Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Pengkhianat


__ADS_3

Karim membeku. Rasa sakit yang tadi di rasakannya tiba-tiba hilang entah kemana saat seorang gadis kecil berteriak panik di sebelahnya. Ingin sekali rasanya Karim berucap, namun lidahnya serasa kelu seperti mati rasa. Tubuhnya gemetaran saat matanya tidak sengaja bertatapan dengan mata gadis kecil tersebut. Wajah itu....


'Eleanor.....'


"Kakek, Kakek mana yang sakit? Aku minta maaf ya, tadi aku sedang di kejar kucing besar jadi tidak melihat Kakek yang sedang berjalan dari arah lain. Sekali lagi aku minta maaf ya Kek" ucap Elea panik. "Kakek, ayo bicara. Kakek tidak bisu kan?."


Elea semakin panik saat kakek tua ini tidak mau merespon ucapannya. Dia takut sekali kalau kakek ini akan mati karena dia menabraknya dengan cukup keras tadi. Kepanikan dan kebingungan Elea semakin menjadi saat kakek tua ini meneteskan airmata. Dia beranggapan pastilah sakit sekali sampai kakek tua ini menangis dan terdiam seperti ini. Elea yakin kalau kakek tua ini tidak bisu karena tadi dia dengar sendri saat kakek tua ini merintih kesakitan sambil memegangi dadanya.


"Aduhh, bagaimana ini?."


Saat Elea sedang kebingungan, tiga orang penjaga datang menghampirinya. Mata mereka terbelalak lebar melihat kening dan kaki Elea yang sudah berlumuran darah. Tanpa banyak bicara lagi salah satu dari mereka segera membopongnya kemudian membawanya pergi dari sana. Meninggalkan kakek tua yang masih menangis tanpa bersuara.


"Paman, jangan bawa aku melarikan diri. Kakek itu hampir mati karena aku, kita tidak boleh meninggalkannya. Ayo cepat kembali dan tolong dia!" teriak Elea sambil memukuli dada penjaga yang sedang menggendongnya.


"Nyonya tolong menurut lah. Di sana ada Paman lain yang akan menolong kakek tua itu. Sekarang kaki dan kening Nyonya harus segera di obati atau kami semua akan mati di bunuh oleh Tuan Muda" jawab si penjaga sambil terus berlari.


"Tapi kasihan kakek itu, Paman. Sepertinya tadi dia kena serangan jantung" ucap Elea lagi.


"Saya tahu, Nyonya. Tenang saja, akan ada yang mengurusnya nanti!."


"Paman tidak bohong kan?."


"Tidak Nyonya" sahut penjaga.


Elea akhirnya menurut dan memilih untuk diam saat penjaga itu membawanya ke sebuah ruko yang tak jauh dari taman. Dia kaget melihat Levi yang sedang berlari menghampirinya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Elea, kenapa kau bodoh sekali sih. Mana sepatumu!" teriak Levi dengan suara gemetar saat dia melihat kaki Elea yang berlumuran darah.


"Kak Levi, Kakak pengkhianat!" tuduh Elea marah. "Kenapa Kakak pergi saat aku sedang ketakutan tadi. Tahu tidak di sana ada dokter yang ingin membunuhku. Kak Levi jahat!."


Levi dan Reinhard terpaku mendengar amukan Elea. Mereka tidak menyangka kalau gadis kecil ini ternyata bisa mengeluarkan emosi juga.

__ADS_1


"Paman, ayo pulang ke rumah. Aku akan mengadu pada Kak Iel saja kalau Kak Levi sudah mengkhianatiku. Biar tahu rasa dia tidak bisa menjadi pelakor lagi!" sungut Elea sambil mengerucutkan bibir.


Sudut bibir Levi dan Reinhard berkedut mendengar ancaman Elea. Sungguh, sedang marah pun makhluk kecil ini masih bisa membuat orang lain menggelengkan kepala dengan tingkah nyelenehnya.


"Elea, biar aku obati dulu ya luka di kaki dan keningmu. Kalau di biarkan tanpa di bersihkan dengan segera nanti lukanya bisa membusuk. Memangnya kau mau kalau kakimu di potong, hem?" bujuk Reinhard sembari meminta pada dokter lain untuk mengambilkan kotak obat.


Tenang saja, semua dokter yang ada di sini termasuk dengan Reinhard tidak ada yang memakai seragam dokter. Mereka beralasan kalau bisa mengobati karena dulunya menjadi anggota pramuka dimana setiap anggotanya bisa menguasai sedikit ilmu kedokteran. Elea yang mulai merasakan sakit di telapak kakinya akhirnya menuruti perkataan Reinhard dan membiarkannya mengobati kakinya yang terluka. Dia masih enggan berbicara pada Levi karena masih menganggapnya seorang pengkhianat yang telah meninggalkannya seorang diri saat dokter jahat itu mengejarnya.


