Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Di Jodohkan


__ADS_3

"Cira, apakah semuanya sudah siap? Bingkisan untuk cucu kesayanganku apakah sudah di masukkan ke dalam koper? Oh iya, gaun yang aku simpan di dalam lemari jangan lupa di bawa juga ya? Em, sebentar...


Melihat majikannya yang begitu sibuk bertanya ini dan itu membuat Cira tersenyum lucu. Saat ini dia tengah menemani majikannya menyiapkan barang-barang yang akan di bawa untuk mengunjungi negara tetangga tempat Nona Elea yang tinggal.


"Cira, apa menurutmu Elea akan menyukai ini?" tanya Clarissa sembari memperlihatkan sebuah kalung berlian yang memiliki liontin berisi foto Sandara saat masih kecil.


"Nona Elea pasti menyukainya, Nyonya. Apalagi di dalam liontin tersebut ada foto almarhum Mama-nya, saya yakin sekali Nona Elea akan sangat berterima kasih kepada anda" jawab Cira.


Clarissa tersenyum kecut. Dia tidak ingin ucapan terima kasih dari cucunya, yang dia harapkan adalah kata maaf. Clarissa sadar betul kalau cucunya itu masih belum memaafkan kebodohan yang pernah dia lakukan di masa lalu. Dia maklum, sangat maklum kalau cucunya menaruh rasa kecewa yang begitu besar terhadapnya karena berfikir kalau dia sengaja meninggalkan ibunya hanya demi harta kekayaan milik Keluarga Wu.


"Nyonya, saya harap anda bisa sedikit bersabar menghadapi sikap Nona Elea. Dia masih muda, emosinya masih begitu bergejolak. Saya percaya kalau Nona Elea itu sebenarnya mempunyai hati yang sangat baik. Dia pasti akan segera memaafkan Nyonya, hanya saja mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama!" ucap Cira menghibur majikannya yang terlihat murung.


"Semoga saja Cira" sahut Clarissa kemudian duduk di pinggiran ranjang. "Aku tidak menyangka kalau putri dan cucuku di sia-siakan oleh ayah dan kakek kandung mereka sendiri. Rasanya... ini seperti mimpi buruk. Aku selalu berharap saat membuka mata semua kenyataan ini tidaklah benar. Sedalam apapun aku berfikir, aku masih tidak bisa percaya kalau Karim lah yang telah menciptakan neraka di hidup Sandara dan Elea. Tidakkah menurutmu ini sangat sulit, Cira?.


Melihat majikannya yang mulai bersedih, Cira segera datang menghampiri. Dengan penuh perhatian dia memberinya pelukan, ikut merasa terenyuh saat isak tangis itu kembali terdengar.


"Nyonya, semua itu sudah lama berlalu. Tidak ada gunanya juga kita masih membicarakannya. Saya tahu anda merasa sangat terpukul dengan kenyataan ini, namun disini ada fakta yang harus anda pertimbangkan. Tuan Karim sejak awal tidak tahu kalau Nyonya Sandara adalah anak kandungnya, beliau hanya terhasut oleh ucapan istrinya. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan kalau yang harus bertanggung jawab atas ini semua adalah istrinya Tuan Karim. Dia dengan kejamnya membuat seorang ayah menyakiti putri kandungnya sendiri. Membuat kasih sayang yang seharusnya di dapatkan oleh Nyonya Sandara berubah menjadi lautan airmata hingga di akhir hidupnya. Sayang sekali wanita kejam itu sudah mati. Dia pergi begitu saja setelah membuat kekacauan yang begini besar di diri semua orang."


"Kau benar, Cira. Tapi aku tetap tidak bisa menerima semua kekejaman yang di lakukan Karim pada Sandara dan juga Elea. Apapun yang terjadi aku akan tetap meminta penjelasan darinya, terlepas apakah benar dia tidak tahu kalau Sandara adalah putrinya atau bukan. Aku Mama-nya, aku adalah wanita yang melahirkan dan membesarkan Sandara dengan tanganku sendiri. Aku tidak terima putriku meninggal dalam kesedihan, aku tidak terima!" imbuh Clarissa sesak.


"Nyonya, tolong tenangkan diri anda. Anda sebaiknya membicarakan hal ini dengan Tuan Muda Gabrielle dulu sebelum mendatangi rumah Tuan Karim. Bukan maksud saya ingin ikut campur dalam masalah ini, hanya saja kita perlu memperhatikan kondisi mental Nona Elea yang masih belum stabil. Saya khawatir keinginan Nyonya untuk menuntut penjelasan dari Tuan Karim akan berdampak besar di diri Nona Elea. Gelagat dan ekpresi yang di tunjukkan oleh Nona Elea saat berada disini itu cukup membuat saya memahami kalau Nona Elea sedang dalam krisis mental. Saya bahkan tidak sengaja mendengar pembicaraan Nona Levita kalau Nona Elea berniat untuk membunuh anda. Jadi saran saya, sebelum Nyonya menemui Tuan Karim ada baiknya mendiskusikannya dulu dengan Tuan Muda Gabrielle atau dengan dokter Reinhard. Dengan begitu mereka bisa mengantisipasi jika sewaktu-waktu Nona Elea hilang kendali!" ucap Cira memberi peringatan.


