Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Di Curigai


__ADS_3

Fendry berjalan menghampiri Jack yang sedang duduk menunggunya di dalam sebuah restoran. Ada sedikit rasa takut yang muncul di hatinya saat membayangkan makian yang akan keluar dari mulut temannya itu.


"Jack!."


"Duduklah" sahut Jack dingin. "Kau memerlukan waktu yang cukup lama untuk masuk kemari Fen. Apa kau gagal?."


Tertebak. Kegagalan Fendry dengan mudah di ketahui oleh Jack hanya dengan mengukur lamanya waktu dia berjalan dari parkiran hingga ke dalam restoran. Fendry dengan ragu-ragu akhirnya menganggukkan kepala. Dia sadar kalau tidak bisa mengelak lagi.


"Ada seseorang yang telah menghapus semua rekaman CCTV yang ada di taman Jack. Dan aku tidak bisa melacak siapa orang tersebut karena setiap kali aku ingin menerobos akun miliknya, komputerku selalu terserang virus aneh. Bahkan sampai sekarang masih rusak dan tidak ada yang tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya!."


Jack diam menyimak penjelasan Fendry. Sekarang dia semakin yakin kalau suara yang dia dengar memang betul milik Elea. Dan sepertinya gadis kecil itu di lindungi oleh seseorang yang memiliki kekuatan cukup besar.


"Jack, maafkan aku masih belum bisa menemukan Elea. Baru kali ini aku menemukan sesuatu yang sangat janggal. Seberapapun banyak aku meretas semua saluran CCTV mulai dari tempat kejadian tujuh tahun lalu, aku tetap tidak mendapati satupun rekaman yang menunjukkan dimana keberadaan gadis itu. Satu-satunya petunjuk yang tertinggal hanyalah rekaman dimana Elea sedang bersama mantan model si Levita Foster di sebuah rumah sakit. Setelah itu tidak ada lagi. Jejaknya hilang tak berbekas seperti di telan bumi" ucap Fendry sambil menekan keningnya karena merasa frustasi. "Apa menurutmu ada yang tidak beres dengan keberadaan Elea?."


"Ya, memang ada yang tidak beres di sini. Elea-ku ada yang melindungi. Jika tidak, mana mungkin semua rekaman itu hilang tak berjejak. Dan satu-satunya orang yang menguasai ilmu meretas paling baik di negara ini hanyalah orang-orang dari Group Ma. Kemampuan anak buah mereka masih belum ada tandingannya" jawab Jack sambil memotong daging yang ada di piringnya.


"Group Ma?" beo Fendry kaget. "Tapi untuk apa mereka menjaga Elea sampai seperti ini? Tidak mungkin Elea bermasalah dengan mereka kan?."


Jack tak langsung menjawab pertanyaan Fendry. Pikirannya kembali teringat dengan percakapan tak terduga bersama istri pemilik rumah sakit tempatnya bekerja sekarang.


Flashback


"Siapa namamu?" tanya Liona dengan suara datarnya.


"Jackson, Nyonya Liona" jawab Jack seraya menunduk hormat.


"Jackson" beo Liona sambil mengusap dagu. "Apa kau dokter baru di rumah sakit ini?."

__ADS_1


Jack mengangkat wajahnya kemudian menatap kearah wanita yang sedang berdiri di hadapannya. "Sebenarnya saya sudah lama bekerja di rumah sakit ini, Nyonya. Tapi beberapa tahun lalu saya mengundurkan diri karena ingin melanjutkan study di luar negeri dan baru kembali ke negara ini beberapa waktu lalu. Dan saya sangat bersyukur karena ternyata rumah sakit ini masih berkenan untuk memakai jasa pengobatan dari saya."


"Oh, jadi kau baru kembali dari luar negeri ya? Pantas aku merasa sedikit asing dengan wajahmu" sahut Liona.


Di balik senyuman yang Jack perlihatkan, dia bisa merasakan kalau wanita ini tengah menyelidiki sesuatu tentangnya. Jack pernah mendengar kabar jika wanita ini bukanlah wanita yang bisa di pandang sebelah mata. Setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu memiliki arti tersendiri karena dia bukan wanita yang mudah berinteraksi dengan orang asing. Itulah kenapa selama dia menjadi pembunuh bayaran, tidak pernah ada orang yang memintanya untuk mengusik ketenangan anggota di Keluarga Ma. Mereka bilang jika menyentuh keluarga itu sama artinya dengan bunuh diri.


