Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Akar Masalah


__ADS_3

"Sayang, ada apa?" tanya Gabrielle bingung melihat raut wajah istrinya yang terlihat gelisah.


Elea menoleh.


"Aku tidak ingin Patricia mati, Kak."


"Kenapa begitu? Bukankah akan jauh lebih baik jika parasit sepertinya musnah dari muka bumi ini?.


"Tapi aku tidak ingin dia mati. Aku mau Patricia tetap hidup untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kematian terlalu mudah untuknya, aku takut dia akan kembali terlahir sebagai orang jahat" jawab Elea. "Kak, jangan biarkan Paman Gleen menjadikan Patricia sebagai manekin. Takdir itu seharusnya bisa di rubah kan? Aku tidak mau Patricia mati, aku ingin dia tetap hidup!.


Gabrielle menatap lekat ke manik mata istrinya. Sungguh, dia di buat bingung oleh keinginan Elea yang entah kenapa seperti tidak menginginkan kematian Patricia.


"Alasanmu masih kurang meyakinkan aku, sayang. Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Gabrielle penuh selidik.


Elea terdiam. Namun dia tidak melepaskan tatapan matanya dari netra hitam milik suaminya. Memang benar kalau Elea sebenarnya sedang menyembunyikan sesuatu, tapi dia terlalu takut untuk mengatakan hal itu pada suaminya.


"Sayang, kau bilang di antara kita tidak boleh ada rahasia. Lalu kenapa sekarang kau tidak mau bicara jujur, hm? Katakan saja, aku janji tidak akan marah" ucap Gabrielle yang menyadari ada raut ketakutan di manik mata istrinya.


"Benar tidak marah?" tanya Elea meyakinkan.


Gabrielle mengangguk kemudian mengelus pipi istrinya.


"Katakan padaku apa yang sebenarnya kau inginkan."


"Kak Iel, aku tahu apa yang di perbuat oleh Patricia sudah sangat kelewatan. Kakak ingat tidak dengan perkataanku kalau di setiap kesalahan pasti ada alasan kuat yang mendasarinya?.


"Tentu saja kau ingat, sayang. Lalu apa hubungannya hal itu dengan kejahatan yang di lakukan Patricia?" tanya Gabrielle penasaran.


Elea tak langsung menjawab pertanyaan suaminya. Dia berbalik, menatap kearah ruangan dimana ibu sambungnya tengah di rawat.


"Kak Iel... Bibi Yura dan Kakek Karim selama ini sangat menyayangi Patricia. Mereka memperlakukannya dengan begitu baik meskipun dia hanya anak angkat. Tapi Ayah, dia selalu mengabaikan keberadaan Patricia, dia menganggap kalau Patricia hanyalah orang lain. Aku memang tidak tahu apa yang di rasakan olehnya, tapi aku yakin apa yang dia lakukan sekarang adalah buah dari kekecewaan yang dia dapat dari pengabaian Ayah. Patricia menjadi jahat karena Ayah, dia menjadi serakah karena merasa terbuang. Ini alasannya Kak, ini alasan di balik semua kejadian ini. Patricia memang salah, tapi kesalahan itu sebenarnya terlahir dari orang lain. Yaitu Ayah Bryan, dia yang telah menciptakan semua kekacauan ini!.

__ADS_1


Bryan yang saat itu baru saja datang nampak tertegun begitu mendengar perkataan Eleanor. Benaknya mulai bertanya-tanya. Benarkah dia yang menyebabkan semua kekacauan ini?.


"Kak Iel, Patricia itu sebenarnya tidak jahat. Dia hanya terjebak di dalam keputus-asaan saja" imbuh Elea lagi.


"Tapi dia berniat membunuhmu dan juga Bibi Yura sayang. Hal ini sudah cukup membuktikan kalau dia itu berhati iblis. Oke aku masih bisa menerima kalau dia hanya ingin membunuhmu, tapi Bibi Yura. Dia adalah orang yang telah merawatnya sejak orangtuanya meninggal. Tidakkah menurutmu itu sudah sangat kelewatan? Patricia berniat menghabisi nyawa orangtuanya sendiri, dia ingin membunuh wanita yang begitu meyayanginya. Tidak Elea, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi keinginanmu. Dia...


Ucapan Gabrielle terhenti ketika dia mendengar suara hati seseorang. Dengan cepat Gabrielle berbalik badan, dia terkejut mendapati ayah mertuanya sedang berdiri melamun di belakangnya.


"Ayah, apa yang sedang Ayah lakukan? Sejak kapan Ayah ada disana?" cecar Gabrielle.


Bryan terkesiap. Setelah tersadar dari keterkejutannya, Bryan bergegas menghampiri putri dan menantunya. Sebelum berbicara, dia terlebih dahulu melihat kearah ruangan dimana istrinya di rawat. Ada perasaan bersalah yang begitu besar saat dia terngiang dengan ucapan putrinya barusan.


'Yura, Patricia, apakah benar aku yang menyebabkan kalian berdua jadi seperti ini? Sesalah itukah aku pada kalian berdua hingga kalian mempunyai keinginan untuk saling menyakiti?.


"Ayah, aku tahu Ayah pasti sudah mendengar semua perkataanku tadi. Benar kan?" tanya Elea sembari mengusap punggung ayahnya yang sedang termenung.


"Eleanor, Ayah yang salah ya?.


