Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Pagi Yang Hangat


__ADS_3

Ceklek


Mata Elea mengerjap saat dia mendengar suara pintu di buka. Dia lalu meraba kasur di sebelahnya, kosong. Itu artinya suaminya yang tampan dan panas itu sudah terbangun sejak tadi.


"Sayang, selamat pagi" sapa Gabrielle sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Pagi Kak Iel" sahut Elea kemudian menggeliat. "Astaga, pemandangan macam apa itu. Kenapa bisa ada deretan roti sobek di sana!.


Gabrielle tertawa mendengar celetukan istrinya. Dia yang saat itu hanya mengenakan handuk sebatas paha memang terlihat sangat menggoda. Gabrielle kemudian berjalan mendekat kearah ranjang, menatap istrinya yang sedang tersenyum penuh goda.


"Apa ini undangan, hm?.


"Ish, yang semalam saja masih belum hilang rasanya. Masa Kak Iel sudah memintanya lagi sih" protes Elea sembari menarik selimut keatas untuk menutupi tubuhnya yang polos.


"Aku bukan meminta sayang, aku hanya bertanya apakah ini adalah undangan atau bukan. Begitu" sahut Gabrielle gemas.


Bibir Elea mengerucut. Semalam dia hampir saja pingsan gara-gara ulah suaminya yang menggila begitu menyentuh tubuhnya. Suaminya bahkan tidak membiarkannya untuk beristirahat barang sejenak ketika badai kenikmatan itu datang. Baru ketika dia sudah benar-benar tidak memiliki tenaga lagi, Elea akhirnya di lepaskan. Sungguh kenikmatan yang membawa kesengsaraan.. 🤣🤣🤣🤣


"Sayang, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Gabrielle hati-hati. "Ini tentang Jackson dan segitiga yang kita bahas semalam."


"Tanya saja, Kak. Aku pasti akan menjawabnya."


Elea mendekat kearah suaminya kemudian menyender di sana. Dia paham, mungkin suaminya ini sudah salah menanggapi ucapannya yang menyebut kalau mereka akan hidup berdampingan dengan dokter Jackson.


"Kau tidak akan menikah dengan Jackson kan?.


Gabrielle menelan ludah. Dia harap-harap cemas ketika menunggu jawaban dari istrinya.


"Untuk apa aku menikah dengan dokter Jackson, Kak? Serakah sekali" canda Elea.


"Aku serius sayang. Tolong jangan bercanda dulu" protes Gabrielle kemudian merengkuh pinggang Elea. "Aku benar-benar takut kau akan membagi cinta dengan bajingan itu. Aku tidak mau, Elea."


"Astaga Kak Iel, kau ini bicara apa sih. Yang aku maksud itu bukan begitu Kak, kau salah menanggapi" sahut Elea. "Kita dan dokter Jackson memang akan hidup berdampingan, tapi bukan dengan cara aku menikah dengannya. Bukan Kak."

__ADS_1


"Lalu?.


Gabrielle menarik nafas lega. 'Syukurlah Elea tidak benar-benar ingin menikah dengan Jackson. Junior, kita selamat.'


"Kak Iel, setelah aku di periksa oleh dokter Jackson, kau akan tahu pengorbanan apa yang akan dia lakukan demi agar aku bisa memiliki keturunan. Nanti Kakak juga akan mengerti sendiri kenapa aku bisa menyebut kalau kita bertiga akan hidup berdampingan. Ini bukan tentang pernikahan Kak, tapi ini adalah tentang hubungan antara kita bertiga. Ingat tidak sewaktu aku mengatakan kalau aku akan mengandung tiga pewaris sekaligus? Satu di antara mereka akan menjadi miliknya dokter Jackson" jelas Elea sambil tersenyum membayangkan mimpi yang dia lihat.


"Menjadi miliknya Jackson? Maksudmu dia akan meminta ganti rugi dengan merebut salah satu dari anak-anak kita? Ya Tuhan, aku tidak setuju, Elea. Bagaimana mungkin kita menyerahkan darah daging kita sendiri pada orang lain? Kali ini aku menolak, aku tidak akan membiarkan bajingan itu mengambil anak-anak dariku!" amuk Gabrielle syok dengan penjelasan istrinya.


Karena terbawa emosi, Gabrielle langsung beranjak pergi dari ranjang. Dia melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian. Gabrielle begitu marah, dia tidak terima calon anak-anaknya di jadikan sebagai alat tukar.


Greepp


Tanpa memakai apapun lagi Elea datang memeluk suaminya dari arah belakang. Dia menyenderkan kepala di punggungnya, memejamkan mata sambil meresapi aroma tubuh suaminya yang selalu membuatnya mabuk kepayang.


"Mandi dan bersiaplah untuk turun ke bawah. Semua orang sudah menunggu kita untuk sarapan bersama" ucap Gabrielle dingin.


