
Gabrielle terbengang sampai lupa untuk mengedipkan mata begitu melihat istrinya keluar dari kamar. Sangat cantik, itu yang dia tangkap dari penampilan Elea sekarang.
"Ekhm.. "
Gabrielle tidak bergeming dari keterpesonaannya saat Levi dengan sengaja berdehem di depannya. Mata dan fikirannya hanya terfokus pada Elea yang terlihat malu-malu karena dia terus menatapnya.
"Luar biasa cantik, istriku benar-benar cantik" gumam Gabrielle tak henti memuji istrinya.
"Ekhmm Tuan Muda Gabrielle yang terhormat, tolong segera selesaikan transaksi pembayaranku karena makhluk kecil ini sudah berhasil aku sulap menjadi Cinderella yang sangat cantik dan juga anggun" ucap Levi dengan suara yang sangat kuat.
Mata Gabrielle mengerjap. Barulah dia tersadar setelah mendengar suara keras Levi yang cukup memekakkan telinganya. Dia lalu mendengus.
"Ares."
"Ya Tuan Muda" sahut Ares pelan.
Pipinya lebam. Hasil buah tangan dari Tuan Muda-nya yang merasa cemburu buta saat nyonya kecil ini menarik tangannya tadi.
"Beri dia mobil sport keluaran terbaru" ucap Gabrielle tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Elea.
"Baik Tuan Muda."
"Kak Iel, aku juga mau mobil sport" timpal Elea sambil mengacungkan jarinya keatas.
Tubuh semua orang langsung menegang. Mereka langsung mempersiapkan jantung masing-masing sebelum nyonya kecil ini mengeluarkan kata nyelenehnya.
"Sayang, untuk apa kau membeli mobil?" tanya Gabrielle.
"Kak Levi yang menyuruhku tadi" jawab Elea jujur. "Dia bilang supaya kita bisa berganti-ganti mobil nantinya."
'Pengkhianat.'
Levi rasanya ingin sekali meminjam palu milik tanos kemudian memukulkannya ke kepala Elea setelah dia membongkar pembicaraan mereka saat di dalam tadi. Benar-benar tidak bisa di andalkan si Elea ini. Gagal sudah niatnya yang ingin bergaya dengan berganti-ganti mobil sport saat temannya mengajak untuk bertemu.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan meracuni pikiran istriku, Levi. Ck, kalau kau mau belilah lebih. Bukankah kau masih memegang blackcard milikku yang kuberikan saat kau dan Elea pergi ke taman bermain?" omel Gabrielle jengkel.
"Aku bukan wanita matre ya Gabrielle. Jangan mentang-mentang blackcard milikmu masih ada di tanganku lalu kau dengan seenaknya memintaku untuk membeli mobil sendiri. Aku tidak seserakah itu asal kau tahu!" sungut Levi.
"Bukankah meminta lebih dari satu mobil itu namanya serakah ya Kak? Tuhan bisa marah nanti kalau Kak Levi tidak mau mensyukuri pemberian dari Kak Iel" timpal Elea.
Levi tergagap. Dia menarik nafas dalam-dalam kemudian melihat kearah Gabrielle yang sedang menahan tawa. "Aku pulang, Gabrielle. Dan tolong serviskan otak istrimu ke dokter syaraf terdekat."
Nun segera mengantarkan Levi keluar. Dia sangat memahami seperti apa frustasinya Levi menghadapi kepolosan Nyonya-nya yang selalu membuat orang lain terkejut.
Gabrielle dan Ares mencoba untuk tetap terlihat tenang saat Elea kebingungan karena Levi pergi meninggalkannya begitu saja.
"Kak Iel, kata-kataku ada yang salah ya? Sepertinya Kak Levi marah padaku" tanya Elea sedih.
"Tidak ada sayang, dia saja yang sedikit sensitif. Sudahlah, lebih baik kita segera berangkat ke pernikahan Grizelle. Sebentar lagi acaranya akan segera di mulai" jawab Gabrielle sambil melihat jam di tangannya.
