
"Halo sayang...."
"Waahhh, kakak ipar cantik sekali..."
"Luar biasa. Gabrielle membawa rembulan datang kemari...."
"Aaaaaa manisnya. Aku menyesal saat itu tidak menculik kakak ipar dari cengkeraman Kak Iel..!."
Elea merasa sangat bahagia melihat respon keluarga suaminya. Sebenarnya ada sebagian orang yang pernah mengobrol dengannya, salah satunya adalah Kayo. Ada juga yang lainnya, tapi saat itu pembicaraan mereka terhenti karena ulah suaminya yang cemburu.
"Halo Ayah Greg, halo Ibu Liona" sapa Elea sopan.
"Halo sayang" sahut Liona kemudian mencium pipi menantunya.
Gabrielle mendengus melihat ayahnya yang ingin memeluk istrinya. Dia tertawa kecil saat ayahnya menggerutu sambil melirik kesal kearahnya.
'Awas saja kau, dasar anak kurangajar.'
"Ayah Greg, kenapa tidak menciumku seperti Ibu Liona?" tanya Elea pelan. "Aku tidak bau kok."
Bola mata Gabrielle seakan ingin meloncat keluar mendengar perkataan Elea. Dia hanya bisa pasrah saat ayahnya menggunakan kesempatan itu untuk benar-benar bisa menyentuh istrinya.
"Siapa bilang Ayah tidak ingin menciummu? Ayah sangat ingin sayang, tapi suamimu yang buruk rupa itu mengirim sinyal perang pada Ayah supaya tidak menyentuhmu" sindir Greg dengan sengaja.
"Buruk rupa? Ayah, Kak Iel itu sangat tampan. Apa mata Ayah sudah katarak sampai tidak bisa membedakan mana orang yang berwajah buruk dan mana yang berwajah tampan?."
Semua orang yang sedang makan langsung tersedak begitu mendengar perkataan frontal Elea yang rasanya bagai menusuk jantung Greg yang kini terbengang dengan wajah kasihannya.
"Ekhmmm kakak ipar, apa kabar?" sela Grizelle ikut menimbrung pembicaraan ayah dan kakak iparnya.
"Oh Izel, kau sudah kembali ya? Bukannya sedang bulan madu ke bulan?" sahut Elea kaget melihat kedatangan adik iparnya.
Grizelle melirik kearah kakaknya. Dia memicingkan mata saat kakaknya memalingkan muka tak mau menatapnya. "Bukan ke bulan kakak ipar, tapi ke sebuah pulau. Memangnya siapa yang bilang begitu?."
"Kak Iel yang bilang. Katanya kau dan suamimu pergi ke bulan untuk bulan madu. Seperti kami. Setiap akan tidur Kak Iel selalu mengajakku pergi ke bulan. Milik Kak Iel juga....
"Sayang, kau belum menyapa Paman dan Bibi yang lain. Ayo ikut aku" ucap Gabrielle cepat saat Elea akan kembali membongkar akal bulus yang sering dia lakukan.
"Tunggu dulu Kak Iel, aku sedang bicara dengan Izel. Dia kan wanita, jadi sah-sah saja kan kalau aku bicara dengannya?" tanya Elea yang bingung melihat suaminya seperti salah tingkah.
__ADS_1
Liona, Greg, Grizelle dan semua orang yang ada di sana menatap datar kearah Gabrielle. Seolah menuntut penjelasan atas apa yang baru saja di katakan oleh Elea.
"Hmmm, sayang...Ini bukan waktunya membicarakan hal pribadi yang sering kita lakukan pada semua orang. Nanti kau bisa malu" bisik Gabrielle berusaha menghentikan kejujuran istrinya.
"Tapi Kak Iel, aku masih penasaran apa saja yang Izel lakukan saat di bulan,eh bukan, di pulau itu. Aku ingin tahu apa milik suaminya juga tertinggal seperti milik Kak Iel saat pertama kali melakukannya!" sahut Elea kekeh tak mau pergi.
Gabrielle hampir menangis setelah mendengar perkataan Elea. Dia lalu melihat kearah ibunya, berharap kalau wanita cantik itu akan memberikan pertolongan.
'Tolong aku Bu. Aku tak berdaya jika Elea sudah seperti ini.'
Mendengar ketidakberdayaan Gabrielle, Liona dan Grizelle terkekeh. Liona kemudian maju, memeluk pundak menantunya kemudian berbicara pada semua orang yang ada di sana.
"Semuanya, malam ini aku akan memperkenalkan secara resmi siapa gadis cantik ini. Namanya Elea, mulai sekarang dia resmi bergabung dengan Keluarga Besar Ma. Sebenarnya Elea dan Gabrielle sudah menikah beberapa bulan lalu, tapi karena pria beku itu terlalu posesif, jadi dia menyembunyikan gadis cantik ini dan menguasainya seorang diri!" ucap Liona dengan sengaja mengerjai putranya.
"Ibu, apa yang Ibu katakan?" protes Gabrielle kemudian merangkul pinggang istrinya khawatir.
Elea yang kini statusnya sudah benar-benar di akui tiba-tiba menangis terisak. Yang mana membuat semua orang terkejut di buatnya.
"Sayang, ada apa? Apa kata-kata Ibu ada yang menyakitimu?" tanya Liona panik.
"Elea, hey, kenapa menangis? Ada apa?" cecar Gabrielle yang juga kaget melihat respon istrinya.
