
Bibir Jackson bergetar kuat, matanya tampak gelisah saat beradu pandang dengan seorang gadis bertubuh mungil yang sedang berdiri di samping Lan, si harimau besar kesayangan Nyonya dan Tuan Ma. Dia ingin lari, tapi kakinya seakan terpaku ke dalam tanah. Saking takutnya Jackson, tanpa sadar air kencingnya mulai keluar membasahi celana kusam yang dia kenakan. Di pikirannya, gadis ini datang untuk mencabut nyawanya. Meski Jackson sudah bersiap dengan keadaan ini, nyatanya dia masih sangat ketakutan. Bayangan kematian yang begitu mengerikan terus membayangi matanya, membuat nafas Jackson mulai terasa sesak.
"Dokter Jackson, kau kenapa? Kenapa menatapku seperti sedang melihat hantu? Aku ini manusia lho, sudah lupa ya?" tanya Elea bingung melihat ketakutan di wajah orang yang telah menjadi teror paling menakutkan dalam hidupnya.
"E-Elea, aku mohon tolong jangan bunuh aku. A-aku salah, aku minta maaf. Tapi tolong jangan bunuh aku!" ucap Jackson hampir menangis.
"Membunuhmu?" beo Elea kaget. "Untuk apa aku membunuhmu? Oh, maksudmu kau itu takut melihatku datang bersama Lan ya? Tenang saja dokter, Lan itu sangat patuh. Dia tidak akan mungkin memakanmu kalau tidak di suruh. Iya kan Lan?.
Ggrrrrrrrrr
Lan mengaum seraya memperlihatkan deretan gigi runcing yang ada di dalam mulutnya. Dia kemudian memutari tubuh majikannya, seolah memberitahu kalau dia setuju dengan apa yang di ucapkan oleh tuannya yang cantik ini.
Clarissa yang saat itu tengah mencari-cari keberadaan cucunya hampir jatuh pingsan saat melihatnya sedang di putari oleh seekor binatang buas.
"Astaga Grandma, kau kenapa?" tanya Gabrielle kaget sambil memegangi tubuh neneknya Elea yang hampir jatuh ke lantai.
"Iya Nyonya, kau kenapa?" imbuh Liona cemas.
"G-Gabrielle, di-di sana ada h-harimau. E-Elea, dia mau di ma-makan" jawab Clarissa terputus-putus.
Gabrielle dan kedua orangtuanya langsung melihat kearah yang di tunjuk oleh Grandma Clarissa. Terlihat di sana Elea sedang bersama Lan, juga ada Jackson yang sedang berdiri dengan raut ketakutan. Paham kalau wanita ini sudah salah paham akan kedekatan Lan dengan Elea, Liona segera memberikan penjelasan. Sebelum itu dia terlebih dahulu membantu putranya memapah Nyonya Clarissa untuk duduk di kursi yang tak jauh dari sana.
"Nyonya Clarissa, harimau itu bernama Lan. Dia adalah peliharaan keluarga kami. Lan sudah jinak, dia juga sangat dekat dengan Elea. Jadi kau jangan khawatir ya" ucap Liona sambil menepuk-nepuk punggung wanita yang sedang syok karena kaget.
"Lan?" beo Clarissa. "Jadi kalian memelihara binatang mengerikan itu di dalam rumah?.
"Iya. Tapi kami sudah memiliki sertifikat izin dari negara untuk memeliharanya secara pribadi. Dulu di rumah ini ada dua ekor harimau lagi, namanya Koni dan Gora. Tapi sekarang mereka semua sudah meninggal, menyisakan Lan sebagai primadona yang selalu memukau semua orang. Lan sangat cantik bukan?" jelas Liona bangga dengan binatang kesayangannya.
'Cantik??? Ya Tuhan, dari sebelah mananya binatang seperti itu bisa di anggap cantik? Harimau adalah binatang kanibal, bagaimana bisa keluarga ini memeliharanya? Astaga, mimpi apa aku bisa memiliki besan yang begini mengerikan. Melihat dari layar televisi saja aku sudah ketakutan, di rumah ini Elea malah akrab dengan Lan. Benar-benar luar biasa sekaligus aneh.'
Gabrielle dan ibunya saling berpandang-pandangan saat mendengar apa yang sedang di pikirkan oleh neneknya Elea. Mereka cukup maklum kalau wanita bangsawan ini berpikir demikian. Keberadaan Lan terkadang memang mengejutkan beberapa orang, tapi Lan tetaplah sang primadona paling bersinar yang paling di sayang oleh mereka. Tanpa kehadiran Lan, rumah ini akan terasa sepi. Suara aumannya sudah menjadi musik penghibur setiap harinya. Apalagi jika Lan kedatangan seorang teman khusus, keceriaannya akan lebih sering terlihat.
Kembali lagi pada Jackson dan Elea, kedua orang yang dulunya saling kenal karena sebuah tragedi kini tengah menatap kearah Lan yang sedang mengendus tanah yang di injak oleh Elea. Sadar ada yang tidak beres, Elea berniat menggali tanah tersebut. Tapi baru saja tangannya hendak menggali, tiba-tiba saja Jackson datang menyerobot. Dengan menahan rasa takut dia menjelaskan pada Elea kenapa dia melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"Ini-ini, biar aku saja yang menggali tanahnya. Nanti tanganmu kotor."
"Oh, aku pikir kenapa. Ya sudah dokter saja yang menggalinya. Terima kasih ya."
Jackson tertegun.
