Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Me-re-sah-kan


__ADS_3

Hari resepsi pernikahan Gleen dan Lusi pun tiba. Semua orang terlihat begitu sibuk, tak terkecuali juga dengan Elea yang memaksa untuk datang ke apartemen dimana si pasangan pengantin berada. Dia datang dengan di temani oleh Levi dan juga Jackson. Sementara Gabrielle, pria itu harus berangkat ke kantor karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.


"Elea, jangan terlalu aktif bergerak. Kalau sampai bekas operasinya terbuka bagaimana? Tidak takut ginjalmu lari keluar?" tegur Levi kesal ketika melihat Elea tidak bisa diam di kursi rodanya.


"Jaga ucapanmu, Nona Levita!"'sahut Jackson tak terima adiknya di tegur seperti itu.


"Apanya yang harus di jaga sih. Yang aku katakan itu benar ya. Luka bekas operasi di perut Elea itu masih sangat baru, bagaimana kalau semua penghuni di dalam perutnya berlarian keluar? Mau kau bertanggung jawab kalau Gabrielle sampai mengamuk?" omel Levi tak terima.


Gleen dan Lusi yang sedang duduk di sofa nampak terbengang kaget. Mereka sungguh heran mendengar perkataan Levi yang sedikit aneh. Bagaimana bisa wanita ini berpikir kalau organ-organ di dalam perut Elea bisa berlarian keluar jika bekas jahitannya sampai terbuka. Sungguh, ucapannya sangat tidak masuk akal. Sementara Elea, gadis itu malah sibuk memandangi gaun pengantin yang di penuhi butiran kristal di bagian lehernya. Dia sama sekali tidak mempedulikan perdebatan antara Levita dengan Jackson.


"Wahh Kak Levi, coba kau hitung berapa banyak uang yang bisa kita dapatkan jika kristal-kristal ini di jual. Aku rasa kita akan menjadi miliarder dalam sekejap," ucap Elea semringah.


Levi yang penasaran pun datang mendekat. Dia ikut memperhatikan apa yang sedang di ributkan oleh Elea. Begitu nama uang di sebut, entah mengapa jiwa sosialnya langsung mencuat. Sudah lama dia tidak bersedekah pada teman-temannya dengan memamerkan barang hasil dari tugasnya menjadi seorang pelakor.


"Kau benar, Elea. Eh tapi ngomong-ngomong, apa benar gaun ini adalah gaun rancangan Grandma-mu?" tanya Levi sambil terus menghitung jumlah kristal.


"Iyalah, tidak mungkin Kak Levi yang merancangnya," jawab Elea asal.


Jackson, Lusi, dan juga Gleen setengah mati menahan diri untuk tidak tertawa saat Levi dibuat mati kutu oleh ucapan Elea. Meskipun sedang tidak sehat, nyatanya hal itu tidak mengurangi kadar bahaya racun di lidah istrinya Gabrielle. Elea tetap menjadi pribadi yang suka membuat orang berhenti bernafas dan kali ini Levi yang menjadi korban pertamanya.


"Elea, kenapa dadaku rasanya sakit sekali ya setelah mendengar jawabanmu," sindir Levi dongkol.


"Masa sih? Padahal aku hanya menjawab seperti orang normal lainnya lho, Kak."


"Aku menyerah!" teriak Levi frustasi kemudian berjalan menjauh dari sisi Elea.


Lusi tersenyum. Dia kemudian duduk berjongkok di depan kursi roda Elea lalu menggenggam tangannya dengan erat.


"Terima kasih banyak, Elea. Berkat kau sekarang aku bisa mempunyai gaun pengantin yang sangat cantik. Karya tangan Nyonya Clarissa benar-benar sangat luar biasa. Aku sungguh salut padanya,"


Elea tersenyum manis kemudian menganggukkan kepala. Lusi sudah bagaikan kakak untuknya, dan semua ini adalah hadiah atas segala cinta dan perhatian yang diberikan Lusi selama ini.


"Oh ya Kak Lusi, Nania dimana?" tanya Elea.


"Sedang dalam perjalanan kemari. Mungkin sebentar lagi dia akan sampai,"

__ADS_1


Bagi yang sudah pernah bertemu dan menyaksikan seperti apa bentuk Nania, mereka pasti akan langsung menelan ludah begitu tahu kalau gadis berlidah tajam itu akan datang kemari. Tak terkecuali dengan Gleen. Mempelai pria itu terlihat gusar saat tahu kalau adik iparnya akan datang. Dan kegusarannya itu tidak sengaja dilihat oleh Levi yang mana langsung memunculkan niat jahat di hatinya.


"Gleen, kau kenapa? Sepertinya kau tidak suka sekali kalau Nania datang kemari?"


"Bicara apa kau, hah!" teriak Gleen kaget mendengar pertanyaan Levi.


