
Gabrielle bergegas datang ke rumah sakit setelah semua urusan di kantor selesai. Dia sengaja tidak menelpon Reinhard untuk menanyakan hasil pemeriksaan yang di lakukan Jackson pada Elea karena Gabrielle ingin mendengarnya secara langsung.
"Tuan Muda, Nyonya Elea dan dokter Jackson ada di ruangan Tuan Reinhard" lapor Ares.
"Oh, baiklah!.
Dengan tidak sabaran Gabrielle terus memencet tombol lift agar bisa segera sampai. Ares yang melihat ketidaksabaran di diri Tuan Muda-nya hanya diam saja. Bukan hal baru lagi melihat banteng pencemburu ini bersikap demikian. Biasalah.
"Res, bagaimana?" tanya Gabrielle memecah kesunyian.
"Sudah siap, Tuan Muda. Tinggal dari kita saja kapan akan datang ke sana" jawab Ares yang langsung tanggap kemana arah pertanyaan tersebut.
"Lusi masih belum sembuh. Sepertinya kita tidak bisa pergi berdelapan,"
"Ganti saja dengan orang lain, Tuan Muda. Tuan Junio dan Nona Patricia mungkin?.
Gabrielle mengerutkan kening. Patricia? Yang benar saja. Terlalu malas bagi Gabrielle untuk bertatap muka dengan wanita kejam itu.
"Wanita itu hanya akan merusak suasana saja, Res. Memangnya kau mau kencan romantismu bersama Cira gagal total?.
"Tidak, Tuan Muda" jawab Ares dengan cepat.
'Jangan sampai kencanku dengan Cira kacau. Aku tidak mau jika Cira sampai merasa kecewa karena aku gagal memberinya kejutan yang romantis.'
Gabrielle mengulum senyum saat mendengar isi pikiran Ares. Dia buru-buru keluar dari dalam lift begitu pintunya terbuka.
"Res, coba kau jenguk keadaan Kakek Karim dulu. Nanti aku akan menyusulmu ke sana setelah mengetahui hasil pemeriksaan Elea" perintah Gabrielle sebelum masuk ke dalam ruangannya Reinhard.
"Baik, Tuan Muda,"
Ceklek
"Sayang" panggil Gabrielle dengan senyum semringah di bibirnya.
"Cihh, lihatlah buaya darat itu!" ejek Levi sambil mencebikkan bibir.
Elea segera berlari menghampiri suaminya. Dia kemudian menariknya untuk duduk di sofa bersama dengan Levi dan juga Reinhard.
"Dimana Jackson?" tanya Gabrielle celingukan.
__ADS_1
"Tadi dia pamit ke kamar mandi setelah hasil pemeriksaan Elea keluar. Akan tetapi sampai sekarang dia belum juga kembali. Mungkin panggilan alam yang menahannya" jawab Reinhard berseloroh.
"Panggilan alam apa maksudnya?" tanya Elea bingung.
Levi langsung menatap waspada kearah Elea. Dia harus siap mental jika seandainya gadis ini menemukan pemikiran aneh tentang panggilan alam yang di maksud oleh Reinhard. Elea kan makhluk dengan pemikiran yang sangat unik. Unik sampai-sampai membuat orang lain bisa terkena serangan jantung dadakan.
"Sakit perut maksudnya" jawab Gabrielle sambil mengelus rambut istrinya dengan sayang. "Bagaimana pemeriksaannya? Lelah tidak?.
"Tidak sama sekali. Akan tetapi dokter Jackson terlihat sedih Kak, dia bahkan terus menciumi tanganku saat kami berada di ruang pemeriksaan" jawab Elea dengan sorot mata yang menyendu.
Gabrielle paham. Dia kemudian membawa Elea masuk ke dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa, semua pasti akan baik-baik saja. Jangan sedih ya,"
Elea mengangguk. Selama dia menjalani pemeriksaan, Elea beberapa kali mendapati dokter Jackson menyeka airmatanya. Elea sebenarnya juga merasakan kesedihan yang sama, hanya saja dia mencoba untuk bersikap biasa saja. Elea tidak ingin dokter Jackson tahu kalau selama ini dia hanya berpura-pura polos dan bodoh saat berada di hadapan orang yang bukan suaminya. Karena hanya dengan cara inilah Elea bisa mengetahui mana teman yang asli dan mana teman yang palsu. Termasuk juga menyimpan dalam-dalam tentang rahasia yang pernah ada di antara mereka ketika berada di masalalu. Elea tahu semuanya, tapi dia enggan untuk mengungkap.
Levi dan Reinhard menatap bingung kearah Gabrielle dan Elea. Mereka sama-sama penasaran kenapa Elea bisa terlihat begitu sedih saat membahas tentang pria yang pernah menjadi orang paling menakutkan dalam hidupnya.
Saat ke empat orang ini sedang saling diam, Jackson masuk ke dalam ruangan. Matanya terlihat sedikit sembab seperti orang yang baru saja menangis.
"Oh Gabrielle, kau sudah datang" sapa Jackson sambil tersenyum getir.
