
"Halo Madam Yo, apa kabar?" sapa Levi kemudian cipika-cipiki dengan seorang pria gemulai yang menyambutnya di depan pintu masuk butik.
"Halo Levita sayang, kabarku baik-baik saja. Kau kemana saja hah? Kenapa tidak pernah datang lagi kemari?."
Gabrielle, Elea dan Reinhard hanya berdiri diam sembari memperhatikan Levi yang sedang berbicara dengan pemilik butik. Elea kemudian menoleh saat merasakan sebuah elusan pelan di pinggangnya.
"Ada apa Kak?."
"Sayang, jangan jauh-jauh dariku. Aku paling takut dengan wanita jadi-jadian sepertinya" bisik Gabrielle.
Bibir Elea berkedut. Dia tidak menyangka kalau suaminya akan merasa takut dengan jenis wanita yang di panggil Madam Yo oleh Levi. "Kak Iel, Kakak tidak boleh berkata seperti itu. Biar bagaimana pun dia itu masih manusia, dia bukan sejenis biawak!."
Reinhard dan Gabrielle langsung menahan nafas saat Madam Yo melirik kearah Elea. Mereka sangat khawatir kalau-kalau wanita gemulai itu mendengar ucapan Elea barusan.
"Ekhhmm, jadi Levita sayang, mana temanmu yang anak taipan itu, hem?" tanya Madam Yo menyelidik.
Levi berbalik. Sebelum menunjuk kearah Elea, dia terlebih dahulu menyeringai kearah Gabrielle. "Makhluk kecil yang imut itu adalah orangnya. Sedangkan pria yang berdiri di sebelahnya adalah asisten sekaligus bendaharanya!."
Gabrielle mendengus. Dia sudah bisa menebak kalau Levi pasti akan melakukan balas dendam karena sudah membuatnya menunggu saat di rumah tadi. Tangan Gabrielle kemudian memeluk pinggang Elea semakin erat saat Madam Yo tersenyum aneh kearahnya. Tiba-tiba saja semua bulu kuduknya berdiri.
"Nona cantik, dimana kau menemukan asisten setampan itu? Jika di bolehkan, bisa tidak membagi koneksinya padaku?" tanya Madam Yo sambil menjilat bibir.
Wajah Elea langsung berubah datar saat wanita gemulai ini menunjukkan ketertarikannya pada suaminya. Levi yang melihat perubahan emosi itu terhenyak kaget. Dia tidak menyangka kalau Elea benar-benar menyimpan sisi lain setelah kejadian itu. 'Ternyata sisi lain dari makhluk kecil ini lumayan mengerikan. Hehhe, kalau seperti ini aku tidak perlu merasa takut lagi dengan ancaman si kucing belang. Biar saja dia mati di cakar oleh Elea jika berani menganggu Gabrielle.'
"Maaf, pria yang kau sebut sebagai asisten ini adalah suamiku, jadi aku tidak memiliki jalur koneksi seperti yang kau maksud tadi. Dan jika pun ada, aku tidak akan menyerahkannya pada wanita jadi-jadian sepertimu!" tandas Elea garang.
Suasana di butik itu tiba-tiba berubah menjadi horor. Gabrielle, Levi, Reinhard, bahkan Madam Yo sangat syok mendengar kata-kata Elea yang sangat tajam seperti ujung pedang. Kecuali Madam Yo, ketiga orang itu kemudian sama-sama tersenyum samar. Mungkin ini adalah kelainan mental yang di maksud oleh Reinhard. Tapi mereka tidak menyangka kalau reaksinya akan sedasyat ini.
"Kenapa menatapku seperti itu? Tidak suka aku mengataimu wanita jadi-jadian, iya?" tanya Elea sengit. "Kak Levi, kita pergi saja dari sini. Aku benci dengan orang yang menginginkan suamiku!."
Sepertinya Madam Yo sangat tersinggung dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Elea. Dia kemudian melangkah maju, bermaksud memberikan pelajaran pada gadis kecil yang ada di hadapannya sekarang. Tapi niat Madam Yo itu langsung terhenti saat Levi membisikkan sesuatu di telinganya.
"Madam Yo, kau sebaiknya jangan memancing kemarahan gadis kecil ini. Tahu tidak, dia adalah berlian yang tidak bisa sembarangan kau sentuh. Biar aku jelaskan satu hal padamu. Keluarga Ma, Keluarga Osmond, Keluarga Zhu, Keluarga Ann, Keluarga Liu, Keluarga Thampson, dan Keluarga Young, mereka adalah satu spesies taipan besar di negara kami. Kau bisa mati seperti kelelawar panggang jika berani mengusik ketentraman gadis kecil ini karena dia adalah kesayangan para taipan itu. Aku saja sampai harus di blacklist dari dunia modeling hanya karena gadis ini menginginkan aku agar menjadi temannya. Kau sebaiknya mendengar apa kataku daripada bulu ketiakmu habis di cabuti oleh mereka!."
__ADS_1
Madam Yo menelan ludah. Dia menatap lekat kearah gadis kecil itu kemudian segera balas berbisik di telinga Levi. "Astaga Levita, rasanya aku seperti ingin kencing di celana. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Burungku bahkan sampai gemetar ketakutan!."
