Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Trik Jahat


__ADS_3

Saat di ruang tamu sedang terjadi kegaduhan karena Clarissa yang tiba-tiba pingsan, di kamar lain Kimmy tengah mengomel tidak jelas bersama dengan putranya. Dia sibuk mengutuki Levi yang terus saja membuat mereka terpojok. Dan di sini Kimmy-lah yang paling parah menerima hinaan dari Levi, semua rahasianya di bongkar dengan sangat telak oleh gadis itu.


"Kurang ajar, berani-beraninya dia mempermalukan Mama di depan semua orang!" gerutu Kimmy sambil berkacak pinggang. "Kita tidak boleh diam saja, Fulgi. Gadis sialan itu harus mendapat ganjaran karena sudah berani mengolok-olok kita berdua tadi!."


"Tidak perlu marah-marah seperti ini, Ma. Aku sudah mengatur sebuah kejutan kecil untuknya!" sahut Fulgi kemudian menyeringai licik.


"Kejutan? Apa maksudmu?" tanya Kimmy penasaran.


Fulgi tersenyum. Dia kemudian menggandeng tangan Mama-nya lalu mengajaknya duduk di sofa.


"Aku sudah mengatur orang untuk mengawasi Levi selama dia masih berada di Paris. Begitu ada celah, orang-orangku akan langsung menculiknya kemudian menjadikan dia sebagai model video panas yang akan kita sebarkan ke publik. Bukankah tadi dia begitu sombong menyebut dirinya sebagai putri dari keluarga bangsawan yang memiliki attitude sangat baik, iya kan?."


Seringai muncul di bibir Kimmy setelah dia mendengar rencana hebat putranya. Dengan bangga dia menghadiahi Fulgi sebuah ciuman di pipinya.


"Mama sangat bangga memiliki anak yang sangat cerdas sepertimu, Fulgi. Ya meskipun Papa-mu tak sehebat orang-orang, tapi setidaknya kau tidak menuruni kebodohannya. Kau pintar dan sangat licik!."


"Sebenarnya Mama ini sedang menghinaku atau sedang memujiku sih? Kenapa kedengarannya sedikit aneh ya?" sindir Fulgi sambil memicingkan mata.


"Aiya, Mama hanya bercanda sayang. Sudahlah, jangan bahas Papa-mu yang bodoh itu, buang-buang waktu kita saja!" sahut Kimmy mengelak.


Fulgi mendengus. Dia kemudian tersenyum saat teringat dengan wajah cantik Elea. Jujur saja, Elea adalah gadis pertama yang sanggup membuat hatinya bergetar, sanggup membuat Fulgi langsung terfikir untuk memilikinya.


"Kenapa kau senyum-senyum seperti itu? Kau tidak gila kan sayang?" tanya Kimmy heran melihat tingkah putranya.


"Ma, aku akan merebut Elea dari tangan Gabrielle!" jawab Fulgi.


"Whaaaaattttttt......!."


"Aku tidak peduli meskipun harus merusak pernikahan mereka. Aku menginginkan Elea, apapun yang terjadi dia harus menjadi milikku!" lanjut Fulgi dengan wajah serius.


"Kau gila, Fulgi!" bentak Kimmy tak habis fikir. "Mama tidak akan pernah mengizinkanmu mendekati gadis sialan itu. Mama tidak sudi mempunyai menantu yang di dalam tubuhnya mengalir darah milik Clarissa. Mama tidak sudi!."

__ADS_1


"Ma Ma, kau ini bodoh atau bagaimana. Aku menginginkan Elea bukan tanpa alasan kalau Mama mau tahu. Benar kalau aku sudah jatuh cinta padanya, tapi apa yang akan aku dapatkan nanti semakin membuatku yakin untuk memilikinya. Mama salah jika berfikir aku hanya tergila-gila pada Elea saja. Seorang Fulgi Alexander Wu tidak akan semudah itu menjatuhkan hati jika tidak memberinya keuntungan!" ucap Fulgi sambil tersenyum jahat.


Kening Kimmy mengerut. Dia menatap lekat wajah putranya. "Beritahu Mama apa yang sedang kau rencanakan, Fulgi. Kalau itu memang membawa keuntungan untuk kita berdua, Mama dengan berat hati akan memberimu izin mendekati Elea. Tapi jika tidak, menangis darahpun Mama tidak akan membiarkan kalian bersama. Mama akan menjadi orang pertama yang menentang keinginan gilamu itu!."


Fulgi terbahak-bahak mendengar ancaman wanita yang telah melahirkannya. Jari telunjuknya kemudian terulur mengusap wajah ibunya yang masih mulus terawat. Dia lalu mengucapkan sebuah peringatan yang langsung membuat tubuh ibunya menegang kaku.


"Mama-ku tersayang, jangan coba-coba menyentuh wanitaku kalau kau belum ingin masuk ke lubang kubur. Aku menyukai Elea, dan aku pasti akan mendapatkannya. Jika Mama berani mengusiknya apalagi menghalangi rencanaku, Demi Tuhan aku akan membunuh Mama dengan tanganku sendiri. Percayalah, Mama tahu bukan kalau aku tak pernah main-main dengan ucapanku?."


Gluuukkkk


Kimmy menelan ludah begitu mendengar ancaman kejam yang terlontar dari mulut putranya. Ya, Kimmy tahu benar kalau Fulgi bukanlah tipe orang yang akan mempermainkan ucapannya sendiri. Hal itu juga yang menyebabkan Kimmy tak pernah sekalipun berani mencampuri urusan Fulgi.