"Hasil pemeriksaan itu bagaimana, Jack?" tanya Reinhard.
Jackson tak langsung menjawab. Dia malah terus menatap Elea yang tak mau melihat kearahnya.
"Hei kau penjahat, cepat beritahu kami semua tentang hasil pemeriksaan yang di jalani oleh Elea!" timpal Levi dengan nada suara yang sangat cetus.
"Ginjalnya bocor,"
Mata Jackson memerah.
"Elea sudah lama hanya hidup dengan satu ginjal. Dia... dia....
Levi dan Reinhard membeku. Sementara Gabrielle, dia semakin mengeratkan pelukan ke tubuh istrinya.
"Elea, kapan kau siap untuk melakukan transplantasi ginjal?" tanya Jackson dengan suara parau. "Tubuhmu sudah tak bisa lagi menahan racun yang sudah semakin menyebar. Kau harus secepatnya menjalani operasi!.
'Tuhan, beginikah caramu membuatku membalas budi pada adikku? Kau membuat adikku hidup dengan satu ginjal di mana hal itu sangat mustahil bisa membuatnya bertahan hidup selama ini tanpa ada efek samping apa pun. Elea pasti sangat kesakitan menungguku selama sembilan belas tahun. Kenapa waktu itu kau tidak membiarkan kami bertemu seperti keadaan sekarang? Tujuh tahun lalu aku menemukannya Tuhan, tapi kenapa kau tidak membuka mata hatiku? Aku bahkan masih sempat meninggalkan trauma yang sangat buruk pada Elea... Tuhan, aku mohon tolong sembuhkanlah adikku. Aku ingin memberinya banyak kebahagiaan. Tolong permudah jalanku untuk menebus semua dosa di masalalu kami. Aku mohon tolong kabulkan harapanku ini, Tuhan. Aku mohon....'
__ADS_1
"Ginjal Elea bocor? Tapi kenapa saat aku melakukan pemeriksaan hal itu tidak terdeteksi oleh peralatan medis? Kau tidak sedang mengada-ada kan Jack?" cecar Reinhard heran.
Tentu saja hal itu tidak akan terlihat di mata Reinhard karena ini adalah hukuman khusus dari Tuhan untuk Jackson. Entahlah, mungkin kejadian ini terdengar sedikit konyol. Namun, semuanya terlihat semakin nyata ketika Jackson mengeluarkan hasil keseluruhan dari pemeriksaan yang di jalani oleh Elea siang tadi.
"Kau boleh langsung membunuhku jika aku hanya mengada-ada tentang penyakit yang di idap oleh Elea. Selama ini, saat Elea sedang kesakitan itu bukan hanya berasal dari kista yang ada di dalam perutnya, tapi rasa sakit itu juga berasal dari racun-racun yang sudah menyebar mengikuti aliran darah. Kalau kau bingung kenapa waktu itu kau tidak mampu mendeteksi gejala ini, maka tanyakan saja kepada Tuhan. Tanya kenapa Dia langsung memperlihatkannya begitu aku yang melakukan pemeriksaan " jawab Jackson penuh penekanan.
Elea menoleh.
"Dokter Jackson, beberapa hari lagi aku akan menjadi mahasiswi. Apa operasinya tidak bisa di tunda dulu?.
"Sayang, jangan pikirkan tentang kuliah dulu ya. Kesehatanmu jauh lebih utama" sela Gabrielle sedih.
"Tapi kan aku sudah sangat lama menantikan hari ini tiba, Kak. Operasinya di tunda saja ya, lakukan itu saat aku libur kuliah saja,"
Semua orang menatap iba kearah Elea. Baru saja gadis ini merasa tenang karena semua permasalahan telah usai, sekarang malah datang lagi masalah pelik yang mana masalah itu memiliki resiko yang cukup fatal.
"Sayang, kau jangan khawatir tidak bisa mengikuti pelajaran. Nanti aku akan meminta dosen dan semua teman-temanmu untuk menemanimu belajar di rumah sakit. Ya?" bujuk Gabrielle.
"Tidak mau,"
"Kenapa tidak mau? Itu kan sama saja dengan kuliah,"
"Iya sama, tapi nanti mereka semua akan tahu kalau aku adalah istrinya Gabrielle Shaquille Ma. Mereka pasti akan memandangku dengan cara yang berbeda. Aku tidak mau itu Kak, aku inginnya mereka tulus berteman denganku. Bukan karena melihat statusku sebagai istrinya Kak Iel. Kakak paham tidak sih?.
Gabrielle tersenyum.
"Kita akan bahas ini lagi setelah kau bisa berpikir dengan tenang ya. Dan juga setelah Jackson kembali melakukan pemeriksaan ulang untuk memutuskan apakah operasinya bisa di tunda atau tidak. Kali ini kau tidak aku izinkan untuk membantah, patuh pada apa yang di katakan oleh suami. Bisa?.
Elea mengangguk. Dia melirik kearah dokter Jackson kemudian membenamkan wajah ke dada suaminya.
'Kak Iel, aku takut,'
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_lupss...
__ADS_1
...🌻 FB: Rifani...