
Reinhard menatap sengit kearah Jackson yang sedang berdiri acuh di hadapannya. Entah bagaimana caranya penjahat ini bisa muncul di rumah sakit. Setahu Reinhard, Jackson saat ini tengah berada di kediaman ibunya Gabrielle untuk menjalani hukuman. Namun, tiba-tiba sosok mengerikan ini muncul di ruangannya sambil menunjukkan sikap acuh seakan tak pernah melakukan dosa apa pun.
"Mau apa kau kemari? Ingin membuat onar? Iya?" tuduh Reinhard seraya menyipitkan mata. Dia curiga.
"Rumah sakit ini bukan milikmu, Reinhard. Jadi siapa pun berhak untuk datang kemari,"
Jackson sengaja datang ke rumah sakit ini untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Elea. Dia datang kemari atas seizin Nyonya Liona.
"Termasuk sembarangan masuk ke ruanganku, iya?.
Dengan kesal Reinhard melangkah menuju sofa. Dia kemudian duduk, ekor matanya terus mengawasi Jackson yang kini datang menyusul.
"Santai saja, aku datang bukan untuk membunuhmu" goda Jackson. "Aku sudah bertobat,"
"Bertobat?" ejek Reinhard kemudian tertawa kencang.
"Ya. Ada yang lucu?.
Tidak ada reaksi apa pun di wajah Jackson saat Reinhard tak berhenti menertawakannya. Sembari menunggu Reinhard berhenti tertawa, Jackson diam melamun. Pikirannya melayang jauh, terkenang dengan gadis bernama Zhou'er yang mati demi melindunginya. Wajah gadis itu sama persis dengan Elea, hanya saja gaya rambut dan juga pakaian mereka yang berbeda. Gadis yang berada dalam mimpinya Jackson seperti mengenakan pakaian zaman dulu. Matanya, hidungnya, juga mulutnya benar-benar sangat mirip dengan Elea yang dia kenal di tempat ini.
Sebenarnya Jackson tidak terlalu mempercayai adanya reinkarnasi, tapi semua kebetulan yang dia alami seolah meyakinkannya kalau reinkarnasi itu benar adanya. Di dalam mimpi itu pria bernama Shinyu yang wajahnya serupa dengan wajahnya bersumpah di depan mayat Zhou'er bahwa dirinya tidak akan memiliki kehidupan yang baik. Dan hal itu sama persis dengan hidup yang di lewati oleh Jackson. Menjadi seorang pembunuh bayaran di lakoni Jackson tanpa alasan yang jelas. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan dirinya setiap kali memenggal kepala orang lain. Jackson marah, dia tersiksa. Namun, Jackson tidak tahu kenapa dia merasa seperti itu. Akan tetapi sekarang dia telah menemukan jawabannya, Jackson sudah tahu kenapa dirinya hidup dengan sangat tersiksa.
"Jackson, aku tidak percaya kalau kau sudah bertobat. Atau jangan-jangan tobatmu itu hanya tobat tomat yang akan membusuk seiring berjalannya waktu,"
Ejekan Reinhard membuyarkan lamunan Jackson. Dia menarik nafas dalam-dalam kemudian melemparkan perkataan yang langsung membuat direktur rumah sakit ini terdiam dengan wajah syok.
"Ya benar kalau aku hanya tobat tomat. Kebetulan sekali kita sekarang sedang berdua, bagaimana kalau aku menjadikanmu korban pertama setelah aku terinfeksi virus tobat tomat yang kau tuduhkan tadi. Kau setuju bukan, dokter Reinhard?.
Gluukkk
Mulut Reinhard langsung terkunci rapat. Sepertinya dia telah menyinggung mantan pembunuh bayaran ini.
"Katakan padaku tujuanmu datang kemari. Kau tidak mungkin kabur dari hukuman Bibi Liona kan?" tanya Reinhard setelah berhasil mengendalikan diri.
"Apa itu penting?.
Jackson berdecak malas.
__ADS_1
"Tentu saja itu penting" jawab Reinhard ngotot. "Aku mana mungkin membiarkan seorang mantan pembunuh berkeliaran dengan bebas di rumah sakit ini. Kalau tiba-tiba kau kerasukan lalu memenggal kepala salah satu pasienku bagaimana? Nama baik rumah sakit ini bisa tercemar!.
Meski pun malas Jackson akhirnya memberitahu Reinhard tujuannya datang kemari.
"Aku ingin melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada Elea" ucap Jackson dengan raut wajah yang serius. "Hasil diagnosis kesehatan yang kau keluarkan sedikit menganggu pikiranku. Aku tidak menyebut jika diagnosismu salah Rein, hanya saja sedikit kurang akurat. Yang berhasil kau temukan di tubuh Elea hanya jenis Kista Endometrium saja. Akan tetapi aku curiga kalau di tubuhnya ada jenis penyakit lain yang jauh lebih berbahaya. Karena itulah aku ingin melakukan pemeriksaan sedetail mungkin supaya aku bisa menemukan obat untuk mengatasi kemandulan yang mungkin saja di alami oleh Elea!.
