
Levi memandangi pintu gerbang rumah orangtuanya dari dalam mobil. Sudah hampir sepuluh tahun berlalu semenjak dia pergi meninggalkan rumah ini. Dan sekarang, dia akan kembali masuk kesana setelah mendapat kabar dari ibunya kalau ayahnya jatuh sakit. Bukan maksud Levi ingin menjadi anak durhaka, dia hanya tidak suka dengan cara ayahnya memandang status wanita.
"Hah, aku tidak percaya menginjakkan kaki lagi di rumah masa kecilku. Ayah Ayah, seandainya kau tidak sekeras itu padaku, saat ini kita pasti bisa berkumpul seperti keluarga lain. Huftt, untung saja kakek dan nenek sudah meninggal. Kalau belum, aku dan mereka pasti akan adu mulut saling mempertahankan prinsip" gumam Levi.
Keberadaan mobil Levi di depan pintu gerbang rupanya di sadari oleh security yang ada di pos jaga.
Tok,tok,tok
"Permisi, bisa tolong tunjukkan kartu identitas anda?."
Levi segera membuka kaca mobil kemudian menurunkan kaca matanya. "Levite Foster, usia 25 tahun, gender wanita, pekerjaan mantan model kelas atas, status sebagai hasil semai benih dari pasangan Samuel Foster dan Lolita Grey. Apa kau perlu tanda tanganku juga? Jika iya, ambilkan spidol untukku kemudian dekatkan wajahmu. Aku akan membuat tanda tangan tepat di bola matamu supaya kau tidak bertanya lagi siapa aku."
Mulut penjaga itu terbuka lebar saat Levi membacakan biodata lengkap tentang dirinya. Gemas melihat ekpresi di wajah penjaga, dengan sengaja Levi menepuk tangannya hingga membuat penjaga itu berjengit kaget.
"Ckckck, aku tahu kalau aku ini cantik dan mempesona. Tapi tidak perlu lah menatapku sampai bola matamu seperti akan keluar" ledek Levi sembari terkekeh lucu.
"Ma,maaf Nona Levita, saya tidak mengenali anda. Sudah sangat lama saya tidak melihat Nona Levi, jadi saya sedikit pangling. Sekali lagi saya minta maaf atas ketidaksopanan saya pada Nona Levi" ucap si penjaga sembari membungkukkan badan.
Levi mengangguk. "Tolong bukakan pintu gerbang nya, mobilku tidak bisa masuk!."
"Baik Nona."
Penjaga itu segera berlari untuk membukakan pintu gerbang. Dia kembali membungkuk saat mobil sang majikan melewatinya.
'Nona Levita cantik sekali. Tapi sayang, dia semakin cetus saat berbicara.'
Seandainya Levi bisa mendengar apa yang di pikirkan oleh si penjaga, sudah bisa di pastikan kalau penjaga itu akan segera benjol kepalanya.
"Sayang, kau sudah pulang?" pekik Lolita kemudian menghambur kearah putrinya.
Ibu dan anak itu melepas rindu dengan saling memeluk erat. Levi, dalam hati dia sedang menangis karena merasa begitu bahagia bisa merasakan kembali kehangatan yang pernah dia tinggalkan.
"Ayah dimana Bu?" tanya Levi setelah keduanya puas berpelukan.
__ADS_1
Lolita menggenggam tangan putrinya kemudian mengajaknya masuk ke kamar. "Ayahmu sedang istirahat setelah meminum obat tadi. Sejak semalam namamu terus di sebutnya."
Deg
Sejenak ada perasaan bersalah di benak Levi. Namun dia juga tak bisa membohongi perasaannya sendiri kalau dia masih sangat kecewa pada sikap ayahnya yang hanya mementingkan harta dan tahta.
"Apa Ayah sudah di bawa ke dokter? Dan sejak kapan Ayah sakit? Bukankah Ayah adalah orang yang selalu rajin menjaga kesehatannya?."
Lolita menghela nafas. Dia membuka pintu kamar kemudian menatap sedih kearah suaminya yang sedang terlelap di atas ranjang mereka. "Sejak terakhir kali Ayah mengunjungimu, dia langsung jatuh sakit. Ayahmu bilang dia seperti tidak bisa bernafas saat melihatmu menangis. Dia tertekan oleh rasa bersalahnya sendiri."
Tatapan Levi menyendu. Dia menatap sedih kearah ayahnya kemudian berjalan mendekat.
'Ayah, apa sekarang kau sudah menyadari kesalahanmu?.'
"Aku mengusirnya pergi dari rumahku, Bu. Hatiku sakit karena Ayah datang hanya untuk menjualku demi kemakmuran perusahaan saja, bukan untuk bertanya kabar. Jujur saja aku sangat kecewa, tapi aku sedih melihatnya tidak berdaya seperti ini" ucap Levi menahan tangis.
Lolita sangat memahami bagaimana perasaan putrinya sekarang. Dia juga turut andil dalam keserakahan yang di lakukan oleh suaminya. Sebenarnya dia ingin menolak, tapi dia terikat peraturan garis keras yang ada di rumah ini. Wanita di rumah ini tidak di perkenankan untuk ikut campur urusan para pria. Mereka di haruskan untuk patuh dan tidak boleh lebih berkuasa dari si suami. Intinya, wanita yang tinggal di Kediaman Foster tidak memiliki kebebasan dan harga diri. Wanita hanya di anggap seperti pajangan saja di rumah ini. Dan karena hal inilah putri semata wayang Lolita pergi melarikan diri. Membangun jarak dengan tidak pernah meminta fasilitas apapun dari orangtuanya.
