Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Lidahmu, Hari-maumu


__ADS_3

"Gleen, kapan Lusi akan keluar dari rumah sakit? Aku bosan terus menggantikan pekerjaanmu" keluh Junio yang sedang menelpon sambil memijit leher belakangnya. Dia kelelahan.


"Aku baru setengah hari tidak datang ke perusahaan dan kau sudah mengeluh seperti ini? Kau waras tidak Jun. Astaga!.


Junio terkekeh. Dia memang kelelahan, tapi bukan itu yang membuatnya mengeluh. Junio merasa sepi karena tidak ada yang bisa di ajak bicara, itulah kenapa dia mengganggu sahabatnya yang sedang menunggui Lusi di rumah sakit.


"Aku menyusul kalian saja ya? Gedung ini seperti menjepitku, Gleen. Rasanya sesak sekali" ucap Junio sambil menahan tawa membayangkan wajah sahabatnya yang pasti sudah sangat masam begitu mendengar keinginannya.


"Alasan saja kau. Jangan pikir aku tidak tahu kalau sebenarnya tujuanmu datang kemari hanya ingin mengganggu kebersamaan kami, Jun. Dasar licik."


"Hahahhaaaa... Kau tahu saja kalau aku memang hanya ingin mengganggu kalian. Tapi Gleen, aku akan tetap pergi ke rumah sakit dengan atau tanpa izin darimu. Bay....


Tanpa mempedulikan teriakan Gleen, Junio langsung memutuskan panggilan. Setelah itu dia bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.


Dalam perjalanan, Junio berhenti di sebuah toko roti untuk membeli buah tangan. Dia memilih cake kesukaan sahabatnya sebelum kembali memacu mobilnya.


"Siapa dia? Cantik sekali" gumam Junio ketika melihat seorang wanita cantik keluar dari sebuah mobil yang sangat mewah.


Penasaran, Junio yang kebetulan memarkirkan mobil di samping mobil wanita tersebut langsung keluar untuk menghampirinya. Ada bagian nafsu dalam tubuhnya yang langsung menggelegak ketika membayangkan satu kesenangan saat berfantasi pada tubuh wanita tersebut.


Pukk


"Tuan, ada baiknya kau tidak menyentuh sesuatu yang bukan milikmu. Kau sadar tidak, sikap lancangmu ini bisa mengirimmu pergi ke neraka."


Junio langsung membeku ketika mendengar ucapan seorang wanita yang baru saja menepuk pundaknya. Seketika hawa dingin merasuk ke tulang di tubuhnya saat mata Junio tidak sengaja bertatapan dengan mata wanita tersebut.


"K-kau siapa?.


"Aku?" sahut Abigail balik bertanya. "Bukankah yang seharusnya bertanya itu aku? Kau siapa? Kenapa mendekati putriku?.


Begitu sampai di negara ini, Abigail dan Kayo langsung pergi ke rumah sakit karena Elea sedang dalam perjalanan kemari. Dan di saat Kayo keluar dari dalam mobil, Abigail melihat ada seorang pria asing yang tengah berjalan mendekat kearah putrinya. Naluri pembunuhnya langsung berdenging, dia dengan cepat keluar dari dalam mobil kemudian menepuk pundak pria yang sekarang tengah berdiri di hadapannya.


"Maaf Nyonya, sepertinya kau salah paham. Aku bukan ingin mendekati putrimu, tapi aku ingin masuk ke dalam rumah sakit untuk mengunjungi kekasih sahabatku. Mungkin hanya kebetulan saja jadi aku terlihat seperti ingin mendekati putrimu" jawab Junio mencoba berkilah.


Abigail tersenyum miring.


"Apa kau pikir kau bisa membohongi mataku, tuan?.

__ADS_1


"Ibu, kenapa Ibu lama sekali" tanya Kayo yang kembali muncul ke parkiran saat ibunya tak kunjung datang menyusul.


Mata Kayo dan Junio saling bertatapan. Jika Junio memperlihatkan tatapan penuh kagum akan kecantikan Kayo, lain halnya dengan yang di lihat oleh Kayo. Dia menelisik dalam, langsung curiga ketika menyadari ada yang tidak beres dengan pria yang sedang menatapnya tanpa kedip.


"Siapa pria bermasalah ini Bu?" tanya Kayo dingin.


"Entahlah. Tapi yang jelas dia bukan pria baik-baik karena tadi Ibu melihatnya sedang mengikutimu" jawab Abigail. "Benar begitu kan, tuan?.


"Nyonya, sudah aku..


Tin, tin, tin


"Bibi Abigail, Kayo.. Haloooo!" teriak Elea sambil membuka kaca jendela mobil.


Junio menelan ludah begitu mendengar Elea menyebut nama kedua wanita yang sedang bersamanya. Seketika keringat dingin langsung membanjiri wajahnya.


"Jadia kalian berasal dari Keluarga Eiji, kerabatnya Gabrielle yang tinggal di Jepang?" tanya Junio syok.


"Ya" jawab Abigail singkat.


'Matilah aku.'


