
Clarissa duduk diam sembari membaca majalah fashion yang ada di tangannya. Sesekali wajah keriputnya nampak mengernyit saat mendapati model pakaian yang tak sesuai dengan seleranya.
"Cih, bagaimana mungkin model pakaian seperti ini bisa di muat dalam majalah? Apa orang-orang ini sudah kehabisan akal sampai harus memasukkan sekelompok sampah begini?" gerutu Clarissa. "Merusak citra saja!."
"Mungkin ini adalah karya baru dari para desainer muda, Nyonya Wu. Makanya mereka masih belum memahami modelnya dengan baik" ucap Cira, asisten pribadi Clarissa.
"Meskipun begitu seharusnya mereka jangan langsung memuatnya ke dalam majalah besar begini. Iya kalau yang melihatnya adalah orang-orang awam yang tidak terlalu faham mengenai dunia mode, jika yang melihatnya adalah orang-orang sepertiku sudah pasti mereka akan sangat kecewa. Para desainer kenamaan pasti akan menangis jika mengetahui hal ini!."
Cira hanya tersenyum kecil mendengar gerutuan majikannya. Belasan tahun mengikuti Nyonya Wu membuatnya sudah hafal betul apa saja yang bisa membuatnya naik pitam. Clarissa Wu adalah putri seorang bangsawan dimana di tubuhnya mengalir darah seni yang begitu kental. Wanita yang sudah berumur ini akan langsung emosi jika menemukan karya-karya para desainer yang suka asal di buat. Meski tak lagi muda, namun karya Nyonya Wu begitu mendunia. Bahkan sampai saat ini orang-orang masih mengelu-elukan namanya. Tak jarang juga mereka memaksa untuk memesan khusus gaun rancangan desainer Wu dengan harga setinggi langit.
"Cira, jam berapa kita akan pergi ke butik Madam Yo?" tanya Clarissa sembari meletakkan majalah di atas meja. "Sebenarnya aku malas sekali pergi kesana. Mulutnya yang manis itu benar-benar membuatku sangat muak!."
"Sekarang Nyonya. Saya yakin wanita gemulai itu pasti sedang kebakaran jenggot karena kita masih belum sampai di sana" jawab Cira. "Kalau Nyonya merasa tidak nyaman, biar saja batalkan saja kunjungan ini. Atau saya akan memerintah yang lain untuk datang kesana menggantikan anda!."
Clarissa menggeleng. Dia segera berdiri kemudian merapihkan mantel berbulu miliknya. "Kita pergi saja. Lagipula aku juga sedang tidak ingin bertengkar dengan Kimmy. Dia pasti akan mengacaukan di kamarku jika tahu aku berada di rumah."
"Baiklah Nyonya!."
Cira segera mengikuti langkah Nyonya Wu untuk keluar dari dalam kamar. Dengan sigap dia membukakan pintu, menghela nafas saat ada saudara tiri majikannya yang sedang berdiri menghadang jalan.
"Hih, kau mau kemana janda tua?" ejek Kimmy. "Upsss salah. Bukan janda, tapi gadis beranak. Hahahaha!."
"Tolong jaga ucapan anda, Nyonya Kimmy!" sergah Cira tak terima.
__ADS_1
"Memangnya kenapa hah! Sudahlah Cira, kau tidak usah berpura-pura di hadapanku. Kita semua tahu kalau wanita tua ini pernah hamil di luar nikah kemudian membuang anaknya hanya demi mewarisi seluruh harta kekayaan milik Keluarga Wu. Cihhh, benar-benar seorang p*lacur rendahan. Pantas saja sampai saat ini tidak ada pria yang mau menikah dengannya. Itu pasti adalah karma karena dia telah membuang darah dagingnya sendiri!" sahut Kimmy sambil tersenyum miring kearah saudarinya.
Plaaaaakkkkk
"Aku masih membiarkanmu bertahan di rumah ini hanya karena wasiat dari Papa, Kimmy. Jika tidak, aku pasti sudah memerintahkan seseorang untuk membuangmu ke tengah hutan!" amuk Clarissa kemudian mengibaskan tangan yang baru saja dia gunakan untuk menampar wajah saudari tirinya.
Wajah Kimmy tertoleh kearah samping, memar. Rahangnya mengetat, ini sudah kesekian kali dia mendapat perlakuan kasar dari Clarissa. Dengan marah Kimmy berniat membalas tamparan itu. Tapi sayang, perbuatannya itu berhasil di tepis oleh Cira yang langsung memiting tangannya ke belakang.
"Awww awww sakit Cira!."
"Maafkan saya Nyonya, ini akibatnya jika anda berani mencari masalah dengan Nyonya Clarissa" sahut Cira kemudian menghempaskan tangannya.
"Ayo Cira, jangan urusi lagi kucing liar ini. Sampai matipun sikap arogannya tidak akan pernah hilang" ucap Clarissa kemudian melangkah pergi dari sana.