"Sayang, maafkan Ayah dan Ibu ya. Kami salah, sebagai orangtua Ayah dan Ibu hanya mementingkan kekuasaan saja. Kami lupa kalau ada bidadari cantik yang membutuhkan kasih sayang. Maafkan kami ya nak" ucap Lolita dengan berderai airmata.
"Ayah."
Samuel sebenarnya sudah terjaga sejak tadi. Namun dia sengaja berpura-pura tidur supaya bisa mendengar curahan hati putrinya.
"Levi, Ayah menyesal" ucap Samuel tercekat. "Ayah terlalu egois pada kau dan juga pada ibumu. Sekarang Ayah baru merasakan kalau apa yang Ayah kejar ternyata tidak mendatangkan kebahagiaan. Hubungan anak dan orangtua menjadi renggang karena nafsu dunia. Ayah menyesal sayang, tolong maafkan sikap Ayah selama ini ya."
"Ayah... " sahut Levi kemudian memeluk ayahnya yang masih terbaring.
Di dada pria tua ini Levi menumpahkan seluruh air matanya. Airmata kelegaan, juga airmata kebahagiaan. Akhirnya, setelah penantian hampir delapan tahun kedua orangtuanya tersadar juga.
'Terima kasih Tuhan, Engkau telah menjawab semua doa-doa ku selama ini.'
Lolita dengan sayang mengusap rambut putrinya yang masih terisak di pelukan suaminya. Dia lega karena suaminya mau mengalah dari sikap egois yang menguasainya selama ini.
__ADS_1
"Levi, kau tinggal di sini lagi bersama Ayah dan Ibu ya nak? Ayah janji tidak akan mengekangmu lagi. Kau bebas melakukan apapun yang kau mau di luar sana" bujuk Samuel penuh harap.
Levi menggeleng. "Tidak Ayah, aku rugi banyak kalau pindah kemari."
Kening Samuel dan Lolita mengerut. Mereka tidak tahu apa maksud dari perkataan putri mereka.
"Apanya yang rugi sayang? Kalau itu berhubungan dengan rumah yang kau tinggali sekarang, tenang saja. Ayah tidak akan memintamu untuk menjualnya. Itu adalah hasil kerja kerasmu selama menjadi model, jadi Ayah tidak ada hak untuk mengusiknya."
'Bagaimana ya? Mana mungkin aku bilang kalau aku akan kehilangan tambang emas berjalan kalau pindah ke rumah ini? Kan sayang, mubadzir. Kasihan juga Elea, dia pasti tidak akan sanggup menghabiskan harta milik Gabrielle. Dengan kekuatan belanjaku saja hartanya Gabrielle sama sekali tidak bergerak. Yang ada malah bertambah semakin banyak. Astaga, ini pilihan yang sangat sulit. Harta Ayahku sangat banyak, tapi hartanya Gabrielle jauh lebih menggiurkan. Seperti kata pepatah, rumput tetangga jauh lebih hijau di bandingkan rumput di rumah sendiri. Hmm.'
"Levita, mau ya nak? Ibu rindu ingin memasak berdua seperti saat kau SMA dulu" rayu Lolita.
"Tapi Bu, aku benar-benar bisa rugi banyak kalau pindah kemari" sahut Levi kekeh menolak.
"Sebenarnya apa yang membuatmu merasa rugi, sayang? Uang? Jangan khawatir, Ayah akan memberikan sebanyak yang kau mau. Kalau perlu saham di perusahaan akan Ayah alihkan atas namamu semua. Bagaimana? Sekarang tidak rugi lagi kan?" bujuk Samuel.
"Masih rugi Ayah. Ayah tahu tidak, aku bisa kehilangan donatur tetap yang selama ini memanjakan semua kebutuhanku. Kekayaan Ayah belum ada apa-apanya jika di bandingkan dengan satu saja blackcard miliknya!."
Mata Samuel terbelalak. Dia lalu menatap curiga kearah putrinya. "Levita, apa setelah di blacklist dari dunia permodelan kau menjadi simpanan sugar daddy untuk menyambung hidup?."
Jika saja yang bicara bukan ayahnya, Levi pasti sudah mencekik lehernya karena sudah berani menyebut dia sebagai wanita simpanan. Dengan kesal, Levi mengirim serangan balik yang langsung membuat ayahnya terbungkam tanpa suara.
"Apa Ayah pikir ada sugar-daddy yang bersedia memelihara wanita se bar-bar anakmu ini? Kalaupun ada, sugar-daddy itu akan langsung mati karena kehilangan burungnya saat ingin menyentuhku" ucap Levi cetus. "Ya Tuhan Ayah, sampai sekarang saja masih tidak ada pria yang mau berpacaran denganku. Putrimu yang cantik ini tidak laku di pasaran, Ayah. Jadi tolong jangan menyinggungku sebagai simpanan sugar-daddy lagi... "
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...