Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Menginginkan Kebebasan


__ADS_3

Jackson merintih lemah setelah tangannya terlepas dari gigitan harimau yang setiap pagi selalu mengguncang andrenalinnya. Yahh, setelah dia tertangkap oleh Keluarga Ma, kehidupannya berubah dengan sangat drastis. Dia yang awalnya ingin menjadikan Elea sebagai tawanan, malah berbalik menjadi dia yang di tahan oleh keluarga mengerikan ini. Jackson benar-benar sangat menyesal karena sudah mengusik anggota keluarga ini tanpa memikirkan resiko yang akan di terimanya. Hari-harinya selalu terisi dengan berbagai macam siksaan. Dan yang paling parah adalah dia yang akan selalu di adu dengan binatang mengerikan yang di pelihara oleh Keluarga Ma. Sebuas-buasnya seorang Jack-Gal, tidak pernah terfikir sekalipun kalau dia akan benar-benar berhadapan dengan yang namanya binatang buas. Dan hanya keluarga ini saja yang bisa membuat seorang Jackson merasakan apa itu trauma.


"Aku sudah tidak tahan lagi. Kenapa kalian tidak membunuhku saja hah!" teriak Jackson frustasi.


Para penjaga yang berada di sana nampak tak bergeming saat Jackson berteriak marah. Mereka seperti robot, kaku dan hanya akan bergerak jika mendapat perintah dari Nyonya si pemilik rumah. Sedangkan si pemilik rumah ini sendiri tengah menyesap wine sambil mengelus kepala harimau yang baru saja selesai melakukan olahraga pagi.


"Bagaimana Lan, apa harimu menjadi menyenangkan setelah mendapat seorang teman?" tanya Liona dengan suara yang cukup keras agar terdengar sampai ke telinganya Jackson.


Ggggrrrrrrr


Lan menggeram pelan sambil mengibas-ngibaskan ekornya. Dia lalu menatap kearah temannya yang sedang terkapar di tanah dengan tubuh yang di penuhi luka bekas gigitannya.


Liona tersenyum. Dia ikut melihat kearah Jackson, kemudian menggerakkan dagu kearah anak buahnya supaya menyeret pembunuh itu datang ke hadapannya.


Jackson hanya bisa pasrah saat tubuhnya di seret oleh dua orang penjaga. Dia sudah hafal betul siapa yang akan segera bertemu dengannya. Dalam hatinya, Jackson berusaha memikirkan cara agar Nyonya Liona mau melepaskannya. Jackson benar-benar sudah tidak kuat lagi menerima siksaan di rumah ini.


"Ada yang ingin kau katakan?" tanya Liona dingin setelah melihat tawanannya duduk berlutut di depannya.


"Nyonya, aku menyesal telah menyinggung keluargamu. Aku, aku mengaku salah" jawab Jackson melemah. 'Apapun caranya aku harus bisa membujuk wanita ini agar mau melepaskanku. Tak peduli meski aku harus merendah sekalipun, yang terpenting aku bisa bebas. Baru setelah keluar dari sini aku akan mengatur rencana baru untuk membalas apa yang telah mereka lakukan padaku. Oke Jackson, sekarang fokuslah untuk menarik simpati wanita sialan ini. Gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya sebelum terlambat!.'


Sebuah seringai kejam muncul di bibir Liona saat dia mendengar apa yang sedang di rencanakan oleh Jackson. Masih dengan mengusap kepala Lan, Liona mengambil gelas berisi air panas yang baru saja di antarkan oleh pelayan.


Byuuurrrrrr


"Aargghhh panas panas panas!" teriak Jackson kemudian melompat-lompat sambil mengelap wajahnya yang baru saja di siram dengan air panas. Setengah mati Jackson menahan mulutnya agar tidak mengumpat saat dia mendengar suara kekehan yang keluar dari mulut wanita ini. Berusaha meredam emosinya, Jackson kembali duduk berlutut. Mengabaikan harga dirinya yang sudah di injak-injak dengan begitu rendahnya.


"Ny,Nyonya, kenapa kau melakukan ini semua padaku? Aku sudah mengaku salah, tapi kenapa kau tak juga membiarkan aku pergi dari sini?."

__ADS_1


"Membiarkanmu pergi?" tanya Liona mengulang perkataan Jackson. "Asal kau tahu dokter Jackson, aku sengaja menahanmu di sini karena aku merasa kasihan pada Lan. Dia selalu sendirian, dan kebetulan kau datang mengacau di keluargaku. Jadi ya sudah, daripada membuang uang untuk membeli harimau lagi lebih baik aku gunakan saja apa yang ada. Dan sepertinya kau akan lama berada di sini karena Lan menyukaimu. Dia bilang kau sangat enerjik saat berolahraga bersamanya tadi."


Jackson langsung menelan ludah begitu dia sadar kalau kesempatannya untuk bisa bebas dari tempat ini sangat lah kecil. Tapi dia tak ingin menyerah begitu saja, Jackson kembali memikirkan cara lain untuk membujuk wanita ini.


"Nyonya, bagaimana kalau Nyonya mempekerjakan aku sebagai pelayan Nyonya saja. Aku menerima apapun posisi yang akan Nyonya berikan padaku. Aku sudah tidak kuat lagi hidup seperti ini, Nyonya. Aku mohon tolong pertimbangkan tawaranku!" ucap Jackson sambil mengatupkan kedua tangannya ke depan dada.