Sudut bibir Gabrielle berkedut. Istrinya ini terlalu terus terang saat menjawab pertanyaan ayah mertuanya. Sungguh hanya istrinya saja yang sanggup berbicara seenteng itu tanpa perlu repot-repot mempedulikan perasaan orang yang mendengarnya.


"Ayah, Mama Sandara pasti merasa sangat kecewa melihat apa yang sudah Ayah perbuat pada Bibi Yura dan juga Patricia. Aku tahu selama ini Ayah tidak pernah memberikan hak sebagai seorang istri pada Bibi Yura, Ayah tak pernah menganggap ketulusan yang sudah dia lakukan. Begitupun Patricia. Ayah tak mempedulikan keberadaannya, Ayah tak benar-benar menganggapnya sebagai putri Ayah. Keegoisan inilah yang membuat kedua orang ini memiliki niat untuk menyingkirkan aku. Mereka takut Ayah akan berpaling dan membuang keduanya. Tidakkah Ayah sadar disini Ayah lah orang yang paling bersalah? Ayah menjebak Bibi Yura dan Patricia ke dalam lubang hitam yang menakutkan. Ayahlah yang menghidupkan monster jahat di pikiran mereka berdua. Ayah pria yang kejam, Ayah bukan pria yang baik untuk kami semua!.


Mata Elea berkaca-kaca setelah meluapkan isi hatinya. Sebagai sesama wanita, Elea jelas tahu apa yang di rasakan oleh ibu sambungnya dan juga Patricia. Dia tahu betapa sedihnya ketika keberadaan mereka tak di anggap karena di kehidupannya dulu Elea sudah pernah merasakannya.


"Eleanor, Ayah..Ayah...


Suara Bryan tercekat. Luapan hati putrinya seperti tamparan yang begitu menyakitkan.


"Ayah, tolong maafkan kesalahan Bibi Yura dan Patricia ya. Beri mereka pengampunan, kasihan mereka Ayah. Mereka tidak sepenuhnya bersalah!" ucap Elea memohon. "Kita sudahi semua ini ya. Saling memaafkan jauh lebih baik daripada saling menyakiti dan tersakiti. Aku tidak apa-apa, aku tidak mau menjadikan masalah ini sebagai beban yang bisa memicu timbulnya rasa sakit hati yang lainnya lagi. Ayah mau kan memaafkan Bibi Yura dan Patricia? Demi aku Yah, aku mohon!.


Greeeepppp

__ADS_1


Bryan langsung memeluk Eleanor kemudian terisak lirih. Benarkah ini putrinya yang berusia sembilan belas tahun?.


"Hikssss sayang, maafkan keegoisan Ayah Nak. Ayah salah, Ayah tidak sadar kalau selama ini Ayah sudah ikut andil menyeretmu ke dalam jurang permasalahan. Ayah salah Eleanor, Ayah sangat bodoh!" isak Bryan setelah menyadari kesalahannya.


Gabrielle begitu terharu melihat istri dan ayah mertuanya saling berpelukan. Jujur saja, Gabrielle sebenarnya cemburu karena istrinya di peluk oleh pria lain. Namun untuk kali ini dia tidak akan mempermasalahkan hal tersebut. Gabrielle kemudian tersenyum ketika Elea menatapnya.


"Kau sudah mengambil keputusan yang sangat bijaksana, sayang. Aku sangat bangga padamu" ujar Gabrielle lirih.


Elea dengan penuh kasih mengusap punggung ayahnya yang masih terisak di pelukannya. Dia lega karena akar dari permasalahan ini telah terpecahkan. Elea berharap setelah ini tidak akan ada lagi masalah yang muncul dalam hidupnya. Dia ingin hidup bahagia bersama dengan ibu sambungnya dan juga Patricia.


"Semua masalah ini sudah usai, Ayah. Janji ya nanti Ayah jangan memarahi Bibi Yura. Dia begitu baik, dia juga sangat tulus menyayangi Ayah. Jangan sia-siakan Bibi Yura lagi Yah, berilah dia kebahagiaan yang sudah seharusnya dia terima. Ya?" bujuk Elea sembari menggenggam tangan ayahnya setelah pelukan mereka terlepas.


"Apa itu akan membuatmu bahagia?" tanya Bryan.


"Iya Ayah. Aku akan sangat bahagia jika kita semua bisa hidup rukun dan saling menyayangi. Selama ini aku hidup sendirian tanpa kasih sayang, jadi aku sangat berharap bisa mempunyai keluarga yang utuh, keluarga yang bisa menyayangiku selalu" jawab Elea penuh harap.


Bryan tersenyum. Dia kemudian menganggukkan kepala.


"Kalau begitu Ayah akan mengabulkan keinginanmu, sayang. Begitu Ibumu sadar, Ayah akan langsung meminta maaf padanya. Nanti Ayah juga akan menemui kakakmu untuk meminta maaf, Ayah ingin memperbaiki semuanya. Demimu Nak, Ayah pasti akan melakukannya!.


Gabrielle dengan cepat mengirim pesan pada Junio untuk membatalkan niatnya yang ingin menjadikan Patricia koleksi manekin di rumahnya. Dalam hatinya, Gabrielle sangat berharap kalau kedua pria itu belum melakukan apapun terhadap diri Patricia.


'Semoga saja aku belum terlambat untuk menyelamatkan Patricia. Bisa gawat nanti kalau Elea sampai merajuk karena hal ini.'


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


__ADS_2