
Elea duduk dengan gelisah saat menunggu suaminya pulang dari kantor. Setelah Lusi pulang, Elea yang baru meminum obat pun langsung terlelap. Dalam tidurnya, Elea melihat satu gambaran yang sangat mengerikan dimana bagian bawah tubuh Patricia mengeluarkan darah segar yang sangat banyak. Namun karena pengaruh obat, Elea tak bisa membuka mata. Dia terjebak dalam mimpi yang mengerikan tersebut.
"Aduuhh, Kak Iel kenapa tidak sampai-sampai sih. Pak Nun bilang dia sedang di jalan. Apa jangan-jangan dia tersesat ya," gumam Elea sambil terus melihat ke arah pintu.
Pelayan yang ada di dalam kamar nampak mengulum senyum. Akhirnya mereka bisa kembali mendengar celetukan sang nyonya setelah sekian lama menanti.
"Kak, tolong tanyakan pada Pak Nun Kak Iel dan Ares sudah sampai dimana. Pantatku seperti mengeluarkan akar karena menunggu kepulangan mereka" ucap Elea meminta tolong pada pelayan.
"Em maaf Nyonya, kenapa Nyonya tidak langsung menelpon Tuan Muda saja? Nyonya kan mempunyai ponsel sendiri," sahut si pelayan gemas dengan sikap nyonyanya yang lupa kalau mempunyai benda kotak yang harganya lumayan mahal.
"Astaga, benar juga ya. Beginilah kalau terlalu lama hidup miskin, Kak. Aku sampai lupa kalau Kak Iel pernah memberiku hadiah ponsel!" ucap Elea sambil menepuk keningnya sendiri.
Para pelayan tertawa. Salah satu dari mereka kemudian mengambil ponsel lalu memberikannya pada sang nyonya.
"Terima kasih banyak, Kak."
"Sama-sama, Nyonya,"
Bibir Elea langsung menyunggingkan senyum begitu layar ponsel menyala. Di layar tersebut kini terpampang sebuah foto dimana foto tersebut diambil ketika Elea menerima hadiah untuk yang pertama kali dari sang suami. Elea ingat bagaimana bahagianya dulu ketika menerima ponsel ini. Dia dan suaminya kemudian mengambil foto dan menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper di ponsel masing-masing.
"Manisnya,"
Tepat ketika Elea hendak menekan nomor milik suaminya, pintu kamar terbuka. Dia langsung tersenyum lega begitu melihat sang suami sedang berjalan ke arahnya.
"Kalian keluarlah!" ucap Gabrielle tanpa melepaskan tatapannya dari wajah cantik yang sedang tersenyum di atas ranjang.
"Baik, Tuan Muda. Nyonya Elea, kami permisi."
"Iya Kak," sahut Elea.
Setelah para pelayan keluar dari sana, Gabrielle segera duduk di tepi ranjang. Satu tangannya terulur ke arah kepala istrinya untuk merapihkan anak rambut yang menjuntai.
"Rindu aku tidak?" tanya Gabrielle lembut.
"Rindu," jawab Elea tersipu. "Tapi sekarang tidak rindu lagi."
"Kenapa bisa begitu?"
Gabrielle sungguh gemas melihat tingkah malu-malu istrinya. Andai saja Elea tidak sedang dalam kondisi sakit begini, dia pasti akan langsung mengajaknya bercinta. Hmmm.
__ADS_1
"Karena orang yang kurindukan sekarang sudah ada di sini, di sampingku."
Elea langsung masuk ke pelukan suaminya setelah selesai bicara. Matanya terpejam, dia terbuai oleh aroma yang menguar dari tubuh pria yang sedang di peluknya.
"Hei, darimana istriku ini belajar kata-kata untuk merayu, hm?" tanya Gabrielle sambil terkekeh lucu.
"Itu keluar dari dalam hatiku yang paling dalam, Kak Iel."
"Sungguh?"
Kepala Elea bergerak pelan di pelukan suaminya. Dia kemudian mendongak.
"Benar dari dalam hatimu sendiri?"
Astaga, istrinya kenapa manis sekali sih. Perasaan Gabrielle seperti terbang ke awang-awang saat di goda begini oleh Elea. Membuat cintanya semakin bertambah banyak saja.
"Iya, benar."
"Yakin bukan Levi yang mengajarkan ilmu sesat ini?"
"Bukan, Kak. Kalau Kak Levi yang mengajarkan tidak mungkin kata-katanya bisa terdengar manis. Dia mana pernah mengajari sesuatu yang baik, selalu kata-kata aneh yang aku dapatkan darinya," jawab Elea sambil tertawa.
Seandainya wanita bar-bar itu ada di sini, di kepalanya pasti akan langsung keluar tanduk jika mendengar ucapan Elea barusan. Tapi untungnya wanita bar-bar itu sekarang sedang sibuk memeriksa tumpukan berkas di perusahaannya. Biasalah, CEO baru. Jadi untuk malam ini Elea bisa selamat dari amukannya.
"Itu Kak, aku memimpikan sesuatu yang sangat mengerikan."
Kening Gabrielle mengerut melihat ekpresi wajah istrinya yang terlihat begitu serius. Dadanya tiba-tiba saja berdebar kuat.
"Mimpi apa?"
"Aku melihat Patricia berdarah-darah, tapi darah itu hanya keluar dari bagian bawah tubuhnya saja. Kira-kira apa ya Kak penyebabnya? Dia tidak mungkin sedang keguguran kan?" ucap Elea bingung.
