
"Res, cepat sedikit. Acaranya sudah mau di mulai!" ucap Gabrielle risau.
"Ini sudah yang paling cepat, Tuan Muda!" sahut Area sambil terus fokus mengemudi.
"Kau akan mengajak Cira kan nanti?"
"Iya, Tuan Muda. Tapi kemungkinan besar sekarang Cira sudah ada di sana menemani Nyonya Clarissa karena beliau yang bertanggung jawab atas baju pengantin yang dipakai Tuan Gleen dan juga Lusi."
Gabrielle mengangguk. Dia lalu menunduk, tersenyum sambil menatap kotak besar berisi gaun indah yang akan dia hadiahkan untuk sang istri tercinta. Meski sangat sibuk, Gabrielle tetap menyempatkan diri untuk menunjukkan perhatiannya pada Elea. Setelah Gleen dan Lusi resmi menikah, dia sengaja memesan sepasang pakaian dengan warna senada yang akan dia dan Elea kenakan saat resepsi pernikahan mereka. Gabrielle cukup tahu kalau istrinya merasa sangat kecewa karena tidak bisa menghadiri acara pemberkatan di gereja karena saat itu Elea baru selesai melakukan operasi. Dan sekarang, dia berencana menghapus kekecewaan tersebut dengan memberikan gaun ini beserta sepasang sepatu flatshoes bertahtakan berlian cantik.
"Kau pasti akan sangat cantik saat memakai gaun ini, sayang," gumam Gabrielle tak sabar.
Drrttt, drrttt
Gabrielle yang sedang membayangkan penampilan Elea terhenyak kaget saat ponsel yang berada di dalam saku celananya bergetar. Dia lalu merogoh ponselnya kemudian melihat siapa yang menelpon.
"Tahu saja kalau aku sedang memikirkanmu," ucap Gabrielle kemudian menjawab panggilan tersebut. "Halo sayang, aku merindukanmu."
Ares yang tahu kalau Tuan Muda-nya tengah menelpon dengan nyonya kecilnya pun tak kuasa untuk tidak tersenyum. Entahlah, semakin lama melihat pasangan sejoli ini, Ares semakin mengagumi cinta keduanya. Dia selalu bertekad untuk memiliki cinta yang sama dengan Cira, wanita cantik yang memang sudah menyandang gelar sebagai calon istrinya.
"Kak Iel, aku juga sangat merindukanmu. Kapan Kakak sampai ke rumah? Aku sudah tidak sabar ingin segera mencicipi semua makanan yang ada di pestanya Kak Lusi dan Paman Gleen."
Sudut bibir Gabrielle berkedut saat mendengar jawaban sang istri. Namun sedetik kemudian dia teringat akan sesuatu. Dengan raut wajah tak tega, Gabrielle akhirnya memberitahu Elea kalau sekarang dia belum di izinkan untuk makan sembarangan.
"Sayang, sepertinya nanti kau tidak bisa menikmati makanan yang ada di sana. Kau tidak lupa kan kalau kau baru saja melakukan operasi besar?"
Lama tak ada jawaban dari balik telepon. Yang mana hal itu membuat Gabrielle merasa sangat kasihan. Ya, baik Jackson maupun Reinhard, mereka berdua begitu ketat pada semua jenis makanan yang di konsumsi oleh istrinya. Hal ini dilakukan agar kondisi Elea tetap stabil mengingat kalau di tubuhnya ada organ pendatang baru.
"Sayang, kau tidak apa-apa kan?" tanya Gabrielle cemas.
"Em Kak Iel, nanti kalau aku sudah sembuh, aku boleh tidak memakan semua makanan seperti yang ada di pestanya Kak Lusi? Air liurku bahkan sudah menetes sejak tadi karena tidak bisa berhenti membayangkannya. Boleh ya Kak? Uang Kakak kan sangat banyak. Ya Kak?"
