
"Kak Levi, kau masih hidup ternyata?."
Samuel dan Lolita yang saat itu tengah memakan buah anggur seketika langsung menelannya bulat-bulat begitu mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut seorang gadis kecil. Mereka buru-buru berdiri kemudian menunduk hormat kearah pria yang sedang mendorong kursi roda gadis tersebut.
"Tuan Muda" sapa Samuel dan Lolita berbarengan. "Maaf, apa Nona ini adalah istri anda?."
"Iya, dia istriku. Namanya Elea" jawab Gabrielle kemudian mengusap puncak kepala istrinya. "Sayang, ayo sapa Ayah dan Ibunya Levi!."
Elea langsung mengangguk. Dia lalu tersenyum kearah orangtuanya Levi yang sedang menatapnya penasaran. "Halo Paman, halo Bibi, aku Elea, temannya Kak Levi dan istrinya Kak Iel!."
Levi yang tadi hampir menyemburkan kata-kata jahat langsung tersenyum kecil melihat keramahan Eela. Tiba-tiba hatinya terasa sakit melihat tubuh teman kecilnya banyak mendapat perban. Dia lalu menghela nafas saat Gabrielle melirik kearahnya. 'Maafkan aku Gab. Aku sudah berusaha untuk menjaga istrimu, tapi nyatanya dia masih terluka juga. Sepertinya aku ini bukan teman yang baik untuk Elea. Sekali lagi aku minta maaf ya Gabrielle Shaquille Ma yang kaya raya.'
Sudut bibir Gabrielle berkedut mendengar kata-kata aneh tersebut. Dia lalu kembali fokus mendengarkan percakapan istrinya dengan kedua orangtua Levi.
"Nona Elea, maaf, kalau boleh tahu berapa usia Nona?" tanya Lolita lembut. Di mata Lolita, Elea adalah sesosok gadis yang sangat baik. Wajah polos dan ayunya mudah sekali menarik rasa simpatik seseorang.
"Lolita, kau jangan lancang" bisik Samuel memberi peringatan khawatir istrinya menyinggung orang berkuasa di hadapan mereka.
"Tidak apa-apa, Tuan Samuel. Kalian boleh bertanya apapun pada istriku asalkan kalian bisa menjaga mulut" ucap Gabrielle mempersilahkan.
Samuel dan Lolita menarik nafas lega. "Nona Elea, maaf ya jika pertanyaan saya tadi membuat anda tidak nyaman" ucap Lolita sambil terus memperhatikan gadis kecil di hadapannya.
"Tidak kok, Bi. Aku baik-baik saja" sahut Elea dengan ramah. "Oh ya Bibi, kenapa Kak Levi di bungkus seperti mummy ya? Dia belum mati kan?."
Bagai keluar asap dari telinganya, setengah mati Levi menahan emosi agar tidak meneriaki teman kecilnya itu. Heran, bisa-bisanya Elea bertanya seperti itu sedangkan dia sendiri sedang duduk santai di ranjang rumah sakit.
"Em, itu Nona, Levi baik-baik saja kok. Dia di bungkus seperti itu karena di tubuhnya ada banyak luka menganga. Nah, badan Nona sendiri juga di bungkus" jawab Lolita gemas.
"Yaa Elea, seharusnya kau bangga karena kondisi kita sekarang sama. Itu artinya kita adalah mummy bersaudara. Hahahha!" timpal Levi.
Semua orang ikut tertawa mendengar celetukan Levi. Bahkan Lolita sampai mengeluarkan air mata saking lucunya. Tidak menyangka kalau putrinya itu bisa melawak juga.
__ADS_1
"Kak Levi, sebelum aku tak sadarkan diri, aku sempat melihat kalau Jackson sedang menodongkan senjata kearahmu. Lalu kenapa kau tidak mati? Kemana hilangnya peluru milik penjahat itu?" tanya Elea menyelidik.
Gabrielle hanya bisa tersenyum saat istrinya memperlihatkan sikap polosnya. Polos dalam artian hanya untuk berpura-pura saja. Dia lalu melihat kearah Levi dimana wanita bar-bar itu yang tengah bersiap memuntahkan segala emosinya.
"Elea, apa kau sangat berharap kalau aku akan mati dalam penembakan itu?" tanya Levi dengan suara yang sangat datar menahan kekesalannya.
"Tidak lah. Aku kan hanya bertanya saja Kak, kenapa Kakak kelihatannya marah sekali?" sahut Elea balik melempar pertanyaan.
"Yakkkk! Siapapun pasti akan marah jika mendengar pertanyaanmu barusan, bodoh. Astaga, mulutmu benar-benar Elea. Bisa tidak sebelum bicara kau saring dulu kata yang akan kau keluarkan" amuk Levi yang murka menghadapi kepolosan teman kecilnya.
"Levita! Jaga bicaramu!" sentak Samuel syok mendengar putrinya mengatai Elea bodoh dengan begitu gamblang. Hatinya sudah bergetar tak karuan, takut kalau-kalau pria penguasa ini akan melakukan sesuatu pada mereka.
"Tidak apa-apa, Tuan Samuel. Sudah menjadi hal yang lumrah jika kedua wanita ini saling mempertontonkan mulut siapa yang paling beracun!" ucap Gabrielle santai.
