
"Bagaimana, apa kalian sudah menemukan keberadaan cucuku?".
Saat ini Karim tengah berada di halaman belakang rumahnya. Dia sedang berbicara dengan orang yang dia suruh mencari keberadaan Eleanor, cucunya yang sudah lama hilang.
"Maaf Tuan Karim, sampai saat ini kami masih belum bisa melacak keberadaan Nona kecil. Pemilik panti asuhan bilang kalau Nona kecil melarikan diri dari sana saat berusia dua belas tahun. Dan sejak saat itu tidak ada satupun yang tahu dimana Nona kecil tinggal!".
Karim terduduk lesu di kursi, wajahnya terlihat sangat menyedihkan. Seandainya saja dia dan istrinya tidak egois pada masa itu, dia pasti tidak akan kehilangan satu-satunya penerus Keluarga Young. Karim sangat menyesal dengan tindakannya dulu yang sudah dengan tega membuang cucunya sendiri ke panti asuhan. Dia dan istrinya bahkan dengan kejam mengancam pemilik panti agar terus menyiksa bayi tidak bersalah itu. Satu hal yang Karim dan istrinya tidak pernah menduga, Bryan akan berada di titik kehancurannya begitu tahu kalau anak dan istrinya sudah meninggal. Putranya seperti kehilangan arah. Bahkan kesedihannya itu membuat Bryan kehilangan gairah terhadap wanita. Dosa yang Karim dan istrinya perbuat berimbas pada kehidupan rumah tangga putra mereka. Dari luar Bryan akan di kenal sebagai sosok penyayang yang begitu mencintai anak dan istrinya, namun begitu mereka sampai di dalam rumah, putranya akan langsung berubah menjadi sosok dingin yang tidak tersentuh. Dan yang paling menderita di sini adalah Yura dan Patricia. Mereka seolah tak pernah ada di mata Bryan.
"Tuan Karim, anda baik-baik saja?".
Tangan Karim terangkat meminta orang itu untuk tetap diam. Satu tangannya lagi menekan bagian dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Karim tahu, penyakit yang dia derita sekarang merupakan karma atas kejahatan yang sudah dia lakukan pada cucu dan menantunya dulu. Itulah kenapa dia selalu menolak setiap kali ada orang yang ingin menolongnya.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu cemas" ucap Karim pelan setelah rasa sakitnya agak mereda.
"Tapi wajah anda sangat pucat, Tuan. Bagaimana kalau saya panggilkan dokter kemari?".
"Tidak usah, aku sudah biasa seperti ini. Aku tidak butuh dokter".
'Karena yang aku butuhkan adalah maaf dari Eleanor dan Bryan, bukan orang lain'.
Orang suruhan Karim terlihat sangat bingung. Dia khawatir melihat kondisi tuannya sekarang, tapi dia juga tidak berani melawan keinginannya.
"Apa kau sudah menyebar orang ke beberapa tempat yang mungkin pernah di singgahi oleh cucuku?" tanya Karim.
"Sudah, Tuan Karim. Tapi mereka belum memberikan kabar apapun sampai sekarang!".
Mata Karim berkaca-kaca. Wajarlah kalau orang suruhannya kesulitan mencari keberadaan Eleanor, gadis kecil itu menghilang sejak usinya dua belas tahun. Usia dimana orang bahkan belum memiliki kartu identitas, dan gadis kecil itu sudah berkeliaran di luar sana tanpa membawa tanda pengenal. Tidakkah kalian merasa kalau Karim adalah kakek yang sangat kejam? Dia sengaja menciptakan neraka untuk cucunya sendiri.
"Oh ya Tuan Karim, pagi ini saya sempat memeriksa ke kantor catatan sipil. Sekitar sebulan yang lalu ada orang yang mendaftar membuat kartu identitas dengan nama Elea Ma. Tapi saya mengurungkan niat untuk menyelidiki orang tersebut karena takut menyinggung keluarga itu. Bagaimana menurut pendapat Tuan, perlukah saya mencari tahu?".
"Jangan main-main dengan Keluarga Ma, mereka bukan keluarga yang bisa seenaknya di sentuh. Lagipula mereka tidak akan mungkin membawa Eleanor masuk ke keluarganya. Itu mustahil" sahut Karim.
"Tapi Tuan...
"Sudahlah, aku yakin dia bukan cucuku. Lebih baik kalian lakukan pencarian di tempat lain. Coba kalian periksa di gang-gang yang menjadi tempat tinggal para pengemis. Siapa tahu, siapa tahu cucuku tinggal bersama mereka!" ucap Karim memotong perkataan anak buahnya dengan suara bergetar.
__ADS_1
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi!".
"Pergilah. Ingat pesanku, jika memang cucuku sudah meninggal, temukan makamnya. Tapi aku berharap kalian akan membawakan kabar baik untukku. Aku akan menjamin masa depan yang baik untuk keluargamu kalau kau berhasil menemukan keberadaan Eleanor. Aku mohon, tolong temukan gadis malang itu agar aku bisa menebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan padanya dan ibunya dulu!".
