
Elea berjalan dengan tenang di bawah pengawalan puluhan penjaga yang di sebar oleh suaminya tadi. Saat Levi dan Elea sedang dalam pelarian, tiba-tiba saja muncul belasan orang yang meminta mereka untuk segera kembali ke perusahaan karena suaminya sedang mengamuk. Elea yang sadar kalau dirinya telah melanggar larangan suaminya tanpa banyak bicara segera mengikuti para penjaga ini.
"Ck, baru juga keluar sebentar, kerbau itu sudah mengamuk saja" gumam Levi kesal.
"Kerbau siapa Kak?".
Elea yang mendengar gumaman Levi merasa heran. Entah kerbau siapa yang di maksud oleh temannya ini.
"Kerbau yang sangat posesif, menjengkelkan tapi kaya raya. Hahaha!" jawab Levi asal di sertai gelak tawa.
"Memangnya ada ya kerbau seperti itu?" tanya Elea.
"Ada sayang, ada. Kerbau itu adalah suamimu, Gabrielle".
Elea berhenti melangkah. Para penjaga yang melihat nyonya nya tiba-tiba berhenti langsung siaga.
"Nyonya, apa ada masalah?".
"Emm paman, memangnya Kak Iel itu kerbau ya? Bukan kan?".
Penjaga yang tadi bertanya pada Elea melirik datar kearah Levi. 'Apa wanita ini sudah gila. Beraninya dia menyebut Tuan Muda sebagai kerbau di hadapan Nyonya Elea? Cari mati memang'.
Levi yang menyadari arti lirikan penjaga itu hanya berdiri acuh.
"Tuan Muda itu manusia, Nyonya. Mungkin orang yang menyebutnya lah yang berasal dari kelompok binatang bertanduk itu!" sindir penjaga.
"Oh, kalau itu aku setuju paman. Kak Levi kan suka marah-marah, dia sangat cocok di juluki sebagai kerbau pemarah di bandingkan Kak Iel" sahut Elea merasa lega.
Tengkuk Elea tiba-tiba terasa dingin setelah dia bicara seperti itu. Dia kemudian menoleh.
"Oh, jadi ini balasan yang kau berikan setelah aku membawamu pergi jalan-jalan, iya?" protes Levi sambil melipat tangan di dada.
"Tidak Kak, bukan begitu maksudku. Jangan marah ya, maaf. Aku salah bicara tadi" ucap Elea tak enak.
"Salah bicara apanya. Rahangmu terbuka dengan sangat jelas Elea, dan telingaku mampu menangkap getaran suara yang jauhnya ratusan kilometer dari sini. Masih tidak mau mengaku, hmm?".
Saat Levi tengah memojokkan Elea, Ares datang menyusul mereka. Levi bisa melihat kalau Ares tengah memegang senjata yang dia sembunyikan di balik jasnya.
"Nyonya Elea, apa yang terjadi pada pakaian anda? Kenapa penampilan Nyonya sangat berantakan?" tanya Ares khawatir.
"Nyonya mu itu sangat pintar, Ares. Dia melompat masuk ke dalam got hanya untuk mengambil ponselnya yang terjatuh!" sahut Levi.
"Aku tidak bicara padamu" sergah Ares tak suka.
"Sialan!" umpat Levi jengkel.
"Nyonya, Tuan Muda Gabrielle sudah menunggu anda di ruangannya. Beliau sangat khawatir!" ucap Ares tak ingin meladeni Levi.
"Ares, apa security di sana tidak akan menangkapku kalau aku datang dengan pakaian kotor seperti ini?" tanya Elea cemas sambil memegang bajunya yang terkena lumpur.
__ADS_1
'Nyonya, anda adalah istri dari pemilik perusahaan. Security mana yang berani menangkap anda? Jika pun ada, maka mereka harus siap menghadapi amukan Tuan Muda'.
"Dasar bodoh, kau sebenarnya punya otak apa tidak sih, Elea. Perusahaan itu milik suamimu, hanya security gila yang berani melarangmu masuk ke sana!" omel Levi merutuki kebodohan teman kecilnya.
"Tolong jaga kata-katamu, Nona" ucap Ares mengingatkan.
"Jaga apanya. Nyonya mu ini jika tidak di ingatkan dia tidak akan tahu siapa suaminya. Ck, ayo kesana. Kepala Gabrielle pasti sudah di penuhi tanduk sekarang!" sahut Levi kemudian menarik Elea masuk ke perusahaan.
Tidak ada satupun orang yang berani melihat kearah Levi dan Elea saat keduanya masuk. Hal itu membuat Elea terheran-heran, dia merasa kalau semua orang ini jijik melihat penampilannya yang sangat kotor.
"Jangan pedulikan mereka. Anggap saja mereka patung bernyawa!" bisik Levi yang menyadari keheranan Elea.
"Iya Kak".
Dalam keadaan tubuh yang kotor, Levi membawa Elea masuk ke ruangannya Gabrielle. Sesampainya mereka di sana, Gabrielle langsung berlari menghampiri Elea.
"Sayang, kau kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Gabrielle kaget.
"Um Kak, menjauh dulu ya. Aku kotor dan bau" jawab Elea merasa risih pada dirinya sendiri.
"Menjauh apa. Ayo, aku akan membantumu membersihkan semua ini" sahut Gabrielle kemudian mengajak Elea ke kamar mandi.
