
Setelah puas mengobrol, Reinhard memaksa Levi untuk segera kembali ke rumah. Calon istrinya ini masih membutuhkan banyak waktu untuk istirahat, dan untungnya kali ini Levi patuh setelah di bujuk oleh Elea akan di ajak berbelanja besar setelah sembuh.
Dan sepeninggal Levi dan Reinhard, Gabrielle membawa Elea pergi ke perusahaan. Dia ingin melihat seberapa jauh kecerdasan istrinya ini dalam memahami berkas-berkas yang selalu membuatnya sakit kepala.
"Kak Iel, apa hari ini aku akan menjadi sekertaris lagi?" tanya Elea ketika sedang berada di dalam lift perusahaan.
"Iya, tapi yang utama kau tetaplah menjadi istriku" jawab Gabrielle gemas dengan pertanyaan istrinya. "Sayang, suamimu ini mempunyai perusahaan yang sangat besar. Rasanya akan sangat senang kalau kau bisa membantuku menyelesaikan beberapa pekerjaan di sini."
"Memangnya Kak Iel sudah tidak bisa berfikir lagi ya? Dan juga Ares, bukankah kalian berdua adalah tim yang sangat hebat?.
Ares menarik nafas lega karena tidak terjebak dalam bahaya besar ketika namanya di sebut. Sungguh, berada di sekitar Nyonya Elea benar-benar membuat andrenalin Ares serasa di pacu kencang. Ibarat kata dia seperti sedang menaiki Rollcoster, nyawanya selalu naik-turun setiap kali nyonya kecilnya membuka suara.
"Bukannya kami sudah tidak bisa berfikir, hanya saja akan jauh lebih menyenangkan lagi kalau kau ada di sini bersamaku. Kau tahu kan kalau sekarang Ares sudah mempunyai kekasih? Jadi aku ingin memberinya sedikit waktu supaya bisa memiliki waktu luang bersama Cira" jawab Gabrielle beralasan.
'Tuan Muda, kapan anda pernah bicara seperti itu kepada saya? Akan sangat mengharukan kalau anda benar-benar memberikan waktu khusus bagi saya untuk bersama Cira. Hmm, lagi-lagi namaku di jadikan alasan. Nasib-nasib.'
Gabrielle setengah mati menahan diri agar tidak tertawa saat mendengar apa yang sedang di pikirkan oleh Ares. Dia kemudian memeluk pinggang Elea ketika pintu lift terbuka. Menatap dengan sangat tajam kearah para penjaga yang sedang berjaga di dekat ruangannya.
"Waahh, berarti sekarang semua orang sudah mempunyai pasangan ya Kak. Hebat sekali" ucap Elea senang.
Gabrielle berbalik ketika Ares ingin ikut masuk ke ruangannya.
"Berikan tasnya padaku. Kau kembalilah ke ruanganmu."
"Baik Tuan Muda."
Ares segera memberikan tas yang dia bawa kemudian pergi dari ruangan tersebut. Dia menghembuskan nafas lega karena bisa terhindar dari pasangan yang selalu saja membuatnya merasa terjepit. Sebelum mulai memeriksa pekerjaan, Ares terlebih dahulu mengirimkan pesan untuk Cira. Dia tersenyum ketika menyematkan emotikon love di dalam pesan yang dia kirim.
"Makanlah yang banyak, jangan sampai sakit. Duniaku bisa menggelap kalau kau terluka."
__ADS_1
Di dalam ruangan, Gabrielle meminta Elea untuk duduk di atas pangkuannya. Dia lalu membuka sebuah berkas, kemudian meminta Elea untuk membacanya.
"Coba katakan padaku dimana letak kesalahan yang ada di dalam berkas ini. Aku akan memberimu hadiah jika jawabannya benar."
"Baik Kak, tapi aku akan bernegosiasi dulu mengenai hadiahnya. Bagaimana?" tawar Elea.
"Silahkan Nyonya Ma, waktu dan bibir di persilahkan" jawab Gabrielle usil.
"Ishh, apalah Kak Iel ini."
Gabrielle terkekeh. Dia lalu menatap seksama ke wajah Elea saat dia ingin berbicara.
"Kak Iel harus membelikan aku sebuah kalung berlian."
"Negosiasi di terima."
Hanya berlian, itu bukanlah hal yang sulit untuk seorang Gabrielle.
"Tidak masalah" sahut Gabrielle. "Apaa??? Ke-kenapa mereka?.
Elea tersenyum kikuk.
"Karena mereka adalah separuh aku, Kak. Mereka akan sangat marah kalau tidak di belikan juga."
"S-separuh aku???...
Jiwa pencemburu Gabrielle langsung menguar. Dia mendengus, menyender di kursi kebesarannya sambil memejamkan mata. Sungguh, Gabrielle benar-benar sangat jengkel karena Elea menganggap Lusi dan Levi sebagai separuh dari hidupnya. Lalu dia di anggap apa kalau sebagian hidup istrinya sudah di kuasai oleh orang lain? Seketika timbul keinginan Gabrielle untuk menculik dan mengirim kedua wanita itu pergi jauh dari negara ini.
