatu yang membuat emosinya memuncak.
"Astaga, kenapa bajingan itu ada di sana? Mengganggu saja!" sungut Jack. "Sayang, maafkan aku yang akan segera menyingkirkan ayah kandungmu. Bukan maksud hati ingin berbuat jahat, hanya saja kelakuan ayahmu itu membuatku kesal. Dia muncul di saat yang tidak tepat" ucap Jack sambil mengikuti mobil ayahnya Elea.
Jika di amati dengan baik, ada tiga buah mobil yang sedang saling mengejar. Mobil yang di tumpangi Levi dan Elea melaju cepat untuk menghindari kejaran Jack-Gal dan Bryan, sementara tepat di belakang mereka ada Bryan yang mengikuti karena ingin bertemu dengan Elea. Sedangkan di belakang Bryan, ada mobil Jackson yang siap untuk mencelakainya. Dan sayangnya di sini hanya Jack saja yang sadar jika sedang membuntuti mobil-mobil di depannya. Elea dan Bryan tidak ada yang tahu kalau di belakang mobil mereka ada bahaya besar yang sedang mengintai. Jack sendiri sedang mencari celah untuk mendepak Bryan dari jalanan. Dia tidak mau rencananya membawa Eleanor pergi gagal karena kehadirannya.
"Tuan Karim, maaf jika aku akan membuat putramu sedikit kesakitan. Salahkan saja anakmu itu karena berniat merebut Eleanor dari tanganku" ucap Jack sembari menyeringai jahat.
Tepat di saat mobil-mobil itu melewati sebuah tikungan, Jack dengan kecepatan tinggi menabrak mobil Bryan hingga membuatnya keluar dari pembatas jalan. Tidak berhenti sampai di situ saja, dia sekali lagi menabrak mobil tersebut hingga membuatnya terguling beberapa kali.
Brrraaaaakkkkkk
"Owh, semoga Tuhan memberimu tempat yang indah, ayah mertua" gumam Jack puas melihat mobil ayahnya Eleanor mengeluarkan asap tebal.
Sementara itu, Bryan tengah berjuang agar bisa keluar dari dalam mobil. Kepalanya terluka cukup parah akibat benturan yang terjadi beberapa kali. Bryan bertanya-tanya dalam hati siapa gerangan orang yang telah menabrak mobilnya. Dia yakin kalau kecelakaan yang dia alami ada unsur kesengajaan karena tadi sebelum mobilnya terguling dia sempat melihat ada mobil berwarna hitam yang dengan sengaja menabrakkan diri pada mobilnya. Seingatnya, Bryan sama sekali tidak mempunyai musuh, dia melakukan bisnis dengan tangan bersih jadi sangat mustahil ada orang yang ingin mencelakainya.
Setelah berjuang cukup lama, Bryan akhirnya bisa keluar dari dalam mobilnya. Dia berteriak kesakitan saat mencabut serpihan kaca yang menancap di bagian paha dan lengannya.
"Aaakkhhhhh, Ya Tuhan..." lenguh Bryan dengan bercucuran keringat menahan sakit.
Jack yang melihat Bryan belum meninggal, merasa sangat marah. Dia lalu berniat untuk menembaknya. Baru saja Jack ingin menarik pelatuk pistol, dia tersadar kalau rombongan mobil Eleanor sudah cukup jauh meninggalkannya di depan.
"Brengsek! Bryan, kali ini kau selamat karena anakmu jauh lebih penting daripada nyawamu. Tunggu saja, setelah aku berhasil membawa Eleanor aku baru akan mengurusmu. Kupastikan kau mati bahkan sebelum kau bertemu dengannya!" geram Jack kemudian segera melesat pergi meninggalkan Bryan yang sudah terkapar di samping mobilnya.
Sedangkan di mobil lain, Levi dan Elea saling berpandangan saat mendengar suara ledakan mobil. Saat keduanya sedang bingung dan juga khawatir, ponsel milik Elea berdering. Segera dia mengangkatnya begitu tahu kalau suaminya yang menelfon.
"Halo Kak Iel" ucap Elea gelisah. "Kak, aku takut sekali, kau dimana sekarang?."
__ADS_1
"Sayang, tenangkan dirimu. Dengarkan aku, di belakang mobil kalian saat ini Jack-Gal sedang mengejar. Berhati-hatilah, katakan pada penjaga untuk segera keluar menuju tempat keramaian. Sebisa mungkin minta dia untuk menghindari tempat-tempat sepi. Aku sedang dalam perjalanan menyusul kalian,...
Ponsel terlepas dari genggaman tangan Elea begitu dia di beritahu kalau dokter jahat itu tengah mengejarnya. Levi yang melihat hal tersebut segera mengambil ponsel milik Elea kemudian menggantikannya untuk bicara.
"Gabrielle ini aku Levi. Tolong beritahu aku ada apa" tanya Levi sambil terus menatap Elea yang terdiam kaku dengan wajah pucat.
"Jack-Gal sedang mengejar kalian saat ini. Suruh penjaga untuk menghindari jalanan yang sepi. Hanya ini yang bisa kalian lakukan sekarang untuk melindungi diri sebelum aku tiba di sana."
