
Jackson terus memperhatikan Elea yang sedang berlari kearahnya. Dia sebenarnya sedikit segan, namun dia tetap memanggil Elea karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.
"Dokter Jackson, hari ini kau terlihat rapi sekali" ujar Elea sembari menatap dari ujung kaki hingga ujung kepala dokter tersebut.
"Ini semua berkat kebaikan hatimu, Elea. Jika kau tidak memaafkan aku, saat ini aku pasti masih menjadi bulan-bulannya Lan. Harimau itu sepertinya sudah jatuh cinta padaku" canda Jackson sambil tersenyum kecil.
Elea terkekeh.
"Terima kasih."
"Terima kasih? Untuk apa?" tanya Jackson bingung.
"Aku tahu dokter sedang membuat obat untuk menyembuhkan penyakitku. Iya kan?" jawab Elea. "Aku tahu hal ini saat dokter memberiku batu segitiga itu. Aku melihat sesuatu di sana."
Jackson mencoba mencerna ucapan Elea. Batu segitiga? Melihat sesuatu? Ini terdengar tidak sederhana. Tidak mungkin jika Elea....
"K-kau mampu melihat masa depan?" tanya Jackson dengan mata membulat lebar.
Elea menganggukkan kepala. Dia menarik nafas dalam-dalam kemudian menoleh kearah belakang ketika mendengar suara langkah kaki mendekat.
"Sayang, kenapa kau menemui laki-laki lain saat sedang bersamaku?" tanya Gabrielle kesal sambil menatap tajam kearah Jackson.
"Aku sengaja melakukannya, Kak" jawab Elea. "Aku ingin kita bertiga berbicara bersama tanpa di dengar oleh orang lain. Maaf ya kalau tindakanku membuatmu merasa tidak senang."
Kemarahan di benak Gabrielle langsung mereda begitu mendengar ucapan istrinya. Dia sadar kalau ada sesuatu hal penting yang ingin di bicarakan oleh istrinya bersama dengan Jackson juga.
"Elea, apa maaf yang kau berikan untukku itu sudah kau lihat sebelumnya? Dan pertemuan kita, apa hal itu juga sudah kau ketahui?" cecar Jackson yang masih tidak percaya kalau gadis kecil ini memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan.
"Iya dokter, semua yang terjadi dalam hidupku sudah aku lihat sebelum kejadian itu terjadi. Termasuk awal pertemuan kita dimana dokter melakukan kekerasan dan juga pelecehan terhadapku" jawab Elea jujur.
Gabrielle menatap khawatir kearah istrinya yang baru saja membongkar rahasia terpenting yang ada di dalam dirinya. Terlebih lagi itu di hadapan Jackson, mantan pembunuh bayaran yang kini sudah bertobat.
"Sayang, kenapa kau memberitahu tentang rahasiamu? Apa kau tidak khawatir kalau dia akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapmu?" tanya Gabrielle cemas.
Jackson mendengus. Pria ini.
"Dokter Jackson tidak akan melakukan apapun lagi terhadapku, Kak. Jadi Kak Iel tidak perlu khawatir. Justru dengan aku bicara jujur itu akan mempermudah dokter Jackson untuk menolongku" jawab Elea penuh maksud.
"Maksudnya apa?.
__ADS_1
"Hanya dokter Jackson yang bisa menyembuhkan penyakit yang aku derita Kak. Itupun jika dia bersedia melakukannya."
Mata Jackson membelalak. Sungguh, Elea benar-benar luar biasa. Dia belum menyampaikan apapun tapi gadis kecil ini sudah mengetahui semuanya.
Melihat ekspresi Jackson yang terlihat begitu kaget, Gabrielle menjadi gelisah. Dia tahu kalau kondisi istrinya pasti tidak baik-baik saja.
"Jackson, Elea kenapa? Obat apa yang sedang kau racik untuknya?.
"Aku tidak bisa menjelaskannya di sini. Perlu tempat dan juga pemeriksaan yang sangat teliti untuk mempelajari penyakit yang di idap oleh istrimu. Sebelumnya Ibumu sudah memberiku semua hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh dokter Reinhard, tapi aku merasa ada yang tidak beres. Itulah kenapa aku memanggil Elea kemari. Aku ingin melakukan pemeriksaan terhadapnya supaya aku tidak salah membuat obat" jawab Jackson setelah tersadar dari kekagetannya.
Elea maju selangkah. Dia menatap manik mata Jackson dengan seksama.
"Aku bermimpi dokter memberiku bagian penting yang ada di dalam tubuh dokter. Sebenarnya aku tidak ingin membicarakan hal ini pada kalian berdua, tapi kelangsungan hidupku kini hanya bergantung dari kebaikan hati dokter. Aku tidak ingin memaksa, apapun keputusan dokter aku akan tetap menghargainya. Dokter adalah orang yang baik, hanya caramu menjalani hidup yang perlu di rubah. Jadi jangan berfikir kalau aku sengaja ingin memanfaatkan dokter untuk kesembuhanku, tidak begitu konsepnya" jelas Elea dengan raut wajah yang sangat serius. "Ingat dengan benda segitiga yang dokter ambilkan untukku?.
Jackson mengangguk.
"Lan yang menemukannya di dalam tanah, dan aku yang menggalinya untukmu."
"Dokter tahu apa arti dari segitiga itu?.
"Apa itu adalah semacam pertanda?" tanya Jackson mencoba menerka.