Liona menghela nafas panjang. Dia kemudian menyesap wine-nya, menikmati minuman enak itu dengan mata yang setengah terpejam.


"Nyonya Liona aku mohon tolong beri aku sedikit kebebasan. Aku bersumpah tidak akan pernah melawanmu. Aku akan benar-benar patuh dan tidak akan mencari masalah lagi. Aku janji Nyonya, tolong bebaskan aku!" desak Jackson tak sabar.


"Dokter Jackson, pelayan di rumahku sudah sangat banyak. Jadi aku tidak membutuhkan tenaga baru untuk membantu pekerjaan mereka. Dan juga..." ucap Liona kemudian menunjuk kearah kaki Jackson. "Di bawah kakimu itu terdapat ruang rahasia dimana orang-orangku bekerja mengawasi semua hal yang berhubungan dengan seluruh keluarga besarku. Apa kau pikir kau bisa menipuku dengan berpura-pura ingin menjadi seorang pelayan? Aku tidak sebodoh itu, dokter Jackson. Sepertinya kau tidak benar-benar mengenalku sebelum membuat kekacauan!."


Jackson mati kutu. Dia tak berani bicara lagi setelah niatannya di bongkar langsung oleh wanita ini. Hilang sudah impiannya yang ingin segera menghirup udara bebas seperti sebelumnya. Nasib akhirnya akan benar-benar tertelan habis di tangan keluarga gila ini.


"Penjaga!" panggil Liona.


"Suntikkan cairan ini ke tubuhnya. Setelah itu beri dia makanan yang paling enak dan juga bergizi tinggi. Tubuhnya terlihat sedikit kurus, aku tidak suka melihat tawananku tidak sehat!" perintah Liona sembari menyodorkan botol kecil yang berisi cairan terkutuk.


Jackson yang menyadari arti dari ucapan wanita ini segera beringsut menjauh. Dia mencoba memberontak saat bahunya di cekal oleh dua orang penjaga lainnya.


"Lepaskan aku!" teriak Jackson murka. Dia kemudian menatap sengit kearah ibunya Gabrielle yang terlihat begitu santai saat menikmati minumannya. "Kau wanita tua, j*lang biadap, lepaskan aku atau aku akan membuat perhitungan dengan seluruh keluargamu. Jangan kau pikir karena sudah berhasil menyekapku di sini lalu kau merasa sudah menang. Ini belum berakhir j*lang, seorang Jack-Gal tidak akan mati semudah itu!."


"Oh ya?" sahut Liona dengan senyum mengejek. "Kalau begitu bersiaplah, aku ingin memeriksa apakah benar kau kebal dengan kematian atau tidak!."


Liona meletakkan gelasnya di atas meja kemudian mengambil senjata api yang terselip di pinggang anak buahnya. Dengan santai Liona menarik pelatuk pistol kemudian mengarahkannya ke perut Jackson.


Dooorrr

__ADS_1


....


Doorrrrrrrr


Suara Jackson tertahan karena mulutnya langsung di bekap oleh penjaga. Wajahnya yang tadi sudah pucat kini semakin memucat saat darah mulai menetes keluar dari luka tembak yang baru saja dia terima.


"Ck, baru seperti ini saja kau sudah seperti akan mati. Mana sikap angkuhmu yang tadi kau tunjukkan, hem?" tanya Liona kemudian menekan dengan sangat kuat lula di perut Jackson. "Buka mulutnya, aku ingin mendengar seperti apa suara jeritan dari orang sombong sepertinya!."


Penjaga itu segera melepaskan tangannya dari mulut Jackson kemudian mendorongnya hingga jatuh tersungkur di lantai. Jackson hanya bisa mengerang sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di arah perutnya.


"Bawakan obatnya kemari!."


"Baik Nyonya Besar!."


Liona duduk berjongkok di sebelah Jackson yang sedang menggeliat kesakitan. Dia tersenyum, menertawai keinginan Jackson yang sedang berdoa pada Tuhan agar dirinya segera di beri kematian.


"Dokter Jackson, doamu tidak akan pernah terkabul karena aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah. Kau sudah menyakiti menantuku sejak usianya dua belas tahun. Dengan kau yang baru beberapa hari menginap di sini sangat tidak setimpal, ini semua belum ada apa-apanya jika di bandingkan dengan apa yang sudah kau lakukan pada menantuku. Jadi aku harap kau sedikit lebih bersabar lagi karena aku masih ingin melihatmu berada di rumah ini!" ucap Liona kemudian menyuntikkan obat yang di bawa oleh anak buahnya.


Jackson pasrah. Perlahan-lahan rasa sakit di perutnya menghilang, hal biasa yang selalu terjadi padanya setiap kali dia mendapat luka. Jackson tak habis fikir bagaimana keluarga ini mampu untuk mengendalikan nyawa seseorang dengan begitu mudah. Dia di siksa hingga maut berada di ujung lidahnya, lalu dengan mudahnya mereka membuat Jackson kembali pada kehidupannya. Setelah sehat dia akan kembali di siksa habis-habisan, dan setelahnya dia akan kembali di obati. Begitu setiap harinya sampai membuat Jackson merasa sangat frustasi dan juga menyesal karena sudah berurusan dengan Keluarga Ma.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


__ADS_2