"Ilih, jangan pura-pura sok kaget begitulah. Aku tahu kalau sekarang kau sedang gelisah kan?"


Gleen mati kutu. Memang benar sih apa yang dikatakan oleh Levi. Gleen memang sedang gusar memikirkan Nania. Bukannya apa, dengan adanya Elea di apartemen ini saja sudah membuat semua orang merasa was-was. Bagaimana nanti jika Elea kedua sampai datang. Bisa-bisa ada kematian massal di tempat ini karena ulah lidah mereka.


"Memangnya kau ada masalah apa dengan Nania, Gleen?" tanya Lusi penasaran.


"Oh, tidak ada apa-apa, Sweety. Kau pasti tahulah kenapa aku jadi seperti ini," jawab Gleen kemudian ikut berjongkok di samping istrinya. "Aku takut resepsi kira gagal gara-gara ulahnya Nania. Jika dia sampai tahu kalau gaun ini adalah hadiah dari Nyonya Clarissa, dia pasti akan langsung menghinaku habis-habisan. Nania pasti akan menganggapku sebagai kakak ipar yang miskin."


Semua orang tergelak begitu mendengar ucapan Gleen. Dan di saat yang bersamaan, orang yang di takuti oleh Gleen pun muncul. Nania datang bersama dengan Luri dan juga kedua mertuanya.


"Matilah, ratu ular kedua sudah muncul," bisik Levi di samping Jackson.


"Itu bagus. Aku do'akan semoga kau segera dipatuk olehnya," sahut Jackson kejam.


"Yakin aku yang akan dipatuk?" tanya Levi penuh nada menantang. "Mau bertaruh tidak?"


"Aku akan menanam saham di perusahaanmu kalau kau bisa membuat gadis itu mengeluarkan racunnya untukku!" jawab Jackson menjawab tantangan yang di layangkan oleh Levi.


"Hehe, kau salah mencari lawan, bung!"


Begitu selesai bicara, Levi langsung mendekati Nania yang sedang berbincang dengan Elea. Dia lalu melirik jahat ke arah Jackson yang berlagak sok keren.


"Ekhmm Nania, apa kabar?"


"Kalau aku menjawab sedang sakit, apa Kakak akan percaya?" sahut Nania sarkas.


"Mungkin," jawab Levi mencoba untuk tenang meski hatinya sudah membara. "Oiya Nania, pria itu bilang kau sangat cantik. Dia ingin berkenalan denganmu."


Nania langsung melihat ke arah pria yang di tunjuk oleh Levi. Keningnya mengerut.

__ADS_1


"Aku tidak mau berkenalan dengan pria-pria pemilik senjata berbahaya. Nanti aku bisa terkena busung lapar!" ucap Nania sembari bergidik ngeri.


Jakun Jackson bergerak naik turun. Namun dia berusaha untuk terus bersikap biasa saja ketika Levi menatapnya penuh kemenangan.


Lusi dan Luri yang sadar kalau sang adik mulai bicara tidak sopan pun segera memberikan teguran halus. Mereka tidak ingin Nania sampai merusak suasana yang sedang bahagia.


"Em Nania, jangan bicara seperti itu pada Tuan Jackson. Beliau lebih tua darimu, tolong jangan berbicara tidak santun ya," ucap Lusi.


"Iya Nania. Yang dibilang Kak Lusi benar," sambung Luri ikut menimpali ucapan sang kakak.


Nania langsung mengangguk. Yang mana perbuatannya itu membuat Gleen dan Levi menelan ludah. Sungguh, ketajaman lidah dan sikap patuh Nania sangat mirip dengan Elea. Bahkan kini kedua sejoli itu kian terlihat mirip saat keduanya mulai sibuk membahas kristal-kristal indah yang menempel di gaun pengantin milik Lusi.


"Elea, menurutmu berapa harga gaun ini?" tanya Nania.


"Nania, jangan hanya panggil nama seperti itu. Elea jauh lebih tua darimu!" tegur Lusi merasa tak enak.


"Tidak apa-apa Kak Lusi. Iya kan El?"


Elea mengangguk pasti.


"Kami adalah teman, Kak Lusi. Jadi Nania tidak perlu memanggilku Nona ataupun Nyonya. Yuk kita mengobrol lagi!" sahut Elea santai sembari mengajak Nania untuk kembali membahas tentang kristal di gaun pengantin.


Terdengar helaan nafas panjang dari mulut semua orang yang ada di sana. Bahkan kedua orangtua Nania pun sampai membeku di tempat kursi roda masing-masing.


Ya Tuhan, tolong cepat dewasakan putri kami, Nania. Rasanya sungguh meresahkan melihatnya yang begitu enteng bersikap dengan menantu Nyonya Besar Liona. Tolong cepat dewasakan dia, Ya Tuhan.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


...🌻VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻IG: rifani_nini...


...🌻FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2