
Jackson duduk diam sambil mendengarkan berita yang sedang di tayangkan di televisi. Rahangnya mengetat saat nama Jack-Gal masuk ke dalam daftar pencarian orang setelah di beritakan telah menyerang salah satu anggota keluarga paling berpengaruh di negara ini, Keluarga Ma.
"Brengsek! Rupanya kau benar-benar ingin bermain denganku, Gabrielle. Beraninya kau membuat berita seperti ini tentangku!."
Praanngggg
Fendry yang juga sedang menonton berita tersebut hanya melirik sekilas saat Jack mengamuk dengan menendang kaca meja hingga hancur berserakan di lantai. Sebuah smirk muncul di bibirnya, puas melihat betapa Jack merasa sangat frustasi dengan pemberitaan di televisi.
"Fendry, cari tahu dimana gadis kecilku berada. Aku harus segera merebutnya dari tangan Gabrielle kemudian membawanya pergi dari negara ini. Sekarang!" teriak Jack.
"Elea sekarang ada di rumah sakit milik Grup Ma. Kau yakin mampu merebutnya dari tangan Gabrielle?" tanya Fendry santai.
Kedua alis Jack saling bertaut mendengar jawaban cepat Fendry. Dia merasa heran. 'Darimana dia tahu kalau Elea sedang berada di rumah sakit itu? Aku bahkan baru menyuruhnya untuk mencari. Kenapa sejak kemarin aku terus merasa kalau ada yang lain di diri Fendry ya? Atau jangan-jangan dia memang bukan Fendry yang asli. Aku harus memastikannya dulu!.'
"Jangan menatapku seperti itu, Jack. Aku bisa tahu kalau Elea ada di rumah sakit Group Ma tentu saja karena Gabrielle yang bersamanya. Kau tidak mungkin tidak tahu siapa pria itu kan?" ucap Fendry memberi penjelasan saat menyadari dirinya sedang di curigai.
Meski masih terasa ragu, tidak ada alasan lain untuk Jack tidak memahami perkataan Fendry. Toh memang benar kalau Gabrielle adalah putra pertama dari keluarga itu. Mungkin saat ini pikirannya sedikit kacau jadi mencurigai temannya sendiri.
"Kenapa, masih belum percaya juga?."
"Aku percaya" sahut Jack cepat. "Apa kau ada mengirim orang untuk memata-matai bagaimana keadaan di sana?."
Fendry menggeleng. "Penjagaannya pasti sangat ketat Jack, apalagi berita tentang penyerangan itu merebak dengan sangat cepat di negara ini. Aku yakin mereka pasti memasang ribuan mata-mata di sekitar rumah sakit."
Jackson menarik nafas. Kekesalannya semakin bertambah setelah mendengar perkataan Fendry. Dia lalu kembali fokus menatap layar televisi dimana pembawa berita tengah menyiarkan bahwa dalam waktu dekat ini Keluarga Ma akan memperkenalkan seseorang yang baru saja bergabung di keluarga mereka.
"Jack, aku rasa yang di maksud oleh pembawa berita itu adalah gadis kecilmu" ucap Fendry sembari memperhatikan ekspresi di wajah temannya. "Jangan-jangan selama ini Elea adalah bagian dari Keluarga Ma."
__ADS_1
"Kau salah Fen, gadis kecilku bukanlah bagian dari mereka. Tapi dia adalah pewaris satu-satunya dari Keluarga Young. Eleanor Young, itu nama marganya" sahut Jack menjelaskan.
"Apaaa..? Jadi Elea adalah anaknya Bryan, CEO Group Young?."
Jack mengangguk. Tangannya bergerak mengusap bekas luka di perutnya. "Ya, dan kemarin aku hampir saja membunuh ayahnya. Aku adalah calon menantu yang baik bukan?."
Fendry terkekeh. "Calon menantu apa yang berniat menghabisi nyawa ayah mertuanya sendiri hah? Otakmu benar-benar sudah sangat sakit Jack. Baru kali ini aku melihat calon menantu sejahat dirimu!."
Bukannya tersinggung, Jack malah menyeringai jahat. "Bryan tidak tahu kalau Eleanor masih hidup Fen. Selama ini yang dia tahu putrinya itu sudah mati."
"Apa maksudmu Jack?" tanya Fendry bingung.
"Saat Eleanor baru lahir ke dunia, dia di buang oleh orangtuanya Bryan. Mereka lalu menukarnya dengan bayi lain yang sudah dalam kondisi tak bernyawa. Dan Bryan yang bodoh itu tidak menyadari kalau selama ini putrinya masih hidup di sebuah panti asuhan. Aku mendengar cerita ini langsung dari ayahnya. Itulah kenapa kemarin aku berniat membunuh Bryan saat melihatnya sedang mengejar mobil Eleanor. Dia pasti sudah di beritahu ayahnya kalau putrinya itu belum meninggal" jawab Jack.
