
"Jackson, aku ingin bicara!" ucap Liona ketika dia melihat Jackson yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan.
"Ada apa nyonya?.
Dengan sedikit berdebar Jackson berjalan mendekat kearah ibunya Gabrielle. Entah kenapa perasannya terasa tidak enak. Raut serius di wajah wanita mengerikan ini sepertinya tidak menandakan hal yang baik. Dan Jackson langsung terpikir kearah adiknya.
"Apa benar Elea sudah bersedia untuk melakukan operasi?.
"Iya, nyonya. Berkat Nona Lusi sekarang Elea sudah tidak menolak lagi untuk melakukan operasi ginjal. Ada apa nyonya? Sepertinya ada hal penting yang ingin nyonya sampaikan kepada saya" jawab Jackson menyelidik.
Liona mengangguk. Dia kemudian menyampaikan apa yang sedang di pikirannya. Sambil berbicara, Liona terus memperhatikan ekpresi di wajah Jackson. Dia tahu dokter ini sedang menahan amarah, terlihat jelas karena kedua tangannya terus terkepal.
Tanpa berkata apa-apa Jackson langsung pergi dari sana begitu ibunya Gabrielle selesai bicara. Wajahnya merah padam. Dia berjalan dengan sangat cepat menuju ruangan adiknya.
Brraaakkkk
Gabrielle yang sedang bercanda dengan Elea langsung menatap tajam kearah Jackson yang membuka pintu ruangan dengan sangat kuat. Belum sempat dia bicara, Jackson sudah lebih dulu meringsek masuk ke dalam pelukan istrinya. Ingin marah, tapi Gabrielle urungkan karena Elea menggelengkan kepala tanda kalau dirinya tidak boleh mengganggu dulu. Gabrielle dengan kesal menahan emosinya, dia kemudian melihat kearah lain.
"Dokter, ada apa? Apa ada yang mencuri sarapanmu?" tanya Elea bercanda.
Jackson tergelak. Pikirannya sedang campur aduk malah sang adik menuduhnya kehilangan sarapan. Sungguh sangat miris.
"Aku sedang tidak ingin bercanda, Elea."
"Aku pun,"
"Lalu yang barusan itu apa?" tanya Jackson seraya mengurai pelukannya.
Elea terkekeh. Dia kemudian menutupi kakinya yang semakin membengkak dengan selimut.
"Dokter, sepertinya semua lemak yang aku makan di serap habis oleh kakiku. Sekarang kakiku tidak jenjang lagi, dia kelebihan muatan" ucap Elea mengalihkan pemikiran dokter Jackson yang mulai terlihat sedih saat melihat kondisi kakinya.
"Benarkah? Kalau begitu kita harus secepatnya melakukan sedot lemak. Jika tidak nanti kakimu bisa mengalami obesitas" sahut Jackson ikut masuk dalam kekonyolan adiknya.
Gabrielle terbengang mendengar pembicaraan absurd antara Jackson dengan istrinya. Dia sungguh tidak paham kenapa dua orang ini masih bisa mencandai sesuatu yang terlihat mengerikan di matanya. Sungguh, semakin lama sikap Jackson malah semakin mirip dengan sikap Elea.
"Dokter, apa kau sudah mulai mendekati Kayo? Kau kan sudah janji padaku kemarin" tanya Elea setengah merengek.
"Kayo menolakku, Elea. Dia bilang pria sepertiku tidak cocok untuknya" jawab Jackson.
"Masa sih?.
Elea tak percaya. Dia kemudian mencolek pinggang suaminya.
__ADS_1
"Kak Iel, Kayo belum mempunyai kekasih bukan? Kenapa dia menolak pria setampan dokter Jackson ya? Atau jangan-jangan Kayo menderita katarak muda, makanya dia tidak bisa melihat wajah dokter Jackson dengan baik. Bagaimana pendapat Kak Iel tentang masalah ini?.
