
"Kak Reinhard, bagaimana keadaan Kak Lusi?" tanya Elea begitu melihat Reinhard keluar dari ruangan ICU tempat Lusi di rawat.
"Dia masih belum melewati masa kritisnya, Elea. Luka bakar dan juga luka di kepalanya cukup serius. Belum lagi dengan banyaknya asap kotor yang terhirup masuk ke dalam paru-parunya. Kita berdoa saja ya semoga Lusi bisa lekas sadar" jawab Reinhard sembari menghela nafas dalam.
Awan mendung langsung menghiasi wajah Elea begitu dia mendengar kabar buruk tersebut. Dia kemudian menoleh ketika merasakan sebuah usapan lembut dari arah samping.
"Tidak apa-apa. Lusi pasti akan segera sadar, sayang. Kau jangan sedih ya?" hibur Liona.
"Ini salahku, Ibu Liona. Waktu itu aku tidak tahu kalau Kak Lusi dan Paman penjaga mengikutiku ke dalam hutan. Seandainya aku tahu, aku pasti akan memperingatkan mereka agar menjauh dari sana. Mereka berdua pasti tidak akan celaka seperti ini" sahut Elea berusaha untuk tidak menangis.
Liona tersenyum. Dia sangat suka dengan kerendahan hati menantunya. Liona kemudian melihat kearah Greg, dia kemudian menyodorkan tangan kearahnya.
"Sayang, coba lihat apa yang Ibu bawakan untuk Lusi."
"Apa ini ibu Liona?" tanya Elea penasaran melihat jarum suntik berisi cairan aneh di tangan ibu mertuanya.
"Ini adalah obat yang bisa menbantu Lusi agar cepat pulih. Nah, ambillah. Berikan obat itu pada Reinhard" jawab Liona.
Tanpa membuang waktu lagi Elea langsung menerima obat tersebut kemudian memberikannya pada Reinhard yang sedang terkesima.
"Kak Rein, tolong sadarkan Kak Lusi dengan obat ini. Ayo cepat!" desak Elea.
"Iya-iya tunggu sebentar" sahut Reinhard sambil memandang takjub kearah obat ajaib yang sudah berpindah ke tangannya. "Bibi, kau benar-benar sangat luar biasa. Dengan obat ini aku yakin Lusi pasti akan segera sadar. Sungguh, obat buatan Bibi dan anak buah Bibi tidak ada yang mengecewakan. Ini adalah kesekian kalinya aku menyaksikan kehebatan kalian, Bi. Astaga, kenapa aku jadi heboh sendiri ya?.
Liona dan Greg tersenyum melihat antusiasme Reinhard yang begitu senang setiap kali mendapatkan jenis obat yang baru dari mereka. Setelah Reinhard masuk ke dalam ruangan, Liona membimbing Elea untuk duduk. Ada sesuatu yang ingin dia bicarakan dengannya.
"Ada apa Ibu Liona? Di wajah Ibu seperti ada tanda tanya yang sangat besar?" tanya Elea penasaran.
"Kau ini ada-ada saja. Oh ya sayang, ada hal penting yang ingin Ibu sampaikan padamu" jawab Liona sambil celingukan kearah lorong rumah sakit. "Em, dimana Gabrielle? Kenapa Ibu tidak melihatnya disini?.
"Kak Iel sedang pergi menyambut kedatangan Grandma Clarissa, Ibu Liona. Dia belum lama kok perginya" jawab Elea.
"Kau tidak ikut?.
__ADS_1
Elea menggeleng.
"Kenapa?" tanya Liona lagi.
"Menemani Bibi Yura dan Kak Lusi jauh lebih penting daripada menyambut kedatangan Grandma ke negara ini, Ibu Liona" jawab Elea dingin.
Liona menghela nafas.
"Elea, apa kau membenci Grandma-mu?" tanya Greg ikut menimbrung.
"Tidak, Ayah Greg. Aku hanya masih merasa kecewa saja padanya. Jadi lebih baik aku tidak terlalu dekat dengan Grandma dulu daripada nanti aku mengucapkan kata-kata yang bisa membuatnya mati jantungan!.
'Astaga Honey, kenapa menantu kita bicaranya terus terang sekali sih? Membuat orang kaget saja!.
Liona mengulum senyum ketika mendengar isi pikiran suaminya. Dia kemudian menggenggam tangan menantunya, bermaksud untuk memberinya sedikit nasehat.
"Sayang, Ibu bisa mengerti pada kekecewaan yang kau rasakan. Tapi kau jangan sampai tidak mau menghormati Grandma-mu ya? Ibu yakin sekali pasti ada alasan kuat kenapa Grandma-mu sampai tega meninggalkan Mama-mu seorang diri di negara ini. Kau harus bisa membedakan mana alasan yang masuk akal dan mana alasan yang hanya berkedok melindungi sebuah kejahatan. Seperti Kakekmu, beliau melakukan kejahatan itu karena terhasut omongan Nenekmu dan juga karena beliau tidak tahu jika Mama Sandara adalah putri kandungnya. Perbuatan Kakekmu sebenarnya tidak bisa di benarkan, tapi beliau mempunyai alasan tersendiri dan sekarang sudah sangat menyesalinya. Ibu berharap kau bisa memaafkan Grandma-mu seperti kau memaafkan kesalahan Kakek-mu. Berilah mereka kesempatan untuk saling merenungi kesalahan masing-masing. Bisa kan?.
Greg dan Liona ternganga. Mereka di buat kaget dengan jawaban spontan menantu mereka. Meski sudah kesekian kali di buat syok jantung oleh gadis kecil ini, nyatanya Greg dan Liona masih saja tak bisa berkata-kata begitu Elea membuka mulut. Sungguh unik menantu mereka ini, karena hanya gadis kecil inilah yang berani membungkam Greg dan Liona secara terang-terangan tanpa harus merasa takut kalau mereka akan merasa tersinggung.