"Tentu saja boleh. Kau boleh memakan semua jenis makanan asalkan tubuhmu sudah benar-benar sehat. Bahkan kalau kau mau, kita bisa sekalian menggelar acara resepsi pernikahan kita. Bagaimana?" ucap Gabrielle menawarkan.
"Jangan dulu lah, Kak. Aku takut nanti bertemu dengan orang-orang bermuka dua jika mereka tahu kalau aku adalah istrinya Gabrielle Shaquille Ma. Em Kak, sudah dulu ya. Aku ingin bersiap sambil menunggu Kakak sampai di rumah. I love you...
Di dalam kelopak mata Gabrielle tiba-tiba saja muncul banyak bunga cinta begitu Elea menyebut kata i love you. Perasaan Gabrielle bagai terbang ke nirwana. Dia tidak henti-hentinya mengulum senyum sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang.
"Astaga, kenapa kau manis sekali, Elea. Kalau begini caranya aku akan semakin jatuh cinta padamu. Shh ah, hatiku..." ucap Gabrielle yang tidak sadar kalau kelakuannya sedang diperhatikan oleh Ares melalui kaca spion mobil.
"Ekhmm Tuan Muda....
Gabrielle langsung memperlihatkan ekpresi datar begitu mendengar Ares memanggilnya.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Saya sudah menyiapkan koki khusus yang akan bertanggung jawab pada makanan Nyonya Elea saat datang ke pesta nanti. Dan semua makanan yang di siapkan sudah sesuai standar yang di tetapkan oleh dokter Reinhard dan juga dokter Jackson" jawab Ares memberitahu.
Mendengar perkataan Ares, Gabrielle pun merasa sangat senang. Sekertarisnya ini benar-benar sangat tahu apa yang harus dilakukan tanpa menunggu di perintah. Bahagia karena istrinya bisa ikut menikmati makanan seperti tamu yang lain, Gabrielle dengan penuh haru menepuk bahu Ares.
"Katakan apapun yang kau butuhkan saat akan menikahi Cira nanti. Aku berhutang banyak padamu, Res."
"Tidak perlu sungkan, Tuan Muda. Ini sudah menjadi tugas saya untuk memastikan kenyamanan anda dan Nyonya Elea," sahut Ares seraya tersenyum tulus.
"Terima kasih!"
"Sama-sama, Tuan Muda."
Tak lama kemudian, Gabrielle akhirnya sampai di rumah. Dia pun bergegas keluar dari dalam mobil sambil menenteng kotak besar berisi hadiah cantik untuk sang istri tercinta.
"Selamat malam, Tuan Muda!" sapa Nun sembari membungkukkan tubuh.
"Selamat malam juga, Nun. Oh ya Nun, tolong nanti kau yang menyetir mobil untukku dan Elea. Aku ingin memberi waktu untuk Ares berduaan dengan calon istrinya," ucap Gabrielle kemudian berbalik menghadap ke arah Ares. "Kau bersiaplah untuk menemui calon istrimu, Res. Pastikan kau muncul seperti pangeran berkuda putih yang sangat tampan dan juga memukau. Ingat, harus memukau!"
"Baik, Tuan Muda. Dan terima kasih atas waktu berharganya ini!" sahut Ares dengan raut penuh kebahagiaan.
"Ya sudah sana, tunggu apalagi!" usir Gabrielle kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.
Nun dengan setia mengikuti Tuan Muda-nya yang kini sudah berada di dalam lift. Dia tersenyum menyaksikan wajah sang majikan yang terlihat berseri-seri.
"Ada apa?"
Ting
Sambil melangkah keluar, Nun melanjutkan kata-katanya.
"Sebulan lagi Nyonya akan berulang tahun yang ke dua puluh. Haruskah kita membuat pesta kejutan?"
"Tidak usah, Nun. Aku sudah merencanakan satu kejutan yang sangat istimewa untuk Elea. Istriku itu berbeda, dia tidak sama dengan wanita-wanita lain yang suka menghamburkan uang hanya untuk sebuah pesta. Terkecuali itu gratis."