Mata Gabrielle terbelalak. Ini pertanda buruk. Dia tentu saja tahu kalau tubuh Patricia sudah di jamah oleh Junio. Mencoba untuk menarik benang merah dari mimpi sang istri, Gabrielle menyambungkan sikap Junio yang sangat gemar meniduri wanita sebelum menjadikannya sebagai patung manekin. Dia lalu menelan ludah, sadar kalau arti dari mimpi Elea adalah sesuatu yang sangat kejam. A*orsi.
"Kak Iel, coba Kakak minta Ares untuk memeriksa keadaan Patricia. Aku takut sekali dia kenapa-napa," ucap Elea resah.
"Sayang, Patricia hamil. Kemungkinan arti dari mimpimu itu adalah dia yang sedang melakukan a*borsi terhadap janin yang di kandungnya. Ya, hanya kemungkinan ini yang paling masuk akal untuk menggambarkan keadaan Patricia dalam mimpimu itu!" sahut Gabrielle serius.
"A-a*orsi Kak? M-maksud Kakak, Patricia ingin membunuh darah dagingnya sendiri?" tanya Elea dengan suara tersendat-sendat.
__ADS_1
Gabrielle mengangguk. Dia bisa merasakan kalau tubuh istrinya gemetaran.
"Sayang, kau baik-baik saja?"
"Kak, tapi siapa yang sudah membuat Patricia hamil? Meskipun aku tidak terlalu dekat dengannya, aku bisa melihat kalau Patricia itu bukan wanita rendahan. Dia tidak mungkin membiarkan laki-laki lain menidurinya!" ucap Elea kemudian terisak. "Hiksss, bagaimana ini, Kak. Jika Ayah dan Ibu sampai tahu, perasaan mereka pasti akan sangat hancur. Bajingan mana yang sudah membuat saudariku jadi seperti ini? Jahat sekali."
"Junio yang melakukannya, sayang. Saat kau dan Ibu berada di rumah sakit, Patricia dikurung di rumahnya. Aku yakin sekali pasti dia yang sudah menghamili Patricia," sahut Gabrielle sambil menenangkan istrinya.
Kilat kemarahan terlihat jelas di mata Elea. Namun sesaat kemudian matanya membelalak lebar begitu sebuah bayangan kembali melintas di matanya. Gabrielle yang melihat reaksi syok di wajah Elea pun menjadi cemas. Dia lalu mengguncang bahunya pelan, mencoba menyadarkan istrinya dari keanehan tersebut.
"Sayang, ada apa? Kau melihat apa?"
"Kak Iel....
"Apa sayang, kenapa?" sahut Gabrielle semakin cemas.
"Paman Junio....
Elea tiba-tiba tertawa sebelum sempat melanjutkan kata-katanya.
"Hahahaha, rasakan itu Paman Junio. Siapa suruh kau sembarangan mencolok lubang. Lihatlah bagaimana Tuhan membalasmu sekarang. Hahahha!" ucap Elea sambil memegangi bekas lukanya yang sedikit nyeri.
"Sayang, ini sebenarnya ada apa? Tadi kau menangis, sekarang malah tertawa seperti ini. Jangan membuatku penasaran begini!" protes Gabrielle yang penasaran melihat kelakuan istrinya.
Sebelum menjawab, Elea terlebih dahulu membungkam mulutnya dengan tangan supaya berhenti tertawa. Dengan wajah memerah puas, dia memberitahu suaminya tentang apa yang baru saja dia lihat.
"Tuhan benar-benar sangat adil, Kak. Dia langsung menurunkan karma atas apa yang sudah Paman Junio perbuat," ucap Elea sambil menahan tawa. "Dia merusak kehormatan Patricia, dan sekarang dia yang harus menanggung penderitaan saat bayinya mengidam."
"Maksudnya Junio yang harus mengalami muntah-muntah dan ingin makan yang aneh-aneh?" tanya Gabrielle kaget.
Elea mengangguk.
"Entah ini terlambat atau tidak, sebaiknya Kakak segera memberitahu Paman Junio agar mencegah Patricia menggugurkan kandungannya. Bayi itu tidak bersalah, Kak. Mereka berdua harus merawat dan membesarkannya. Sekarang Kakak cepat hubungi Paman Junio dan jelaskan penyebab kenapa dia jadi seperti ini sebelum semuanya terlambat!"
Gabrielle buru-buru mengambil ponsel kemudian menelpon Junio. Dia berusaha untuk tidak tertawa ketika mendengar suara Junio yang terdengar begitu lemah. Elea yang melihat wajah suaminya memerah pun menjadi penasaran. Dia lalu meminta agar meloudspeaker panggilan tersebut agar dia juga bisa mendengar seperti apa penderitaan seperti Morigan Junio.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
✅Hai hai hai, gimana??? Kalian udah nonton belum EPISODE KEDUA PESONA SI GADIS DESA?? Bagus nggak?? Yang udah baca pasti bisa nostalgia lagi sama pasangan MATTHEO DAN ABIGAIL disana. Yakin nih nggak pada penasaran?? Wkwkwkw....
__ADS_1
Kuylah pada mampir, ceritanya gk kalah menarik kok sama novel emak yang ada di sini. Juga ada giveaway kecil-kecilan yang akan emak ambil dari 10 komentar terunik di sana. Masing-masing pemenang bakalan dapet pulsa sebesar 25k dari emak. Yuklah jangan malu-malu buat nonton