__ADS_1
Bak Cinderella, Elea segera mengalungkan tangannya ke lengan Gabrielle. Dia tersenyum saat suaminya itu mencium keningnya lama.
"Kau sangat cantik sayang. Benar-benar sangat cantik" bisik Gabrielle dengan suara serak.
"Iya Kak, aku tahu" sahut Elea.
Gabrielle terkekeh mendengar jawaban istrinya. Dia lalu mencegah penjaga yang ingin membukakan pintu mobil untuk mereka.
"Biar aku saja."
"Baik Tuan Muda."
Layaknya seorang pangeran, Gabrielle mempersilahkan istrinya masuk ke dalam mobil dengan pose ala bangsawan kerajaan di zaman dulu. Dia segera menyusulnya masuk kemudian menarik pinggangnya agar duduk mendekat.
"Kita berangkat sekarang Tuan Muda?" tanya Ares yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Ya" sahut Gabrielle singkat.
Selama dalam perjalanan, Gabrielle tak henti-hentinya menatap wajah Elea yang begitu mempesona. Seandainya saja mereka tidak sedang menuju pada acara penting, Gabrielle pasti akan meminta Ares untuk keluar dari sana lalu dia akan mengajak Elea memadu kasih di dalam mobil. Juniornya benar-benar sudah tidak sabar ingin segera memasuki goa kesukaannya.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir empat puluh menit, sampailah mereka di halaman depan sebuah gereja. Nampak di sana puluhan penjaga berjejer rapi mengawasi keadaan sekitar.
"Silahkan keluar My Queen" ucap Gabrielle mempersilahkan.
Elea mengulurkan tangan kearah suaminya. Hatinya menghangat mendapatkan perhatian yang begitu besar dari pria yang kini sudah menggandeng tangannya masuk ke dalam gereja.
"Halo sayang" sapa Liona menyambut kedatangan putra dan menantunya. "Elea, kau cantik sekali."
"Terima kasih banyak Ibu Liona" sahut Elea gembira. "Ibu Liona juga terlihat sangat cantik sekarang."
"Selamat malam Bibiku yang paling cantik."
"Selamat malam sayangku. Apa bidadari itu yang sudah berhasil mencairkan kebekuan di hatimu, hem?" ledek Cleo sambil menggerakkan dagu kearah gadis cantik yang sedang bersama kakak iparnya.
Gabrielle mengangguk. Dia berjongkok di depan kaki Bibinya kemudian menggenggam tangannya erat. "Terima kasih Bibi sudah mau bangun dari koma dan mengizinkan Grizelle menikah dengan Drax. Bibi benar-benar seorang malaikat berhati mulia."
"Grizelle adalah putri kesayangan Bibi, Iel. Apapun pasti akan Bibi lakukan supaya gadis nakal itu bahagia" sahut Cleo tulus.
"Sekali lagi teri..
"Wooaaahhhhh, kakak ipar benar-benar sangat cantik. Luar biasa" pekik Fedo takjub akan kecantikan seorang dewi yang hadir di sana.
Alarm tanda bahaya segera mendengung keras di dalam telinga Gabrielle saat dia melihat si penjahat k*lamin itu ingin mendekati istrinya. Tanpa berpamitan pada bibinya, Gabrielle bergegas pergi kesana kemudian memeluk pinggang Elea dengan sangat posesif.
"Coba saja berani menyentuhnya meksipun hanya seujung kuku, akan kubuat k*laminmu tidak bisa berdiri lagi Fedo!" gertak Gabrielle kesal.
Liona, Greg, Fedo dan Grizelle yang baru saja datang sangat syok setelah mendengar ancaman gila itu. Sementara Elea, dia hanya berdiri diam sambil memperhatikan wajah orang-orang yang baru di lihatnya sekarang.