"Tapi Tuan Muda, Levita.....
"Maaf menyela, Tuan Samuel. Anda tidak perlu khawatir, kami tidak akan melakukan apapun terhadap keluarga anda jika itu yang anda khawatirkan. Memang seperti inilah gaya berteman antara Nona Levi dan Nyonya Elea. Anda tidak perlu merasa risau!" timpal Ares menggantikan Tuan Muda-nya bicara.
Levi menatap bengis kearah makhluk kecil yang sedang melihatnya dengan mata polos. Dia lalu melambaikan tangan meminta agar Elea mendekat. "Kemari kau makhluk kecil, biar kupukul bokongmu karena sudah berani menginginkan kematianku!.".
Samuel dan Lolita menahan nafas. Mereka kemudian melihat kearah Gabrielle yang di balas dengan senyuman beserta anggukan kepala.
"Levi, berhenti mengacau dulu. Ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu" ucap Gabrielle sembari mendorong istrinya kearah ranjang. "Ini tentang Jack-Gal."
"Cih, mau apalagi bajingan itu Gab? Apa masih belum puas juga setelah membuat kami jadi seperti ini?" tanya Levi kesal begitu mendengar nama pria yang telah membuat dia dan Elea celaka. "Jangan bilang masalah ini belum berakhir, Gabrielle. Aku sudah rugi banyak gara-gara si brengsek itu. Lihat, kulitku yang mulus sekarang meninggalkan banyak luka gores. Setelah ini pasti akan sulit untuk mendapatakan seorang kekasih!."
"Tidak apa-apa, yang penting Kakak masih hidup" celetuk Elea.
"Eleeaaa......!."
"Hehehe, maaf. Aku hanya bercanda Kak Levi," ucap Elea sedikit takut mendengar teriakan Levi.
__ADS_1
Levi mendengus dongkol. Setelah itu dia melihat kearah Gabrielle, memintanya untuk melanjutkan perkataannya tadi. "Yang aku katakan tidak benar kan, Gab?."
"Sayangnya yang kau bilang itu benar, Levi. Mata-mataku melaporkan kalau bajingan itu tengah mempersiapkan rencana untuk menculik Elea" jawab Gabrielle sambil melihat kearah Elea. Ya, mata-mata yang dia maksud adalah istrinya sendiri. Tapi dia tidak mungkin mengatakan hal itu pada Levi, terlebih lagi ada orang lain di ruangan itu. Bisa berbahaya nanti jika semua orang mengetahui topeng yang di gunakan oleh istrinya selama ini.
Levi menelan ludah setelah mendengar perkataan Gabrielle. Seculas-culasnya dia, dia tetaplah wanita yang takut pada kekerasan. Terlebih lagi setelah kejadian dimana dia di hajar habis-habisan oleh Jack-Gal. "Ka,kalau begitu kau atur saja penjagaan yang sangat ketat untuk Elea, Gabrielle. Jangan biarkan bajingan itu menyentuh aset berharga kita. Aku,aku tidak rela melihat kesayanganku terluka. Kau harus melakukan yang terbaik untuk melindunginya Gab, harus!."
"Tidak apa-apa, Kak Levi. Biar saja kalau dokter itu ingin menculikku. Aku sudah siap kok" sahut Elea yang terharu akan kepedulian Levi.
"Siap kepalamu! Kau lupa ya seperti apa kejamnya bajingan itu? Lupa siapa yang sudah membuat kita menjadi mummy bersaudara, iya?" amuk Levi tak habis fikir.
Elea tersenyum. "Aku tahu Kak, tapi masalah ini tidak akan selesai jika dia tidak mendapatkan apa yang dia mau. Biarlah aku mengorbankan diri, kan di belakangku ada Kakak dan Kak Iel. Kalian pasti akan menolongku kan?."
Mulut Levi ternganga tak percaya. Dia lalu menatap tajam kearah Gabrielle, berharap akan mendapat penjelasan dari maksud perkataan Elea.
"Tenanglah, aku tidak sebodoh itu membiarkan istriku terperangkap dalam bahaya. Karena hanya ini jalan satu-satunya agar Elea bisa terbebas dari belenggu bajingan itu. Sebenarnya aku sangat berat, tapi demi kesembuhan Elea, aku akan tetap menuruti apa yang dia mau. Benar begitu kan, sayang?" jelas Gabrielle sambil menciumi puncak kepala istrinya.
"Iya. Dan juga Kak Levi, setelah misi ini selesai Kak Iel bilang ingin mengajak kita liburan ke pantai. Oh ya, untuk mengganti rugi kebaikan Kak Levi, Kak Iel bilang Kakak boleh meminta apapun darinya. Ayo ayo cepat katakan, Kakak kan pelakor!" imbuh Elea dengan santai.
Setelah itu semua orang tertawa melihat Levi yang mengamuk gara-gara di sebut pelakor di hadapan orangtuanya. Sementara si pelaku, dia hanya meringis mendengarkan umpatan yang keluar dari mulut Levi. Sudah menjadi hal biasa bagi Gabrielle dan Ares, namun tidak bagi Samuel dan Lolita. Mereka bagai senam jantung melihat betapa santainya anak mereka mengatai gadis kecil itu di hadapan Gabrielle. Sungguh putri mereka benar-benar luar biasa.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...
__ADS_1