Setelah berada di dalam mobil, Clarissa diam merenungkan apa yang baru saja di ucapkan oleh Kimmy. Yah, memang benar jika dirinya adalah wanita yang telah memiliki anak di luar pernikahan. Juga benar kalau dirinya telah membuang anaknya sendiri demi mempertahankan kebangsawanan keluarganya yang hampir jatuh ke tangan ibu tirinya, yaitu ibunya Kimmy. Sebenarnya tidak seperti itu kejadian yang sesungguhnya. Clarissa memiliki alasan tersendiri kenapa tega meninggalkan putrinya di tengah hujan malam. Dia pun sangat tersiksa dengan perpisahan itu. Tapi apa boleh buat, hanya itu satu-satunya jalan terbaik agar putrinya masih bisa bertahan hidup di dunia ini meksipun harus terpisah jauh darinya. Bibir Clarissa bergetar saat dia teringat dengan kata-kata Sandara, putri hasil buah cintanya dengan Karim. 'Ma, tidak apa-apa Mama meninggalkan aku di negara ini. Grandpa adalah orangtua Mama, jadi Mama harus menghormatinya. Setelah aku besar nanti, aku pasti akan mencari Papa. Mama jangan khawatir!.'
Cira segera menghentikan mobil begitu dia mendengar suara isak tangis Nyonya Wu. Dia kemudian bergegas keluar dari dalam mobil kemudian masuk kembali melalui pintu samping. Dengan penuh perhatian Cira memberikan sebuah pelukan hangat pada Nyonya Wu. Membelai punggungnya lembut seakan wanita ini adalah orangtua kandungnya sendiri.
"Tidak apa-apa Nyonya. Semua sudah berlalu, Nona Sandara pasti sudah hidup bahagia bersama Tuan Karim" hibur Cira.
"Aku adalah Mama yang sangat kejam, Cira. Aku membiarkannya hidup seorang diri di negeri orang. Aku bahkan tidak pernah mengunjunginya" ucap Clarissa di tengah-tengah isak tangisnya. "Aku merindukan Sandara, aku sangat ingin memeluknya Cira. Aku rindu....!."
Cira begitu terenyuh akan nasib hidup Nyonya Wu. Wanita tegas ini memiliki masalalu yang sangat menyedihkan. Dia di tinggalkan oleh kekasihnya di saat tengah mengandung, bahkan Nyonya Wu harus sembunyi-sembunyi hanya untuk mempertahankan buah cintanya bersama Karim Young. Dan penderitaan wanita ini tidak hanya sampai di situ saja. Tuan Frederick Wu, yaitu adalah ayahnya Nyonya Clarissa Wu, akhirnya mengetahui keberadaan si nona kecil. Dia memaksa Nyonya Clarissa untuk membuang anaknya jika ingin tetap menjadi bagian dari Keluarga Bangsawan Wu. Awalnya Nyonya Clarissa menolak, namun karena hasutan ibu tirinya Tuan Frederick mengancam akan membunuh Nona Sandara jika dia tetap memilihnya. Dan akhirnya perpisahan itu terjadi. Sejak kejadian itu, Nyonya Clarissa menjadi pribadi yang sangat dingin tak tersentuh. Bahkan ibunya Nyonya Kimmy saja tidak berani mencari masalah dengannya. Namun sayang, kejadian menyakitkan itu terus membayangi benak Nyonya Clarissa hingga membuatnya menolak untuk membangun rumah tangganya sendiri. Sampai saat ini Nyonya Clarissa masih menunggu kedatangan Tuan Karim Young bersama putri mereka, Sandara Wu.
__ADS_1
"Nyonya, apa tidak sebaiknya kita datangi saja Nona Sandara di rumah Tuan Karim? Dengan begitu kerinduan Nyonya bisa terobati" ucap Cira memberi saran.
Clarissa diam sejenak kemudian menggelengkan kepala. "Terlalu beresiko, Cira. Kau tahu sendiri bukan kalau aku mengatasnamakan seluruh harta Keluarga Wu atas nama Sandara. Kimmy dan putranya pasti tidak akan tinggal diam jika mereka sampai tahu dimana Sandara berada. Tidak Cira, saranmu terlalu menyakitkan hatiku. Aku lebih baik tersiksa dalam penantian ini daripada aku harus melihat Sandara di sakiti oleh mereka!."
"Tapi Nyonya, saya tidak tega melihat Nyonya seperti ini. Kita bisa menyuruh orang lain untuk memata-matai mereka dulu sebelum datang kesana!" bujuk Cira.
"Tidak Cira, apapun itu aku tetap tidak mau" tolak Clarissa kemudian mendorong tubuh Cira dari pelukannya. "Terima kasih atas perhatianmu. Tapi maaf, aku tetap tidak akan mau melakukannya. Sudahlah, sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan. Di sana nanti kau bisa menemaniku melepaskan penat. Aku akan mentraktirmu belanja hari ini!."
"Benar Nyonya tidak apa-apa?" tanya Cira memastikan.
Clarissa mengangguk. "Sudah ayo berangkat. Hatiku sudah lebih baik setelah menangis!."
"Ya sudah kalau begitu, kita berangkat!."
Cira segera kembali ke kursi kemudi setelah memastikan kalau Nyonya Wu sudah baik-baik saja. Sesekali dia juga masih melirik melalui kaca spion mobil untuk mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh majikannya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...