
Gabrielle termenung sambil menyandar di dekat jendela. Hatinya gelisah memikirkan percakapan dengan ibunya barusan.
"Apakah benar dengan mengorbankan Elea demi memancing bajingan itu keluar? Tidakkah ini terlalu berisiko untuk kondisi mentalnya?" gumam Gabrielle.
Saat Gabrielle hendak pulang ke rumah untuk makan siang, tiba-tiba saja ibunya datang lalu mengatakan sesuatu yang langsung membuatnya terdiam kaku. Ibunya mengatakan kalau Jack-Gal sudah tahu jika Elea ada bersama mereka. Dan yang lebih mengejutkan lagi ibunya meminta Gabrielle untuk membiarkan Elea berinteraksi dengan orang luar. Karena dengan begitu mereka baru bisa menghabisi Jack-Gal setelah membuatnya masuk ke dalam perangkap.
"Tuhan, kenapa harus serumit ini masalahnya? Kejiwaan Elea masih belum stabil, bagaimana jika sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya? Aku tidak rela Tuhan!."
Bingung karena tak menemukan solusi, Gabrielle akhirnya menghubungi Reinhard. Dia merasa perlu membahas masalah ini dengannya karena Reinhard-lah yang menjadi dokter pribadinya Elea sekarang.
"Ada apa Gab? Aku sedang sangat sibuk di rumah sakit. Bahkan untuk sekedar bernafas saja aku seperti tidak sempat!."
"Cepat datang ke perusahaanku sekarang juga Rein. Ini darurat!" ucap Gabrielle tanpa berniat mendebat perkataan songong temannya.
Terdengar helaan nafas dari seberang telefon. Dan Gabrielle tahu benar kalau sahabatnya itu pasti sedang sangat kesal sekarang.
"Gabrielle, telingamu tidak mungkin sudah tuli kan? Ayolah, aku benar-benar sedang sangat sibuk di rumah sakit Gab. Sepertinya orang-orang di negara ini jatuh sakit, semua dokter di buat sibuk mengobati mereka. Bahkan aku sebagai direktur rumah sakit pun sampai harus turun tangan untuk ikut membantu. Tolong mengertilah sedikit."
"Nyawa istriku sedang dalam bahaya Rein. Jack-Gal sudah tahu kalau Elea ada bersama kami. Aku perlu kau..
"Sepuluh menit lagi aku akan sampai di perusahaanmu!."
Gabrielle menarik nafas saat panggilannya di putus oleh Reinhard. Setelahnya dia kembali termenung.
"Tuan Muda, di rumah kan ada Nona Levi. Apa tidak sebaiknya kita menggunakan dia sebagai umpan untuk memancing kemunculan Jack-Gal?" tanya Ares memberi saran.
"Tidak bisa, Res. Postur, gaya bicara dan bahkan penampilannya sangat berbeda jauh dengan Elea. Kalau Jack-Gal saja mengejar Elea sampai seperti ini tidak mungkin dia tidak mengenali fisik Elea secara menyeluruh. Jack-Gal itu bukan orang yang bodoh Res, otaknya itu sangat licik" jawab Gabrielle.
"Saya tahu, Tuan Muda. Tapi setidaknya Nona Levi bisa kita gunakan untuk menyelidiki identitas Jack-Gal terlebih dahulu. Kita perlu mengawasi gerak-geriknya,Tuan Muda" imbuh Ares.
Gabrielle terhenyak. Dia lalu menatap seksama kearah Ares. "Jelaskan apa rencanamu. Asalkan itu bisa melindungi keselamatan Elea aku pasti akan melakukan semuanya. Termasuk mengorbankan Levi!."
__ADS_1
Ares mengangguk. Dia dan Tuan Muda-nya langsung larut dalam pembahasan mengenai rencana yang akan segera mereka lakukan.
Tak lama kemudian, Reinhard akhirnya datang. Dia terlihat bingung melihat ketegangan di wajah Gabrielle dan juga Ares. Khawatir sesuatu telah terjadi, Reinhard segera mencecar mereka dengan berbagai macam pertanyaan tentang Elea.
"Gabrielle, ini ada apa? Mana Elea, dia baik-baik saja kan?."
Reinhard langsung menelan ludah saat dia sadar telah melakukan kesalahan. Dia lupa kalau temannya ini adalah type suami yang mengidap syndrom cemburu buta. Sambil menggaruk kepalanya, Reinhard berjalan menghampiri Gabrielle yang sedang menatapnya dengan sangat tajam.
"Sepertinya kau benar-benar sudah bosan hidup ya?" sindir Gabrielle kesal. "Beraninya kau mengkhawatirkan istriku."
"Tenang dulu Gab, rasa khawatirku hanya sebatas dokter dan pasien saja, tidak lebih. Lagipula siapa yang tidak panik saat kau bilang kalau bajingan itu sudah mengetahui keberadaan istrimu" sahut Reinhard membela diri.
Gabrielle melengos kearah samping. Dia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan kekhawatiran Reinhard pada istrinya. "Aku dan Ares berencana menjadikan Levi sebagai umpan untuk memancing Jack-Gal agar mau menunjukkan wajah aslinya. Reinhard, bagaimana pendapatmu?."
