Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Berlian Di Atas Berlian


__ADS_3

Gabrielle mengepalkan kedua tangannya begitu mendapat laporan dari Ares tentang pria yang hari itu mencari keberadaan istrinya di rumah Levi. Emosinya langsung memuncak begitu saja.


"Minta Levi untuk sementara tinggal di rumahku dulu, Ares. Akan sangat berbahaya jika kita membiarkannya pulang ke rumahnya sendiri" perintah Gabrielle dengan nafas memburu menahan amarah.


"Nun sudah memintanya untuk tetap tinggal, Tuan Muda" sahut Ares.


"Baguslah."


Di saat yang bersamaan pintu ruangan terbuka. Gabrielle yang sedang memikirkan keselamatan istrinya tak menyadari kehadiran seseorang disana. Pikirannya sibuk menerka-nerka siapa sesungguhnya penjahat itu.


"Apa Ibu mengganggu?."


Ares segera membungkuk hormat kearah orangtua Tuan Muda-nya. "Selamat datang Nyonya Besar Liona."


Liona mengangguk. Dia menatap datar kearah putranya yang terlihat bingung dan juga gelisah.


"Dimana menantuku?" tanya Liona sambil meletakkan kotak makanan yang dia bawa dari rumah. "Gabrielle?."


Gabrielle terhenyak kaget saat namanya di sebut. Dia mengerjapkan mata kemudian menatap kearah ibunya. "Oh Ibu, kapan Ibu datang?."


"Sejak kau melamun" sahut Liona sambil tersenyum. "Dimana Elea? Ibu membawakan mie goreng kesukaannya.."


"Elea sengaja aku tinggal di rumah, Bu. Jadi sekarang dia tidak ada di sini" jawab Gabrielle pelan.


"Kenapa? Bukankah kau itu tidak bisa jauh darinya ya?" ledek Liona.


"Elea.. Dia sedang berada dalam bahaya, Bu. Hari itu ada seorang pria asing yang menanyakan keberadaannya pada Levi. Aku khawatir kalau pria asing itu adalah orang suruhannya Jack-Gal."


Liona terlihat tenang-tenang saja setelah Gabrielle berkata seperti itu. Dia sekarang malah duduk dengan santai di atas sofa kemudian melirik kearah Hansen yang sedang berdiri di sebelah Ares.


"Bu, apa Ibu mengetahui sesuatu?" tanya Gabrielle heran. Dia lalu berjalan menghampiri ibunya. "Apa Ibu tahu siapa pria asing itu?."


"Tuan Muda, pria asing itu bernama Fendry. Dia memang orang suruhannya Jack-Gal, lebih tepatnya dia adalah kaki tangannya di negara ini. Dan sepertinya tidak hanya Nona Elea saja yang berada dalam bahaya, tapi juga gadis yang di temuinya itu" jawab Hansen menggantikan nyonya-nya bicara.


Rahang Gabrielle mengetat. "Levi akan tinggal di rumahku dulu untuk sementara waktu. Dan Fendry, namanya sedikit asing untukku. Apa dia juga seorang pembunuh bayaran sama seperti bajingan itu?."


"Tidak Tuan Muda. Dia hanya bertugas menjadi mata bagi Jack-Gal saja. Dan semua eksekusi itu di lakukan secara langsung olehnya, tanpa bantuan siapapun. Namun anda juga tidak boleh meremehkan Fendry, Tuan Muda. Karena dia sepenuhnya berada di bawah kendali dokter itu" jawab Hansen.

__ADS_1


"Brengsek!" umpat Gabrielle kesal. "Kenapa harus Elea yang menjadi targetnya? Dia tidak bersalah, istriku itu korban."


"Jack-Gal mencari Elea bukan untuk membunuhnya, Gabrielle. Kau salah besar jika berfikir seperti itu" sahut Liona sambil mengusap bahu putranya yang sedang emosi.


"Maksud Ibu?" tanya Gabrielle bingung.


Liona lalu menatap mata putranya dengan tajam. "Coba kau pikir, saat kejadian malam itu usia Elea baru dua belas tahun. Jika Jack-Gal menghendakinya untuk mati, hanya dengan satu peluru saja nyawa Elea pasti akan langsung melayang. Tapi kenapa dia di biarkan tetap hidup sampai sekarang sedangkan kaki tangannya berada di negara ini? Jack-Gal, dia tidak pernah membiarkan satu orang pun mengetahui seperti apa rupanya. Dan Elea, dia mengenali wajahnya dengan sangat jelas sampai-sampai menganggap semua orang yang mengenakan seragam dokter adalah dirinya. Tidakkah menurutmu ada hal mencurigakan di balik semua itu?."


Untuk sesaat Gabrielle terdiam mendengar penjelasan ibunya. Dia mencerna setiap kata demi kata di balik semua perkataan itu. "Jika Elea di biarkan tetap hidup meskipun sudah melihat wajahnya Jack-Gal, itu berarti....".


Ucapan Gabrielle terhenti. Sedetik kemudian matanya membulat lebar. " Brengsek, jadi dia menginginkan istriku?."


"Iya kau benar, Jack-Gal menginginkan Elea" sahut Liona. "Sepertinya dia memiliki ketertarikan khusus pada gadis polos sejenis istrimu, Iel. Berhati-hatilah, Elea kini berada dalam keadaan yang sangat sulit."