Levi dan Reinhard hanya menggelengkan kepala melihat betapa Gabrielle sangat pandai mengambil kesempatan. Dan bodohnya lagi Elea tidak menyadari niat mesum dari suaminya itu.
Di dalam kamar mandi, Gabrielle membantu Elea membuka resleting bajunya. Jakunnya bergerak naik turun melihat punggung putih yang terpapar di depan matanya.
'Ya Tuhan, ini cobaan'.
"I,iya sayang, kenapa?" tanya Gabrielle tergagap.
Elea berbalik. Dia lalu memperlihatkan ponselnya yang di penuhi lumpur kering. "Ponselnya mati, Kak. Maaf ya, aku tadi tidak hati-hati saat membawanya tadi".
"Oh, aku kira apa tadi. Tidak apa-apa, nanti aku akan membelikan yang baru untukmu. Yang ini buang saja" sahut Gabrielle sembari membersihkan lumpur yang menempel di pipi istrinya.
"Jangan di buang Kak, sayang. Kata Kak Levi ponsel ini harganya sangat mahal, kita mana boleh membuangnya" ucap Elea keberatan. "Di perbaiki saja ya Kak. Di dalam sini ada foto kita berdua, aku kan belum sempat mencetaknya".
Gabrielle terpaku. Entah kenapa kata sederhana itu membuat bunga-bunga di dalam hatinya merekah indah. Jatuh cinta... Ya, Gabrielle lagi-lagi di buat jatuh cinta oleh kesederhanaan Elea yang begitu menghargai momen pertama mereka.
"Sesayang itu pada ponsel ini, hm?" tanya Gabrielle kemudian mencium bibir Elea sekilas.
Elea mengangguk. Dia menatap ponselnya lama.
"Ini adalah hadiah pertama yang Kakak berikan untukku, sudah seharusnya aku menjaganya dengan baik. Jadi meskipun ponselnya sudah mati, harus tetap di perbaiki karena ini adalah barang yang sangat berharga untukku, Kak".
"Hmmm, baiklah kalau memang itu yang kau inginkan. Nanti sebelum kita pergi ke rumah ayah dan ibu kita akan membawa ponsel itu untuk di perbaiki dulu. Sayang, kau sangat mengagumkan. Aku mencintaimu".
Suasana di dalam kamar mandi berubah menjadi sedikit panas saat Gabrielle mulai menikmati bibir istrinya. Dia terus menyesap bibir merah muda itu hingga membuat pemiliknya kesulitan bernafas.
"Uugggghhhhh... K,Kak Iel" lenguh Elea saat tangan suaminya mulai menjalar di bagian dada dan perutnya.
__ADS_1
Kulit di tubuh Elea meremang. Matanya terpejam menikmati sentuhan tangan dan bibir suaminya yang entah kenapa akhir-akhir ini membuat Elea merasa seperti ketagihan.
"Sayang, datang bulanmu sudah pergi belum?" tanya Gabrielle serak menahan nafsunya.
Elea membuka mata. Dia lalu menatap suaminya yang tengah melihatnya dengan sayu. Keningnya mengernyit heran.
'Kak Iel kenapa ya? Apa dia jadi sakit setelah menciumku?'.
"Sayang, ayo cepat jawab pertanyaanku!" desak Gabrielle.
"Per,pertanyaan yang mana Kak?" tanya Elea gugup.
Bukannya menjawab pertanyaan Elea, Gabrielle malah kembali menenggelamkan wajah di dada istrinya. Dia menghisap kuat kulit di bagian dada Elea hingga meninggalkan bekas keunguan di sana. Tak mempedulikan kondisi istrinya yang sedang sangat kotor.
"Kak Iel.. Su,sudah".
Nafas Gabrielle memburu. Nafsunya seperti akan meledak melihat respon tubuh Elea yang tidak bisa menolak sentuhan darinya.
"Jawab pertanyaanku sayang".
"Pertanyaan yang mana si Kak? Aku tidak tahu" sahut Elea sambil menahan kepala Gabrielle yang ingin kembali menempel di dadanya. "Kakak seperti bayi yang ingin menyusu saja".
Gabrielle tertawa. Dia meraih tangan Elea yang sedang menahan kepalanya. "Datang bulannya sudah pergi belum, sayang? Aku sudah tidak bisa menunggunya lagi".
"Oh, sudah Kak" jawab Elea polos.
Sebuah seringai aneh muncul di bibir Gabrielle. Dia merasa kalau hari kemenangan juniornya sudah tiba.
"Kak Iel, aku mau mandi dulu. Tubuhku baunya sangat tidak enak. Memangnya Kakak tidak jijik?" tanya Elea sambil mengendus aroma tubuhnya sendiri.
"Tidak. Aku malah menyukainya" jawab Gabrielle seenaknya.
Elea terbengang heran. Bagaimana bisa ada manusia yang tidak merasa jijik melihat kotoran yang menempel di tubuh orang lain. Suaminya ini kenapa sangat aneh.
"Ya sudah kau mandilah. Aku akan memesankan pakaian baru untukmu. Jangan lama-lama, aku merindukanmu sayang".
Cup
Pipi Elea bersemu merah saat suaminya memberikan ciuman mesra sebelum keluar dari kamar mandi. Dia tersenyum malu sambil menutup wajah saat mendengar suaminya yang sedang bersenandung lagu cinta.
"Elea, i will always love you...... ".
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...