Reinhard terhenyak kaget begitu mendengar penjelasan Jackson. Tidak di pungkiri kalau Jackson mampu menemukan kesalahan dari hasil pemeriksaan yang pernah dia lakukan untuk Elea. Karena sebelum Reinhard di angkat menjadi direktur utama di semua rumah sakit milik Group Ma, Jackson adalah satu-satunya dokter terbaik yang ada di negara ini. Bahkan sampai detik ini belum ada satu pun dokter yang mampu menyaingi kejeniusannya dalam mendiagnosis sebuah penyakit. Wajar saja jika sekarang Jackson ingin melakukan pemeriksaan ulang untuk menyelidiki kasus Elea. Dan Reinhard tidak merasa tersinggung sama sekali. Justru dia merasa senang karena Elea akan menerima pengobatan dari dokter yang memiliki jam terbang tanpa cacat.
"Lalu di mana Elea?" tany Reinhard.
"Sebentar lagi dia juga datang,"
Tepat setelah Jackson menjawab pertanyaan Reinhard, pintu ruangan terbuka. Lalu muncullah seorang gadis kecil yang sedang tersenyum lebar sambil melangkah masuk ke dalam.
"Halo dokter Jackson, hai Kak Reinhard" sapa Elea ramah. "Apa kalian sedang membicarakan aku? Kelihatannya senang sekali,"
Wajah Reinhard langsung berubah masam. Entah dari mananya Elea menganggap kalau mereka sedang merasa senang. Padahal dia dan Jackson sedang serius membahas kesalahan dalam mendiagnosis penyakit yang di derita oleh Elea. Sungguh pertanyaan yang sangat menjengkelkan. 🤣
"Apa kau sudah selesai bergosip?" tanya Jackson sembari menatap dalam kearah gadis yang berasal dari reinkarnasi Zhou'er ini.
"Sudah beres semua, dokter. Sekarang aku sudah siap untuk di periksa" jawab Elea yakin.
Mata Reinhard menyipit saat dia menangkap tatapan tak biasa di mata Jackson. Segera dia berdiri untuk menghalangi pandangan Jackson yang terus saja memperhatikan gerak-gerik Elea.
"Kau jangan macam-macam, Jackson. Elea adalah istrinya Gabrielle, kau tidak boleh menatapnya lebih dari tiga detik!" ucap Reinhard memberi peringatan.
Jackson acuh. Dia dengan santai mendorong Reinhard ke samping lalu meraih tangan Elea. Dengan tatapan penuh kasih Jackson mengelus puncak kepala adiknya. Ya, adiknya. Adik di masa lalu yang rela mati hanya demi menyelamatkannya dari kekejaman seorang bandit penagih hutang.
"Jackson, kau!.
"Kak Reinhard tenang saja. Dokter Jackson tidak akan mungkin menyakitiku" ucap Elea sambil tersenyum penuh makna.
"Kami sudah berbaikan,"
"Berbaikan?" beo Reinhard tak percaya.
"Iya" sahut Elea.
__ADS_1
Kening Reinhard mengernyit.
'Apa iya mereka benar-benar sudah berbaikan? Kenapa aku merasa ragu ya? Dan itu, Ya Tuhan. Berani-beraninya Jackson menyentuh wajah Elea. Wooaaahh, harus segera aku laporkan pada Gabrielle. Ini bahaya.'
"Gabrielle tidak akan marah sekali pun kau mengatakan kalau kami saling berpegangan tangan, Rein. Semalam saja Gabrielle hanya diam saat kami saling memeluk. Iya kan, Elea?" ucap Jackson yang menyadari niat jahat di diri Reinhard.
Mata Reinhard melotot lebar. Yang benar saja.
"K-kau di izinkan untuk memeluk Elea di depan matanya Gabrielle?.
Jackson dan Elea kompak mengangguk.
"Dan dia tidak kerasukan?.
Jackson dan Elea kembali mengangguk.
"Luar biasa!" pekik Reinhard takjub. "Apa kalian menyebar sihir untuk menaklukkan keposesifannya yang tidak ada obat itu?.
"Konyol. Sebenarnya kau ini hidup di zaman apa, Rein? Bisa-bisanya membahas ilmu sihir hanya karena Gabrielle membiarkan aku memeluk Elea. Obatmu habis?" seloroh Jackson sambil mencebikkan bibir.
"Iya, konyol sekali" timpal Elea ikut berseloroh. "Sudahlah dokter, abaikan saja pria yang pikirannya hanya sejengkal ini. Lebih baik kita segera melakukan pemeriksaan karena sebentar lagi aku harus mengunjungi Kak Lusi di ruangannya."
"Baiklah. Ayo!.
Reinhard diam mematung saat dirinya di tinggal begitu saja oleh Jackson dan Elea. Mau sepintar apa pun dia, tetap tidak akan bisa melawan kata-kata Elea yang entah kenapa berhasil membuat hatinya merasa teraniaya.
"Pria dengan pemikiran sejengkal? Apa kau bermaksud mengataiku seorang pria yang sangat bodoh, Elea? Jahat, istrinya Gabrielle benar-benar sangat jahat. Kau kejam Elea, kau kejam!!" teriak Reinhard frustasi.
Elea yang masih bisa mendengar suara teriakan frustasi Reinhard nampak terkikik pelan. Dia meringis saat daun telinganya tiba-tiba di tarik ke atas.
"Dasar gadis nakal,"
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Rifani...