Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Menyukai Pria Yang Sama


__ADS_3

Setelah urusan rumahnya selesai, Yura meminta supir mengantarkan ke rumah kakaknya. Dia ingin bertemu dengan kakak iparnya untuk menenangkan pikiran. Setelah semalam terjadi perdebatan dengan Bryan, benak Yura terus saja di hinggapi rasa gelisah. Dia sangat takut kalau Bryan akan benar-benar menceraikannya.


"Nyonya Yura, sudah sampai".


Karena terus melamun selama dalam perjalanan, Yura sampai tidak menyadari kalau sekarang mobilnya sudah berada di halaman depan rumah kakaknya. Dia menarik nafas panjang kemudian keluar dari dalam mobil.


"Terima kasih Pak!" ucap Yura pada supir yang mengantarkannya.


"Sama-sama Nyonya. Saya permisi!".


Yura mengangguk. Setelah itu dia berjalan masuk ke dalam rumah sambil menenteng dua kotak makanan di tangannya.


"Selamat siang Nyonya Yura!" sapa seorang pelayan sambil menunduk hormat.


"Selamat siang. Kak Samuel dan Kak Lolita ada di rumah tidak Bi?" tanya Yura sopan.


"Nyonya Lolita ada di dalam kamarnya, Nyonya. Kalau Tuan Samuel beliau sudah berangkat ke perusahaan sejak pagi!".


"Oh begitu. Oya Bi, tolong pindahkan makanan ini ke dalam piring. Kotak yang ini untuk Kak Lolita, dan kotak yang satunya itu makanan untuk kalian" ucap Yura sambil menyerahkan kotak makanan pada pelayan.


"Baik Nyonya Yura. Terima kasih banyak untuk makanannya".


Yura mengangguk sembari tersenyum hangat kearah pelayan. Dia kemudian berjalan menuju kamar kakak iparnya sambil membalas sapaan dari pelayan yang berpapasan dengannya.


Begitulah Yura, dia selalu bersikap baik pada siapapun. Termasuk pada orang-orang yang bekerja di rumah kakaknya maupun di rumah suaminya. Yura merasa kalau tidak seharusnya memperlakukan mereka dengan buruk. Karena bagaimana pun tanpa mereka, semua pekerjaan rumah tidak akan pernah terselesaikan. Yura sendiri bukan type wanita yang pandai dalam kebersihan. Satu-satunya keahlian yang di miliki oleh Yura adalah mencintai Bryan dengan sepenuh hati. Dalam hal memasak pun Yura masih membutuhkan bantuan dari beberapa pelayan di rumahnya. Itulah kenapa tidak ada batasan antara Yura dan para pelayan meski status mereka adalah majikan dan bawahan.


Tok,tok,tok


"Siapa?".


Terdengar suara dari dalam kamar saat Yura mengetuk pintu.


"Ini aku Kak, Yura" sahut Yura dari luar.


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka. Yura lalu tersenyum kearah kakak iparnya.


"Yura, kapan kau datang?" tanya Lolita sambil memeluk adik iparnya.


"Baru saja, Kak" jawab Yura sambil membalas pelukan itu.


"Ayo masuk!" ajak Lolita sambil menarik tangan adik iparnya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Lolita dengan senangnya membawa Yura bersantai di balkon kamar. Dia merasa sangat bahagia setiap kali adik iparnya datang berkunjung.


"Bagaimana kabarmu Kak?" tanya Yura sambil mendudukkan bokongnya di sofa.


"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja meski kakakmu terus merendahkanku".


Setelah bicara seperti itu keduanya tertawa. Mereka sama-sama tahu seperti apa perangai Samuel, si pria tua yang arogan dan ingin menang sendiri.


"Oh ya Kak, apa Levi masih belum mau pulang ke rumah? Aku lihat di berita kalau namanya sudah masuk daftar blacklist sebagai model di negara ini" ucap Yura.


Lolita menghela nafas berat. Sebenarnya dia sangat sedih karena hidup terpisah dari putri semata wayangnya. Namun dia tak memiliki kuasa untuk membujuk putrinya itu karena suaminya melarang. Levi dan Samuel sama-sama keras kepala, tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah. Terlebih lagi Samuel, dia lebih memilih membiarkan putrinya hidup sendirian di luar sana jika tetap tidak patuh pada aturan-aturan yang dia terapkan di rumah ini. Levi adalah gadis pembangkang. Namun Lolita tahu kalau putrinya melakukan itu karena merasa sangat terkekang oleh kelakuan ayahnya.


"Percuma membujuknya, Yura. Kau tahu sendiri bukan betapa keras kepalanya mereka?".


"Hmmm, ya sudahlah Kak. Aku tahu kau berada di posisi yang serba salah" ucap Yura memberi penghiburan.


Lolita mengangguk. Dia kemudian teringat dengan putrinya yang sedang menjalin hubungan dengan pewaris dari Keluarga Ma. Lolita lalu menceritakan kabar baik tersebut pada adik iparnya.


