Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Jurang


__ADS_3

"K,Kak Levi, aku...


"J,jangan bergerak dulu E,Elea.... Mobilnya bisa jatuh" sahut Levi sembari menelan ludah menyadari kalau mobil mereka tersangkut di pinggiran jurang.


Wajah Levi dan Elea di penuhi darah yang berasal dari luka di kepala mereka dan juga serpihan kaca mobil yang menggores di kulit masing-masing. Sementara posisi mereka berada di masing-masing sudut mobil tempat mereka duduk tadi. Berusaha tetap seimbang agar tidak meluncur jatuh ke bawah karena mobil hanya tertahan akar pohon yang mengganjal ban mobil. Salah bergerak sedikit saja bisa di pastikan apa yang akan terjadi pada mereka berdua.


Sementara itu, Jack-Gal baru saja keluar dari dalam mobilnya sambil bersenandung. Dia lalu menembak kepala penjaga yang sedang menggeliat kesakitan di tanah.


"Umm sayang, sepertinya kau sedang membutuhkan pertolongan dariku" ucap Jack seraya memilin bibir melihat keadaan mobil yang di tumpangi Elea menunggit mengarah ke dasar jurang.


Dengan santai Jack berjalan mendekat kearah sana kemudian menyender di batang pohon. Dia tersenyum senang melihat wajah gadis kecilnya yang sudah berlumuran darah.


"Elea, apa kau perlu bantuan dariku sayang?" tanya Jack sambil terkekeh.


Hampir saja Elea menoleh jika Levi tidak mencegahnya.


"Jangan berbalik. Tetap pada posisimu sekarang dan cukup dengarkan aku. Elea, apapun yang terjadi jangan pernah melihat kearah bajingan itu, aku takut kau akan kehilangan kendali!" ucap Levi berusaha meyakinkan Elea.


Jack yang mendengar ucapan Levi menjadi sangat geram. Dia lalu berjalan menuju mobilnya untuk mengambil sebuah tali. Yah, pertama-tama dia akan menyelamatkan kedua wanita itu dari dalam mobil. Setelahnya dia akan membawa Eleanor pergi tapi setelah menghabisi Levi tentunya. Jack tidak suka ada orang lain yang mengenalinya. Bahkan saat ini dia masih betah menutupi wajahnya menggunakan masker yang membuat kedua gadis itu belum menyadari jika dirinya adalah pria bernama Jackson yang mereka temui di taman bunga.


"Naiklah selagi aku sedang berbaik hati" ucap Jack sambil menurunkan tali ke bagian dalam mobil.


Levi dan Elea saling berpandangan sejenak. Tentu saja mereka ingin naik, tapi mereka sama-sama sadar kalau keadaan di atas akan jauh lebih berbahaya lagi. Jack-Gal tidak mungkin menawarkan bantuan secara sukarela, pasti ada sesuatu yang ingin dia lakukan pada mereka berdua.


"Kak Levi, naiklah keatas. Aku, aku akan membujuk dia supaya mau melepaskanmu. Dia menginginkan aku" ucap Elea lirih.


"Tidak Elea. Apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini. Jika pun harus naik, maka aku yang akan naik pertama kali. Kalau dia memang ingin membawamu pergi, maka dia harus melangkahi mayatku dulu atau membawaku ikut bersama kalian. Elea, kau harus yakin kalau kita pasti bisa melewati masalah ini bersama-sama. Jangan menyerah pada keadaan, dan juga ini adalah kesempatan baik untuk melawan rasa takutmu. Kau harus kuat Elea, ada aku di belakangmu" sahut Levi memberi semangat.


"Aku hitung sampai tiga. Jika kalian masih saja berdiskusi tidak jelas di dalam sana, maka jangan salahkan aku jika mendorong mobil ini ke bawah. Satu....


"Oke oke kami akan naik, kami naik!" teriak Levi panik mendengar ancaman Jack-Gal.


