Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Hidup Kesepian


__ADS_3

Levi duduk sambil menggenggam tangan kecil Elea. Matanya nampak berkaca-kaca.


"Elea, kumohon bukalah matamu. Aku bisa marah kalau kau terus tidur seperti ini. Hiksss...!".


Karena terlalu khawatir, airmata Levi akhirnya menetes juga. Dia tidak peduli meskipun harus menangis di hadapan orang-orangnya Gabrielle.


Flashback


"Maaf, Nona ingin mencari siapa?".


Levi menghela nafas kesal.


"Apa Tuan Muda kalian tidak mengatakan apapun tentangku?" tanya Levi.


Dua penjaga yang berdiri di depan gerbang saling melihat. Salah satu dari mereka kemudian masuk ke dalam pos untuk menghubungi seseorang. Tak lama kemudian, penjaga itu kembali lalu membukakan pintu gerbang untuk Levi.


"Silahkan masuk Nona Levi!".


"Huhh, tidak bos tidak anak buah, sama-sama menyebalkan!" gerutu Levi sambil melajukan mobilnya masuk ke halaman rumah Gabrielle.


Begitu dia keluar dari dalam mobil, mata Levi langsung di suguhkan sebuah bangunan rumah yang sangat mewah. Dalam hatinya, dia memuji arsitektur rumah ini yang terlihat begitu berkelas.


"Ckck, pantas saja makhluk kecil itu betah tinggal di rumahnya Gabrielle. Rupanya dia menyogok Elea dengan kemewahan yang sangat luar biasa!".


Puas memandangi rumah Gabrielle dari luar, Levi kemudian melangkah masuk ke dalam. Seorang pelayan nampak berdiri menyambutnya di depan pintu.


"Selamat datang, Nona Levi!".


"Iya. Emmm, dimana makhluk kecil itu?" tanya Levi pada pelayan.


"Makhluk kecil?".


Sadar kalau si pelayan kebingungan mendengar julukan untuk Elea, Levi segera meralat perkataannya.


"Ekhmm, maksudku Elea. Dimana dia?".


"Oh, Nyonya Elea. Nyonya belum keluar dari....


"CEPAT PANGGIL DOKTER....!".


Levi dan pelayan itu sama-sama terkejut mendengar sebuah teriakan dari arah tangga. Penasaran dengan apa yang terjadi, Levi segera berjalan menuju ke sumber teriakan itu. Begitu dia sampai, matanya terbelalak lebar melihat Elea yang berada dalam gendongan seorang pria dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Astaga Elea!" jerit Levi.


Tas di tangan Levi terlepas. Dia segera berlari menaiki tangga menyusul pria yang membopong tubuh teman kecilnya.


Flashback Now


"Nona Levi, tolong tenanglah. Nyonya tidak apa-apa, itu hanya efek datang bulan saja!" hibur Nun.


"Hiksssss, dia ini sangat rapuh. Aku takut dia mati begitu saja!" sahut Levi sambil mengelap ingusnya.

__ADS_1


Grizelle,Kayo,Lusi dan Nun tercengang kaget mendengar perkataan Levi.


"Nona, sebaiknya kau jangan sembarangan bicara. Kakak iparku tidak akan mati semudah itu!" timpal Grizelle tak suka.


"Yang sembarang bicara itu siapa. Hiksss, aku benar-benar sangat takut Elea kenapa-napa. Dia,dia adalah satu-satunya orang yang tulus berteman denganku. Aku tidak mau kehilangannya!".


Kekesalan di diri Grizelle menghilang setelah dia mendengar penuturan Levi. Hatinya berubah menjadi iba. Iba karena ternyata Levi dan kakak iparnya sama-sama memiliki hidup yang kesepian.


"Apa mereka berteman dekat?" bisik Grizelle pada Nun.


"Sedikit, Nona Muda. Tuan Muda Gabrielle,Nyonya Elea dan Nona Levi saling mengenal di saat yang bersamaan. Tuan Muda dan Nona Levi acap kali bertengkar karena memperebutkan Nyonya Elea".


Grizelle mengangguk. Dia lalu menatap kearah Levi yang masih terisak di samping kakak iparnya.


"Nona, kau bukannya model bernama Levita Foster ya. Aku pernah melihatmu di beberapa majalah ternama!" tanya Kayo yang sejak tadi penasaran.


Levi menoleh. Masih dengan terisak, dia menjawab pertanyaan itu.


"Iya. Tapi sekarang aku sudah tidak bisa menjadi model lagi karena namaku sudah di blacklist oleh pria tengik itu!".


"Pria tengik? Siapa itu?".


Nun memperlihatkan raut wajah tidak suka mendengar perkataan Levi. Dia tentu saja tahu siapa yang di juluki pria tengik oleh gadis aneh ini.


"Suami makhluk kecil ini. Siapa lagi memangnya!" jawab Levi sedikit kesal.


"Maksudmu Kak Gabrielle?" beo Kayo.


Kayo segera menoleh kearah kakak sepupunya untuk mencari kepastian.


"Benar begitu Kak?".


"Mana aku tahu. Aku kan bukan babysitter nya" jawab Grizelle acuh.


