Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Akhir Untuk Orang Yang Tamak


__ADS_3

Kimmy menggigil hebat saat di tengah malam. Luka-luka bekas cakaran Lan mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kimmy sudah berada dalam kondisi setengah gila, dia depresi karena penyiksaan yang dia alami selama berada di rumah ibu mertuanya Elea.


"Ma, Mama kenapa?" tanya Fulgi lirih.


"Sakit, semua sakit" jawab Kimmy putus asa. "Fulgi, Mama mau pulang. Mama tidak sanggup lagi berada di neraka ini. Mama tidak kuat!.


Fulgi hanya bisa menghela nafas saat menanggapi keluhan tersebut. Jangankan ibunya yang sudah tua, dia yang masih muda saja sudah tidak mampu lagi menerima siksaan yang sangat tidak manusiawi ini. Dengan raut wajah putus asa, Fulgi merangkak mendekati ibunya yang sedang menggigil di sudut kandang. Satu tangannya terulur kearah kening, mendesah panjang saat telapak tangannya terasa seperti terbakar api.


"Kau demam, Ma."


"Fulgi, Mama mau pulang ke Paris. Mama tidak mau lagi ada di sini. Ayo cepat lakukan sesuatu agar Nyonya Liona bersedia untuk memaafkan kita. Mama mau pulang, sayang" rengek Kimmy dengan suara bergetar.


Saat Fulgi hendak bicara, tiba-tiba saja Lan menggeram. Dia membatu seketika. Namun rupanya geraman Lan bukan di tujukan untuknya, melainkan pada sepasang suami istri yang membuatnya terjebak di dalam neraka tak berpenghujung ini.


"Ada apa? Sepertinya kalian terlihat begitu bahagia" tanya Liona dingin.


Tanpa mempedulikan harga diri yang selama ini dia junjung tinggi, Fulgi merangkak mendekat kemudian memegang kaki ibunya Gabrielle. Setengah berdiri Fulgi menatap memelas kearah wanita mengerikan ini.


"Nyonya Liona, kami salah. Tolong ampuni saya dan Mama saya, nyonya. Kami sudah tidak sanggup lagi berada di sini, tolong biarkan kami kembali ke Paris. Kami janji setelah ini kami tidak akan pernah mengganggu apa pun yang berhubungan dengan Elea. Kami janji, nyonya!.


Greg terkekeh. Sementara Liona, dia hanya tersenyum kecil melihat keputusan-asaan di mata Fulgi.


"Apa janji yang keluar dari mulut manusia sepertimu bisa kami percaya, Fulgi? Terlihat jelas di matamu kalau selepas dari sini kau dan Mama-mu itu akan langsung mengatur rencana untuk membalas dendam pada kami. Hati kalian terlalu kotor, akan sangat salah jika kami melepaskan kalian untuk kembali ke Paris!" ucap Greg sarkas.


Fulgi menelan ludah.


'Brengsek! Kenapa susah sekali sih mengelabui kedua orang ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Pada siapa aku harus meminta tolong agar bisa terbebas dari neraka ini?.


"Hansen, suntikkan obatnya pada Nyonya Kimmy. Lalu persiapkan pemakaman yang layak untuknya" ucap Liona yang sudah benar-benar bosan menghadapi dua curut yang ingin merusak rumah tangga putranya.


"Baik, nyonya!" sahut Hansen kemudian berjalan untuk membuka kandang.


Melihat kandangnya terbuka, Lan dengan penuh semangat ikut masuk menemani Hansen. Dia dengan begitu peka membantunya menyeret Kimmy keluar dari sana. Namun saat pintu hendak tertutup, tiba-tiba saja Fulgi mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri. Yang mana membuat Liona dan Greg mengelengkan kepala.

__ADS_1


"Lan, silahkan kalau kau ingin menikmati orang itu untuk menjadi cemilan malammu. Aku mengizinkannya" ucap Liona lembut yang langsung di balas auman kencang oleh Lan.


Hansen membaringkan tubuh Kimmy di lantai kemudian mengambil jarum suntik dari balik sakunya. Racun, itu yang akan dia suntikkan ke tubuh wanita yang sudah tidak berdaya ini.


"J-jangan sakiti aku la-lagi" cegah Kimmy dengan suara yang sangat kecil.


"Tidak Nyonya Kimmy, Hansen tidak akan menyakitimu. Justru dia malah ingin mengirimmu pergi ke tempat yang jauh lebih baik dari rumah ini" ucap Liona.


"Be-benarkah?.


"Tentu saja itu benar,"


"Kemana dia akan mengirimku pergi, Nyonya Liona?" tanya Kimmy sambil meringis menahan perih ketika Hansen menyuntikkan obat ke lengannya.


"Ke neraka!.


Glukk


Airmata langsung menetes keluar begitu Kimmy sadar kalau hidupnya akan segera berkahir malam ini. Sambil menangis, Kimmy menggumamkan kata maaf pada saudari tirinya, dia merasa sangat menyesal karena selalu berbuat jahat kepadanya.


"Tenang saja, Nyonya Kimmy. Nanti Tuhan pasti akan mengabulkan semua do'amu. Dan jika benar itu terjadi, maka aku akan datang sebagai malaikat pencabut nyawa jika saja kau tetap terlahir sebagai wanita berhati busuk. Karena apa? Karena aku juga datang dari reinkarnasi di masalalu. Namaku Liang Zhu, seorang jenderal perang dari Dinasti Ming!" ucap Liona dengan santai membongkar identitas aslinya.


