Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Firasat


__ADS_3

Setelah acara selesai, Gabrielle segera mengajak Elea pulang ke rumah. Dia sudah tidak tahan ingin segera berduaan dengannya setelah pengakuan cinta yang dia dengar sebelum masuk ke kediaman orangtuanya tadi.


"Ibu Liona, Ayah Greg, aku pulang dulu ya. Oh ya, terima kasih untuk oleh-olehnya" pamit Elea sembari menjinjing kotak berisi makanan yang dia bawa.


Seperti biasa, Elea pasti akan teringat dengan teman-temannya di rumah setiap kali menghadiri pesta dan akan meminta izin pada tuan rumah membungkus beberapa makanan untuk di bawanya pulang. Liona yang memang sudah mengetahui tabiat menantunya tentu saja sudah mempersiapkan oleh-oleh tersebut bahkan sebelum Elea memintanya.


"Iya sayang, kalian hati-hati ya di jalan" sahut Liona kemudian memeluk Gabrielle dan Elea bergantian.


Meski tidak rela, Gabrielle hanya bisa pasrah saat Elea memeluk ayahnya, bahkan sampai mencium pipinya untuk berpamitan.


'Hehehe, menantu Ayah benar-benar sangat manis.'


Greg memekik pelan saat merasakan sebuah sengatan panas di pinggangnya. Nyalinya langsung menciut menyadari tatapan tajam dari mata istrinya.


"Berhenti menyulut api Greg" ucap Liona.


"Aku hanya bercanda saja Hon. Jangan marah."


Elea berdiri diam sambil memperhatikan kedua mertuanya yang sedang berdebat. Dia lalu menoleh kearah samping saat merasakan sebuah usapan lembut di pipinya.


"Jangan heran, itu adalah cara Ayah dan Ibu menunjukkan cinta masing-masing" ucap Gabrielle memberi penjelasan.


"Itu terlihat sangat manis, Kak. Aku suka" sahut Elea kemudian terkikik pelan.


Gabrielle yang melihat kelakuan lucu istrinya gemas sendiri. Dia kemudian segera pamit pada kedua orangtuanya lalu bergegas mengajak Elea berjalan menuju mobil.


Saat Gabrielle hendak membukakan pintu, tiba-tiba dia di buat kaget oleh kondisi tubuh Elea yang tiba-tiba menengang. Seketika dia menjadi sangat panik.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Gabrielle.


Elea diam mematung dan tatapan matanya kosong. Tak lama kemudian alisnya saling bertaut, seolah dia sedang melihat sesuatu yang membuatnya bingung.


"Elea, kau kenapa sayang? Apa yang terjadi, ayo beritahu aku!" desak Gabrielle kebingungan.


Ares yang menyadari ada yang tidak beres dengan Nyonya-nya segera mengatur beberapa penjaga untuk bersiaga. Di lihat dari gestur tubuhnya, Ares sangat yakin kalau Nyonya-nya ini sedang di perlihatkan sesuatu. Tak ingin kecolongan, Ares juga menghubungi Paman Mario untuk memantau keadaan sekeliling rumah melalui CCTV.

__ADS_1


"Gabrielle, ada apa? Elea kenapa?" tanya Liona.


"Aku tidak tahu, Bu. Tiba-tiba saja Elea jadi seperti ini saat aku akan membukakan pintu mobil untuknya" jawab Gabrielle tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Elea."Sayang, hei, ada apa?."


Setelah terdiam cukup lama, Elea tersentak kaget. Dia lalu menatap syok kearah mobil yang akan di naikinya.


"Jangan naik mobil ini" ucap Elea dengan suara gemetar. "Nanti meledak!."


Semua orang yang ada di sana kaget setengah mati begitu mendengar perkataan Elea. Khawatir ada bom di sekitar mobil tersebut, Ares segera meminta semua orang agar menjauh. Belum hilang kekagetan di diri semua orang, Elea kembali membuat keluarga suaminya terkejut. Dia berlari dengan sangat kencang menuju pintu gerbang kemudian menatap takut kearah deretan pohon pinus yang menghiasi bukit bagian depan rumah mertuanya.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tidak mungkin mereka mau mempercayai ucapanku. Tapi ini sangat berbahaya, aku harus memperingatkan semua orang. Ya Tuhan, tolong bantu aku meyakinkan mereka!.'


Gabrielle yang kaget melihat tindakan Elea segera berlari menyusulnya. Matanya membulat lebar menyaksikan betapa tubuh istrinya bergetar dengan sangat kuat.


"Sayang, kau kenapa hah? Kenapa tubuhmu gemetaran seperti ini? Apa yang kau lihat, cepat katakan padaku!" cecar Gabrielle panik sembari memegang bahu istrinya.


Elea tak langsung menyahut. Matanya masih terus tertuju pada bayang-bayang gelap di balik pohon pinus. "Kak Iel, kita tidak boleh naik mobil itu. Ada orang yang akan menyakiti kita berdua, kita tidak boleh naik mobil itu lagi!."


Greg yang kebetulan sudah sampai di sana sangat kaget mendengar hal itu. Dia segera mendekat kemudian menggenggam tangan menantunya yang sudah dingin seperti es. "Sayang, katakan pada Ayah siapa yang ingin mencelakai kalian. Ayah akan langsung menghabisinya."