"Bibi Abigail, aku merindukanmu."


"Bibi juga sayang" sahut Abigail kemudian memeluk istri keponakannya. "Mana Gabrielle?.


"Kak Iel tidak bisa ikut kemari, Bi. Ada meeting yang tidak bisa di tinggalkan" jawab Elea kemudian beralih memeluk sepupunya. "Kayo, kau semakin cantik saja. Apa kecantikan ini hasil dari operasi plastik?.


Kayo meringis sedih. Yang benar saja kecantikannya di tuduh hasil dari operasi plastik oleh kakak iparnya. Gadis ini sungguh sangat pandai membuat orang tak bisa berkata-kata.


"Tidak usah di jawab kalau kau merasa malu. Aku bisa maklum kok!.


Abigail tersenyum melihat bagaimana putrinya yang cerewet di buat mati kutu oleh menantu Liona. Salah satu daya tarik yang selalu membuat Abigail begitu merindukan gadis ini.


"Eh, bukannya kau teman Paman Gleen ya? Kalau tidak salah namanya Paman Junio. Benar tidak?" tanya Elea yang baru menyadari ada orang lain di sana.


Junio menarik nafas panjang. Sudah sejak tadi dia berada di sini tapi baru sekarang istrinya Gabrielle menyadari keberadaannya. Tiba-tiba saja tengkuk Junio meremang, dia merasa kalau harga dirinya langsung terancam setelah kedatangan gadis bermulut racun ini.

__ADS_1


"Iya benar aku Junio, sahabatnya Gleen."


"Oh, sangat mirip seperti dalam mimpiku" gumam Elea lirih. "Lalu kenapa Paman Junio bisa ada di sini?.


"Apa ada aturan yang melarangku untuk datang kemari, Elea?.


"Tidak sih. Tapi kau itu kan seorang CEO, seharusnya kau berada di kantor, bukan malah keluyuran di rumah sakit sambil menggoda Bibiku. Kepalamu bisa botak kalau hal ini sampai di ketahui oleh Paman Mattheo. Dia sangat pencemburu asal kau tahu" jawab Elea dengan mimik wajah yang sangat serius.


Jika tadi Kayo yang di buat mati kutu, kini giliran Junio yang mengalami nasib naas di tangan Elea. Dia yang tadi merasa khawatir akan menjadi korban, kini benar-benar menjadi korban sungguhan. Luar biasa, mulut beracun istrinya Gabrielle memang tidak ada tandingannya.


"Elea, bisa tidak kau sedikit memfilter kata-kata yang akan kau keluarkan? Memangnya salah ya kalau seorang CEO ingin menjenguk kekasih sahabatnya yang sedang di rawat di rumah sakit? Lagipula aku adalah pemilik perusahaannya, siapa yang berani melarangku" protes Junio dengan sangat sengit.


Harga diri Junio langsung hancur lebur di tangan Elea. Dia sampai harus menahan malu karena di tertawakan oleh saudaranya Gabrielle.


"Paman, jangan sambong-sombong. Takdir bisa saja terbalik yang membuatmu jatuh miskin dan tidak mempunyai apapun lagi" nasehat Elea. "Bibi, Kayo, ayo kita masuk. Sombong adalah penyakit yang sangat buruk. Sebaiknya kita jangan terlalu dekat dengan orang-orang yang mengidap penyakit itu, bisa gawat kata Kak Iel!.


Kayo mengangguk. Dia melirik sinis kearah Junio yang masih syok dengan ucapan kakak iparnya barusan.


"Terkadang ucapan gadis yang polos seringkali menjadi kenyataan, Tuan Junio. Hati-hatilah dengan lidahmu, karena lidahmu adalah hari-maumu" sindir Abigail sembari berlalu dari sana.


"Apa mereka baru saja mengancamku?" ujar Junio sambil terus memperhatikan punggung ketiga wanita yang tengah berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


'Gleen, sepertinya karma yang kau ucapkan semalam menjadi kenyataan. Sekarang aku menerima balasan karena sudah menertawai penderitaanmu yang di sebabkan oleh Elea. Aku menyesal sudah mengolokmu, Gleen. Aku tidak mau lagi berhadapan dengan istrinya Gabrielle. Dia benar-benar sangat mengerikan.'


Sambil meratapi harga dirinya yang sudah anjlok, Junio akhirnya berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit. Dia kemudian terfikir akan sindiran yang di layangkan oleh Nyonya Abigail.


"Jangan-jangan Elea adalah seorang cenayang yang bisa meramal masa depan. Matilah aku kalau aku harus benar-benar jatuh miskin. Bagaimana dengan masa depanku nanti?" ucap Junio panik. "Tidak-tidak, aku tidak mau itu terjadi. Ya Tuhan Elea, kenapa kau membuatku jadi ketakutan begini sih. Aku bisa gila!.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


βœ…Gengss... Jangan lupa mampir ke novel @Ovie NurAisyah ya... Novelnya seru lho, intip gih kalo gk percaya...



...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Rifani...


__ADS_2