Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Ada Konspirasi


__ADS_3

Setelah acara resepsi pernikahan Gleen dan Lusi selesai di gelar, semua tamu bergegas kembali ke rumah masing-masing. Tak terkecuali juga dengan Junio. Dia dengan gaya songongnya mengikuti Patricia yang minta di antar pulang ke apartemen.


"Mau apa kau?" tanya Patricia sinis.


"Tentu saja aku ingin masuk ke dalam. Kenapa memangnya?"


Dengan tampang sok polos tanpa dosa Junio menatap Patricia yang tengah berdiri menghadang di depan pintu masuk. Dia sedikit bingung kenapa wanita hamil ini memperlihatkan aura permusuhan yang begitu besar. Padahal, sejak pagi Patricia selalu patuh dengan tidak banyak bicara. Dan tadi saat di pesta pun Patricia lebih banyak diam. Tapi sekarang... kenapa suasananya terlihat sedikit horor ya?


"Jun, rumahmu itu bukan di sini. Jadi untuk apa kau ikut masuk ke dalam apartemenku?" cecar Patricia.


Astaga Nyonya Liona, aku takut sekali Junio mengamuk. Semoga saja rencana ini tidak membawa dampak buruk untuk kandunganku. Amiin.


"Tapi anakku tinggal di sini, Cia," jawab Junio seraya menunjuk ke arah perut Patricia. "Kecambah bar-barku ada di dalam perutmu."


"A-apa kau bilang?!" pekik Patricia syok. "Kecambah bar-bar? Yaakkkk Junio, kau sudah gila ya. Aku ini sedang mengandung anak manusia, bukan sayuran. Brengsek sekali kau mengatai anakku seperti itu. Pergi sana!"


"Cia, tolong jangan seperti ini. Aku bisa mati jika tidak ada kalian. Biarkan aku tinggal di sini ya? Aku janji akan membayar sewa padamu," rengek Junio ketakutan saat Patricia hendak menutup pintu.


Sudah pasti Junio tidak mau di pisah dari kedua orang ini karena dia akan langsung berada di fase setengah nyawanya menghilang. Junio tak mau merasakan lagi yang namanya morning sickness dan juga mengidamkan sesuatu yang aneh-aneh. Hanya dengan selalu menempel pada Patricia saja rasa-rasa yang menyiksanya bisa berkurang. Meskipun beberapa kali masih merasa mual, tapi setidaknya itu jauh lebih baik karena Junio jadi bisa tidur nyenyak. Dan jika sampai dia diminta menjauh, maka bisa di pastikan kalau Junio akan langsung berubah menjadi zombie karena kurang tidur.


"Aku tidak butuh uangmu."


"Kalau begitu bagaimana kalau aku menawarkan pelukanku saja. Mau kan? Aku janji akan memelukmu sepanjang tinggal di apartemen ini."


Aku menginginkan cintamu, Junio. Bukan pelukanmu. Karena rasanya akan sangat hambar jika tidak ada perasaan apapun di antara kita. Jadi maaf, aku terpaksa harus mengikuti saran Nyonya Liona untuk menyiksamu dulu agar kau segera sadar kalau aku dan bayi kita membutuhkanmu sebagai suami dan juga seorang ayah.


"Pergilah, Jun. Aku lelah, aku ingin istirahat," ucap Patricia lirih.


"Kau lelah? Ya sudah sebaiknya kita masuk ke dalam lalu aku akan memijit kakimu. Aku dengar wanita yang sedang hamil memang gampang kelelahan. Ayo kita masuk, kasihan si kecambah bar-bar. Aku khawatir dia akan mengalami cedera serius jika tidak segera mendapat perawatan yang tepat!" ucap Junio dengan penuh semangat hendak menggandeng tangan Patricia masuk ke dalam.


Andai saja tidak sedang terikat rencana untuk menyadarkan pria ini, Patricia pasti akan langsung luluh setelah mendengar ucapan Junio. Karena jujur saja, rasanya sungguh sangat menyenangkan ada yang memberi perhatian pada dia dan juga pada bayinya. Namun, Patricia tidak bisa melakukan hal ini. Dia harus kuat demi bisa mendapat apa yang dia mau.

__ADS_1


"Cia, kenapa diam saja? Ayo masuk!" ajak Junio ketika melihat Patricia tak bergeming di tempatnya berdiri.


"Junio....


"Ada apa, hm?"


"Aku muak melihatmu!"


Brraaaakkkk


Junio diam mematung seperti orang bodoh saat Patricia membanting pintu apartemen dengan begitu kuat. Sadar kalau dirinya masih terjebak di luar kamar, Junio pun bergegas mengetuk pintu dan merayu Patricia agar mau membukanya.


"Patricia, tolong buka pintunya. Aku mau masuk ke dalam, Patricia. Buka pintunya."


"Tidak mau. Kau sangat bau Junio, bau sampah!" teriak Patricia dari dalam kamar apartemen.


"Sampah??????"


"Cia, tubuhku sangat wangi. Mungkin saluran di hidungmu ada yang rusak makanya kau mencium aroma sampah dari tubuhku. Ayo buka pintunya, Cia. Kita periksa ke dokter apakah ada masalah di hidungmu atau tidak!" teriak Junio mencoba meyakinkan pemilik si apartemen.