"Kak Levi, kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Elea gelisah. "Dia, dia itu orang jahat. Bagaimana kalau dia menyakiti kita berdua begitu sampai di atas?."


"Diam dan ikuti saja apa perkataanku, Elea. Kita bisa mengulur waktu dengan mengajaknya bicara sambil menunggu kedatangan Gabrielle. Lihatlah, mobil ini semakin menunggit ke bawah. Aku yakin sebentar lagi kita pasti akan jatuh ke jurang jika tidak segera naik ke atas. Tenang saja sayang, aku akan pasang badan untuk melindungimu" jawab Levi berbisik pelan.


"Dua...." hitung Jack dengan tidak sabaran. "Cepat naik atau aku akan langsung mendorong mobil ini sekarang juga!."


Levi dengan cepat menyambar tali yang di ulurkan oleh Jack-Gal. Dia lalu menatap Elea, memberi keyakinan kalau semuanya akan baik-baik saja. "Aku akan naik terlebih dahulu, setelahnya kau menyusul. "


Elea mengangguk. Sebelum Levi di tarik keatas, dia menggenggam tangannya dengan sangat erat. "Kak Levi, hati-hati."


"Iya" sahut Levi.


Reinhard menyeringai sambil menarik tali. Dia menatap datar kearah Levi begitu dia sampai, menikmati bercak darah yang mengotori wajahnya.

__ADS_1


"Lihat apa kau. Cepat tarik Elea keatas!" sentak Levi gugup melihat tatapan Jack yang terlihat sangat menakutkan.


Bukannya menuruti perkataan Levi, Jack malah berjalan menghampirinya. Dengan sengit dia mencekik leher wanita ini sampai lidahnya terjulur keluar.


"Siapa kau berani memerintahku hah!."


"Eeegghhhh, l,le,lepas.... K,kau ba,bajingan" umpat Levi seraya berusaha melepaskan cekikan Jack di lehernya.


"Lepas?? Hahahhaaa... Levi Levi, apa kau pikir aku akan melepaskan orang yang sudah melihat seperti apa rupaku? Hanya Elea saja yang mendapat keistimewaan itu dariku karena dia adalah ratu yang akan menemani hidupku di dunia ini" ejek Jack tanpa mengendurkan cekikan tangannya.


Entah mendapat kekuatan dari mana tiba-tiba Levi bisa menampar wajah Jack hingga membuat masker yang menutupi wajahnya terlepas.


"K,kau... J,Jackson!."


Jack mendengus. Kesal karena penutup wajahnya terbuka, dengan beringas Jack menghajar Levi tanpa ampun.


Buuggghhhhh, buuugggghhhhhhh


"Aaakkkhhhhhhh, to,tolong" rintih Levi lemah.


Saat Jack sedang menghajar Levi, Elea diam-diam merangkak naik ke atas. Beruntung ukuran tubuhnya lumayan mungil, jadi pergerakannya tidak terlalu berpengaruh pada kondisi mobil. Begitu berhasil keluar dari sana, Elea langsung jatuh terduduk melihat Levi yang sedang di tendang di bagian dada dan perutnya oleh pria jahat tersebut.


"Be,be,berhenti... Jangan sakiti temanku. D,dia tidak bersalah" ucap Elea sambil menangis tak tega melihat keadaan Levi. "Ba,bawa aku saja, k,kau menginginkan aku bukan?."


Jack yang hendak menginjak perut Levi segera berbalik begitu dia mendengar suara Eleanor. Dia tersenyum melihat gadis kecilnya yang terus menunduk tanpa berani melihat wajahnya.


Saat Jack hendak menghampiri Elea, Levi berusaha menahan kakinya dengan sisa tenaga yang dia miliki. Dia lalu menatap benci kearah Jack yang sedang menatapnya marah.


"A,aku tidak akan membiarkanmu membawa Elea pergi" ucap Levi tersendat.