Orang suruhan itu terdiam sejenak. Dia sangat tidak tega melihat raut kesedihan di wajah tuannya.
"Tuan tidak perlu menjanjikan apapun pada saya. Doakan saja semoga kami bisa secepatnya menemukan Nona kecil. Saya permisi!".
Karim melamun setelah orang suruhannya pergi menjalankan tugas. Matanya menerawang jauh memikirkan kejahatan yang pernah dia lakukan bersama mendiang istrinya dulu.
Patricia yang saat itu tidak sengaja berpapasan dengan orang suruhan kakeknya segera datang mendekat. Dia berniat mengorek informasi tentang keberadaan Elea.
"Kakek, apa yang sedang Kakek lakukan di luar malam-malam begini?".
Karim yang saat itu tengah melamun sedikit kaget saat ada yang bertanya padanya. Dia lalu menoleh.
"Oh kau Patricia, Kakek pikir siapa".
"Apa yang Kakek lakukan di sini? Angin malam tidak bagus untuk kesehatan Kakek!" tanya Patricia penuh selidik sambil merapihkan mantel di tubuh kakeknya.
"Kakek hanya ingin mencari udara segar saja. Malam sekali kau baru pulang" jawab Karim tenang, berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
"Cukup banyak pekerjaan di kantor tadi, Kek. Dan juga sekarang perusahaan sedang sangat sibuk menyusun rencana untuk memulai proyek bersama Group Ma!".
"Group Ma?" beo Karim terkejut.
"Iya. Dan Ayah menunjukku sebagai menanggung jawab proyek tersebut. Mungkin ke depannya aku akan lebih sering pulang malam setelah proyek ini mulai di jalankan, Kek. Aku harus bekerja lembur agar bisa memberikan yang terbaik untuk Group Ma dan juga Group Young!" jawab Patricia sambil tersenyum kecil.
"Jangan terlalu memforsir tenagamu, Patricia" ucap Karim mengingatkan.
"Iya Kek!" sahut Patricia patuh. "Tadi di luar aku berpapasan dengan seseorang, apakah itu tamunya Kakek?".
Karim melihat kearah Patricia. Meski sedikit ragu, dia akhirnya mengangguk.
"Tumben sekali Kakek menerima tamu malam-malam begini. Kakek, baik-baik saja kan?" tanya Patricia pura-pura khawatir.
__ADS_1
'Ayolah Kek beritahu aku, informasi darimu sangat penting untuk masa depanku nanti. Apapun yang terjadi kau tidak akan aku biarkan menemukan Elea. Parasit itu tidak boleh kembali ke rumah ini'.
"Jangan cemas, Kakek tidak apa-apa" jawab Karim mengurai kekhawatiran cucunya.
"Apa Kakek sedang menyembunyikan sesuatu dariku? Kakek terlihat sedih sejak tadi!" desak Patricia berusaha mencari tahu.
Karim menghela nafas. Dia kemudian berfikir untuk sedikit membagi bebannya pada Patricia. Biar bagaimana pun Patricia adalah calon penerus keluarga ini jika Eleanor benar-benar tidak bisa di temukan.
"Patricia, Kakek sebenarnya sedang mencari sesuatu. Sesuatu yang sangat berharga!".
Bibir Patricia menyeringai samar.
"Apakah itu sejenis harta karun Kek?" tanya Patricia melucu.
"Kau ini" jawab Karim sambil mengusap puncak kepala cucunya. "Dia lebih dari sekedar harta karun, Patricia. Tapi....
"Apa Kakek sudah menemukan benda berharga itu?".
Patricia sudah tidak sabar ingin segera tahu dimana parasit itu tinggal. Dia sampai tidak menyadari gaya bicaranya yang terdengar begitu dingin.
"Belum. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami, itu yang di alami oleh orang-orang yang Kakek minta untuk mencari keberadaannya. Tidak ada yang tahu dimana harta karun itu berada!" jawab Karim sedih.
Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Patricia. Dia merasa sangat lega karena orang suruhan kakeknya belum berhasil menemukan keberadaan Elea. Dia masih aman.
"Sabar ya Kek. Kita berdoa saja supaya mereka bisa secepatnya menemukan benda yang Kakek mau. Hari sudah semakin larut Kek, lebih baik kita segera masuk ke dalam. Aku tidak mau Kakek jatuh sakit gara-gara berangin di luar!" ucap Patricia kemudian membantu kakeknya berdiri.
Dengan patuh Karim menuruti keinginan cucunya. Meski Patricia bukanlah cucu kandungnya, Karim sangat menyanyanginya. Patricia adalah gadis yang sangat baik, sikapnya sangat dewasa dan juga penurut. Meksi sudah berumur dua puluh enam tahun, gadis ini tidak pernah sekalipun membuat masalah. Membuat Karim dan Yura merasa amat bangga padanya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-7308...