Ingin rasanya Gabrielle mengamuk saat Elea menyebut pria lain tampan di hadapannya. Gabrielle kemudian menatap tajam kearah Jackson yang terlihat acuh meski pun dia tahu kalau Gabrielle sedang cemburu.
'Dasar dokter sialan. Awas saja kau Jackson, aku pasti akan membuat perhitungan denganmu karena kau sudah membuat Elea memujimu di hadapanku. Dasar dokter tengik, tunggu saja tanggal mainnya. Huhh!.
"Kak Iel, kenapa malah melotot seperti sedang melihat hantu sih? Aku itu sedang bertanya padamu Kak, ayo jawab!" desak Elea.
"Yang mana yang harus aku jawab, hem?" tanya Gabrielle sembari mengusap pipi istrinya dengan sayang.
"Itu tadi, kata dokter Jackson Kayo menolaknya. Kayo tidak sedang memiliki kekasih kan Kak?.
Gabrielle mengangguk. Dia kemudian menepis tangan Jackson yang hendak meraih tangan istrinya.
"Cari istri sendiri!.
"Lebih enak istri orang" seloroh Jackson dengan sengaja.
"Yakkkkk!.
"Ck, tidak perlu seheboh ini juga, Gab. Aku hanya bercanda saja."
"Hati-hati kalau bicara!" kesal Gabrielle sambil menatap sinis kearah Jackson.
"Diam kau!.
Elea berdecak melihat pertengkaran antara suaminya dan dokter Jackson. Kadar cemburu di diri suaminya makin hari semakin bertambah. Elea sampai bingung sendiri melihatnya.
"Kalian ini seperti anjing dan kucing saja. Selalu saja bertengkar."
"Dia anjingnya, sayang" sahut Gabrielle sambil menunjuk wajah Jackson.
Jackson diam saja. Dia tak tertarik meladeni kegilaan Gabrielle yang sudah over dosis setelah menelan pil cemburu. Jackson kemudian terkenang dengan pembicaraannya dengan Nyonya Liona. Seketika dadanya terasa sangat sesak. Tadi, entah kenapa ibunya Gabrielle memintanya untuk mengundurkan diri sebagai calon pendonor ginjal untuk Elea. Ibunya Gabrielle bilang kalau ada orang lain yang siap untuk menjadi pendonornya. Jackson tentu saja tak terima, karena ini adalah kesempatannya untuk membalas pengorbanan Zhou'er di masalalu.
"Dokter Jackson, ada apa? Apa ada masalah?" tanya Elea yang menyadari ada raut yang tak beres pada diri dokter Jackson.
"Tidak ada apa-apa, Elea. Aku hanya sedang berpikir kenapa Kayo menolakku. Padahal aku sudah menyampaikannya dengan baik kalau aku ingin menikahinya" jawab Jackson berkilah.
Elea tahu, sangat tahu kalau dokter Jackson sedang menutupi sesuatu yang berhubungan dengannya. Dengan satu tangan di genggam oleh suaminya, Elea kemudian menggenggam tangan dokter Jackson dengan maksud memberinya ketenangan. Ikatan antara mereka berdua cukup kuat, jadi Elea bisa merasakan kalau dokter ini sedang gelisah karena sesuatu.
"Dokter, jangan sedih. Nanti aku akan membantumu membujuk Kayo. Kak Iel juga, kami akan sama-sama menghasut Kayo agar bersedia menikah denganmu. Jangan khawatir, oke?.
Gabrielle menelan ludah. Dia sedikit janggal dengan kata-kata Elea yang menyebut ingin menghasut Kayo agar mau menjadi istrinya Jackson. Menghasut gengss, bukan membujuk. 😭
__ADS_1
"Tidak usah, Elea. Kau sedang sakit, lebih baik kau gunakan waktumu untuk istirahat saja. Masalah Kayo biar nanti aku saja yang mengurusnya. Aku pastikan padamu kalau kami berdua pasti menikah. Aku janji!" sahut Jackson sungguh-sungguh.