Setelah berkata seperti itu, Gabrielle dan Nun sama-sama tertawa. Yah, nyonya di rumah ini memang sangat unik.
"Kau bersiaplah. Aku dan Elea akan segera turun!" ucap Gabrielle sembari membuka pintu kamar.
"Baik Tuan Muda,"
Dan begitu Gabrielle masuk ke dalam kamar, dia langsung di sambut oleh sesosok bidadari cantik yang tengah tersenyum di atas ranjang. Meski hanya memakai piyama tidur, bidadari tersebut tetap terlihat sangat mempesona. Membuat Gabrielle harus susah payah menekan n*fsunya yang tiba-tiba menggelegak.
__ADS_1
"Belutnya berdiri ya Kak?" tanya Elea dengan santainya.
Wajah pelayan yang ada di dalam kamar langsung merah padam begitu mendengar ucapan frontal sang majikan. Mereka kemudian buru-buru pamit dari sana sebelum mati berdiri karena ucapan nyonya mereka.
"Ekhm, sayang, kenapa kau cantik sekali sih?" tanya Gabrielle sambil berjalan menghampiri istrinya. "Aku jadi tidak rela membawamu pergi ke pesta."
Elea tertawa. Dia langsung masuk ke pelukan suaminya, membaui aroma tubuhnya yang bagaikan buluh perindu.
"Untukmu," ucap Gabrielle kemudian menyodorkan hadiah yang dia bawa.
"Apa ini?" tanya Elea sambil melihat kotak di tangan suaminya.
"Bukalah,"
Penasaran, Elea akhirnya mengurai pelukannya. Dia kemudian membuka kotak yang ternyata isinya adalah sebuah gaun dan juga sepasang sepatu cantik bertahtakan berlian.
"Waahhhhhhhh!!"
"Suka?"
"Mmmm Kak Iel...Kakak romantis sekali sih."
Gabrielle tertawa melihat bagaimana Elea bicara dengan suara yang sangat manja. Gemas, dia lalu menciumi seluruh bagian wajah Elea sampai puas. Setelah itu Gabrielle dengan penuh perhatian membantu Elea memakai gaun tersebut. Sedangkan Gabrielle sendiri, dia sudah memakai jasnya sejak dari kantor.
"Luar biasa. Kau benar-benar sangat cantik, sayang. Aku yakin sekali nanti di sana kau yang akan menjadi bintangnya!" puji Gabrielle terpesona dengan penampilan istrinya. Mewah dan sangat elegan.
"Terima kasih, suamiku. Kakak juga sangat tampan!" sahut Elea tersipu.
"Kita berangkat?"
"Apa Kakak tidak malu kalau aku menggunakan kursi roda?"
Elea sedikit ragu.
"Bahkan lumpuhpun aku akan tetap membawamu pergi," sahut Gabrielle kemudian memindahkan tubuh Elea dari ranjang ke kursi roda. "Kau adalah bidadariku, hidupku, nafasku, juga segala-galanya bagiku. Aku mencintai apa adanya dirimu, sayang. Tak peduli meski kau cacat sekalipun."
Andai saja ada yang mendengar luapan cinta Gabrielle pada Elea, hati mereka pasti akan ikut meleleh. Kata-katanya begitu tulus hingga mampu menyentuh relung hati para wanita.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
✅Hayo, siapa nih yang udah nonton PESONA SI GADIS DESA PART 4?? Sakit perut nggak kalian gara-gara ulah Nania?? Kasihan nggak sih sama Fedo, sang Casanova kita di tindas oleh kembaran Elea 🤣🤣🤣..
Yakin nih masih nggak mau mampir? Nanti nyesel lho 😂😂😂
__ADS_1
Jangan lupa juga di sana nanti ada giveawaynya lho. Akan ada 10 orang pemenang yang akan di ambil dari komentar paling lucu di tiap partnya. Masing-masing akan dapat 25k pulsa dari emak ya. Kuylah mampir ke chanel emak biar kita bisa TERLURI-LURI bersama 💜💜💜💜