"Jangan merajuk lah. Kalau mereka adalah separuh aku, maka Kak Iel adalah segala-galanya. Cinta, kasih sayang, perasaan, hati, dan juga tubuhku semuanya milik Kak Iel. Jadi Kakak tidak perlu cemburu pada mereka" hibur Elea yang sadar kalau suaminya marah.
__ADS_1
"Sayang, kenapa harus di bagi sih?" protes Gabrielle masih tak terima.
"Astaga, Kak Iel pelit sekali sih. Ingat Kak, kata orang, orang yang suka pelit nanti kuburannya sempit. Memangnya Kakak mau di jepit bumi?.
Bulu kuduk Gabrielle langsung berdiri mendengar ancaman yang begitu mengerikan. Dia kemudian meminta Elea untuk segera fokus pada tugas yang dia beri. Sementara Gabrielle sendiri, dia segera browsing di internet apakah benar orang yang pelit makamnya akan menyempit. Gabrielle benar-benar di buat keki oleh perkataan istrinya tadi.
"Hasil laporan ini tidak akurat, Kak. Jelas tertera kalau di sini pembagian keuntungan antara Group Ma dengan Colum Group adalah 56:44. Tapi kenapa jumlah keuntungan yang masuk ke Group hanya kisaran 49% saja. Ada penggelapan dana Kak, ada kecurangan di sini!" ucap Elea dengan sangat serius.
"Kau yakin ada penggelapan dana?" tanya Gabrielle dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Iya Kak. Coba lihat, data-data yang masuk ke sini semuanya berbeda dengan data yang di tulis oleh karyawan Group Ma. Owhh tidak, bukan Colum Group yang menggelapkan dana, tapi ini adalah perbuatan orang dari bagian keuangan. Astaga Kak, ada koruptor di perusahaan ini" jawab Elea heboh begitu dia menemukan kejanggalan dalam berkas yang dia baca. "Ya Tuhan, kenapa mereka tega sekali memanipulasi jumlah pengeluaran dari yang seharusnya. Ckck, uang benar-benar bisa membuat orang lain menjadi gelap mata. Sangat mengerikan!.
Gabrielle mengambil berkas dari tangan Elea kemudian memutar tubuhnya hingga menghadap ke belakang. Dengan penuh perhatian Gabrielle meyelipkan anak rambut ke belakang telinga Elea lalu mencium keningnya lama.
"Sayang, aku benar-benar sangat beruntung memilikimu. Kau cantik, baik, dan juga pintar. Apa yang kau katakan mengenai berkas tersebut adalah benar. Ada karyawan di perusahaan ini yang mencoba mengambil keuntungan dengan mengkambing hitamkan Colum Group seolah mereka melakukan penggelapan dana dalam proyek yang sedang kita garap. Tapi kau tenang saja, sekarang masalahnya sudah beres. Kesalahpahaman antara Group Ma dan Colum Group sudah terselesaikan, dan karyawan yang melakukan kecurangan itu juga sudah mendapat hukuman yang setimpal."
Sebenarnya, berkas yang tadi di baca oleh Elea adalah berkas beberapa tahun lalu yang sengaja di pilih Gabrielle untuk mengetes ketelitian Elea dalam mendalami sebuah permasalahan yang biasa terjadi di dalam pekerjaan. Awalnya Gabrielle cukup yakin kalau istrinya ini tidak akan mampu menemukan kejanggalan dalam laporan tersebut, tapi siapa sangka Elea malah langsung bisa menemukan titik permasalahannya. Sungguh, Gabrielle benar-benar terberkati memiliki seorang istri yang ternyata juga lumayan jenius dalam urusan bisnis.
"Syukurlah kalau memang masalahnya sudah beres, Kak. Huftt, aku kaget sekali tadi. Tidak kusangka di perusahaan Kakak ada juga orang yang berani melakukan tindak korupsi. Memangnya orang itu tidak takut ya pada Ares? Dia kan galak sekali" sahut Elea lega setelah mendengar penjelasan dari suaminya.
"Sayang, seseorang tidak akan merasa takut pada siapapun lagi jika sudah berhubungan dengan uang. Ada beberapa dari mereka yang bahkan rela menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan kertas bernilai yang bisa mereka gunakan untuk bersenang-senang. Aku pernah mendengar Ibu berkata kalau uang itu bisa menghancurkan ikatan darah. Entah itu antara saudara kandung, atau yang lebih buruk lagi adalah mereka yang tega menghabisi nyawa orangtuanya sendiri hanya demi harta warisan. Memang benar kalau uang bisa mendatangkan kebahagiaan, tapi jika kita tidak mempergunakannya dengan baik maka hidup kita dan orang-orang di sekeliling kita juga akan hancur gara-gara uang. Kau paham kan arti dari perkataanku, hem?.
Elea mengangguk. Dia kemudian meminta izin pada suaminya untuk ikut membantu memeriksa berkas yang lain. Gabrielle yang melihat antusias Elea tentu saja mengizinkan. Mereka berdua akhirnya sama-sama larut dalam berkas pekerjaan dengan kondisi Elea yang masih duduk di atas pangkuan Gabrielle. Sungguh keposesifan dan juga keromantisan yang sangat hakiki.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Rifani...