Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Blonde


__ADS_3

Mata Ares terus menatap kearah belakang melalui kaca spion mobil. Bukan dia bukan sedang mengintip kedua tuannya yang sedang bermesraan. Melainkan dia sedang mengawasi sedan hitam yang sejak tadi terus mengikuti mobil yang sedang di kendarainya.


"Ada apa?" tanya Gabrielle setelah puas menciumi bibir istrinya.


"Tuan Muda, sepertinya mobil kita sedang di ikuti" jawab Ares. "Mobil itu terus berada di belakang mobil kita sejak keluar dari kediaman Nyonya Clarissa!."


Gabrielle terdiam. Dia kemudian menoleh ke belakang dimana memang ada sebuah mobil sedan berwarna hitam yang berada tepat berada di belakang mobilnya.


"Kak Iel, jangan-jangan itu orang suruhan Fulgi yang ingin menculikku. Bagaimana ini, aku tidak mau di bawa pergi Kak" ucap Elea panik.


"Sstt tenanglah. Tidak ada siapapun yang bisa membawamu pergi dariku. Jangan panik oke?" sahut Gabrielle kemudian menarik Elea masuk ke pelukannya.


Ares meremas stir mobil dengan kuat. Pria itu benar-benar. Beraninya dia mengirim orang untuk menculik Nyonya kecilnya.


"Cari jalanan yang cukup sepi, Res. Kita lihat apakah benar mereka adalah orang suruhan Fulgi atau malah suruhan orang lain!" ucap Gabrielle dingin.


"Baik Tuan Muda!."


Segera Ares membawa mobilnya keluar dari jalan raya kemudian masuk ke sebuah gang sempit yang menuju hutan. Dan benar, sedan itu masih terus mengikuti mereka hingga ke dalam sana.


Sreeettttt


Mobil berhenti. Baik Ares maupun Gabrielle tidak langsung keluar dari sana untuk menghampiri mobil yang juga ikut berhenti di belakang mobil mereka.


"Bos, mereka berhenti. Jangan-jangan mereka sadar kalau sedangkita buntuti."


"Sstt, diam kau. Mau mereka tahu atau tidak sebaiknya kita jangan sampai salah bicara kalau mereka datang menghampiri. Bilang saja kalau kita ini mengira mereka adalah teman-teman kita, dengan begitu kita tidak akan ketahuan!."


"Kau yakin kita tidak akan ketahuan bos?."


"Tentu saja kita harus yakinlah. Dasar bodoh!."


Saat kedua penguntit itu sedang memikirkan cara untuk mengelabui korban mereka, di dalam mobil lain Gabrielle tengah menenangkan istrinya yang sedang ketakutan. Dia sangat paham kalau kejadian seperti ini masih bisa mengguncang mental Elea setelah perlakuan Jack-Gal beberapa waktu lalu. Kesal karena Elea tak kunjung tenang, Gabrielle akhirnya meminta Ares untuk menyeret penguntit itu ke hadapannya. Dia tidak terima ada orang yang berani membuat istrinya ketakutan seperti ini.


"Seret dan bawa mereka padaku. Jika melawan, langsung habisi saja kemudian bakar mobilnya!."


"Baik Tuan Muda" sahut Ares lalu bergegas keluar dari dalam mobil.


Wajah datar Ares terlihat sangat mengerikan ketika dia mendatangi sedan hitam tersebut. Dengan kasar Ares menggedor kaca jendela mobil mereka hingga keluarlah dua orang pria dari dalam sana.


"Maaf Tuan, ada apa ya ini?."


Melihat sikap biasa-biasa saja yang di tunjukkan oleh kedua orang ini membuat amarah Ares semakin memuncak. Tanpa membuang waktu lagi dia segera membuat keduanya jatuh tersungkur setelah menghadiahinya dengan dua bogem mentah di masing-masing mata mereka.


Buugghh, buugghh, buugghh, buugghh


"Uhhhh, bos!" pekik salah satu penguntit sembari memegangi matanya yang lebam.


"Seret dan paksa mereka berlutut di hadapan Tuan Muda!."


Entah darimana datangnya tiba-tiba beberapa orang berwajah datar muncul di belakang Ares. Mereka dengan garang segera memiting tangan kedua penguntit tersebut kemudian menyeretnya menuju kearah mobil dimana Tuan dan Nyonya mereka berada. Sedangkan Ares, dia dengan sigap membuka pintu mobil kemudian mempersilahkan Tuan Muda-nya untuk keluar.

__ADS_1


"Tuan Muda, mereka sudah disini!."


Gabrielle mengangguk. Dia lalu berbisik di samping telinga Elea yang masih meringkuk ketakutan di pelukannya.


"Sayang, kau ingin aku melakukan apa pada mereka?."


Elea mendongak. Bibirnya nampak bergetar dengan wajah di penuhi keringat. "Aku ingin tahu siapa yang menyuruh mereka untuk menculikku, Kak."


"Sayang, mereka belum tentu ingin menangkapmu. Bisa saja mereka adalah orang suruhan dari musuhku. Jadi..


"Bukan Kak!" ucap Elea memotong perkataan suaminya. "Mereka sengaja di kirim untuk membunuhku. Aku, aku baru saja melihatnya. Orang itu berambut blonde, dia sangat membenciku!."


Ares yang tidak sengaja mendengar ucapan Nyonya-nya sedikit merasa aneh. Lima detik kemudian matanya terbelalak, tidak menyangka kalau Nyonya-nya memiliki keistimewaan sehebat itu.


"Sebaiknya kau menutup rapat rahasia ini, Res. Kau akan mati jika berani membuka mulut!" ancam Gabrielle saat mendengar apa yang di sedang di pikirkan oleh asistennya.