"Kak Iel, mana calon suaminya Izel? Di sini banyak sekali pria tampan, aku jadi bingung" tanya Elea sambil celingukan kesana kemari.
Rupanya pertanyaan Elea membangunkan banteng pencemburu di hati Gabrielle. Ares yang menyadari perubahan di wajah Tuan Muda-nya hanya bisa merutuki kepolosan nyonya kecilnya.
__ADS_1
"Sayang, kau tahu bukan kalau aku sangat tidak suka melihatmu memuji pria lain?" tanya Gabrielle sambil mengeratkan kedua rahangnya.
"Tahu Kak" jawab Elea sambil menganggukkan kepala.
"Kalau tahu kenapa masih menyebut pria lain tampan di hadapanku tadi, hem?."
"Aku kan hanya bicara jujur Kak Iel. Lagipula mataku tidak rabun kok, pria-pria yang ada di sini semuanya tampan. Aku tidak bohong."
Greg meringis samar menyadari sikap cemburu putranya yang sudah lumayan overdosis menurutnya. 'Dia benar-benar titisan seorang Greg Ma.'
Grizelle tertawa lucu mendengar pertengkaran pengantin baru ini. Angan-angannya langsung tertuju pada kebersamaan dia dengan Drax nantinya.
"Kakak ipar...?."
Elea menoleh. "Iya, ada apa Izel? Apa kau juga ingin memarahiku seperti Kak Iel?."
"Sayang, aku tidak marah. Tapi aku sedang cemburu" sela Gabrielle.
"Ohh, cemburu ya. Aku pikir Kak Iel sedang memarahiku tadi" ucap Elea dengan polosnya. "Nah Izel, kenapa kau memanggilku tadi?."
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada kakak ipar karena sudah bersedia masuk menjadi bagian dari anggota keluarga kami. Aku sangat bahagia" jawab Grizelle dengan mata berkaca-kaca.
Elea yang melihat adik iparnya merasa terharu segera memeluknya. Dia tersenyum, bahagia karena tidak pernah menyangka seorang gadis rendahan sepertinya bisa di pilih untuk menjadi bagian dari keluarga yang sangat terpandang ini. Elea benar-benar sangat beruntung karena di pertemukan dengan suaminya saat di restoran dulu.
"Aku yang seharusnya berterima kasih pada kalian semua. Kalian semua tidak menjadikan aku upik abu setelah menikah dengan Kak Iel" ucap Elea ikut merasa haru.
"U,upik abu? Apa itu Kakak ipar?" tanya Grizelle bingung.
Gabrielle dengan cepat menutup mulut Elea saat melihatnya ingin bicara. Dia tidak ingin perkataan ajaib istrinya merusak suasana yang sedang mengharu biru.
"Sayang, disana ada banyak kue. Mau mencobanya tidak?" tawar Gabrielle sambil melihat ibunya dengan tatapan memelas.
'Aku mohon bantu aku Bu.'
"Elea, di sebelah sana ada banyak makanan dan juga dessert enak yang sudah Ibu siapkan. Pergilah, cicipi semua makanan itu sebelum habis di makan para tamu" ucap Liona.
Karena mulutnya masih di bungkam, Elea hanya bisa menganggukkan kepala. Dia melambaikan tangan saat tubuhnya di tarik menuju meja dimana banyak makanan enak bertebaran.
"Apa kakak ipar baik-baik saja Bu?" tanya Grizelle.
"Kau yang tidak baik-baik saja jika kakak iparmu tetap berada di sini. Bisa pingsan kau nanti karena terkejut" jawab Liona.
Semua orang tertawa setelah Liona berkata seperti itu. Mereka lalu memperhatikan Gabrielle yang dengan begitu telaten menyuapi satu-persatu makanan ke mulut istrinya. Sangat romantis, tapi keromantisan itu akan lenyap seketika tatkala Elea membuka gerahamnya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...