Levi nyaris terbahak saat mendengar bisikan nyeleneh Madam Yo. "Ekhmm, tenang saja. Lebih baik kau segera mengajak kami memilih baju-baju yang ada di butikmu. Nanti biar aku saja yang menenangkannya. Tapi ingat Madam Yo, jangan sekali-kali kau berani melirik suaminya. Ingat, bulu-bulu di tubuhmu yang akan jadi taruhannya!."
"Isshh, apalah kau ini. Lagipun kau juga yang memberitahuku kalau pria tampan itu adalah asistennya. Siapa yang menduga kalau dia adalah suaminya" sungut Madam Yo kemudian tersenyum kearah tamu-tamunya. "Em maafkan sikapku yang barusan, Nona cantik. Aku tidak bermaksud menggoda suamimu, jus't kidding....!."
"Maaf aku tidak mengerti bahasamu" sahut Elea cetus. "Kak Levi, ayo kita pergi."
"O oh Nona cantik, tolong jangan seperti ini. Aku, aku sudah menyiapkan beberapa pakaian terbaik yang ada di butik ini khusus untuk kalian semua. Tolong maafkan aku, ya..." ucap Madam Yo panik seraya menggosok telapak tangannya.
Mata Elea memicing, masih sangat emosi karena ucapan wanita gemulai ini. Gabrielle yang sadar kalau istrinya masih marah, segera menangkup pipinya dengan lembut. Dia mengabaikan tatapan semua orang yang ada di sana.
"Sayang, jangan marah lagi ya. Wanita biawak itu hanya bercanda, jadi tidak perlu mengambil hati!."
"Tapi dia ingin meminta Kakak dariku tadi" sahut Elea melemah. "Aku tidak suka!."
"Iya sayang aku tahu. Tapi dia itu tidak benar-benar ingin memintaku, dia hanya bercanda saja" sahut Gabrielle dengan raut wajah yang sangat bahagia. Hati siapa yang tidak berbunga-bunga jika di cemburui oleh istrinya sendiri.
"Jadi?."
Madam Yo menarik nafas lega karena gadis kecil ini sekarang sudah tidak marah lagi padanya. Dia kembali menelan ludah saat gadis kecil bernama Elea itu tersenyum kearahnya. 'Astaga, kenapa senyum gadis kecil ini terlihat sangat mengerikan ya? Dan juga bagaimana bisa dia merubah emosinya dengan begitu cepat. Seperti bunglon saja!.'
"Madam Yo, aku minta maaf ya" ucap Elea.
"Haaaa.... " beo Madam Yo syok.
Levi tertawa. Dia lalu menepuk pundak Madam Yo kemudian mengedipkan sebelah matanya. "Sekarang bawa kami berdua masuk ke dalam surga milikmu dan pastikan kami pergi dengan membawa seribu kepuasan!."
"Memangnya di sini ada surga ya Kak?" tanya Elea penasaran.
"Tentu saja ada. Iya kan Madam Yo?" jawab Levi.
"I,iya ada ada" sahut Madam Yo gugup.
__ADS_1
"Wooaahhh, kalau begitu ayo kita bersenang-senang Kak. Aku tidak sabar ingin segera melihat seperti apa surga yang ada di butik ini!."
Bagai orang bodoh, Madam Yo hanya diam menurut saat lengannya di tarik masuk oleh Levi dan Elea. Dia benar-benar hampir mati terkena serangan jantung tadi. Meski ada berbagai macam jenis pertanyaan yang muncul di benaknya, Madam Yo berusaha untuk menahan diri agar tidak menyinggung gadis kecil ini. Jujur saja dia sangat takut dengan statusnya sebagai berlian kesayangan para taipan. Bisnisnya bisa hancur seketika jika dia kembali membuatnya marah.
Sedangkan Gabrielle dan Reinhard, kedua pria itu duduk santai di ruang tunggu. Reinhard yang merasa ada sesuatu yang sedang di rencankan segera menanyakannya pada Gabrielle. Dia yakin betul kalau kedatangan mereka ke Paris bukan hanya untuk berlibur saja.
"Gabrielle, apa yang sedang kau rencanakan di negara ini?."
Tak langsung menjawab, Gabrielle malah meletakkan kedua tangannya ke belakang kepala. Dia lalu menjadikannya sebagai bantal. "Menurutmu?."
"Ayolah, aku bukan orang yang menggemari teka-teki" jawab Reinhard tak sabar.
"Kalau begitu kau tunggu dan lihat saja apa yang akan terjadi nanti!."
Sebelah alis Reinhard terangkat keatas. Dia lalu tak sengaja melihat kearah jendela kaca dimana Levi tengah mencoba sebuah gaun berwarna hitam tanpa lengan.
"Cantiknya" gumam Reinhard tak sadar.
"Tidak akan ada kesempatan kedua kalau malam ini kau gagal mendapatkannya Rein" ledek Gabrielle.
"Entahlah Gab, aku tidak yakin dia akan tertarik pada pria biasa sepertiku" sahut Reinhard kemudian menghela nafas. "Levi sangat menyukai uang, sementara aku bukan pria beruang sepertimu!."
"Sepertinya kau salah menilai Levi, Rein."
"Maksudmu?."
Gabrielle mengendikkan bahunya acuh. Dia kembali memejamkan mata, menunggu sesuatu yang sebentar lagi akan segera terjadi.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...