Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Extra Part 2


__ADS_3

"Kau kenapa, Res?" tanya Cira heran melihat wajah Ares yang terlihat aneh. Pria yang kini sudah menjadi suaminya ini terlihat bingung dan salah tingkah.


Ares menggaruk keningnya yang tak gatal. Jujur saja sekarang dia sedang sangat gugup. Bagaimana tidak! Ini adalah malam pertamanya dengan Cira, wanita cantik yang kini sudah resmi menjadi istrinya. Hampir pukul sebelas malam acara resepsi pernikahan mereka baru selesai. Dan kini mereka berdua sedang berada di kamar hotel yang di siapkan khusus oleh staff sebagai hadiah pernikahan. Kemarin setelah acara pemberkatan, Ares dan Cira tidak di izinkan untuk tidur bersama. Alasannya adalah supaya istrinya masih tetap segar ketika acara resepsi di gelas. Itulah kenapa malam ini menjadi malam pertama bagi mereka. Dan sekarang, perasaan Ares sedang tidak karu-karuan. Antara gugup, bahagia, dan juga gelisah. Gugup karena malam ini untuk pertama kalinya dia akan tidur bersama seorang wanita. Bahagia karena sekarang Cira telah menjadi istrinya. Dan gelisah karena dia yang sedikit bingung harus memulai malam pertama darimana. Sebenarnya beberapa malam lalu Ares sempat membaca buku tentang apa yang perlu dilakukan pengantin baru di malam pertama mereka. Tapi meskipun begitu, Ares masih saja seperti ini. Sikapnya yang sekarang berbeda jauh dengan sikap yang biasa dia terapkan setiap hari. Ares bagaikan orang lain di hadapan Cira.


"Kau melamun, Res!" tegur Cira lagi.


"Hmmm... Aku sedang gugup sayang. Jangan menanyaiku terus," sahut Ares seraya mengusap wajahnya hingga memerah.


Cira yang sedang mengelap rambutnya dengan handuk nampak terdiam heran mendengar jawaban suaminya. Sedetik kemudian dia tersenyum, tidak menyangka kalau suaminya bisa merasa malu begini. Padahal sebelum menikah Ares terkadang bersikap sedikit buas, bahkan seringkali Cira dibuat kehabisan nafas olehnya.


"Relaks, Res. Kita ini hanya akan tidur bersama, bukan ingin pergi berperang melawan pemberontakan!" ledek Cira kemudian berjalan mendekat ke arah suaminya. "Atau jika kau mau kita bisa berpisah kamar dulu. Rasanya sedikit aneh melihatmu tertekan begini."


"Dibunuh pun aku tidak akan mau pisah kamar denganmu, sayang. Aku sudah sangat menanti-nantikan malam ini, akan sangat bodoh jika aku harus melewatkan malam pertama kita begitu saja," sahut Ares mencoba mengendalikan rasa malunya. "Aku hanya sedikit malu saja, sayang. Rasa setelah menikah sungguh berbeda dengan rasa ketika kita masih pacaran. Jantungku sejak tadi terus berdetak dengan kencang. Aku benar-benar sangat gugup, sayang."


Cira terkekeh. Dia kemudian duduk di samping suaminya lalu membantu melepaskan dasi. Dengan tatapan yang hangat, Cira meminta suaminya untuk mandi terlebih dahulu. Dia kasihan melihatnya tertekan begini.


"Mandilah dengan air hangat. Biasanya itu akan membuat pikiran kita menjadi sedikit lebih tenang."


"Kau pasti sangat muak memiliki suami yang lemah sepertiku. Iya kan?" tanya Ares lirih.


"Jika aku muak, aku tidak mungkin masih ada di kamar ini bersamamu, Res. Menurutku kalau kau merasa gugup itu sangat wajar karena ini adalah yang pertama untuk kita. Jadi itu sama sekali bukan masalah besar yang membuatku harus merasa muak padamu," jawab Cira dengan bijak.