Mata Kimmy membeliak keatas. Dari mulutnya keluar busa putih yang sangat banyak. Liona, Greg, Hansen, dan para penjaga menatap seksama bagaimana wanita tua itu meregang nyawa. Mungkin ini adalah sesuatu hal yang sangat kejam, tapi bagi Liona, hukum rimba adalah yang terbaik bagi orang-orang yang berani menyentuh keluarganya.


Sambil mendesah panjang, Liona memerintahkan Hansen dan anak buahnya untuk memakamkan mayat Nyonya Kimmy dengan sebaik mungkin. Dia lalu mengajak Greg untuk melihat seperti apa kondisi Fulgi saat ini.


"Ckckckck, Lan benar-benar sudah sangat kelaparan, Hon. Hanya dalam beberapa menit saja dia hampir menghabiskan satu kaki milik Fulgi. Sungguh binatang penyuka daging mentah!" ucap Greg sambil menggelengkan kepala.


"Biarkan saja. Toh itu memang sudah seharusnya dia lakukan, Greg. Lan mungkin memang sudah di takdirkan untuk menjadi hewan pemakan manusia yang memiliki hati busuk dan jahat. Hmmmm, semoga saja Nyonya Kimmy dan Fulgi mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan" sahut Liona tulus mendoakan.


Fulgi yang saat itu belum mati nampak bernafas dengan tersengal-sengal. Bagaimana tidak! Saat dia hendak kabur, tiba-tiba saja Lan menerkamnya dari arah belakang. Dia langsung terjatuh dan kepalanya membentur pinggiran beton hingga membuatnya berada dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar. Fulgi hanya bisa mengerang dan meminta tolong dengan suara yang sangat lirih saat Lan mulai mengoyak daging kakinya. Sangat sakit, tapi dia tak bisa melakukan apa pun lagi. Mungkin ini adalah karma atas segala kepicikan yang menguasai hati dan pikirannya. Andai saja dia benar-benar tulus memohon pada ibunya Gabrielle agar di beri kesempatan untuk berubah menjadi yang lebih baik, mungkin nasibnya tidak akan semalang ini. Di detik-detik terakhir, barulah Fulgi merasakan apa yang namanya penyesalan. Ya penyesalan yang muncul menjelang hilangnya nyawa dari tubuhnya.


"Selamat jalan, Fulgi. Semoga kau tenang di alam sana. Dan jika kau memiliki keinginan untuk bereinkarnasi, maka aku pun akan mengikutimu sebagai malaikat pencabut nyawa jika seandainya di kehidupan kedua nanti kau tetap terlahir sebagai orang yang busuk hati. Sekarang kau sudah tidak perlu lagi merasakan penyiksaan dari Lan, tapi bersiaplah untuk menerima siksaan dari Tuhan!" doa Liona ketika Lan mulai mengincar leher Fulgi yang sedang sekarat.

__ADS_1


Greg mengelus punggung Liona kemudian mencium kepalanya. Mereka berdua menyaksikan bagaimana Lab berpesta pora menikmati cemilan malamnya.


"Nyonya, apa yang akan kita lakukan pada sisa tubuhnya Fulgi? Haruskah kita memberinya pemakaman yang layak seperti almarhum Nyonya Kimmy?" tanya Hansen setelah Lan berhenti mengunyah daging mentah milik Fulgi.


"Tidak perlu. Fulgi adalah indung semang yang tak seharusnya mendapat tempat yang layak. Berikan saja sisa tubuhnya untuk para buaya yang ada di danau. Cihh, aku benar-benar jengkel karena bajingan ini sama sekali tak ada niat untuk merubah diri meski Lan sudah menyiksanya setiap hari. Sungguh pria dengan hati yang sangat bebal!" jawab Liona dengan sadis.


"Baiklah kalau begitu, nyonya!.


Liona kemudian meminta salah satu anak buahnya untuk memandikan Lan yang berlumuran darah. Dia dan Greg kemudian masuk ke ruang bawah tanah untuk melihat apakah anak buah mereka sudah berhasil menciptakan obat untuk Elea atau belum. Sementara Hansen, saat ini dia tengah sibuk memindahkan sisa tulang Fulgi ke danau belakang. Dia menyeringai lebar ketika para buaya begitu kesenangan mendapat hidangan makan malam yang sangat lezat darinya.


"Nyonya Liona, aku tidak pernah terpikir akan mempunyai pengalaman hidup yang begitu banyak semenjak bergabung denganmu. Sungguh, kau adalah wanita paling mengerikan yang pernah aku kenal! Malang bagi para penjahat yang berani mencari gara-gara denganmu, karena mereka semua akan selalu berakhir dengan sangat tragis. Entah itu di tangan Lan, anak-anaknya Sully, atau malah harus meregang nyawa di tanganmu sendiri. Benar-benar karakter khas seorang jendral!" ucap Hansen memuji pesona mengerikan di diri nyonyanya.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


βœ…Maaf ya gengss, telat up-nya. Habis vaksin emak jadi tukang tidur sekarang πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


βœ…Oh ya, bagi yang ribut minta visualnya Kayo & Jackson, ini emak bawakan untuk kalian. Tapi jangan di protes ya kalo si Jackson emak ambil dari oppa-oppa Korea πŸ™πŸ™πŸ™


KAYO EIJI



JACKSON/JACK-GAL





...🌻VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻 IG: rifani_nini...


...🌻 FB: Rifani...


__ADS_2