'Ini nyata atau aku sedang bermimpi? Bagaimana bisa Elea mengucapkan terima kasih pada orang yang telah membuat hidupnya menderita?.
"Dokter ayo cepat gali. Kenapa malah melamun sih?" desak Elea tak sabar ingin segera melihat apa yang tersembunyi di dalam tanah.
"Haaa.. O-oh baik-baik. Tunggu sebentar" sahut Jackson kelabakan lalu bergegas menggali tanah yang tadi di endus oleh Lan.
Dengan seksama Elea memperhatikan dokter Jackson. Dia yakin sekali kalau Lan itu tidak mengendus sesuatu yang sia-sia. Buktinya saat ini sebuah bayangan samar mulai berseliweran di matanya. Tanpa sadar Elea tersenyum, dia bahagia dengan apa yang dia lihat.
"Elea, sudah" ucap Jackson sambil menyodorkan suatu benda berbentuk segitiga yang kotor terlapisi tanah basah.
Gabrielle yang saat itu melihat Jackson seperti ingin menyentuh istrinya langsung berteriak dengan sangat kuat yang membuat semua orang terperanjat kaget. Setelah itu dia berlari kencang kearah Elea lalu menendang tangan Jackson.
Jackson melemparkan tatapan tak suka kearah Gabrielle. Dia kemudian menghela nafas, memungut benda segitiga itu dari tanah lalu kembali ingin menyerahkannya pada Elea.
"Jangan sentuh istriku, Jackson!" teriak Gabrielle menggila.
"Aku rasa matamu belum buta untuk bisa membedakan mana menyentuh dan mana yang ingin memberikan barang" sindir Jackson sinis.
Elea mengangguk setuju dengan ucapan dokter Jackson. Dia kemudian menerima benda segitiga tersebut kemudian menatapnya dengan sangat bahagia.
"Sayang, cepat buang benda kotor itu" ucap Gabrielle tak suka melihat istrinya menerima barang pemberian pria lain.
"Kenapa harus di buang si Kak? Dokter Jackson menggalinya dengan susah payah, lagipula aku menyukai benda ini. Lucu dan sangat menggemaskan" jawab Elea penuh maksud tersirat.
Gabrielle langsung menatap tajam kearah Jackson. Dia tidak terima. Elea hanya boleh menerima barang pemberian darinya saja, tidak boleh dari orang lain kecuali orang tersebut adalah seorang wanita. Jelas sekali si Jackson ingin merebut Elea dari tangannya. Tidak boleh di biarkan.
"Dokter Jackson, aku sudah memaafkan semua kesalahan yang pernah kau lakukan padaku dan juga pada Kak Levi. Aku ingin memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri, berubah lah menjadi orang yang jauh lebih baik dari ini. Jangan sakiti lagi orang-orang yang tidak bersalah, kasihan mereka. Apa yang kau alami selama tinggal di rumah Ibu Liona aku rasa sudah cukup untuk menebus semua dosa besar yang kau lakukan dulu. Ketakutan yang kau rasakan adalah karma dari semua jeritan mereka yang sudah mati di tanganmu!" ucap Elea menyampaikan maafnya untuk dokter yang hidupnya kini terlihat cukup kasihan. "Dokter, jangan ada dendam di antara kita ya? Aku ingin semuanya bisa hidup dengan tenang dan nyaman, termasuk dirimu."
__ADS_1
Jackson terpaku.
"K-kau me-memaafkan aku beg-begitu saja?.
Elea mengangguk. Dia lalu menyodorkan tangan kearah dokter Jackson yang sedang terharu dengan mata berkaca-kaca.
"Kita berteman?.
Jackson tanpa pikir panjang langsung menyetujui tawaran Elea yang ingin menjadikannya seorang teman. Tapi baru saja dia hendak membalas uluran tangan darinya, Gabrielle sudah mengirimkan ancaman dengan pelototan mata dan juga bibir yang tidak berhenti berkomat-kamit. Tak ingin merusak suasana, Jackson memutuskan untuk mundur. Dia cukup tahu diri dengan posisinya sekarang.
"Sayang, ayo kita pergi. Grandma mencarimu sejak tadi" ucap Gabrielle sambil terus menatap sengit kearah Jackson yang sedang menunduk.
"Astaga aku lupa kalau Grandma masih ada di sini. Ayo Kak kita kesana" sahut Elea langsung lupa dengan apa yang sedang dia bahas dengan dokter Jackson.
Sebelum pergi, Elea tersenyum hangat kearah dokter Jackson. Gabrielle yang melihatnya pun semakin terbakar api cemburu. Dengan tidak sabar dia langsung membopong tubuh istrinya lalu membawanya pergi dari sana.
'Elea, kau adalah malaikat tak bersayap yang aku temui di dunia ini. Aku malu, aku kalah pada seorang gadis kecil berusia sembilan belas tahun sepertimu. Terima kasih untuk kesempatan kedua ini, aku janji akan merubah segalanya. Demi maafmu.'
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
✅Maaf, part ini mengandung spoiler rahasia. Silahkan bagi yang tahu untuk menulis jawabannya di kolom komentar 😜
✅Emak bawa novel punya author @Ovie NurAisyah nih gengs. Udah pada mampir belum nih? Kuylah di intip, seru kok ceritanya. Menceritakan tentang kisah perjodohan dimana si wanita lupa ingatan gara-gara sesuatu hal. Hingga akhirnya dia di pertemukan dengan seorang pria yang berasal dari masa lalunya. Penasaran kan?? Makanya baca!! 😜
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Rifani...
__ADS_1