
Gabrielle diam memperhatikan ayahnya yang sedang duduk sambil menikmati minuman kesukaannya. Dia tengah menimang-nimang antara memberitahukan sekarang atau nanti tentang pernikahannya dengan Elea.
'Katakan sekarang saja. Ayah tidak akan mungkin membunuhmu, mungkin hanya mengamuk saja!'.
Mata Gabrielle melirik kearah Grizelle yang sedang sibuk memeriksa berkas pekerjaan. Dia lalu memikirkan saran tersebut.
"Hei, Ayah tahu kalian pasti sedang bergosip di dalam pikiran kalian kan?" tuduh Greg yang heran melihat kedua anaknya saling diam.
"Ayah, aku dan Elea sudah menikah!" ucap Gabrielle langsung.
"Ooh...!" sahut Greg santai. Sedetik kemudian.... "Apaaaa!!".
"Aku dan Elea sudah menikah!" ulang Gabrielle.
Mata Greg mengerjap-ngerjap. Dia menatap bingung kearah putranya yang baru saja membuat pengakuan.
"Menikah? Kau bercanda, Gabrielle!".
"Sebulan yang lalu aku dan Elea mengucap janji suci di hadapan Tuhan, Ayah. Banyak saksinya!" sahut Gabrielle menjelaskan.
"Kau sudah gila ya. Bagaimana bisa kau menikah tanpa memberitahu Ayah dan Ibu. Kau pasti sedang mengerjai Ayah saja kan?" tanya Greg menolak untuk percaya.
Gabrielle menghela nafas. Dia lalu mengeluarkan ponselnya, membuka galeri kemudian memperlihatkan pada ayahnya sebuah video dimana dia dan Elea saling mengucapkan janji suci.
"Sekarang sudah percaya kan?".
Untuk persekian detik Greg di buat syok oleh tindakan putranya. Dia lalu menatap tajam kearahnya.
"Bagaimana bisa putra seorang Greg Ma menikah sesederhana ini? Ayah menolak untuk mengakuinya!" protes Greg jengkel.
Gabrielle terdiam. Dia pikir ayahnya tadi akan menolak Elea, ternyata tebakannya salah.
"Sepertinya kau sudah tidak menganggap keberadaan Ayah dan Ibu sebagai orangtuamu lagi, Gabrielle. Benar begitu?".
Greg,Gabrielle dan Grizelle menoleh kearah pintu dimana ada seorang wanita cantik tengah menatap datar kearah mereka. Bukan, kearah Gabrielle lebih tepatnya.
"Ibu, jangan bicara seperti itu. Aku menikah diam-diam karena khawatir kalian akan menolak kehadiran Elea!" jelas Gabrielle kemudian bergegas menghampiri ibunya. "Maafkan aku Bu!".
Liona tersenyum. Dia lalu memeluk putranya dengan penuh sayang.
"Ibu tidak pernah mempermasalahkan siapapun yang akan menjadi istrimu, Gabrielle. Asalkan dia baik dan bisa mencintaimu dengan tulus, Ibu pasti memberikan restu. Begitu juga dengan ayahmu. Kami membesarkan kalian dengan penuh kasih sayang, tidak ada yang kami harapkan selain kebahagiaan kalian berdua!".
Gabrielle tersenyum.
"Aku terlalu takut kehilangan Elea, Bu. Aku sangat mencintainya".
"Apa dia mencintamu juga?" tanya Liona.
"Belum, tapi aku akan membuatnya mencintaiku Bu. Aku pastikan itu" jawab Gabrielle sungguh-sungguh.
__ADS_1
Gabrielle melepaskan pelukan itu kemudian menarik tangan ibunya untuk duduk bersama ayahnya. Dia lalu melihat kearah Grizelle, adiknya itu tampak tidak peduli dengan keberadaan mereka.
"Grizelle, bisa bergabung sebentar tidak? Tinggalkan dulu pekerjaanmu, ada hal penting yang ingin aku katakan pada kalian semua?!" ucap Gabrielle.
"Baik Kak" sahut Grizelle singkat.
Greg dan Liona menatap lekat kearah Gabrielle.
"Apa yang ingin kau katakan Gab? Apa ada masalah serius?".
"Ayah, Ibu, ini menyangkut masa lalu Elea. Dia sebenarnya bukan anak yatim piatu, ayahnya masih hidup!" ucap Gabrielle serius.
"Apaa?" pekik ketiganya kaget.
"Iya, ayahnya masih hidup. Bryan Young, dia adalah ayah kandung Elea" lanjut Gabrielle serius.
Greg dan Liona saling menatap. Mereka kemudian ingat kalau beberapa waktu lalu pernah bertemu dengan pria itu.
"Gabrielle, Ayah dan Ibu sebelumnya pernah bertemu dengan Bryan saat pulang berziarah dari makam kakek dan nenek kalian. Dia sedang mengunjungi makam anak dan istrinya. Di nisan itu tertulis nama Sandara dan Eleanor Young. Apa kau yakin kalau Elea anaknya Bryan?" tanya Greg bingung.
Gabrielle terhenyak kaget.
"Jadi Nyonya Yura itu istri keduanya Bryan?".
"Entahlah, Ayah tidak tahu. Tapi sepertinya memang iya karena saat itu Bryan menyebut makam yang dia kunjungi adalah makam anak dan istri dari pernikahan pertamanya".
Kening Gabrielle mengerut, dia bingung.