"Yura, kau tahu tidak kalau sekarang Levi sedang berpacaran dengan Gabrielle. Dan sekarang Samuel sedang pergi menemui pria itu untuk meminta kejelasan hubungan mereka ke depannya!".


"Gabrielle? Maksud Kak Lolita Tuan Muda Gabrielle putra dari Tuan Greg dan Nyonya Liona?" tanya Yura sambil membelalakkan mata.


Yura terdiam.


'Ya Tuhan, bagaimana bisa Levi dan Patricia menyukai pria yang sama? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mereka berdua sama-sama keponakanku, siapa yang harus aku bela?'.


Ya, semalam Patricia mengatakan padanya kalau seseorang yang membuatnya merasa nyaman bernama Gabrielle. Dan Patricia juga bilang bagaimana pun caranya dia pasti akan mendapatkan pria itu. Awalnya Yura sangat mendukung keinginan putrinya, namun siapa sangka kalau pria yang di sukai oleh putrinya ternyata sudah menjalin hubungan dengan keponakannya. Yura bingung sekarang. Jika memihak pada kebahagiaan putrinya, dia tidak tega bila harus melihat keponakannya bersedih karena hubungannya hancur. Begitupun sebaliknya. Sebagai seorang ibu, Yura tidak akan rela melihat putrinya terluka. Keadaan ini benar-benar membuatnya tak tahu harus bagaimana.


Kening Lolita mengerut melihat adik iparnya yang terlihat bingung. Dia jadi penasaran.


"Yura, ada apa? Kenapa kau terlihat tidak senang mendengar kabar baik ini?".


Yura gugup. Dia kemudian berusaha untuk tetap tenang sebelum menjawab pertanyaan kakak iparnya.


"Kak Lolita?".


"Ada apa?".


Lolita menatap wajah adik iparnya dengan seksama.


"Sejak kapan Levi menjalin hubungan dengan Gabrielle?" tanya Yura hati-hati.

__ADS_1


"Emmmm untuk hal itu aku belum tahu pasti, Yura. Tapi saat aku dan Samuel datang ke rumahnya, Gabrielle mengutus bawahannya untuk menjemput Levi kerumahnya. Dan setelah itu kami belum bertemu dia lagi karena dia melarang kami datang berkunjung. Kenapa memangnya?".


Tangan Yura saling meremas. Namun dia tidak boleh menyembunyikan hal ini dari kakak iparnya. Kakak iparnya harus tahu agar suatu hari tidak terjadi kesalahpahaman jika Patricia tetap nekad menginginkan Gabrielle.


"Yura ada apa? Jangan membuatku cemas!" desak Lolita yang mulai merasa tidak enak.


"Kak Lolita, Patricia menyukai seorang pria. Dan pria itu adalah Gabrielle, kekasihnya Levi!".


Mata Lolita melotot lebar. Dia sangat kaget mengetahui kalau keponakannya menyukai pria yang menjadi kekasih putrinya. Untuk beberapa saat mereka berdua sama-sama terdiam.


"Tenang saja Kak, Patricia baru sekali bertemu dengan Gabrielle. Mungkin itu hanya kekaguman sesaat. Tidak perlu khawatir, oke" ucap Yura berusaha mencairkan suasana.


"Bukan itu masalahnya, Yura. Kita tahu betul seperti apa watak Levi dan Patricia. Aku hanya khawatir kalau mereka berdua terlibat cinta segitiga yang bisa menghancurkan hubungan keluarga kita. Dan aku juga takut Samuel akan bertindak buruk pada Patricia. Kau tahu sendiri bukan kalau kakakmu selalu menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang dia mau?" ucap Lolita khawatir.


Begitu mendengar perkataan kakak iparnya, Yura menjadi sangat ketakutan. Kakaknya itu buta harta, dia pasti tidak akan segan menjahati Patricia meski tahu kalau gadis itu adalah anak adopsinya jika Patricia sampai merusak hubungan Levi dengan Gabrielle. Yura yakin itu.


"Yura, bagaimana ini? Siapa di antara mereka yang harus kita hentikan? Aku tidak mau ada perpecahan di antara kita?!" tanya Lolita panik.


"Aku juga sepemikiran denganmu, Kak. Tapi karena sekarang Levi yang menjadi kekasihnya Gabrielle, mau tidak mau Patricia lah yang harus mundur. Nanti aku akan menasehatinya di rumah Kak. Semoga saja dia mau mendengarkan" jawab Yura berharap.


Lolita mengangguk. Dia lalu menggenggam tangan adik iparnya.


"Aku mohon hentikan perpecahan ini, Yura. Aku hanya bisa bergantung padamu sekarang!".


"Hmmm, aku tidak bisa berjanji sepenuhnya Kak. Tapi aku akan mengusahakannya. Tolong rahasiakan hal ini dari Kak Samuel. Keadaan bisa runyam jika dia sampai tahu".


"Kau tenang saja, aku tidak segila itu ingin merusak hubungan kekeluargaan kita!".


"Semoga saja tidak terjadi apapun ke depannya. Astaga, aku tegang sekali Kak!" ucap Yura sambil mengelus dada.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...

__ADS_1


__ADS_2