Biarlah dia bersama Kayo meskipun tak ingin. Semuanya Jackson lakukan hanya demi membuat adiknya merasa bahagia. Perasaannya tidaklah penting, dia tidak peduli bahkan pada perasaan Kayo sekali pun. Jackson egois, dia tahu itu.
"Kalau kau menikahi sepupuku hanya untuk melukainya saja, maka lebih baik kau urungkan saja niatmu itu, Jackson. Aku tahu kau ingin membahagiakan Elea, tapi tidak begini juga caranya. Kayo itu gadis baik-baik, dia berhak mendapatkan suami yang mencintainya. Bajingan sepertimu tidak akan aku biarkan menjadi bagian dari keluarga kami. Ingat itu!" tegur Gabrielle dengan tegas saat dia mendengar isi pikiran Jackson.
Mata Jackson terbelalak. Dia tidak menyangka kalau Gabrielle bisa dengan mudah membaca apa yang sedang dia pikirkan.
"Kau salah, Gab. Aku tidak bermaksud seperti itu!" ucap Jackson berusaha menutupi niat jahatnya pada Kayo.
"Tidak bermaksud bagaimana hah! Aku tahu kalau hatimu itu tidak pernah tertarik pada wanita mana pun. Jadi kau jangan menutupinya hanya demi agar dirimu bisa mendapatkan sepupuku!" teriak Gabrielle semakin emosi. Dia lalu menatap Elea dengan sangat tajam. "Dan kau Elea, apa kau tega mengirim Kayo pada pria yang tidak menginginkannya? Kau tidak boleh egois hanya karena sedang sakit, Elea. Kayo itu sepupuku, aku tidak rela membiarkannya terluka gara-gara keinginanmu itu!.
Tes
"Aku tidak mengirimnya pada pria yang salah, Kak" ucap Elea lirih sambil menangis. Dia begitu kaget saat di bentak oleh suaminya. "Aku melihat Kayo dan dokter Jackson duduk di pelaminan yang sangat indah. Mereka menikah dan hidup bahagia. Aku tidak jahat, aku tidak egois!.
Gabrielle tertegun begitu melihat cairan bening membasahi wajah Elea. Seketika dia langsung tersadar akan kesalahannya.
'Astaga Gabrielle, apa yang kau lakukan pada istrimu? Kau membentaknya dan menuduhnya tanpa alasan. Lihat sekarang, Elea menangis. Kau sudah menyakitinya, Gabrielle. Bodoh!.
Saat Gabrielle ingin meminta maaf pada Elea, tiba-tiba saja ada yang menarik bahunya hingga berputar ke belakang. Kemudian...
Plaaaaakkkkk
"Seumur hidup Ayah, belum pernah sekali pun Ayah membentak ibumu mau pun Nenekmu, Gabrielle. Tapi apa sekarang hah! Kau bajingan Nak, Ayah kecewa padamu!" teriak Greg murka.
"Ibu membesarkanmu dengan penuh kasih sayang, Gabrielle. Berharap kau akan melakukan hal yang sama kepada istri dan anak-anakmu nanti. Tapi kali ini kau sudah sangat keterlaluan, Ibu malu mempunyai anak yang memiliki sikap kasar sepertimu. Ibu kecewa Gabrielle!" imbuh Liona sakit hati melihat kelakuan putranya.
Gabrielle hanya bisa tertunduk lesu sekarang. Dia menyesal karena sudah hilang kendali pada Elea. Harusnya tadi itu dia tidak langsung membentak Elea, dia bisa membicarakan hal itu dengan kepala dingin. Tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur, kedua orangtuanya sudah terlanjur kecewa dan istrinya sudah terlanjur terluka. Dia benar-benar sangat bodoh.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: rifani_nini...
...🌻 FB: Rifani...
__ADS_1