"Tapi Jack, apa hubungannya dengan penyerangan itu? Wajar saja kalau Bryan mengejar putrinya. Tidak ada yang salah kan?."
Jack bangkit dari duduknya kemudian mengambil alkohol dari dalam lemari. Dia menuangkan minuman itu ke dalam gelas lalu menyesapnya perlahan.
Fendry mengangguk-angguk. "Lalu apa rencanamu selanjutnya? Menyingkirkan Bryan terlebih dahulu atau merebut Elea?."
"Eleanor adalah milikku, sudah pasti aku akan merebutnya terlebih dahulu. Dan untuk Bryan, asalkan dia tidak menghadang jalanku, mungkin aku masih bisa mengampuni nyawanya. Anggap saja itu hadiah berharga dari calon suami anaknya" jawab Jack.
"Oke, terserah kau saja. Tapi Jack, aku penasaran bagaimana caranya kau mendekati Elea kalau dia saja di jaga dengan sangat ketat oleh keluarganya Gabrielle. Kau tidak mungkin kan menerobos masuk kesana seperti para pahlawan di film box office yang memiliki kekuatan super?" ledek Fendry sembari terkekeh lucu.
"Aku sedang tidak ingin bercanda, Fen. Jadi sebaiknya kau hati-hati dengan lidahmu daripada harus mati dengan kepala terpenggal" ancam Jack dingin.
"Astaga Jack, kau ini kejam sekali. Aku itu hanya ingin mencairkan suasana supaya tidak terlalu tegang. Kenapa kau malah mengancamku?."
__ADS_1
Jack mendengus. Dia lalu kembali duduk di sofa. "Kau aturlah bagaimana caranya agar aku bisa menyelinap masuk ke rumah sakit tempat Eleanor di rawat. Aku ingin melihat seperti apa kondisinya setelah kemarin sedikit bermain denganku."
"Apa yang sudah kau lakukan padanya? Jangan bilang kau juga menghajarnya Jack!" tanya Fendry menerka-nerka.
"Hanya sedikit memberi pelajaran supaya dia menjadi gadis yang lebih patuh lagi Fen. Dan ya, dia masih seperti gadis kecil yang kutemui tujuh tahun lalu. Wajah tak berdayanya, ketakutannya, dan suaranya yang gemeteran benar-benar membuatku jadi gila. Ahhh, aku sudah tidak sabar untuk segera hidup berdua dengannya. Hidupku pasti akan sangat lengkap jika bisa menyaksikan itu setiap hari" jawab Jack dengan mata berbinar senang.
Ada raut kemurkaan di wajah Fendry saat Jackson mengatakan apa yang telah di lakukannya pada Elea. Sebenarnya itu bukan reaksi langsung dari tubuhnya, melainkan emosi yang di luapkan oleh seseorang yang sedang mengawasi pembicaraan mereka melalui alat kecil yang terpasang di dalam telinganya.
"Jack, sebenarnya kau ini menginginkannya sebagai seorang gadis atau hanya sekedar terobsesi saja pada Elea? Kasihan dia Jack kalau kau memperlakukannya dengan begitu kejam. Kejiwaannya bisa terluka" ucap Fendry mempertanyakan.
"Lebih baik kau jangan terlalu mencampuri urusanku, Fend. Sekalipun kita adalah teman, aku tidak akan segan untuk menghabisimu kalau mulutmu terlalu banyak bicara. Kau cukup membantuku membuka jalan agar bisa menemuinya, tidak perlu mempertanyakan apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak. Itu urusanku, dan aku sangat tidak suka pada orang yang suka mendikte urusan orang lain. Kau mengerti!."
Setelah memberi peringatan pada Fendry, Jackson berjalan pergi menuju ruang bawah tanah dimana sangkar emas itu tersembunyi. Sangkar emas yang akan dia jadikan sebagai istana untuk gadis kecilnya kelak.
"Kau jangan terlalu agresif. Cukup turuti apa yang dia inginkan dan jangan terlalu banyak melawan. Jack bisa curiga kalau kau itu hanyalah mutan yang sedang meniru temannya. Lakukanlah pekerjaanmu dengan baik. Ingat, aku tidak suka kegagalan!."
"Baik Nyonya besar!."
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
MAAF YA EMAK CUMA UP SATU PART DOANG.. ASAM LAMBUNG LAGI KAMBUH NIH, JADI MUAL TERUS PLES KEPALA MUMET...
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...