"Kau, aku, dan Kak Iel. Kita bertiga akan hidup berdampingan, dan dokter adalah satu-satunya orang yang bisa membuatku tetap bernafas. Dan juga....
"Dan juga?.
Gabrielle hampir menjadi gila saat Elea menyebut kalau mereka akan hidup berdampingan dengan Jackson. Berbagai macam pikiran buruk berkecamuk di dalam hatinya. Dia tidak rela jika harus membagi Elea dengan pria lain, terlebih lagi dengan bajingan ini.
"Aku akan memiliki jumlah keturunan sesuai dengan jumlah sisi dari segitiga tersebut" jawab Elea kemudian mengelus perutnya. "Tiga pewaris, aku akan memilikinya."
Gabrielle dan Jackson sama-sama ternganga begitu Elea menyebutkan tentang arti dari batu segitiga yang kemarin di temukannya.
"T-tiga pewaris?" tanya Gabrielle syok.
"D-dan aku yang akan membantumu memiliki tiga pewaris itu?" sambung Jackson tak percaya.
Elea tersenyum.
"Aku akan memiliki mereka jika dokter memutuskan untuk menolongku."
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu Elea tiba-tiba meraih tangan dokter Jackson. Matanya nampak berkaca-kaca, seolah sedang ada beban yang terpendam di dalam hatinya.
Entah kenapa Gabrielle kali ini tidak merasa cemburu melihat istrinya menyentuh tangan pria lain. Dia terbawa arus perasaan sedih dan juga perasaan haru. Dengan sabar Gabrielle membiarkan Elea mengeluarkan segala beban yang tengah di rasakannya. Gabrielle sadar, bisa melihat masa depan bukanlah sesuatu yang mudah. Ada tekanan tersendiri yang mana hanya Elea saja yang bisa merasakan. Jadi sebisa mungkin Gabrielle memberikan ruang untuk Elea mengungkapkan rasa tersebut.
"Dokter, mungkin permohonanku akan terdengar sedikit egois. Tapi aku benar-benar sangat berharap kalau dokter bersedia untuk merubah garis takdirku. Seumur hidup aku tidak akan pernah bisa mengandung jika dokter menolak untuk menolongku. Rahimku akan selamanya kosong, dan Kak Iel tidak akan pernah memiliki pewaris. Tolong aku dokter, tolong beri aku kebahagiaan. Aku lelah terus tertekan dan menderita, aku ingin semua orang merasa kalau aku tidak sia-sia sudah di lahirkan ke dunia ini. Tolong aku ya dok, aku mohon!" pinta Elea sembari menggenggam erat tangan pria yang akan mengubah takdir hidupnya.
Jackson tertegun. Lama dia berfikir sebelum akhirnya memberikan jawaban untuk gadis kecil yang dulu pernah di siksanya.
"Kau tidak perlu memohon sampai seperti ini, Elea. Sejak kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri, sejak saat itu juga aku bersumpah akan mengabdikan sisa hidupku untuk membalas kebaikanmu. Jangankan hanya bagian dari tubuhku, nyawa pun pasti akan langsung aku berikan. Jadi jangan khawatir ya, akan aku pastikan kau memiliki pewaris. Aku bersumpah demi nyawaku, Elea!" ucap Jackson kemudian menarik Elea ke dalam pelukannya. "Maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu ya. Aku sungguh menyesal."
Gabrielle menengadahkan wajahnya keatas. Bukan karena marah ataupun cemburu, tapi dia merasa sangat terharu. Gabrielle tidak menyangka kalau orang yang dulunya ingin mencelakai istrinya kini malah berbalik menjadi dewa penolong dalam rumah tangganya. Sungguh, takdir Tuhan tiada siapalah yang tahu.
"Hiksss, terima kasih banyak dokter. Terima kasih" ucap Elea sambil terisak-isak.
"Ssssttt, jangan menangis lagi ya. Seharusnya kau tersenyum bahagia karena akan memiliki tiga pewaris sekaligus. Bukankah ini adalah kabar yang sangat menggembirakan, hem?" sahut Jackson seraya mengelus puncak kepala gadis kecil ini.
Tangis Elea malah semakin kencang. Sudah tidak bisa tergambarkan bagaimana bahagianya dia saat ini. Elea bahkan sampai lupa kalau suaminya masih berada di sana.
Dari kejauhan, Liona dan Abigail tampak mengawasi ketiga orang tersebut. Mereka kemudian saling memandang dengan sorot mata penuh maksud.
"Sepertinya kau memilih pria yang tepat untuk putrimu, Abigail."
"Kapan tanggal yang tepat untuk mereka melakukan acara pertunangan?.
"Jangan buru-buru. Jackson itu sebelumnya menyukai menantuku. Mungkin kau perlu membujuk Kayo untuk merebut hatinya terlebih dahulu."
"Baiklah, sesuai yang kau katakan saja. Yang jelas aku hanya mau Jackson yang menjadi menantuku."
Liona mengangguk. Setelah itu dia kembali melihat kearah Elea yang kini sudah berada di dalam pelukan putranya.
'Segala beban kesedihan kini telah terselesaikan dengan apik, Elea. Songsonglah kebahagiaan di dalam rumah tanggamu bersama Gabrielle. Karena kalian berdua adalah pasangan yang di berkati oleh Tuhan. Ibu yakin itu...'
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Rifani...