"Tidak mau, Junio. Kau pergi saja dari sini, aku mual mendengar suaramu!"


Nafas Junio langsung memburu begitu dia mendengar teriakan Patricia. Yang benar saja. Tadi tubuhnya yang di bilang bau sampah, sekarang suaranya membuat wanita hamil ini merasa mual. Ini sebenarnya ada konspirasi apa antara Patricia dengan bayi mereka? Kenapa Junio merasa seperti sedang di permainkan?


"Patricia, berhenti bermain-main denganku. Sekarang cepat buka pintunya atau aku akan mendobrak paksa. Sekarang Patricia!" teriak Junio habis kesabaran.


"Maaf Tuan, tolong kecilkan suara anda. Anak dan istri saya baru saja terlelap, suara teriakanmu bisa membangunkan mereka nanti!" tegur salah seorang penghuni apartemen kesal.


Dengan wajah merah padam, Junio mendekati orang yang baru saja menegurnya. Dia berniat untuk curhat tentang kelakuan buruk Patricia yang baru saja menghinanya secara terang-terangan.


"Apa saat istrimu hamil dia pernah mengatai tubuhmu bau sampah?"

__ADS_1


"Oh, jadi istri anda sedang hamil?"


Junio tanpa sadar mengangguk. Dia sama sekali tak menolak saat orang ini menyebut Patricia sebagai istrinya.


"Masih mending hanya di katai tubuh bau sampah. Anda tahu tidak, di awal kehamilan istri saya dia tidak pernah mau bertemu. Dia akan langsung muntah jika melihat wajah saya dan hal ini berlaku sampai usia kehamilan istri saya menginjak enam bulan. Dan bukan hanya itu saja Tuan. Saya dan istri saya bagaikan musuh karena istri saya selalu menyebut kalau saya bau dan terlihat seperti monster. Anda bisa bayangkan sendiri betapa menderitanya saya waktu itu. Ingin menghajarnya tidak mungkin, tapi tidak di hajar hati rasanya sakit sekali di perlakukan seperti itu oleh istri sendiri. Lalu ada yang bilang kalau itu adalah balasan dari anak kami karena selama ini saya rutin melakukan perselingkuhan. Dan akhirnya saya sadar lalu menerima dengan lapang dada segala perilaku menyimpang yang istri saya lakukan hingga bayi kami lahir!"


Seandainya ada yang mau mengukur, mungkin sekarang anak kambing pun bisa masuk ke dalam mulut Junio yang sedang terbuka lebar. Dia sungguh syok mendengar pengakuan orang ini. Bagaimana mungkin sebutir kecambah kecil bisa membuat serangan balasan hingga menimbulkan dampak kejiwaan yang begitu besar pada ayah mereka? Dan sialnya penderitaan Junio baru saja di mulai. Sambil mengerjapkan mata, Junio kembali bertanya pada orang tersebut. Dia begitu penasaran tentang kelanjutan nasib orang ini setelah bayinya lahir.


"Setelah anak kalian lahir apakah istrimu masih kerasukan seperti saat sedang hamil? Lalu apa bayimu melakukan sesuatu yang membuatmu mengalami penderitaan jilid dua?"


Orang tersebut menarik nafas dalam-dalam begitu mendengar pertanyaan Junio. Yang mana perbuatannya itu langsung membuat wajah Junio pucat pasi.


"Sulit untuk di jelaskan, Tuan. Anda harus merasakannya sendiri saat istri anda melahirkan nanti. Pesanku, jangan pernah membantah. Ikuti segala kemauan istri anda jika anda mau selamat. Saya permisi, Tuan."


Ingin gantung diri? Tentu saja. Dan itulah yang tengah dirasakan oleh Junio sekarang. Dengan langkah lunglai Junio melangkah menuju depan pintu kamar Patricia. Dia lalu memandang lama ke arah sana sambil menghembuskan nafas besar berulang kali.


"Hei kecambah bar-bar, darimana kau menemukan ide yang begini kejam untuk menyiksa Daddy hah? Apa iya kau tahu kalau dalam proses pembuatanmu Daddy banyak sekali menyakiti fisik dan mental Mommy-mu? Jika memang benar, Daddy minta maaf, oke?"


Setelah berkata seperti itu dengan berat hati Junio melangkah pergi dari sana. Dia tidak tahu kalau semua yang dia katakan ternyata di dengar oleh Patricia melalui alat yang menempel di dekat bel.


"Apa dia sudah gila?" gumam Patricia terheran-heran.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


βœ…Maaf ya gengss akhir-akhir ini jadwal updatenya agak kacau. Dan juga untuk kalian yang ngatain emak sibuk di youtube kalian salah besar. Novel yang upload di youtube itu emang udah di siapin dari sejak abis lebaran kemarin. Baru di upload sekarang karena emak pinginnya sekarang. Oh iya, jangan lupa mampir ke chanel emak @Mak Rifani ya gengss... Makin seru kok ceritanya...


...🌻VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻IG: rifani_nini...

__ADS_1


...🌻FB: Rifani...


__ADS_2