"Jangan Ibu Liona, jangan!" teriak Elea histeris sambil menjambak rambutnya frustasi. "Mobil itu akan langsung meledak begitu melewati gerbang ini. Ayah Greg, aku melihatnya, aku melihatnya. Orang itu akan mencelakai aku dan Kak Iel, dia akan membuat mobil itu meledak dan terbakar. Ayah Greg tolong percaya aku, aku tidak bohong, aku tidak bohong!."


Semua orang di buat kebingungan melihat betapa Elea yang begitu frustasi meminta agar mobilnya tidak keluar dari rumah itu. Sadar jika menantunya sedang sangat tertekan, Greg segera berteriak pada anak buahnya untuk menyembunyikan mobil tersebut di dalam gudang.


Saat keadaan sedang begitu panik, tiba-tiba Liona menyadari sesuatu yang tak beres. Dia lalu menatap lekat kearah menantunya. Alisnya mengerut. 'Mobil akan meledak dan Elea melihatnya? Apa ini adalah sebuah firasat? Mungkinkah Elea.....


Gabrielle, Grizelle dan juga Liona sama-sama terhenyak kaget saat menyadari keistimewaan yang tidak sengaja mereka temukan di diri Elea. Mereka bertiga sekarang tahu apa yang membuat Elea begitu frustasi saat meminta agar mobil itu tidak keluar dari gerbang rumah.


"Gabrielle, perlukah aku melakukan sesuatu? Aku punya organisasi yang bisa melacak keberadaan seseorang bahkan jika orang itu berada jauh dari negara ini" ucap Drax menawarkan bantuan.


"Tidak perlu, Drax. Karena sepertinya aku tahu siapa orang yang ingin mencelakai kami berdua" sahut Gabrielle.


"Jangan bahas masalah ini sekarang. Lebih baik kau bawa Elea masuk ke dalam rumah. Lihatlah, istrimu begitu tertekan, dia pasti sangat ketakutan sekarang" timpal Liona sembari melihat kearah menantunya yang mematung dengan tatapan kosong.


Tanpa membuang waktu lagi Gabrielle segera mengangkat tubuh Elea ke dalam gendongannya. Dia bisa merasakan tubuh istrinya yang masih gemeteran namun tidak sehebat tadi. Dalam benaknya, Gabrielle mulai bisa memahami kenapa istrinya acap kali terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Dan malam ini sebagian dari rasa penasarannya terjawab, namun belum begitu jelas. Gabrielle yakin masih ada hal lain yang di sembunyikan oleh Elea.

__ADS_1


"Kak Iel, aku tidak bohong, aku benar-benar melihat orang itu melemparkan sesuatu kearah mobil yang akan kita naiki tadi. Sekarang cepat ambil kunci mobilnya kemudian sembunyikan di tempat rahasia. Apapun yang terjadi mobil itu tidak boleh keluar dari gerbang rumah ini, tidak boleh Kak!" ucap Elea dengan mata berkaca-kaca. "Aku tidak bohong..."


"Ssstttt tenanglah sayang, aku percaya dengan apa yang kau katakan. Jangan khawatir, Ayah sudah menyembunyikan mobil itu di dalam gudang. Tidak akan ada orang yang berani membawa mobil itu keluar. Jadi jangan takut lagi, oke?" sahut Gabrielle menenangkan.


Elea menarik nafas lega kemudian menatap dalam ke manik mata suaminya. "Kak Iel, aku berbeda.. Aku, benar-benar berbeda."


"Aku tidak peduli sayang. Entah kau itu berbeda atau apalah itu, aku akan tetap mencintaimu. Kau istriku, ratuku, dan juga kesayanganku. Oh iya, ingat tidak kalau sekarang kita sudah pacaran?" ucap Gabrielle berusaha mengalihkan ketakutan istrinya.


"Ingat Kak Iel" jawab Elea lirih.


"Karena kita adalah kekasih, mulai sekarang apapun yang membuatmu merasa tidak nyaman harus segera di laporkan padaku. Begitu juga aku, aku akan langsung melapor jika ada sesuatu yang menganggu pikiranku. Bagaimana, setuju tidak?."


"Memangnya orang pacaran harus seperti itu ya Kak?" tanya Elea mulai masuk ke dalam pembicaraan yang di buat suaminya.


"Tentu saja harus seperti itu sayang. Kalau tidak, bagaimana cara kita membangun kepercayaan? Dalam sebuah hubungan, rasa saling percaya adalah pondasi yang paling kuat untuk menghadapi segala rintangan yang akan datang mendekat. Contohnya seperti sekarang, aku percaya dengan apa yang kau lihat meski aku sendiri tak bisa melihatnya. Sekarang sudah tahu kan?" jawab Gabrielle menjelaskan sembari melangkah menuju kamarnya.


"Sudah Kak."


"Gadis pintar. Malam ini kita akan menginap di sini, tidak apa-apa kan?."


Elea mengangguk. Dia lalu membenamkan wajah ke dada suaminya. Elea merasa begitu lega karena akhirnya ada yang percaya dengan apa yang dia lihat.


Sementara itu di luar rumah, semua orang masih berkumpul di depan pintu gerbang. Mereka semua memutuskan untuk menginap di sana demi agar Elea tidak merasa khawatir.


'Coba saja kalau kau berani menyentuh anak dan menantuku, bukan hanya hidupmu yang akan ku buat hancur, bahkan roh-mu pun akan ku buat tak memiliki tempat di alam baka.' Batin Liona


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2