Sementara itu, Jack yang mengira kalau suara yang dia dengar tadi adalah suara milik Elea, mengumpat kasar begitu gadis kecil yang dia sentuh berbalik badan. Rupanya gadis kecil itu bukanlah Elea. Dia wanita yang sudah berumur namun memiliki perawakan mini yang sialnya sangat mirip dengan postur tubuh Elea.


"B*ngsat! Jelas-jelas tadi itu suaranya Elea. Aku tidak mungkin salah dengar, tapi kenapa bisa orang lain yang aku temukan? Atau jangan-jangan Elea sudah pergi dari tempat ini. Aarrgghhhhhh!" kesal Jack sambil mengusap wajahnya hingga memerah.


Karena masih sangat penasaran, Jack akhirnya memutari daerah taman untuk memastikan kalau pendengarannya tadi tidak salah. Sambil berkeliling, dia mengirim pesan pada Fendry untuk meretas semua CCTV yang ada di taman ini. Dia butuh bukti yang meyakinkannya kalau tadi itu memang benar gadis kecilnya. Suara lembut itu masih terngiang jelas di telinga Jack. Dia ingat betul bagaimana gadis kecilnya merintih sambil memohon agar tidak di sakiti.


"Aku yakin itu pasti Elea. Itu pasti dia!."


Langkah Jack terhenti saat dia melihat seorang kakek tua yang sedang di papah oleh dua orang pria yang mengenakan jas berwarna hitam khas pengawal. Mulutnya membeo saat tahu siapa pria tua tersebut.


"Tuan Karim, dia kenapa?."


"Maaf tuan-tuan, apa yang terjadi pada Tuan Karim? Kenapa beliau bisa seperti ini?" tanya Jack sambil menghadang para pengawal itu.


"Kau siapa?."


"Aku dokter Jackson" jawab Jack. "Apa yang terjadi pada pasienku?."


"Oh, jadi kakek tua ini pasienmu?" tanya penjaga.


"Iya, beberapa hari yang lalu beliau masuk ke rumah sakit dan aku yang menanganinya. Sekarang tolong beritahu aku apa yang sudah terjadi!."


Kedua pengawal itu saling berpandangan. Salah satu dari mereka kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada pria tua yang masih betah mematung.

__ADS_1


"Kakek ini tidak sengaja tertabrak oleh Nyonya kami. Dan sepertinya dia sangat kesakitan. Kami bermaksud membawanya pergi ke rumah sakit!."


"Tertabrak?" tanya Jack sambil memperhatikan seluruh tubuh Tuan Karim. 'Aneh sekali, kalau benar tertabrak seharusnya dia kesakitan. Tapi kenapa Tuan Karim malah terlihat seperti sedang syok? Siapa orang yang menabraknya tadi?.'


"Ya, tertabrak. Nyonya kami sedang berolahraga dan tidak tahu kalau kakek tua ini akan muncul dari arah berlawanan di balik tikungan. Jadi ya mereka tidak sengaja bertabrakan."


"Lalu dimana Nyonya kalian?" tanya Jack penasaran.


"Sedang di larikan ke rumah sakit. Beliau terluka cukup parah akibat tabrakan tadi" jawab penjaga. "Dokter Jackson, kami permisi dulu."


"Em Tuan, biar aku saja yang membawa pasien ini ke rumah sakit. Kebetulan aku bekerja di rumah sakit milik Group Ma dan sebentar lagi akan berangkat kesana. Tenang saja, kalian bisa memeriksa jadwal kerjaku di sana jika khawatir kalau aku akan menelantarkan kakek ini!" ucap Jack melarang para penjaga membawa Tuan Karim pergi.


"Apa tidak apa-apa dokter Jackson?" tanya penjaga sedikit ragu.


"Tidak apa-apa. Percaya saja padaku."


"Baiklah kalau seperti itu maumu" ucap penjaga kemudian menyerahkan kakek tua itu pada dokter yang ada di depan mereka. "Kalau kakek ini sudah bisa bicara tolong sampaikan permintaan maaf dari kami. Dan ini adalah nomor ponselku, hubungi saja jika kakek ini meminta uang ganti rugi."


Jack mengangguk sembari menerima kartu nama dari pengawal tersebut. Dia lalu mulai memapah Tuan Karim dan membawanya pergi menuju mobilnya.


'Eleanor, itu kau nak, kau masih hidup. Ini Kakek sayang, kakek yang sudah membuatmu menderita selama ini. Ini Kakek nak!.'


Jack semakin keheranan melihat Tuan Karim yang meneteskan airmata. Begitu mereka sampai di tempatnya memarkirkan mobil, dengan terburu-buru dia membawa Tuan Karim masuk kemudian segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Jack cukup panik saat Tuan Karim mulai kesulitan bernafas sambil menekan dadanya. Khawatir terjadi sesuatu, Jack menghubungi pihak rumah sakit dan meminta mereka untuk bersiap menunggu kedatangannya.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2