Ares menghela nafas dalam-dalam sambil menatap manik mata istrinya yang teduh. Benar, untuk apa dia harus merasa lemah hanya karena rasa gugup ini? Dia adalah manusia normal, juga memang baru pertama kali akan tidur dengan wanita. Jadi untuk keadaannya sekarang masih bisa di maklumilah.


"Sudah, mandilah dulu. Kau pasti sudah sangat lelah bukan setelah berjam-berjam berdiri menyalami para tamu?" ujar Cira kemudian berjalan ke arah sofa untuk meletakkan dasi dan jas kotor milik suaminya di sana.


Tubuh Cira menegang saat Ares tiba-tiba memeluknya dari belakang. Dia lalu menarik nafas sepelan mungkin sebelum akhirnya mengelus tangan kekar yang kini sudah melingkar di perutnya.


Ya Tuhan, jantungku seperti mau copot. Kalau tadi Ares yang gugup setengah mati, kenapa sekarang rasa gugupnya pindah ke tubuhku? Apa iya Ares akan mengambil haknya malam ini juga. Ya ampun, ini memalukan sekali.


"Seperti biasa, tubuhmu selalu harum sayang. Kau selalu membuat n*fsuku menjadi tidak karu-karuan," bisik Ares sambil membaui aroma wangi di tengkuk istrinya. "Aku suka."


"Kau tidak ingin mandi dulu, Res?" tanya Cira mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Nanti saja setelah aku menyelesaikan tugas."


Kening Cira mengerut. Dia menggigit bibir bawahnya ketika merasakan kalau bibir suaminya mulai merayap perlahan. Nafas Cira sedikit tercekat ketika tangan kekar yang tadi melingkar di perutnya kini sudah bertengger di bagian dada.


"K-kau bilang tadi kau sedang gugup, Res. B-bawa mandi saja dulu, aku bisa menunggu kok," ucap Cira dengan suara sedikit terputus.


"Aku tidak akan membuatmu menunggu sayang. Bagaimana kalau kita eksekusi sekarang saja, aku sudah tidak tahan," bisik Ares sambil terus menjelajahi bagian-bagian sensitif di tubuh istrinya.


"I-itu terserah kau saja, Res. T-tapi saranku kau sebaiknya mandi dulu. Tubuhmu pasti bau keringat. Iya kan?"


Dengan hati-hati Cira menghentikan gerakan nakal tangan suaminya kemudian berbalik. Dia menelan ludah melihat sorot mata suaminya yang terlihat begitu terbakar gairah.


"Ini adalah malam pertama kita, Res. Aku ingin moment ini menjadi moment yang paling berkesan di dalam hidupku selain acara pemberkatan pernikahan kita kemarin. Tolong izinkan aku untuk bersiap sebentar, setidaknya biarkan aku memberikan sedikit sambutan untuk laki-laki yang akan menjadi nahkoda dalam rumah tanggaku. Bisa kan?"


Ares speechless mendengar keinginan istrinya. Rasa gugup yang tadi menyelimuti hatinya kini hilang entah kemana. Sungguh, Ares benar-benar sangat beruntung menikahi Cira. Dia di perlakukan dengan begini hormat layaknya seorang raja.


"Kalau begitu aku akan mandi dulu, sayang. Tolong berdandan dengan sederhana saja karena aku lebih suka melihat kulit wajahmu yang tidak terbalut make-up."


"Iya. Jangan lama-lama, hari sudah semakin malam. Aku takut kita tidak bisa bangun pagi besok," sahut Cira tersipu.


"Dan?"


Dada Cira kian berdebar saat Ares menggantungkan kata-katanya. Dia jadi salah tingkah sendiri ketika Ares menatapnya sambil tersenyum aneh.


"Dan aku memang berencana tidak membiarkanmu tidur malam ini. Jangankan untuk bangun pagi, aku jamin besok kau akan kesulitan berjalan. Bagaimana? Kau tidak masalah dengan hal ini bukan?" goda Ares kemudian mencium dagu runcing istrinya.