"Terima kasih atas nasehatnya, Ibu Liona. Jujur, sebenarnya aku sangat ingin membalas perbuatan Kakek dan juga Grandma terhadap Mama Sandara. Aku ingin membunuh mereka, tapi hati kecilku menolak. Aku menginginkan keluargaku, Ibu Liona. Aku sangat ingin di sayang dan di rindukan oleh mereka semua. Keinginan inilah yang menjadi peganganku ketika kebencian mulai menyeruak. Aku tidak mau jadi orang jahat, aku ingin bahagia" imbuh Elea lirih. "Ibu Liona, aku hanya membutuhkan sedikit waktu untuk meleburkan kekecewaan ini. Sama sekali tidak ada kebencian di hatiku, sungguh!.
Terdengar helaan nafas dari mulut Greg dan Liona setelah mendengar ungkapan hati menantu mereka. Greg yang saat itu berdiri di samping Liona segera mendudukkan bokongnya di samping Elea. Dengan sayang dia menberikan pelukan layaknya seorang ayah yang sedang menenangkan putrinya. Greg sangat bangga dengan pemikiran Elea, simpel dan tidak berbelit-belit.
"Kau pasti bisa melakukannya, sayang. Ayah dan Ibu akan selalu mendukungmu. Jika memang belum sanggup, lakukankah dengan perlahan. Biar nanti kami saja yang memberikan pengertian pada Grandma-mu. Beliau pasti bisa memakluminya" ucap Greg bijak.
"Terima kasih Ayah Greg, terima kasih Ibu Liona" sahut Elea riang.
Liona memperhatikan suasana hati menantunya terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu hal yang lain.
"Elea.."
"Iya Ibu Liona, ada apa?.
__ADS_1
"Jackson belum mati, dia masih ada di rumah Ibu" ucap Liona hati-hati. "Apa yang ingin kau lakukan padanya?.
Elea diam berfikir. Tengkuknya sedikit meremang ketika nama dokter itu di sebut. Namun karena tak mau lagi terjebak dalam ketakutan, dia segera memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil terhadap pria yang sudah dengan kejam menyiksa fisik dan juga mentalnya sejak tujuh tahun lalu.
"Mungkin ada baiknya jika orang jahat sepertinya di lenyapkan saja dari dunia ini, Ibu Liona. Bukannya kejam, aku hanya tidak ingin ada korban lain sepertiku jika dokter Jackson di lepaskan. Rasanya benar-benar sangat mengerikan, jadi biar aku saja yang merasakan, orang lain jangan!.
"Baiklah jika itu yang kau mau. Lalu kematian seperti apa yang kau inginkan? Atau kau mau membunuh dokter keji itu dengan tanganmu sendiri?.
Jujur saja Liona sedikit penasaran dengan kedinginan yang ada di diri menantunya. Ingin sekali dia melihat bagaimana cara gadis ini menyingkirkan seseorang yang sudah membuat hidupnya menderita.
"Em, apa aku akan di penjara jika membunuhnya?" tanya Elea ragu.
"Yang akan kau bunuh adalah penjahat yang sebenarnya, sayang. Jadi kau tenang saja, tidak akan ada polisi yang berani memasukkanmu ke dalam penjara meski kau membunuhnya dengan cara terkejam sekalipun. Ada Ayah dan Ibu di belakangmu, jangan takut. Oke?" jawab Liona sembari mengusap tangan menantunya.
"Ya sudah kalau begitu nanti aku akan pulang ke rumah Ibu Liona untuk membunuh dokter jahat itu. Tapi nanti temani aku ya?.
Greg dan Liona langsung mengangguk senang. Mereka kembali berbincang mengenai masalah sekolah Elea yang tinggal beberapa hari lagi sudah akan di buka. Sebagai Ibu yang baik Liona tentu saja ikut bersemangat ketika menanyakan tentang semua kebutuhan sekolah menantunya. Dia bertanya ini dan itu, tak lupa juga dia menanyakan berapa jumlah uang jajan yang ingin di bawa Elea di setiap harinya. Greg yang melihat kekompakan kedua wanita di sampingnya merasa sangat bahagia. Sebuah kehangatan yang sudah terlewat beberapa tahun lalu dimana dia dan istrinya sibuk memilih mana sekolah terbaik yang akan mereka jadikan tempat untuk Gabrielle dan Grizelle menimba ilmu.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
✅ Cek cek cek... Maaf ya gengss kalau sekarang jam update emak tidak menentu. Sekarang emak lagi mengikuti program hamil, jadi gk boleh sering-sering main handphone, terlebih lagi malam hari. Buat para pembaca yang mengikuti cerita ISTRI KECIL SANG PEWARIS di mohon pengertiannya ya. Dan juga emak minta doa dari kalian semua semoga emak bisa secepatnya punya dedek dari hasil promil ini. Amiinnn, lope yu kalian semua gengss.. 😘😘😘😘😘😘
✅ SATU LAGI GENGS, BUAT YANG BELUM BACA NOVEL MILIK AUTHOR @ LOTUS PUTIH, KUY LAH SEGERA DI BACA. MENANTANG BANGET DAN ADA GIVEAWAY NYA JUGA LHO. 5 PEMENANG DENGAN VOTE TERBANYAK AKAN MENDAPAT VOUCHER PULSA MASING-MASING 25K. JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN JUGA POLLOW AKUN AUTHORNYA YA GENGS... AYOK BURUAN BACA!!!
🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS..
LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA
🌻 IG: emak_rifani
🌻 FB: Rifani
__ADS_1