"Jangan terlalu banyak menebak. Lebih baik kau selidiki dulu dengan benar, Gab. Entah mengapa Ibu mempunyai firasat kalau latar belakang Elea itu cukup kuat. Pasti ada alasan besar kenapa dia sampai di asingkan. Terlepas dari dia anaknya Bryan atau bukan!" ucap Liona menengahi.
"Yang Ibu bilang benar, Kak Iel. Dari awal aku bertemu kakak ipar, terlihat jelas kalau kakak ipar memiliki aura kebangsawanan. Dia mungkin terlihat polos, tapi aku yakin otaknya sangat cerdas. Sedikit di asah saja kakak ipar pasti akan menjadi orang besar!" timpal Grizelle.
"Elea memang sangat pintar Bu, Zel. Dia mampu menyelesaikan tugas dari guru lesnya tanpa salah sedikitpun. Padahal dia berhenti sekolah sejak usianya tiga belas tahun. Sangat mustahil seseorang mampu menyelesaikan soal yang di peruntukkan untuk calon mahasiswa, dan ternyata Elea bisa. Dia bahkan tidak terlihat kesulitan saat menjawab soal-soal itu!" tambah Gabrielle.
Ke empat orang itu sama-sama terdiam.
"Bawa dia menemui Ibu" ucap Liona memecah keheningan.
"Rencananya malam ini aku akan membawanya datang berkunjung ke rumah, Bu" sahut Gabrielle.
"Itu bagus. Ibu akan menyiapkan jamuan untuknya nanti!".
Gabrielle mengangguk.
"Ayah dan Ibu tidak marah lagi kan karena aku menikah diam-diam?".
Greg mendengus.
"Ayah tetap tidak terima. Sebagai pihak lelaki, akan sangat memalukan kalau kau tidak mampu memberikan pesta pernikahan yang layak untuk Elea. Apa kata dunia jika mereka tahu kalau pewaris dari Group Ma menggelar pernikahan dengan sangat sederhana. Ayah pasti akan sangat malu!".
__ADS_1
"Sudahlah Greg. Masalah itu bisa kita bicarakan lagi nanti. Gabrielle memiliki alasan sendiri kenapa dia melakukan hal itu. Kau jangan memojokkannya" ucap Liona menengahi.
"Ayah, Ibu, alasan lain kenapa aku menyembunyikan pernikahan ini adalah karena aku tidak ingin keluarga kandung Elea mengetahui keberadaannya. Dari pengakuan pemilik panti tempat tinggal Elea dulu, mereka di paksa oleh orangtuanya Bryan untuk membuatnya menderita. Jadi aku berfikir akan sangat beresiko jika kita mengekspos Elea di depan publik. Aku khawatir mereka akan datang dan melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya!" jelas Gabrielle.
Grizelle yang sejak tadi hanya diam tiba-tiba merespon dengan keras perkataan Gabrielle. Emisinya terpancing keluar.
"Aku akan melenyapkan orang yang berani mengganggu kakak ipar, Kak. Tidak ada seorang pun yang boleh mengusik keluargaku!".
Sadar kalau adiknya terbawa emosi, Gabrielle segera memeluknya. Berusaha menenangkan adiknya yang sedang mengalami tekanan batin.
"Tenanglah, kakak iparmu pasti baik-baik saja. Aku sudah mengatur banyak pengamanan untuknya!".
"Kalau orangtuanya Bryan berani macam-macam, meskipun mereka adalah keluarga kandungnya kakak ipar aku akan tetap menghabisinya. Cukup Bibi Cleo yang menjadi korban dari kecerobohanku Kak. Tidak dengan kakak ipar!" ucap Grizelle dengan nafas memburu.
Liona segera berpindah duduk di sebelah putrinya. Mengusap bahunya pelan, berusaha menyalurkan ketenangan untuk putrinya yang sedang terluka.
"Sayang, jangan khawatir. Kakakmu pasti akan menjaganya dengan baik. Tidak udah cemas ya?".
Perasaan Gabrielle menjadi sedih melihat keadaan adiknya sekarang. Dia kemudian teringat kalau istrinya memiliki kata-kata ajaib yang bisa membuat orang lain tersenyum.
"Mau mengobrol dengan Elea tidak, hm? Sekarang dia pasti sedang sibuk menggambar!" ucap Gabrielle kemudian mengambil ponselnya.
"Menggambar?".
"Iya. Kakak iparmu sangat suka menggambar sesuatu yang aneh. Kau akan terkejut jika melihat hasil karyanya" jawab Gabrielle sembari terkekeh lucu mengingat kelakuan istrinya yang menistakan para binatang unggas.
"Baiklah" sahut Grizelle.
Gabrielle segera menekan nomor istrinya. Dia akan melakukan panggilan video agar kedua orangtuanya juga bisa melihat seperti apa rupa Elea.
"Ayah, istriku sangat cantik. Kau tidak boleh menatapnya terlalu lama!" pesan Gabrielle sambil menatap curiga kearah ayahnya.
"Astaga Hon. Lihat kelakuan anak ini!" protes Greg tak terima.
"Jangan mengeluh, dia mewarisi sikapmu yang sangat pencemburu. Sudah lupa bagaimana dulu kau mencurigai Kak Joysean, Hansen dan juga Mattheo?" sahut Liona santai.
Gabrielle tertawa melihat ayahnya yang langsung keki begitu ibunya membuka mulut. Tak lama kemudian panggilan video itu tersambung. Senyum Gabrielle langsung mengembang melihat wajah cantik yang kini menghiasi layar ponselnya.
"Kak Iel... ".
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...