"Oh ya?" sahut Jack sambil tersenyum miring.


Doorrr


"Aaaaarrggggghhhh...."


Levi menjerit kesakitan saat lengannya di tembak. Suara jeritannya sontak membuat Elea terperangah kaget. Dengan tubuh gemetaran Elea berlari menghampiri Levi. Dia mengabaikan keberadaan Jack-Gal yang masih berdiri sambil memegang senjata di tangannya.


"Kak Levi, mana yang sakit hem?" tanya Elea sambil terisak pilu. "Maafkan aku Kak, gara-gara aku kau jadi.. Akkhhhhh....


Belum selesai Elea bicara, Jack dengan kuat menjambak rambutnya. Dengan kasar dia menyeret Elea menuju kearah mobilnya. Namun langkahnya harus terhenti karena Levi ternyata menahan satu kaki Elea menggunakan satu tangannya yang tidak terluka.


"K*parat, lepaskan tanganmu dari kaki gadisku, sialan!" umpat Jack geram melihat kelakuan Levi.


"J,jangan harap k,kau bisa membawa E,Elea dari sini" sahut Levi dengan suara yang terputus-putus.

__ADS_1


"Oh, bosan hidup kau rupanya ya. Baiklah, lihat bagaimana aku akan menyingkirkanmu dari dunia ini Levi!" amuk Jack kemudian melepaskan tangannya dari rambut Elea.


Begitu Elea mendengar suara tarikan pelatuk pistol, dengan cepat dia segera memeluk kakinya Jack. Dia lalu memberanikan diri untuk menengadahkan wajahnya keatas. Elea tertegun begitu melihat wajah dari pria yang selama ini membayangi hari-harinya.


"T, Tuan Jackson?" gumam Elea syok.


Jack menyeringai. "Iya sayang, ini aku."


Tubuh Elea kaku. Sekarang dia tahu kenapa saat di taman tadi dia mendapat gambaran tentang mawar putih yang dia terima dari pria ini mendadak berubah menjadi mawar merah. Rupanya bunga itu adalah pertanda kalau dirinya berada dalam bahaya yang di sebabkan oleh pria yang memberi bunga berdarah itu.


"Elea sayangku, lebih baik kau patuh dan jangan memberontak. Tunggu setelah aku menghabisi wanita ini aku akan membawamu pulang ke istana kita. Istana yang akan menjadi saksi cinta kita sayang" ucap Jack sambil mengusap kepala gadis kecilnya. "Aku lebih suka kalau kau menurut seperti anjing sayang. Jadi jangan coba-coba untuk membantahku. Oke!."


Setelah berkata seperti itu, Jack langsung mengarahkan pistolnya ke kepala Levi. Dia tersenyum penuh kemenangan melihat bibir wanita ini bergetar ketakutan.


"Selamat jalan menuju surga Tuhan, Nona Levita Foster!."


"Jangaaaannnn.... Aku mohon jangan sakiti Kak Levi. T,Tuan Jackson, tolong jangan sakiti dia, aku mohon!" teriak Elea panik melihat senjata yang mengarah ke kepala Levi.


"Tidak bisa sayang. J*lang ini harus mati sekarang juga. Karena jika di biarkan maka dia pasti akan menjadi pengganggu hubungan kita. Aku tidak suka itu" sahut Jack tak suka.


"T,Tuan, aku akan mohon jangan sak....


Plaaaaakkkk


Elea jatuh tersungkur saat wajahnya di pukul dengan begitu keras. Pandangan matanya memburam. Tangannya kemudian bergerak hendak menyentuh wajah Levi yang berlumuran darah. Tapi belum sempat kulit mereka saling bersentuhan, terdengar bunyi tembakan yang membuat mata Elea terpejam kuat hingga akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


Doooooorrrrrrrrr


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


PIRTINYIINNYI.... APAKAH MBAK LEVI MATI??


a. tidak


b. iya


c. tidak


d. iya


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2