Baru saja Gabrielle selesai bicara, dari arah belakang terdengar suara tembakan. Levi dan Elea sama-sama menjerit kaget saat mobil dari salah satu penjaga yang mengawal mereka meledak. Sontak saja hal itu membuat Gabrielle berteriak seperti orang gila dari dalam ponsel.
"Elea, Levi, apa yang terjadi di sana? Suara ledakan apa itu? Halo, Levi, Levi, astagaaa.... Elea, kalian baik-baik saja kan?."
Mendengar suara teriakan dari dalam ponsel, seketika Levi tersadar kalau masih terhubung dengan Gabrielle. Dengan suara yang gemetar dia meminta Gabrielle untuk segera datang menolong mereka.
"Gabrielle, mobil salah satu penjaga yang mengawal kami meledak. Kau, kau cepatlah datang, tolong kami!" ucap Levi ketakutan.
"Arrrggg brengsek! Levi, tolong jaga istriku. Sebentar lagi kami akan segera sampai di tempat kalian. Yakk Ares, kenapa mobil ini lambat sekali, tambah kecepatannya. Bajingan itu sedang menyerang para pengawal, nyawa istriku dalam bahaya sekarang. Percepat laju mobil ini, brengsek!."
Dooorr....... Prraaaaanngggg
"Aaaaaaaaaa.........."
"Nyonya Elea, Nona Levi, tolong menunduklah. Kita sedang di serang!" teriak penjaga panik sambil terus mengemudi.
"Ga,Gabrielle, tolong kami. Mobil kami di serang" ucap Levi dengan suara gemetar. "Elea, cepat bersembunyi di bawah, jangan melihat ke belakang terus!."
Baru saja Levi dan Elea berjongkok di bawah jok mobil, tembakan bertubi-tubi kembali terarah ke mobil mereka. Meskipun sudah di lengkapi dengan kaca anti peluru, tetap saja tembakan itu membuat mobil sedikit oleng. Elea yang tidak siap dengan guncangan itu terlempar ke belakang hingga kepalanya membentur pintu mobil. Bayangan dimana dia dan Levi berlumuran darah membuat Elea berteriak histeris.
"Tidak tidak, aku mohon jangan sekarang. Kak Iel, tolong kami Kak, tolong!" ratap Elea sambil menangis ketakutan.
"Elea, kau kenapa sayang? Aress... Cepat susul mereka. Jack-Gal sudah semakin menggila, cepat cari cara untuk menghentikannya!."
__ADS_1
Saat Elea dan Levi sedang menjerit ketakutan di dalam mobil, Jack dengan beringas masih terus menghabisi satu persatu penjaga yang mengawal gadis kecilnya. Meski dia hanya seorang diri, dia sama sekali tidak kesulitan untuk menghadapi anak buahnya Gabrielle yang terus melakukan perlawanan. Mungkin takdir baik memang sedang berpihak pada Jackson. Setelah melalui baku tembak yang cukup memacu andrenalin, Jack akhirnya bisa bernafas lega karena sekarang sudah tidak ada lagi yang menghalangi jalannya untuk menjemput Eleanor. Dia segera melaju dengan cepat menyusul mobil di depannya.
"Eleanor, aku datang sayang" ucap Jack kemudian tertawa kencang sebelum akhirnya menabrak bagian belakang mobil yang membawa gadis kecilnya.
Brraaaakkkk
"Nyonya, Nona Levi, tolong tetap menunduk dan berpeganganlah dengan erat!" pekik penjaga sambil terus berusaha menjaga kestabilan mobil.
Wajah Levi dan Elea sudah tidak bisa di jelaskan seperti apa bentuknya sekarang. Mereka berdua saling memeluk sambil terus berusaha mencari pegangan saat Jack-Gal tak henti-hentinya menabrak mobil mereka.
"E,Elea, se,sepertinya perkataanmu benar kalau mobil ini akan segera tertimpa musibah" bisik Levi sambil menahan tangis.
"Kak Levi, tolong ingat pesanku baik-baik. Pergi dan selamatkan dirimu begitu ada celah, Jack-Gal hanya menginginkan aku, jadi aku tidak mau Kakak ikut terlibat" sahut Elea pasrah.
"Dia harus melangkahi mayatku dulu jika ingin berbuat macam-macam padamu. Elea, aku sangat menyayangimu. Aku sudah berjanji pada Gabrielle untuk menjagamu apapun yang terjadi. Kalau kau mati, maka aku akan ikut mati bersamamu. Jadi jangan memintaku untuk pergi, oke?" tolak Levi.
"Tapi Kak, aku.....
Brrrrrraaaaaaakkkkkkkkkkkkk
Mobil yang di tumpangi Levi dan Elea akhirnya terbalik saat Jack-Gal menghantam bagian sisi mobil. Penjaga yang mengemudikan mobil tersebut terlempar keluar saat kaca mobil pecah dan berguling hingga terseret ke pinggiran jurang. Untung saja di sana ada pohon besar yang menghalau jatuhnya mobil mereka. Jika tidak, mungkin saat ini tubuh Levi dan Elea sudah hancur tak berbentuk karena terjatuh ke dalam jurang terjal nan dalam yang ada di bawah mereka saat ini.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...