
"Sayang....."
Gabrielle berteriak memanggil istrinya begitu sampai di rumah. Dia dengan tidak sabaran melepas jasnya kemudian memberikannya pada Nun. "Dimana istriku Nun? Wanita bar-bar itu tidak membawanya lari kan?."
"Tidak, Tuan Muda. Saat ini Nyonya Elea dan Nona Levi sedang berada di dapur. Sejak tadi siang mereka tidak berhenti membuat banyak makanan" jawab Nun.
"Oh, jadi seharian ini mereka berdua membuat kekacauan di dapur?" tanya Gabrielle sambil tersenyum kecil.
"Benar, Tuan Muda. Tapi kali ini Nyonya Elea menang banyak."
Kening Gabrielle mengerut. Dia berbalik kemudian menatap Nun dengan raut wajah penasaran. "Menang banyak bagaimana? Memangnya mereka berdua sedang berlomba?."
"Tidak, Tuan Muda. Biasanya Nona Levi selalu memanfaatkan kepolosan Nyonya dalam berbagai macam hal. Tapi kali ini Nyonya-lah yang memanfaatkannya. Yang sibuk memasak ini dan itu hanya Nona Levi, sementara Nyonya hanya duduk menunggu sambil memberikan beberapa intruksi yang saya rasa sedikit nyeleneh, menyimpang dari masakan yang Nona Levi buat" jawab Nun. "Tapi Tuan Muda, hari ini Nyonya bersikap tidak seperti biasanya. Saya bisa melihat kalau Nyonya tengah menyembunyikan sesuatu hal yang cukup pelik. Beliau bahkan tidak terlihat polos seperti biasanya."
Gabrielle terdiam. Yang Nun katakan hampir sama dengan yang di sampaikan Reinhard di kantor siang tadi. Mereka sama-sama mengatakan kalau Elea memiliki sisi berbeda yang tidak di ketahui oleh orang lain.
"Nun, apakah menurutmu sikap polos yang selama ini Elea tunjukkan hanyalah topeng untuk menutupi dirinya asli?" tanya Gabrielle sembari melanjutkan langkahnya. Dia kemudian duduk di sofa, mengurungkan niatnya untuk menghampiri Elea.
"Saya tidak berani mengatakan iya sepenuhnya, Tuan Muda. Tapi yang jelas, Nyonya Elea tidak sesederhana yang kita lihat selama ini. Jika di perhatikan dengan seksama, setiap kali Nyonya terluka, ekpresi di wajahnya tidak benar-benar menunjukkan seperti orang yang sedang kesakitan. Tatapan matanya datar meskipun bagian wajah yang lainnya mengerut menahan sakit. Tuan Muda, apakah kita telah melewatkan sesuatu yang sangat penting tentang masa lalu Nyonya Elea?" jawab Nun.
Sebagai orang yang menyelidiki masa lalu dari istri Tuan Muda-nya, Ares merasa sedikit bingung. Dia sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari semua hal yang berhubungan dengan Nyonya-nya sampai ke yang terkecil sekalipun. Tapi setelah mendengar perkataan Nun, dia jadi merasa ragu.
'Apa iya aku sudah melewatkan sesuatu yang sangat penting tentang Nyonya Elea? Tapi apa?.'
"Aku tidak tahu Nun, tapi akan segera tahu. Dan kau Ares, kali ini kau gagal. Sepertinya anak buahmu tidak benar-benar menyelidiki masa lalu istriku" sindir Gabrielle sambil melirik kearah Ares yang sedang terdiam bingung.
"Maafkan saya, Tuan Muda" sahut Ares merasa bersalah. "Setelah ini saya akan kembali menyelidiki masa lalu Nyonya. Saya sendiri yang akan turun tangan!."
"Tidak perlu!" sahut Gabrielle mencegah keinginan Ares. "Biar aku saja yang akan mencari tahu. Keanehan-keanehan ini semakin membuatku penasaran tentang siapa Elea sebenarnya. Dan satu-satunya jalan untuk mengetahui semua itu ya hanya dengan mendengarnya langsung dari mulutnya. Entah kapan waktunya aku yakin suatu saat Elea pasti akan bicara!."
"Kak Iel sudah pulang?."
Nun, Ares, dan Gabrielle tersentak kaget saat mendengar suara orang yang sedang mereka bicarakan. Ketiganya lalu menoleh kearah gadis kecil yang sedang berdiri sambil menatap kearah mereka.
__ADS_1
"Kalian kenapa melihatku seperti itu? Ada yang aneh ya dengan wajahku?" tanya Elea bingung melihat reaksi ke-tiga pria di depannya.
"Oh, tidak sayang. Kau muncul tiba-tiba jadi kami merasa kaget" jawab Gabrielle kemudian bergegas menghampiri istrinya. "Kau sedang apa, hm? Kenapa tidak datang saat aku memanggilmu tadi?."
Elea segera masuk ke pelukan suaminya. Mengendus aroma wangi tubuhnya yang selalu membuat Elea merasa nyaman. "Aku sedang sibuk membuat cemilan di dapur bersama Kak Levi, Kak. Maaf ya."