Tangis Clarissa langsung berhenti ketika dia mendengar ucapan Cira. Hatinya sedikit tertohok saat tahu kalau cucunya sempat memiliki keinginan untuk membunuhnya.

__ADS_1


'Elea, sebesar itukah rasa kecewamu terhadap Grandma? Maafkan Grandma sayang, Grandma tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini. Grandma benar-benar tidak ada pilihan lain waktu itu. Andai saja Grandma bisa melihat masa depan, Grandma pasti akan lebih memilih untuk mati bersama Mama-mu. Jadi kau tidak harus menderita seperti ini. Tolong maafkan Grandma sayang, Grandma menyesal, sangat amat menyesal!.


"Cira, apa kau sudah mengurus semua pengalihan hak waris atas nama Elea?" tanya Clarissa sembari menyeka airmatanya.


"Sudah, Nyonya. Tapi kita perlu menunggu sementara waktu karena ahli waris yang sebelumnya sudah meninggal. Nyonya tenang saja, semuanya pasti akan berjalan seperti yang anda inginkan" jawab Cira.


"Terima kasih banyak, Cira. Aku benar-benar berhutang budi padamu."


"Nyonya ini bicara apa. Justru sayalah yang banyak berhutang budi pada Nyonya. Apa yang saya lakukan sekarang sangat tidak sebanding dengan apa yang sudah Nyonya berikan di hidup saya. Jadi tolong jangan bicara seperti itu lagi, saya tidak pantas menerima ucapan terima kasih dari Nyonya!" sahut Cira tak enak hati.


Clarissa tersenyum. Gadis kecil yang dulu di tolongnya kini telah tumbuh menjadi sesosok gadis yang begitu bijaksana. Clarissa kemudian terfikir dengan nama seorang pria yang entah kenapa dia rasa cocok untuk menjadi pendamping gadis yang sudah dia anggap seperti putrinya sendiri.


"Cira, menurutmu asistennya Gabrielle itu bagaimana?.


"Maksud Nyonya Tuan Ares?.


"Iya. Dia tampan bukan?.


"Lumayan. Tuan Ares juga mempunyai pribadi yang cukup baik. Dia sangat sopan dan terpelajar" jawab Cira tanpa merasa curiga.


Clarissa tersenyum.


"Aku akan merasa sangat tenang kalau kau di jaga oleh pria seperti Ares, Cira. Dia pria yang baik, kau pasti akan hidup dengan bahagia jika bisa menikah dengannya!.

__ADS_1


Mata Cira mengerjap berulang kali begitu dia mendengar perkataan majikannya. Dia kaget, juga tidak menyangka kalau majikannya akan berpikiran seperti itu tentang dia dan Ares.


"Ekmm maaf Nyonya, tapi saya tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Saya hanya ingin mengabdikan seluruh hidup saya pada Nyonya" ucap Cira tak mau berharap.


"Cira, tidak selamanya aku akan terus hidup. Kau butuh rumah sendiri untuk menjadi tempatmu beristirahat. Suami dan anak, merekalah yang akan menjadi rumah masa depanmu kelak. Kau mana boleh menghabiskan hidupmu hanya untuk menjagaku yang sudah tua ini. Hidup masih terus berlanjut Cira, dan aku mau kau membangun rumah tanggamu sendiri bersama pria yang kau cintai. Mengerti?" sahut Clarissa memberi pengertian.


"Tapi Nyonya, saya..


"Tidak ada tapi-tapian. Nanti aku akan meminta Gabrielle agar menjodohkanmu dengan Ares" sela Clarissa dengan cepat. "Tidak usah cemas, aku yakin Ares pasti tidak akan berani menolak perintah Gabrielle. Dan aku juga sangat yakin kalau hanya Ares-lah yang cocok untuk menjadi pendamping hidupmu. Percayalah pada insting wanita tua ini, Cira. Oke?.


Seandainya saja majikannya ini tahu kalau pria yang ingin di jodohkan dengannya sudah lebih dulu mengungkapkan perasaannya, mungkin setiba disana mereka akan langsung di nikahkan. Ares, di mata Cira pria itu lumayan menyenangkan. Dia juga cukup kagum dengan keberaniannya saat mengungkapkan perasaan secara langsung di hadapannya, bahkan tetap bersikap hormat meski secara tidak langsung Cira telah menolak perasaannya. Mengingat percakapan terakhir mereka tanpa sadar membuat Cira tersenyum. Tepat di saat Cira sedang melamunkan Ares, ponselnya bergetar. Dada Cira berdegub kencang begitu dia membaca pesan yang di terimanya.


"Aku akan sangat menantikan kedatanganmu ke negara ini. Tolong berhati-hatilah untukku!.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


__ADS_2