Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Couple


__ADS_3

Elea dengan antusias mengambil hadiah yang sudah dia siapkan untuk suaminya. Sementara Gabrielle sendiri memilih untuk duduk menunggu di sofa kamar.


"Ahh ini dia" ucap Elea sambil mengangkat satu paperbag di tangannya. "Kak Iel, ini hadiahmu!".


Gabrielle mengangguk sembari tersenyum. Dia lalu meminta Elea untuk mendekat.


"Kemarilah, bawa hadiah itu padaku!".


"Iya Kak".


Dengan penuh semangat Elea membawa paperbag itu kearah suaminya. Tanpa di komando lagi Elea langsung duduk di pangkuannya, yang mana membuat Gabrielle langsung tersenyum puas.


"Gadis baik".


"Ini untuk Kakak" ucap Elea.


"Tidak mau membukanya untukku, hem?" tanya Gabrielle.


Elea diam berfikir. Dia kemudian teringat dengan ponsel yang baru saja dia terima.


"Bagaimana kalau kita berfoto dulu sebelum membuka hadiah ini Kak? Biar adil, kan tadi juga seperti itu sebelum membuka hadiah dari Kakak!".


"Why not? Asal kau senang, mari kita lakukan apapun itu" sahut Gabrielle.


"Why not? Apa itu Kak?" tanya Elea membeo.


"Jangan bahas lagi. Sekarang mana ponselmu, biar aku saja yang mengarahkan kameranya" ucap Gabrielle mengelak.


Urusannya bisa panjang jika harus mengartikan sepatah kata bahasa asing itu. Dan Gabrielle tak ingin menunda waktu lagi untuk segera tahu hadiah apa yang sudah di persiapkan oleh istrinya.


"Ini ponselnya".


Elea terdiam. Dia bingung harus berpose seperti apa.


"Kenapa sayang?" tanya Gabrielle bingung melihat istrinya diam saja.


"Emm itu Kak, aku harus bagaimana?".


"Bagaimana apanya?" tanya Gabrielle semakin bingung.


"Itu.... Aku harus bagaimana supaya terlihat cantik di dalam ponsel!" jawab Elea dengan pipi merona.


'Astaga malu sekali. Kak Iel pasti sangat bosan memiliki istri sekolot aku. Tapi mau bagaimana lagi, ini pertama kalinya aku memiliki ponsel. Dan aku belum tahu banyak tentang gaya berfoto. Apa aku tanya Kak Levi saja ya? Ah benar, nanti aku tanya saja bagaimana caranya. Kak Levi kan tahu semua hal!'.


Gabrielle mendengus saat nama Levi menjadi orang pertama yang masuk dalam pencarian Elea. Rasanya kesal sekali saat istrinya lebih bergantung pada orang lain ketimbang pada dirinya. Jujur saja Gabrielle cemburu, dia hanya ingin Elea bergantung padanya saja. Tidak pada Levi atau siapapun.


"Sayang, kau harus percaya pada dirimu sendiri. Kau itu sangat cantik, jadi tidak perlu bergaya neko-neko hanya untuk mendapatkan foto yang bagus. Cukup tersenyum dan lihat kearah kamera. Oke?" ucap Gabrielle dengan penuh pengertian.


"Oke!" sahut Elea dengan patuh.


Tak berapa lama di dalam kamar itu sudah terdengar bunyi jepretan kamera. Dan benar yang di katakan oleh Gabrielle kalau Elea hanya perlu tersenyum untuk mendapatkan foto yang bagus.


"Woaaahhhh, kau benar-benar sangat hebat Kak. Lihat, aku terlihat cantik dan Kakak terlihat sangat tampan. Boleh tidak setelah ini aku pergi keluar sebentar?" tanya Elea sambil menatap kagum hasil jepretan foto di ponselnya.


"Kau mau pergi kemana sayang?".


Gabrielle cemas. Dia takut Elea berfikir untuk kabur meninggalkannya.

__ADS_1


"Ke tempat foto kopi, Kak!".


Kening Gabrielle mengerut. Dia di buat bingung dengan nama tempat yang ingin di tuju oleh istrinya.


"Tempat foto kopi? Untuk apa kau datang kesana?".


"Ih, Kak Iel ini bagaimana. Tentu saja aku ingin mencuci foto kita kemudian membingkainya. Aku pernah melihat seseorang melakukan hal seperti ini dulu" jawab Elea.


Gabrielle tergelak. Dia kemudian tertawa seperti orang yang ingin menangis. Sejak kapan tempat foto kopi menjadi tempat untuk mencuci foto? Seumur-umur baru kali ini Gabrielle mendengar kalau tempat foto kopi memiliki kegunaan lain.


"Sayang, kalau hanya ingin mencuci foto kau tidak perlu pergi keluar. Aku pun bisa melakukan semua itu dari rumah" ucap Gabrielle memberi pengertian.


"Benarkah?" tanya Elea kaget.


"Iya. Kapan-kapan aku akan mengajarimu. Sekarang ayo buka hadiahku, aku sudah menunggunya sejak tadi" jawab Gabrielle tak sabaran.


Elea mengangguk. Jari-jari lentiknya dengan segera bergerak mengeluarkan hadiah dari dalam bungkusnya. Bibirnya tersenyum senang.


"Taraaa... Ini dia hadiah untuk Kak Iel!".


Gabrielle diam memandangi benda kecil yang ada di tangan Elea.


"Gelang?".