Gabrielle mengangguk kemudian menciumi puncak kepala istrinya dengan sayang. Mencoba mengesampingkan rasa penasarannya pada gadis kecil yang sekarang berada di dalam pelukannya.
"Oh ya sayang, malam ini Ibu meminta kita berdua untuk datang ke rumah mereka. Seluruh keluarga besar berkumpul, Ayah dan Ibu berniat mengenalkanmu secara resmi sebagai anggota Keluarga Ma yang baru. Kau mau kan?" tanya Gabrielle menyampaikan pesan ibunya.
Di balik pelukan itu, Elea nampak tersenyum haru. Matanya berkaca-kaca. "Aku mau Kak, mau sekali. Akhirnya aku memiliki keluarga juga. Aku akan memiliki banyak orang-orang baik di sekitarku, aku tidak perlu merasa takut lagi."
Gabrielle, Ares, dan Nun saling melirik begitu mendengar ucapan gadis kecil ini. Terdengar sedikit janggal, namun mereka memutuskan untuk membiarkannya terlebih dahulu.
"Kenapa kau harus merasa takut sayang. Memangnya ada yang ingin menyakitimu ya?" tanya Gabrielle mencoba mengulik sesuatu dari istrinya.
Senyum di bibir Elea memudar. Dia lalu menengadahkan wajah, menatap suaminya dengan sorot mata yang sulit untuk di artikan. "Kak Iel..?."
"Hemm, ada apa?" sahut Gabrielle.
'Kau bohong sayang, bukan itu yang sebenarnya ingin kau katakan. Elea, ada apa? Apa yang sedang kau sembunyikan dariku? Apa itu sebuah luka, atau sebuah rahasia besar yang takut untuk kau ungkapkan? Tolong segeralah jujur padaku sayang, aku tidak suka bertanya-tanya seperti ini tentangmu!.'
"Aku yang beruntung bisa menikah dengan gadis cantik sepertimu sayang. Kau itu hanya ada satu di dunia, dan di ciptakan hanya untuk menjadi istrinya Gabrielle saja" imbuh Gabrielle menanggapi pujian istrinya.
"Kak Iel, kau benci orang yang suka berbohong tidak?" tanya Elea penuh maksud.
Sebelah alis Gabrielle terangkat keatas. "Kenapa bertanya seperti itu, hem?."
Tatapan mata Elea menyendu. Tapi sedetik kemudian menjadi datar, dan kembali lagi menjadi sendu. Membuat Gabrielle yang sedang memperhatikannya semakin merasa yakin kalau ada yang tidak beres dengan istrinya. Dengan penuh sayang Gabrielle membelai wajah Elea, berusaha menyalurkan ketenangan agar istri kesayangannya ini mau bicara jujur.
"Aku lelah, Kak Iel. Rasanya pundakku seperti akan patah."
Elea tersentak kaget setelah bicara seperti itu. Dia lalu menoleh kearah samping, tidak berani menatap wajah suaminya.
__ADS_1
Sementara Gabrielle, wajahnya terlihat dingin. Bukan marah, tapi dia merasa gagal memahami penderitaan istrinya. Elea mengeluh sampai menyebut jika pundaknya seperti akan patah, mungkinkah ada beban besar yang di tanggungnya selama ini?."
"Sayang, kenapa tidak menjawab pertanyaan dari suamimu ini hem? Apa maksud perkataanmu tadi?" tanya Gabrielle mengalihkan pembicaraan.
Biarlah seperti ini dulu. Gabrielle tidak ingin membuat istrinya semakin merasa tertekan. Dia lebih memilih untuk bersabar menunggu Elea menceritakan sendiri beban yang di rasakannya.
"Em itu Kak Iel, aku, aku sering berbohong. Aku, sebenarnya, aku selalu merasa lapar dan sering mencuri buah dari kulkas. Tapi aku tidak berani bilang" elak Elea.
Gabrielle tertawa. Dia lalu menangkup wajah Elea kemudian menciuminya dengan gemas. "Astaga sayang, aku kira apa. Kalau kau merasa lapar, minta Lusi untuk membuatkan makanan untukmu. Tidak perlu kau sampai mencuri buah yang ada di kulkas. Semua makanan yang ada di rumah ini bebas untuk kau nikmati sayang, mengerti kan?."
"Boleh begitu ya Kak?" tanya Elea dengan tampang polosnya.
"Tentu saja boleh" jawab Gabrielle. "Ya sudah, lebih baik sekarang kita bersiap untuk pergi ke rumah Ibu. Mereka pasti sudah menunggu kedatangan kita berdua!."
"Baik Kak" sahut Elea patuh.
Elea segera mengalungkan tangan ke leher suaminya saat tubuhnya di gendong. Kebiasaan yang selalu Elea sukai dimana suaminya tak pernah lelah memanjakannya.
"Kenapa menatapku seperti itu hem? Terpesona dengan ketampanan suamimu ya?" ledek Gabrielle yang menyadari kalau sejak tadi Elea terus menatapnya.
"Iya" ucap Elea jujur.
Gabrielle terkekeh mendengar betapa jujurnya Elea. Saat di dalam lift, Gabrielle menyempatkan diri untuk menikmati bibir ranum istrinya. Pemanasan sebelum mengajak istrinya yang cantik ini bercinta di kamar mandi.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...