Jika saja Gabrielle bukanlah bos besarnya, saat ini Reinhard pasti sudah mengajaknya berduel. Bagaimana tidak, dia dengan terang-terangan bilang ingin menjadikan wanita yang di sukainya sebagai umpan untuk memancing seorang penjahat. Tidakkah menurut kalian Gabrielle itu adalah komplotan orang gila?.
"Kondisikan ekpresimu Rein. Aku bukan ingin mengirim Levi ke neraka, hanya sedikit menggunakan jasanya saja, tidak lebih" ucap Gabrielle menghibur kemarahan sahabatnya.
"Dengan sengaja mengirimnya ke mulut buaya, begitu?" sahut Reinhard sinis.
"Brengsek kau, bicara yang benar" amuk Reinhard tak terima.
Gabrielle terkekeh, sedikit terhibur setelah membuat sahabatnya merasa frustasi. "Aku dan Ares berencana mengecoh Jack-Gal dengan meminta Levi berpenampilan sama persis seperti istriku. Dan saat Jack-Gal mulai terfokus mengejar Elea, dia akan masuk mengambil peran untuk menggantikannya melarikan diri. Dengan begitu Jack-Gal tidak akan sadar kalau kami sedang mencoba membongkar identitas aslinya!."
"Tapi Gab, bagaimana nanti kalau Levi sampai tertangkap kemudian Jack-Gal mengamuk karena merasa tertipu. Aku khawatir dia juga akan memenggal kepalanya seperti yang dia lakukan pada orang yang di bunuhnya" tanya Reinhard gelisah. "Aku tidak mau gagal lagi Gab. Bagaimana kalau aku menjadi perjaka tua jika pendekatan kali ini kembali kacau. Tolong mengertilah sedikit pada kebutuhanku!."
Ares dan Gabrielle sama-sama memutar bola mata mereka jengah mendengar curahan hati Reinhard. Dalam suasana genting seperti ini bisa-bisanya dia memikirkan statusnya yang selalu melajang. Sungguh teman tak berakhlak.
"Yak Reinhard, dengan statusmu sebagai satu-satunya direktur seluruh rumah sakit milik Group Ma masa iya tidak ada satupun wanita yang mau denganmu? Dan juga Levi, dia belum tentu bersedia menjadi kekasihmu. Jadi berhentilah mengahayal dan mengatakan hal-hal menjijikkan seperti tadi. Tubuhku bisa alergi mendengarnya!" ejek Gabrielle dengan sengaja.
"Kau benar-benar kejam Gabrielle. Sama sekali tidak punya hati nurani" sungut Reinhard.
__ADS_1
Gabrielle terkekeh. "Diamlah, tidak perlu memprotes perkataanku. Setelah masalah ini beres, kita semua akan pergi liburan. Kau bisa menggunakan moment itu untuk mengungkapkan perasaanmu padanya. Ku beritahu kau satu hal penting, Levi itu sama sekali tidak tertarik pada pria kaya. Jadi dia sangat cocok berpasangan dengan pria miskin sepertimu!."
Meskipun perkataan Gabrielle sangat menusuk hati, nyatanya Reinhard tidak bisa mengelak dari ejekan itu. Dia malah terlihat begitu gembira setelah tahu kalau Gabrielle akan mengajaknya berlibur sekaligus membuka peluang untuk bisa lebih dekat dengan wanita pujaannya.
"Baiklah, aku menurut saja. Dan mengenai rencana kalian, kapan itu akan di lakukan? Apa ini juga akan menjadi syok terapi kedua untuk Elea?" tanya Reinhard semangat.
"Reinhard, bisakah kau memberitahuku bagaimana perkembangan mental Elea setelah kejadian di taman kemarin? Kau masih belum memberi laporan apapun padaku!" tanya Gabrielle sambil memicingkan mata.
Untuk sesaat Reinhard terdiam. Dia sedikit ragu untuk memberitahu Gabrielle tentang kondisi istrinya.
"Gabrielle..."
"Hemm, ada apa?."
"Jika aku bilang istrimu baik-baik saja, apa kau akan percaya?" tanya Reinhard hati-hati.
Kening Gabrielle mengernyit. Dia lalu menatap lekat kearah Reinhard yang gelagatnya sedikit aneh. "Jangan bicara sembarangan, Rein. Kau yang bilang sendiri kalau kejiwaan Elea itu bermasalah. Bagaimana bisa dia membaik hanya dengan satu kali syok terapi. Itu sangat mustahil Reinhard!" jawab Gabrielle menolak untuk percaya.
"Aku tahu ini terdengar mustahil Gab. Meskipun aku sudah memikirkan hal ini berulang kali, tetap saja aku tidak menemukan jawabannya. Elea terlihat biasa saja saat aku mengobati luka di kaki dan keningnya. Dia malah menunjukkan satu emosi yang sebelumnya tidak pernah aku lihat. Sayang saat itu kau tidak ada di sana. Kau pasti akan sama kagetnya sepertiku jika melihatnya secara langsung" ucap Reinhard berusaha meyakinkan.
Tubuh Gabrielle menegang. "Ceritakan semuanya padaku dan jangan sampai ada yang terlewat!."
Reinhard mengangguk. Dia lalu menceritakan semua keanehan yang dia lihat di diri Elea pasca kejadian di taman. Sementara Gabrielle, dia terdiam bingung dan mulai bertanya-tanya....Ada apakah dengan istrinya? Siapa Elea sebenarnya?.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...