
"Aku kan sudah bilang jangan keluyuran. Kenapa sulit sekali sih!" omel Reinhard dengan tatapan yang begitu khawatir.
Levi diam sambil memanyunkan bibir. Semalam, setelah dia melabrak Patricia di apartemen miliknya tiba-tiba saja panas tubuhnya kembali naik. Dia sebenarnya sudah melarang ibunya untuk tidak menghubungi Reinhard, tapi tidak di dengar. Alhasil, sekarang dia mendapat omelan dari kekasihnya yang sudah berada di sini sejak dini hari tadi.
"Sayang, kau sebenarnya menghargai perasaanku tidak sih? Bukannya ingin mengatur hidupmu, aku hanya tidak mau kau kenapa-napa. Lagipula untuk apa kau repot-repot mengunjungi Patricia. Dia itu, itu...
"Itu apa?" tanya Levi penasaran melihat kekasihnya tak melanjutkan kata-kata.
Reinhard menggaruk kening. Hampir saja dia keceplosan mengenai identitas Patricia yang ternyata adalah seorang mutan.
"Rein, Patricia kenapa? Itu apa?" desak Levi semakin penasaran.
"Em Ibu Lolita maaf sebelumnya, bisakah tinggalkan kami berdua dulu? Ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan Levi" usir Reinhard sopan pada ibunya Levi yang saat itu juga berada di dalam kamar.
Meski sebenarnya Lolita sangat amat penasaran dengan apa yang ingin di katakan oleh Reinhard, dia akhirnya tetap keluar dari sana. Lolita membatin kalau nanti dia akan bertanya pada putrinya saja tentang apa yang sebenarnya terjadi pada keponakannya itu.
"Ibu sudah keluar, sekarang cepat beritahu aku Patricia kenapa" ucap Levi tak sabar.
Reinhard menghela nafas. Sebelum bicara, dia terlebih dahulu mengganti kompresan di kening Levi.
"Saat kau datang ke apartemen Patricia, apa kau melihat ada yang aneh dengan sikapnya?.
"Iya, dia sangat datar dan tidak mau membalas perkataanku. Dia bahkan diam saja saat aku menjambak rambutnya. Sikapnya semalam sangat berbeda jauh dengan sikap yang selama ini dia tunjukkan padaku" jawab Levi. "Lalu hubungannya apa dengan pertanyaanmu tadi, Rein?.
"Dia bukan Patricia yang asli" ucap Reinhard dengan raut wajah yang serius. "Gabrielle sengaja meletakkan satu mutan di sana untuk mengecoh semua orang karena Patricia asli saat ini sedang berada di suatu tempat. Itulah kenapa dia tidak membalas saat kau menyerangnya. Karena di dalam otaknya, kau sudah terprogram sebagai temannya Gabrielle. Mau sekeras apapun kau menyerang, dia tidak akan pernah mau menanggapi. Karena di matanya kau itu adalah orang-orang yang harus dia lindungi."
Mulut Levi ternganga lebar begitu mendengar ucapan Reinhard. Namun sedetik kemudian dia tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaaaa... Reinhard-Reinhard, bagaimana bisa seorang dokter percaya dengan hal-hal konyol seperti itu? Di dunia ini mana ada mutan yang di buat sama persis seperti manusia. Kau ini kalau bicara suka melantur ya. Ada-ada saja!" ejek Levi.
__ADS_1
"Jadi kau tidak percaya?" tanya Reinhard sedikit kesal karena ucapannya di tertawakan.
"Jelas tidak percayalah. Lagipula ya Rein, Gabrielle itu adalah seorang pengusaha. Dia mana mungkin melakukan hal-hal tidak masuk akal seperti itu. Kau pasti hanya di permainkan saja olehnya, percaya padaku" jawab Levi lagi sambil memegangi perutnya yang sedikit kram.
Reinhard mendengus. Dia kemudian mengambil ponsel yang tersimpan di dalam saku seragam dokternya. Untung saja tadi dia tidak sengaja merekam pembicaraannya dengan Gabrielle. Jadi setidaknya dia mempunyai bukti untuk meyakinkan kekasihnya kalau wanita yang dia temui adalah seorang mutan yang menyerupai Patricia.
"Apa ini?" tanya Levi saat Reinhard menyodorkan ponsel kearahnya.
"Putar rekaman itu dan dengarkan dengan baik" jawab Reinhard.
Levi bingung. Tapi karena merasa penasaran, dia menerima ponsel tersebut kemudian memutar rekaman suara yang ada disana. Ruangan kamar menjadi sangat sunyi, hanya terdengar suara Reinhard yang sedang berbicara dengan Gabrielle dari dalam ponsel.
"Iya Rein, Elea tidak mau Patricia mati. Jadi aku terpaksa menggantinya dengan seorang mutan agar tidak ada orang yang curiga kalau saat ini Patricia sedang berada di suatu tempat bersama seseorang."