"Astaga, kau ini Kak" ucap Kayo.


"Nona-Nona, bisa tolong pelankan suara kalian tidak? Nyonya sedang butuh banyak istirahat, tolong jangan mengganggunya!" ucap Nun memberi peringatan.


Levi,Grizelle dan Kayo langsung diam setelah mendengar peringatan dari Nun. Mereka bertiga terus melihat kearah ranjang dimana Elea sedang terbaring tidak sadarkan diri.


"Nun, apa kau sudah menghubungi Kak Iel?" tanya Grizelle pelan.


"Nomor Ares tidak bisa di hubungi, Nona. Sepertinya mereka sedang ada rapat penting sekarang" jawab Nun.


Grizelle terdiam.


"Hubungi nomor penjaga yang berada di sana saja Nun. Kalian bisa mati di tangan Kak Iel jika tidak memberitahunya tentang kabar kakak ipar. Dia bisa berubah menjadi tidak waras jika sudah menyangkut tentang istri kecilnya ini!".


"Baik Nona Muda!".


Nun segera keluar untuk menghubungi salah satu penjaga yang mengawal di perusahaan. Sebenarnya Nun tadi juga sudah berniat untuk menghubungi mereka. Namun niat itu dia urungkan karena khawatir mengganggu pekerjaan Tuan Muda-nya.

__ADS_1


"Elea, ayo cepat buka matamu. Kalau kau masih belum mau bangun juga, nanti aku akan meminta dokter untuk banyak-banyak menyuntik bokongmu. Kau takut dengan jarum suntik kan?".


Sambil sesenggukan, Levi tersenyum sedih mengingat moment dimana dia mengantarkan Elea pergi ke rumah sakit setelah membuatnya terluka. Di sana Elea terlihat begitu ketakutan saat dokter ingin menyuntikkan obat ke lengannya. Bayangan wajah Elea yang hampir menangis terkadang membuat Levi tertawa sendiri. Ekpresi takut yang di tunjukkan oleh teman kecilnya ini terlihat sangat natural, sama sekali tidak di buat-buat.


"Makhluk kecil, ayo cepat bangun. Aku janji setelah kau sembuh aku akan membawamu pergi ke taman bermain. Kau ingin makan permen kapas bukan? Tenang saja, aku akan membelikan permen kapas untukmu sekaligus dengan gerobaknya. Tapi sekarang tolong kau bangun. Aku takut melihatmu seperti ini!".


Grizelle dan Kayo menekan tulang hidung masing-masing. Sepertinya Levi sama gilanya dengan Gabrielle dalam menyayangi Elea.


Saat Levi terus menggumamkan ancaman dan rayuan agar Elea mau membuka mata, Nun masuk bersama seorang dokter. Semua orang segera memberikan ruang pada dokter untuk memeriksa Elea.


"Apa yang terjadi padanya dokter?" tanya Levi tak sabaran.


"Tolong beri saya waktu sebentar lagi, Nona. Sepertinya ada masalah dengan Nona ini!" jawab dokter sambil terus memeriksa.


"Dokter, beliau adalah istri Tuan Muda Gabrielle. Mohon perhatikan cara bicara anda!".


Dokter terlihat begitu kaget setelah mengetahui status gadis yang sedang di periksanya.


"Jadi Tuan Muda sudah menikah? Tapi kenapa tidak ada berita yang menyiarkannya?" tanya dokter penasaran.


Grizelle di buat geram oleh tingkah dokter itu yang terlalu ingin tahu tentang pernikahan kakaknya. Dia berjalan mendekat kemudian mengatakan sesuatu yang langsung membuat wajah dokter itu menjadi pucat pasi.


"Biasanya orang yang terlalu ingin tahu dengan urusan orang lain, mereka akan mati lebih cepat. Dan untukmu dokter, lebih baik kau tutup mulutmu rapat-rapat. Kalau kau bertanya seperti itu di hadapan kakakku, dia pasti akan sangat murka. Apa kau mau di kirim ke Benua Antartika untuk mengobati para beruang di sana, hemm?" ancam Grizelle dingin.


"Ti,tidak Nona Muda. Saya,saya minta maaf, saya salah!" sahut dokter ketakutan.


"Aku maafkan. Sekarang cepat kau periksa kakak iparku dengan baik. Jangan sampai ada yang terlewat, karena kau harus melaporkan diagnosis yang tepat setelah kakakku datang!".


"Ba,baik Nona Muda!".


Levi menatap Grizelle tak berkedip. Dia sangat takjub akan tekanan intimidasi yang di lakukan olehnya.


'Ternyata mereka memiliki aliran gen yang sama. Gabrielle dan Grizelle sama-sama mengerikan jika sedang marah. Tapi kenapa aku tidak merasa takut pada Gabrielle ya? Apa karena kami sudah di takdirkan untuk bermusuhan?'.


Semua orang diam memperhatikan dokter yang masih sibuk memeriksa Elea. Mereka menunggu hasil pemeriksaan dengan raut wajah cemas.


Brrraaaaakkkkkkkk


"Elea...?".


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS..


LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA


🌻 IG: nini_rifani


🌻 FB: Nini Lup'ss


🌻 WA: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2