Begitu menyadari kalau Jack-Gal bukan ingin membunuh Elea melainkan ingin memilikinya, emosi Gabrielle semakin melonjak. Dia sangat tidak terima ada pria lain yang ingin merebut Elea darinya.


"Em maaf menyela Nyonya Liona, tapi darimana Nyonya tahu kalau Fendry adalah anak buahnya Jack-Gal?" tanya Ares penasaran.


"Ares, menantu Keluarga Ma sedang di buru oleh seseorang yang sangat berbahaya, apa kau pikir aku akan diam saja? Tidak semudah itu jika ingin menyentuh keluargaku Ares, apalagi Elea. Gadis polos itu adalah sebuah kehormatan besar bagi keluarga kita. Dia adalah berlian di atas berlian" jawab Liona penuh maksud. "Kau tidak perlu tahu darimana kami mengetahuinya. Yang jelas, aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik keluargaku, tidak satupun."


"Berlian di atas berlian, sepertinya latar belakang Elea benar-benar sangat besar. Benar begitu Bu?" tanya Gabrielle memastikan.


Liona mengangguk.


"Iya, tebakan Ibu benar kalau Elea itu ternyata sangat istimewa. Ya sudah kalau begitu Ibu pergi dulu. Kepolosan istrimu perlu di asah supaya dia bisa mengalahkan musuh-musuhnya kelak tanpa harus meneteskan darah."


"Tunggu dulu Bu!" cegah Gabrielle sembari menahan tangan ibunya.


"Ada apa?."


"Jika Ibu sudah tahu siapa Fendry, Ibu pasti juga sudah tahu siapa Jack-Gal kan? Tolong beritahu aku Bu, bajingan itu harus segera di musnahkan!" jawab Gabrielle penuh harap.


Liona terdiam. Dia lalu menatap lekat kearah putranya. "Gabrielle, meskipun Ibu tahu, Ibu tidak akan memberitahumu. Terlalu beresiko. Kau tahu bukan siapa yang menjamin keselamatan Jack-Gal di negara ini? Harus dia dulu yang mengusik keluarga kita baru kita bisa menyentuhnya!."


"Dengan mengorbankan Elea, begitu?" tanya Gabrielle kalut.


"Ya, itu sudah pasti karena Elea adalah orang yang dia tuju."

__ADS_1


"Tapi Bu, Elea..


"Tidak ada tapi-tapian Gabrielle. Iya, atau kau akan kehilangan Elea selamanya" hardik Liona memotong ucapan putranya. "Akan lebih baik jika Elea sedikit terluka daripada seumur hidupnya di buat tidak tenang oleh obsesinya Jack-Gal. Tenanglah, Ibu tidak akan diam saja, semuanya tidak akan lepas dari pengawasan Ibu."


Tubuh Gabrielle lemas seketika. Dia menyender di sofa kemudian memejamkan mata. Gabrielle benar-benar tidak rela jika harus mengorbankan istrinya hanya demi bisa menyentuh bajingan itu. Tapi dia juga tidak mungkin membiarkan hidup istrinya selalu di kejar-kejar oleh rasa ketakutan.


"Jangan lemah, kau harus kuat dan berfikiran jernih jika ingin berhadapan dengan Jack-Gal. Dia bukan manusia yang bisa kau gertak apalagi kau ancam. Sekarang lebih baik kau minta Reinhard untuk secepatnya membantu Elea pulih dari rasa trauma itu. Karena Ibu sangat yakin cepat atau lambat Jack-Gal pasti akan segera menemukannya!" ucap Liona dengan wajah yang begitu dingin.


Setelah berkata seperti itu, Liona dan Hansen pergi dari sana. Membiarkan Gabrielle yang sedang frustasi memikirkan masalah tadi.


"B*ngsat, tidak akan kubiarkan satupun orang menyentuh istriku apalagi merebutnya. Akan kupastikan mereka semua menyesal jika berani menginginkan istri kecilku!" ucap Gabrielle sambil menggeram marah.


"Kendalikan emosi anda, Tuan Muda. Kita harus patuh pada perkataan Ibu anda tadi. Salah sedikit saja Nyonya Elea-lah yang akan menjadi korban!" sahut Ares mengingatkan.


"Ares, apa kau bisa menebak siapa sebenarnya Jack-Gal?" tanya Gabrielle dengan dada yang bergerak tak beraturan.


Ares menggeleng. "Tidak Tuan Muda. Tapi feeling saya mengatakan kalau Jack-Gal berada tak jauh dari sekitar kita."


Mulut Gabrielle langsung terkatup rapat begitu mendengar perkataan Ares. "Jack-Gal berkedok seorang dokter, mungkinkah dia ada di salah satu rumah sakit milik Group Ma?."


"Haruskah saya memeriksa satu persatu identitas semua dokter yang bekerja di sana, Tuan Muda?" tanya Ares tanggap.


"Tidak usah. Lebih baik kita tunggu kabar dari Ibu saja. Aku tidak mau salah langkah yang akan mengakibatkan istriku terluka!" jawab Gabrielle.


"Baiklah kalau begitu Tuan Muda."


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


OH YA GENGSS, INSYAALLAH SORE EMAK UP LAGI YA BUAT NEMENIN MALAM MINGGU KALIAN, KHUSUSNYA YANG MASIH JOMBLO 🤣🤣🤣🤣🤣


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.... LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...

__ADS_1


__ADS_2