"Ekhmmm, Mama tidak bermaksud ikut campur dengan urusanmu. Mama hanya tidak suka saja kalau kau bersama dengan wanita yang berasal dari keturunan Clarissa. Kau tahu sendiri bukan kalau Mama-nya Elea itu tidak mempunyai Papa saat di lahirkan? Bisa jadi Elea juga mengalami nasib serupa seperti Mama-nya!."


"Persetan dengan semua itu Ma, aku tidak peduli. Coba Mama pikir, jika seandainya aku bisa memiliki Elea, itu artinya semua kekayaan milik Kakek akan menjadi milik kita juga. Mama bisa bersenang-senang sepuasnya, dan aku bisa hidup bahagia bersama Elea. Apa Mama masih berniat untuk menolaknya setelah mengetahui hal ini, hem?."


Kimmy terperangah syok. Dia tidak percaya kalau putranya telah menemukan kunci harta karun yang selama ini mereka cari-cari. Di barengi senyum licik yang penuh kejahatan, Kimmy segera menyuarakan dukungannya untuk menyemangati Fulgi mendapatkan Elea.


"Ckck, Mama tidak menyangka kau bisa menemukan ide brilian seperti ini sayang. Baiklah karena niatmu bisa mendatangkan banyak keuntungan untuk kita berdua, maka Mama memberi restu padamu. Segeralah, segera miliki Elea secepat mungkin. Rebut dia dari Gabrielle. Dengan begitu kita tidak perlu susah payah lagi berurusan dengan pria yang akan segera menjadi mantan suami Elea. Hahhahaa...!."


Kimmy diam sejenak. Beberapa detik kemudian dia menyeringai lebar.


"Mama tahu!."


"Apa?."


"Kau sengaja berpura-pura ketakutan saat asistennya Gabrielle mengancammu bukan? Kau sengaja melakukan hal itu untuk mengecoh kewaspadaan mereka supaya tidak terlalu mencurigaimu. Mama benar kan? Ahahaha, amazing. Trik yang kau mainkan benar-benar sangat hebat Fulgi, Mama takjub sayang!" jawab Kimmy sambil bertepuk tangan.


"Tepat sekali. Aku sengaja berpura-pura ketakutan di hadapan mereka karena aku belum tahu latar belakang keluarganya Gabrielle. Tapi setelah anak buahku mencari tahu, rupanya Gabrielle bukan berasal dari keluarga sembarangan. Kita harus sangat berhati-hati dengannya karena dia adalah cicit dari pendiri Organisasi Grisi. Ya meskipun organisasi itu sendiri sudah redup, apa salahnya kalau kita tetap menajamkan mata dan telinga untuk berjaga-jaga. Pokoknya apapun yang terjadi aku akan merebut Elea dari tangan Gabrielle, gadis cantik itu harus menjadi milikku!" ucap Fulgi begitu menggebu dengan keinginannya.


Saat Kimmy dan Fulgi tengah bersorak bahagia dengan rencana jahat mereka, tiba-tiba saja mereka di kagetkan oleh suara ketukan pintu. Sambil bersungut-sungut Kimmy berjalan membukanya.

__ADS_1


"Ada apa? Kau sudah tidak punya pekerjaan lagi ya sampai berani mengganggu waktuku bersama Fulgi?!" bentak Kimmy sembari menatap tajam kearah pelayan yang sedang menunduk takut di hadapannya.


"Ma,maaf Nyonya Kimmy. Saya, saya hanya di minta untuk mengabari anda dan Tuan Fulgi kalau Nyonya Clarissa pingsan!" cicit si pelayan ketakutan.


"Whaatt? Hanya karena dia pingsan kau berani mengetuk pintu kamarku?" teriak Kimmy emosi. "Keterlaluan. Seharusnya kau itu mengabari aku kalau wanita tua itu sudah mati, jadi aku tidak akan marah seperti ini. Tahu tidak!."


"Ma,maafkan saya Nyonya. Ka,kalau begitu saya permisi!."


"Mengganggu saja!."


Braaakkkkkk


"Ada apa Ma?" tanya Fulgi yang heran melihat ibunya membanting pintu dengan sangat kuat.


"Wanita tua itu pingsan. Huh, kenapa tidak mati saja sekalian sih?" jawab Kimmy menggerutu.


Fulgi terdiam.


"Ini waktunya!."


"Waktu apa?" tanya Kimmy heran.


"Waktu yang tepat untuk mulai mendekati Elea. Ayo Ma, meskipun jijik kita harus berpura-pura merasa simpatik pada Bibi Clarissa di hadapan Gabrielle dan Elea. Dengan begini mereka tidak akan sadar kalau kita sedang menjalankan sebuah rencana untuk menghancurkan pernikahan mereka. Ayo!" jawab Fulgi kemudian menarik tangan ibunya keluar dari dalam kamar.


Sebenarnya Kimmy sangat enggan jika harus berpura-pura peduli pada saudarinya yang selama ini menguasai seluruh harta milik Keluarga Wu. Tapi demi kelancaran rencana Fulgi, maka dengan terpaksa dia mengikutinya. Toh ujung-ujungnya dia juga yang akan mendapat banyak keuntungan jika rencana ini berjalan dengan sempurna. Senyum segera mengembang di bibir Kimmy saat dia membayangkan hidupnya yang akan segera di kelilingi dengan kemewahan.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


__ADS_2