"Baik, Tuan Muda. Dan maaf, saya tidak sengaja mendengarnya tadi. Saya bersumpah akan menjaga rahasia ini dengan nyawa saya!" sahut Ares tanpa ragu.


Gabrielle menghela nafas panjang. "Cari tahu siapa wanita berambut blonde yang mengirim kedua bajingan itu. Dan sepertinya wanita itu bukan Nyonya Kimmy, ciri mereka tak sama!."


"Baik, Tuan Muda!."


"Tunggu!."


Dengan cepat Elea mencegah Ares yang ingin menutup pintu mobil. Dia lalu melongok keluar untuk melihat wajah dari orang-orang yang ingin menyakitinya. Setelah itu Elea menatap kearah suaminya.


"Kak Iel, apa aku boleh mengobrol dengan mereka?."


"Tidak!" jawab Gabrielle singkat. Jiwa cemburunya langsung meronta-ronta. "Aku tidak mengizinkanmu bertatapan dengan pria lain!."


"Kalau aku bilang tidak ya tidak, Elea. Jangan membantah atau aku..


Cupp, cupp


Ares memalingkan wajah kearah lain ketika melihat bujukan paling romantis yang di lakukan oleh Nyonya-nya demi mendapat izin dari suaminya. Iri, tentu saja. Ares jadi teringat dengan Cira, gadis cantik tempatnya menambatkan hati.


"Boleh ya Kak, sebentar saja. Hemm?."


Gabrielle tersipu setelah mendapat dua kecupan di bibirnya. Bagai kerbau yang di colok hidungnya dia segera menganggukkan kepala. Gabrielle bahkan tak mempedulikan keberadaan Ares yang tengah menatapnya aneh.


Dengan tangan yang terus di genggam oleh suaminya, Elea memberanikan diri untuk menyapa dua penguntit yang sedang duduk di tanah dengan tangan di piting ke belakang oleh anak buah suaminya.


"Em Paman, siapa yang menyuruh kalian untuk menculikku?."


Senyum Gabrielle luntur ketika mendengar Elea memanggil kedua penguntit ini sebagai Paman. Ingin rasanya dia membakar mereka hidup-hidup.


"Pa, Paman?."


Kedua penguntit itu tercengang. Mereka fikir sekalinya si pemilik mobil keluar mereka akan kembali mendapat bogem mentah seperti tadi. Siapa yang menyangka kalau yang muncul adalah gadis yang sedang mereka awasi, pun memanggil mereka dengan cara yang sedikit,,,,, unik.


Plaakk, plaaakkk

__ADS_1


"Nyonya kami sedang bertanya, cepat jawab!" bentak Ares setelah menempeleng kepala penguntit tersebut.


"Ares, jangan menempeleng kepala Paman-Paman ini. Potong saja langsung" celetuk Elea yang membuat semua orang terbengang kaget.


Gabrielle yang tadinya berwajah masam tanpa sadar tertawa dengan sangat keras. Dia sangat suka mendengar ucapan spontan yang keluar dari mulut istrinya. Sambil mengusap-usap rambutnya, Gabrielle memerintahkan Ares untuk menuruti apa yang di katakan oleh Elea barusan.


"Potong saja, Res!."


"J,j, jangan T,Tuan!."


"Jangan? Kenapa? Paman kan jahat, Paman di suruh oleh si blonde untuk menculikku kan? Ayo jawab!" cecar Elea masih dengan tampang polosnya yang membuat kedua penguntit itu kebingungan untuk membedakan mana ancaman dan mana candaan.


"Jawab!" bentak Ares sekali lagi.


"Astaga, kaget aku!" pekik Elea kemudian mengelus dada.


Sudut bibir Ares berkedut. Nyonya-nya terlihat sangat lucu, berusaha menunjukkan sisi gelap dalam kata-kata polosnya.


"Coba fikirkan istriku lebih lama lagi, Res. Aku jamin setelah itu otakmu akan terburai!" geram Gabrielle.


"Maaf, Tuan Muda!."


"Maaf, maaf... Bosan aku mendengarnya!."


Saat Gabrielle sedang memarahi Ares, tiba-tiba ponsel milik salah satu penguntit berdering. Elea yang sudah sangat penasaran dengan wanita berambut blonde itu segera mengambil ponsel tersebut kemudian menjawabnya. Dia meloudspeaker panggilan itu agar semua orang bisa mendengarnya secara langsung.


"Bagaimana? Apa kalian berhasil menyingkirkan parasit itu?."


Begitu mendengar suaranya, Gabrielle langsung tahu siapa wanita berambut blonde yang di maksud oleh istrinya. Dia lalu meminta ponsel tersebut dari Elea kemudian berbisik di samping telinga salah satu penguntit.


"Katakan pada bos kalian kalau kalian sedang membuntuti mobil kami. Begitu ada celah, kau akan langsung menembak istriku. Jangan berani membangkang kalau kalian masih ingin tetap hidup!."


Dengan bibir gemetaran penguntit itu menyampaikan apa yang di katakan oleh Gabrielle. Dia menelan ludah saat ponsel itu di dekatkan ke telinganya.


"Kami sedang membuntuti Nona Elea, Nona. Begitu ada celah, kami akan langsung menembaknya!."


"Hahahahaha, bagus bagus. Kalau begitu lakukan secepat mungkin dan ambillah hadiah kalian di kantorku. Jangan sampai gagal, ingat itu!."


Setelah panggilan terputus, Gabrielle nampak menyeringai lebar. Dia lalu merangkul pundak Elea kemudian mengajaknya masuk ke dalam mobil.


"Habisi mereka!."


"Baik Tuan Muda!."


🔨🔨🔨🔨🔨🔨🔨


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


__ADS_2