"Ya sudah kalau begitu kau lanjutkan saja pekerjaanmu" ucap Liona di iringi dengan seringai samar di sudut bibirnya.


"Baik Nyonya."


Flashback Now


"Jack, apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Fendry penasaran melihat temannya yang malah melamun.


"Sepertinya aku sedang di curigai oleh Nyonya Liona, Fen. Kemarin tiba-tiba dia datang ke ruanganku dan menanyakan beberapa pertanyaan yang menurutku terdengar sedikit janggal" jawab Jack.


"Apaa? Kenapa bisa begitu? Apa kau telah melakukan sesuatu yang membuat wanita mengerikan itu tertarik untuk mengajakmu bicara?" kaget Fendry.


Fendry mengusap wajahnya kasar. K


Nyalinya sedikit goyah setelah tahu kalau temannya sedang di curigai oleh wanita berbahaya itu. Sekalipun Fendry sering membunuh orang, tapi berurusan dengan wanita itu bukanlah hal yang baik. Adalah kabar buruk jika wanita itu sampai datang menyapa. Itu menandakan kalau ada bahaya besar yang sedang mengancam keberadaan mereka.


"Lalu apa yang akan kau lakukan Jack? Dan satu hal yang membuatku bingung, ada hubungan apa antara keluarga berbahaya itu dengan Elea? Tidak mungkin kan Elea adalah anggota keluarga mereka?" tanya Fendry gelisah.


"Aku belum tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya" jawab Jack. "Satu hal yang pasti, aku akan tetap mendapatkan Elea apapun caranya. Tidak peduli meski harus berurusan dengan mereka. Elea adalah ratuku, hanya aku saja yang boleh memilikinya!."


"Tapi Jack, terlalu beresiko jika kita mengusik keluarga mereka. Hidup kita tidak akan tenang. Percayalah!" ucap Fendry mencoba mengingatkan.

__ADS_1


"Sudah aku bilang aku tidak peduli. Jika benar Elea ada bersama mereka, maka aku pastikan akan merebutnya kembali. Aku Jack-Gal, tidak pernah takut pada siapapun. Yang berani mengambil barang milikku, maka mereka harus bersiap untuk mati!" sahut Jack penuh penekanan.


"Kau sudah gila Jack. Apa harus sampai seperti ini hanya karena seorang gadis? Ini tidak terlihat seperti Jack-Gal yang biasa aku kenal. Matamu sudah di butakan oleh obsesi cinta yang salah!" kesal Fendry yang tidak percaya dengan kegilaan temannya.


"Ya, aku memang gila. Aku gila karena gadis kecilku Fen. Jadi aku harus bisa mendapatkan Elea dengan cara apapun karena hanya dialah obat penawarnya!" ucap Jack santai. "Dan tugasmu adalah membantuku mencari tahu dimana keberadaannya sekarang atau mati dengan kepala terpenggal!."


"Shiittt, jadi kau mengancam untuk menghabisi temanmu sendiri hanya karena seorang gadis? Wahh, kau benar-benar tak masuk akal Jack. Otakmu sudah tidak waras!" sungut Fendry tak terima.


Bukannya marah, Jack malah tersenyum. Tapi senyumnya itu membuat bulu kuduk Fendry berdiri. Dia tahu kalau temannya ini sedang memendam amarah yang sangat besar. Beruntung mereka sedang berada di tempat umum. Jika tidak, Fendry yakin sekali dirinya pasti sudah menjadi bola pimpong yang sedang di pukuli dengan brutal oleh temannya yang gila ini.


"Sebaiknya kau jangan terlalu banyak melakukan protes, Fendry. Karena aku tidak terlalu suka mendengar penolakan. Kau cukup diam dan lakukan tugasmu seperti biasa. Jadilah mata yang baik maka hidupmu akan makmur!" ucap Jack penuh nada ancaman.


Fendry mendesah pasrah. Jika sudah seperti ini maka dia tidak punya pilihan lain lagi selain menuruti perintah Jackson. Dia tentu saja tidak mau nyawanya melayang sia-sia.


"Terserah kau saja Jack. Aku malas berdebat denganmu!."


"Dari awal kau memang di takdirkan untuk selalu patuh pada perintahku. Tenang saja, setelah ini aku akan memberimu sedikit hadiah."


Mata Fendry langsung berbinar. Dengan senyum bahagia dia memanggil seorang pelayan kemudian memesan banyak makanan yang bisa mengenyangkan perutnya.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2