"Mutan? Maksudmu manusia buatan yang di ciptakan oleh ilmuwan-ilmuwan genius seperti yang ada di dalam film-film itu, Gab?.
"Iya benar. Kau tahu Arion kan? Dia mewarisi Organisasi Grisi milik mendiang kakek buyut kami. Dan dari organisasi itulah aku mendapatkan mutan untuk menggantikan posisi Patricia. Sebenarnya aku tidak sudi, tapi ini adalah permintaan istri kesayanganku. Entahlah, kadang aku bingung sendiri memikirkan Elea, padahal dia hampir saja mati dalam ledakan yang sudah di persiapkan oleh wanita loreng itu. Elea merasa kalau kejahatan yang telah di lakukan oleh Patricia adalah bentuk rasa sakit hatinya yang selalu di abaikan oleh Ayah Bryan. Itulah kenapa Elea ingin memberikan kesempatan kedua pada wanita itu kemudian menjalin hubungan baik dengannya. Hahhh.... Istriku memang mempunyai banyak kejutan yang membuat kita semua jantungan."
"Iya Rein kau benar. Aku memang sangat beruntung mempunyai istri sepertinya!.
Rekaman berakhir. Levi langsung menatap kearah kekasihnya dengan sorot mata yang di penuhi kebingungan. Sungguh baru kali ini dia mendengar dan melihat sesuatu yang biasanya hanya dia saksikan dari layar televisi. Keluarganya Gabrielle benar-benar di luar nalar.
"Jadi makhluk yang aku temui benar-benar seorang mutan, Rein?" tanya Levi masih tak percaya.
"Iya sayang. Itulah kenapa dia tidak membalas seranganmu. Kalau itu Patricia asli, aku yakin sekali kau pasti tidak akan sanggup menghadapinya. Kau itu datang melabraknya dalam kondisi sakit, jadi mustahil kau bisa menang darinya" jawab Reinhard kemudian menggenggam tangan kekasihnya yang sudah tidak begitu panas. "Sayang, kali ini saja. Tolong dengarkan apa kataku. Istirahatlah dengan baik di rumah. Kau tidak usah memikirkan Elea ataupun Patricia, mereka berdua masing-masing sudah memiliki pawang. Jadi aku mohon tolong hargai perasaanku. Ya?.
"Tapi Rein, apapun yang berhubungan dengan Elea itu akan menjadi urusanku juga. Keputusan ini sudah tertanam di dalam hatiku sejak pertama kali aku mengenalnya. Aku sangat menyayangi Elea Rein, dia sudah seperti adikku sendiri" jawab Levi menjelaskan.
"Aku tahu itu, sayang. Aku bukan bermaksud ingin melarangmu, tapi aku hanya ingin kau fokus dulu pada kesehatanmu. Elea pasti akan merasa sangat sedih jika melihatmu tak berdaya seperti ini. Kasihan dia, dia sedang dalam kesedihan sekarang ini. Nyonya Wu sudah datang, dan Elea menolak untuk bertemu dengannya. Kau pasti paham kan kenapa dia seperti itu?.
__ADS_1
Levi mengangguk pelan. Dia tentu saja ingat kalau teman kecilnya itu masih menderita tekanan mental akibat kepahitan di masa lalunya.
"Maaf ya sudah membuatmu merasa khawatir" lirih Levi merasa bersalah.
Reinhard tersenyum. Dia kemudian mengecup kilat bibir pucat kekasihnya.
"Aku akan memaafkanmu jika sudah sembuh" ucap Reinhard. "Sekarang istirahat ya, demammu sudah sedikit menurun."
"Kau mau kemana?.
Levi menggenggam erat tangan kekasihnya. Dia tidak mau pria ini pergi dari sisinya.
"Sayang, aku bertanggung jawab penuh untuk kesembuhan Bibi Yura dan juga Lusi. Bibi Liona yang memintaku. Tidak apa-apa ya aku kembali ke rumah sakit dulu. Nanti saat jam istirahat aku akan datang kesini lagi" jawab Reinhard yang tahu kalau kekasihnya tidak ingin di tinggal.
"Tapi Rein, aku masih ingin bersamamu. Aku bisa sakit parah kalau tidak ada kau" ucap Levi mencoba memelas dengan gaya imutnya.
Reinhard terkekeh. Dia suka sekali melihat Levi bermanja seperti ini.
"Baiklah karena kekasihku yang cantik ini memohon dengan begitu imut, maka aku akan mengulur waktu untuk pergi ke rumah sakit. Tunggu sebentar, aku akan mengabari bawahanku dulu kalau aku akan terlambat sampai disana!.
Levi tersenyum senang. Prianya ini benar-benar sangat mementingkan dirinya. Levi jadi semakin cinta pada Reinhard, semakin tak ingin jauh darinya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Rifani...