"Jangan marah, Kak. Aku belum selesai menjelaskan" sahut Elea tanpa merasa tersinggung. "Satu dari ketiga calon anak kita nantinya akan di angkat menjadi anaknya dokter Jackson. Tapi bukan berarti dia akan membawanya pergi dari kita. Itu hanya akan menjadi anak angkat, bukan anak adopsi. Jadi kita berlima tidak akan berpisah, Kak Iel salah memahami perkataanku tadi."


Gabrielle terdiam. Dia lega, tapi masih enggan untuk meminta maaf.


"Reinkarnasi?.


"Ya, Kakak percaya tidak?.


"Entahlah" jawab Gabrielle kemudian berbalik.


Bola mata Gabrielle hampir melompat keluar saat dia melihat Elea sedang berdiri tanpa busana. Kebekuan yang tadi menguasai amarahnya seketika langsung memudar, yang mana berganti dengan suasana panas dimana kini juniornya telah menegang sempurna.


"Sayang, kenapa kau tidak memakai baju? Bagaimana kalau kau masuk angin?" tanya Gabrielle sambil menelan ludah.


Elea tersenyum. Sepertinya sekarang dia sudah berubah menjadi istri yang nakal. Elea sengaja melakukan hal ini untuk meredam kemarahan suaminya. Dia sadar betul hanya dengan cara inilah amarah suaminya bisa di padamkan dengan cepat. Lagipula ini juga termasuk ibadah, jadi tidak ada salahnya kalau dia tidak mengenakan apapun di hadapan suaminya sendiri.


"Elea, tolong jangan seperti ini. Aku tidak tahan" ucap Gabrielle tak kuat lagi membendung nafsu.

__ADS_1


"Apa Kakak suka?" tanya Elea sembari mengulurkan tangan mengusap deretan roti sobek di perut suaminya.


Gluk


Hanya orang bodoh yang akan menjawab tidak jika di hadapkan dengan sesuatu yang menggairahkan seperti ini. Tubuh Gabrielle sekarang sudah benar-benar terbakar birahi, dia dengan cepat merengkuh pinggang Elea kemudian menariknya masuk ke dalam pelukannya. Mereka kemudian saling memandang, sama-sama sudah di kuasai oleh hawa nafsu yang sah.


"Jangan salah paham lagi ya pada dokter Jackson. Dia tidak bersalah, dia juga tidak akan mungkin menyakitiku lagi. Bisa kan?" tanya Elea penuh harap.


"Apa kau sedang mencoba untuk membelanya?" sahut Gabrielle balik bertanya sambil menelusuri bibir Elea dengan jari telunjuk.


Elea menggeleng.


"Hanya Kakak satu-satunya pria yang akan kubela. Aku menanyakan hal ini karena ke depannya kita akan lebih sering berinteraksi. Jadi aku ingin membangun hubungan yang baik di antara kita bertiga. Kakak sebagai suamiku, dan dokter Jackson sebagai kakakku. Tidak masalah kan?.


Gabrielle tak langsung menjawab. Dia sibuk mengagumi kecantikan istrinya yang polos tanpa make up. Dia sangat menyukai kenaturalan yang melekat di diri istrinya. Elea begitu sempurna, istrinya benar-benar sangat memikat.


"Kak Iel, kau belum menjawab pertanyaanku."


"Terserah kau saja, sayang. Asalkan kau tetap menjadi milikku maka aku akan berteman dengan Jackson. Ini aku lakukan hanya demi dirimu dan juga demi calon anak-anak kita nanti" ucap Gabrielle dengan suara yang sarat akan nafsu. "Sekarang sudah boleh kan aku mengambil hakku, hm? Aku sudah tidak tahan, sayang."


Elea berjinjit agar bisa mencium bibir suaminya. Dia lega karena suaminya bisa memahami apa yang dia inginkan tanpa harus ada perselisihan di antara mereka. Padahal sebelumnya Elea sempat khawatir karena suaminya ini mengidap sindrom pencemburu akut. Tapi untunglah semua ini bisa terselesaikan dengan baik berkat kenekatannya dalam hal membujuk kelemahan pria ini.


"Terima kasih, Kak. Sekarang kau boleh mengambil hakmu. Tapi tolong jangan lama-lama ya, kakiku masih gemeteran."


Begitu mendapat izin, Gabrielle langsung mengangkat tubuh polos Elea kearah kamar mandi. Dia ingin menuntaskan hasratnya di dalam ruangan yang menjadi tempat favoritnya. Tak butuh waktu lama, dari dalam kamar mandi sudah terdengar suara erangan dan juga suara rintihan. Kedua insan itu seakan berlomba-lomba untuk memberi kepuasan terhadap pasangannya. Sungguh, pagi yang begitu hangat.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Rifani...


__ADS_2