Sambil tertawa puas, Ares melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Dia meninggalkan istrinya yang masih berdiri terpaku dengan pipi merona merah.


"Aku rasa sikap gugup yang di perlihatkan oleh Ares tadi hanya pura-pura saja. Kalau tidak, dia mana mungkin menggodaku dengan begitu mesumnya. Hmm ... sepertinya malam ini aku tidak akan bisa lepas dari kuasanya. Ares terlihat sangat bern*fsu tadi," gumam Cira sambil menatap ke arah kamar mandi yang hanya tertutup separuh.


Tak ingin mengecewakan sang suami, Cira pun bergegas menyiapkan diri. Dia hampir mati jantungan saat membuka lemari pakaian. Untuk seperkian detik Cira hanya berdiri terbengang sambil menatap deretan baju yang ... errgghhh, luar biasa sexy. Ada puluhan lingerie dengan berbagai warna menggantung di sana yang mana hal itu membuat Cira menelan ludah berkali-kali.


"Orang gila mana yang membuang-buang uang hanya untuk pakaian seperti ini?"

__ADS_1


Saat Cira hendak mencari model pakaian yang lebih tertutup, sepucuk surat kecil nampak tergantung di sela-sela lingerie. Penasaran, Cira segera mengambil surat tersebut kemudian membacanya.


Hai Kak Cira. Aku bingung ingin memberimu hadiah apa, jadi aku meminta Grandma mengeluarkan semua koleksi pakaian yang lucu ini untuk diberikan kepadamu. Semoga malam pertamamu berakhir dengan baik ya, Kak. Maaf, hanya hadiah kecil seperti ini saja yang bisa aku berikan. Oh, ada satu lagi hadiah, tapi itu untuk Ares. Hadiahnya ada di laci meja dekat ranjang. Nanti tolong Kakak berikan pada Ares ya?


Bulu kuduk Cira berdiri semua setelah dia membaca surat tersebut. Meski tak ada nama di sana, Cira sudah sangat yakin kalau ini adalah perbuatan Elea. Entah bagaimana gadis itu melakukan semua ini, padahal sekarang saja dia masih duduk di kursi roda. Sungguh perempuan yang sangat jahil dan nakal.


"Melamunkan apa?"


Cira terperanjat kaget saat mendengar suaranya Ares. Cepat-cepat dia menutup pintu lemari kemudian berbalik menghadap ke arah suaminya.


"M-maaf Res, aku belum sempat bersiap."


Ares tersenyum. Tanpa membuang waktu lagi dia segera mengangkat tubuh Cira kemudian membaringkannya ke ranjang.


"Kau cantik apa adanya,"


Untuk beberapa detik Cira terpaku. Setelah itu dia tersenyum lalu melingkarkan kedua tangan ke leher suaminya.


"Ini adalah yang pertama untukku, Tuan. Bisakah anda bermain dengan cara yang sedikit lembut? Tidak lucu jika aku harus pingsan saat berada di tengah-tengah permainan,"


"Aku tidak bisa berjanji, sayang. Namun aku akan mengusahakan," jawab Ares. "Lalu ... bisakah kita mulai sekarang?"


"Lakukanlah, Res. Aku sudah siap."


Dan akhirnya, sepasang pengantin ini mulai menikmati awal kebahagiaan dari rumah tangga mereka. Baik Ares maupun Cira, mereka sama-sama menikmati penyatuan tersebut. Keduanya terus mengayuh biduk kenikmatan yang hampir menguras seluruh tenaga dan juga keringat di tubuh masing-masing.


"Aku mencintaimu, istriku."


"Aku juga mencintaimu, suamiku."


End


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


Wkwkwkw, besok pagi kita akan rekreasi ke kehidupan Gabrielle dan Elea ya gengss.. Sengaja di gantung karena nanti akan ada seasons kedua. Di tunggu ya 💜


__ADS_2