"Iya, dan tidak hanya satu" jawab Elea.


"Maksudnya?" ucap Gabrielle tak paham.


Tangan Elea kembali masuk ke dalam paperbag tadi. Senyumnya mengembang saat dia mendapatkan benda yang di carinya.


"Kak Iel, gelangnya sepasang. Katanya gelang ini bisa menyala jika di dekatkan!".


"Waaaa lihat Kak Iel. Ternyata bapak penjual itu tidak bohong. Gelangnya benar-benar menyala!" teriak Elea heboh. "Ayo ayo cepat pakai gelang ini Kak".


Melihat istrinya yang begitu antusias, Gabrielle pun akhirnya memakai gelang tersebut. Dia ikut merasa takjub saat benda padat itu berkedip-kedip.


"Kakak tunggu di sini sebentar!" ucap Elea kemudian beranjak dari pangkuan suaminya.


"Sayang kau mau kemana?" tanya Gabrielle panik.


"Tidak kemana-mana Kak Iel. Aku hanya ingin mengetes ikatan batin kedua gelang ini".


Elea mundur beberapa langkah ke belakang. Dia tertawa menyaksikan gelangnya yang terus berkedip.


"Kak, gelang milikmu masih menyala tidak?".


"Masih" jawab Gabrielle sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Coba lebih jauh lagi" gumam Elea kemudian mundur menjauh dari tempatnya berdiri.


Sekarang Gabrielle paham dengan apa yang sedang di lakukan oleh istrinya.


'Elea, kenapa kau menggemaskan sekali?'.


"Sekarang masih menyala tidak?" tanya Elea sambil menyembulkan kepalanya dari balik tembok.


"Masih sayang" jawab Gabrielle setengah tertawa.

__ADS_1


"Oh, luar biasa. Sudah sejauh ini masih menyala juga".


Gabrielle tertawa mendengar celetukan istrinya. Tentu saja gelang ini akan terus menyala karena mereka berada dalam jarak yang cukup dekat.


"Kak Iel sekarang bagaimana? Gelangnya masih berfungsi tidak?" teriak Elea dari dalam kamar mandi.


"Astaga sayang, apa yang kau lakukan di sana? Cepat kemari atau aku yang akan menyusulmu ke kamar mandi!" sahut Gabrielle khawatir.


Tak lama kemudian Elea muncul sambil berlari. Dia kembali duduk di pangkuan suaminya dengan wajah semringah.


"Senang?" tanya Gabrielle sambil menyeka keringat di kening Elea.


"Iya. Ini sangat menyenangkan" jawab Elea jujur.


"Baguslah. Dimana kau membeli gelang ini?".


"Di toko pernak-pernik yang ada di taman bermain Kak. Oh iya aku baru ingat, ada satu lagi hadiah untuk Kakak. Tunggu sebentar!".


Gabrielle diam memperhatikan istrinya yang sedang membongkar tumpukan barang yang tergeletak di atas ranjang. Sepertinya Levi serius mengajak istrinya untuk bersenang-senang melihat dari banyaknya barang yang Elea beli.


"Tara... Ini hadiah keduanya Kak!".


Mata Gabrielle terbelalak melihat baju couple yang di tunjukkan oleh Elea. Tengkuknya merinding. Bukan karena dia tidak suka, tapi karena warna baju tersebut.


"Kak Iel, ayo kita pakai!" seru Elea.


Sambil menelan ludah Gabrielle dengan terpaksa menerima baju itu. Dia lalu menatap Elea dengan wajah memelas.


"Sayang, siapa yang mengajarimu untuk membeli baju couple ini?".


"Kak Levi. Dia bilang suami istri harus sering-sering memakai barang yang sama supaya rumah tangganya bahagia" jawab Elea.


'Sialan kau Levi. Setelah aku memberimu blackcard kau masih juga mengerjaiku. Merah muda, Ya Tuhan Elea... Apa tidak ada warna lain lagi selain ini? Image-ku bisa hancur jika dunia tahu aku memakai pakaian feminim? Aaaaaa Tuhan....!'.


"Memangnya kenapa Kak? Kakak tidak suka ya? Eemm ya sudah kalau Kakak tidak suka, tidak apa-apa. Nanti biar aku berikan baju ini untuk Ares saja. Kan sayang kalau tidak di pakai!".


"Jangan!" sahut Gabrielle cepat.


Enak saja. Biarpun berwarna merah muda, Gabrielle mana rela membiarkan pria lain mengambil hadiah dari Elea. Terlebih lagi itu Ares. Kemarahannya saja belum hilang setelah kejadian tadi. Membuatnya cemburu saja.


"Siapa bilang aku tidak mau, hem. Ini adalah hadiah dari istriku, aku mana boleh tidak menerimanya. Sayang, terima kasih ya. Terima kasih untuk hadiah couple yang lucu ini!" ucap Gabrielle sambil menggenggam erat baju berwarna feminim itu.


"Sama-sama Kak Iel. Aku juga ingin bilang terima kasih untuk ponsel ini. Tahu tidak, aku sayaaang sekali pada Kak Iel. Sebesar ini" sahut Eela sembari merentangkan tangan.


Gabrielle tertawa sambil mengacak rambut istrinya gemas. Mereka berdua kemudian mengobrol sebelum akhirnya Gabrielle masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Membiarkan Elea memainkan ponsel sambil sesekali berteriak kagum.


"Manisnya istriku!".


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2