"Ibu Liona... Hikssss, aku berbeda. Aku... Aku....
"Elea, apa kau menangis karena latar belakangmu yang tidak sama seperti kami?" tanya Liona berusaha memahami kesedihan menantunya.
Untuk sedetik tangis Elea mereda. Namun setelahnya dia kembali menangis namun tidak sesedih tadi. "Iya Ibu Liona. Aku miskin dan tidak punya orangtua, hidupku terlunta-lunta dan aku tidak berpendidikan seperti kalian. Aku merasa sangat terharu jadi menangis seperti ini. Rasanya sulit di percaya orang serendah aku bisa di terima dengan begitu baik oleh kalian. Terima kasih......"
Abigail, Kaylee, Monica, Cleo dan Liona akhirnya sama-sama memeluk Elea dengan penuh sayang. Mereka sedih sekaligus bahagia karena pewaris di Keluarga Ma telah menikahi seorang gadis yang hatinya begitu murni. Sama sekali tak terlihat adanya kearoganan dimana para wanita lain pasti akan langsung menunjukkannya jika mereka memiliki pria seperti Gabrielle.
"Sayang, jangan bersedih lagi ya. Kita semua adalah keluarga, apa yang menjadi masalahmu mulai sekarang akan menjadi masalah kita bersama. Jangan pernah merasa rendah seperti ini lagi ya? Semua orang sama di mata Tuhan, tidak ada yang berbeda" hibur Cleo sambil mengusap rambut panjang gadis yang baru saja bergabung dengan keluarga besarnya.
Elea mengangguk. Dia lalu menatap seksama kearah wanita yang baru saja bicara padanya. "Maaf Bibi siapa ya? Kenapa wajah Bibi mirip sekali dengan wajah Ayah Greg? Apa kalian kembar siam?."
Suasana yang tadinya mengharu biru kini berubah menjadi gelak tawa setelah Elea mengeluarkan kata-kata ajaibnya. Gabrielle yang melihat kehangatan tersebut merasa sangat bahagia. Dia sangat bersyukur pada Tuhan karena sudah di pertemukan dengan gadis semurni Elea.
"Kakak ipar, masih ingat aku tidak?" tanya Kayo tak sabar.
Elea mengangguk. "Kayo, itu namamu kan?."
__ADS_1
"Yeyy, kakak ipar masih mengenalku" teriak Kayo heboh.
"Kayo, bukankah saat itu kau bilang pada Ibu dan Bibi Liona kalau kau belum pernah bertemu dengan Elea?" tanya Abigail heran.
"Hehe, sebenarnya sudah Bu. Tapi aku sengaja berkata bohong supaya Bibi Liona cepat membawa kakak ipar kemari. Bu, Kak Iel sangat pelit. Saat di pernikahan Kak Izel kemarin aku sangat ingin mengobrol dengan kakak ipar, tapi di larang olehnya. Katanya nanti aku bisa membawa dampak yang tidak baik untuk kakak ipar" adu Kayo.
Abigail menghela nafas. Dia lalu melirik kearah keponakannya yang hanya berdiri diam dengan wajah datarnya. "Besok Bibi akan membawa istrimu pulang ke Jepang."
"Silahkan saja,Bi. Tapi jangan lupa pakaian rompi anti bom pada pesawat yang akan kalian naiki nanti" sahut Gabrielle dengan entengnya.
Plaaakkkk
"Sayang, kenapa memukulku" protes Gabrielle sambil mengusap lengannya.
"Kenapa Kakak malah mau menjadi ******* sih? Aku tidak mau punya suami yang seorang penjahat" sungut Elea yang kesal mendengar perkataan suaminya barusan.
"Astaga sayang, aku hanya bercanda saja tadi. Tidak sungguh-sungguh ingin melakukannya" ucap Gabrielle panik melihat istrinya merajuk.
"Bohong kakak ipar, Gabrielle itu sebenarnya sangat jahat. Dia suka sekali menganiaya para sepupunya. Lebih baik kakak ipar ikut bersama kami saja pulang ke Jepang. Di sana ada banyak makanan enak. Iya kan Bu?" timpal Fedo ikut memanaskan suasana.
Seakan tertarik, Elea langsung mendekat kearah Fedo. Dia lupa dengan pesan yang di ucapkan oleh suaminya saat di dalam mobil tadi.
"Benarkah? Waahhh, aku pernah melihat koran kalau di Jepang ada makanan yang isinya ikan mentah. Apa orang-orang di sana sudah berubah jadi kanibal Kak? Apa kokinya tidak bisa masak sampai-sampai mereka harus menyajikan makanan mentah untuk para tamu?" tanya Elea bertubi.
Gabrielle yang awalnya ingin mengamuk pada Fedo mendadak tertawa terbahak-bahak melihatnya yang mati kutu di serang oleh kepolosan istrinya. Tawanya itu akhirnya di ikuti oleh semua orang yang merasa gemas melihat kepolosan Elea. Sementara Fedo sendiri, dia masih tercengang setelah penghuni di negaranya di sebut kanibal hanya karena memakan makanan khas Jepang yang biasa di sebut sushi. Seandainya tidak mempedulikan harga dirinya, ingin sekali Fedo meraung sekeras-kerasnya. Belum apa-apa dia sudah di buat frustasi oleh istri sepupunya yang sialnya sangat cantik dan mempesona.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...
__ADS_1