Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Hujan Salju


__ADS_3

"Apa kau suka?."


"Aku suka semua hal yang Kak Iel berikan. Terima kasih, malam ini indah sekali!."


Setelah memborong habis gaun-gaun indah yang ada di butiknya Madam Yo, Gabrielle yang memang telah menyiapkan makan malam romantis meminta pria gemulai itu untuk merias istrinya. Dia ingin malam ini Elea merasa bagaikan ratu yang paling bahagia. Sementara Levi dan Reinhard, dia juga sudah menyiapkan dinner romantis untuk mereka berdua di tempat lain. Gabrielle tentu saja tidak lupa akan janjinya yang ingin membantu sahabatnya itu mendekati wanita pujaannya.


"Sayang, kau tahu, malam ini kau terlihat cantik sekali. Aku seperti sedang berkencan dengan bidadari yang turun dari kayangan" goda Gabrielle sambil mengeratkan pelukan di pinggang istrinya.


Kalau kalian mau tahu, saat ini Gabrielle dan Elea tengah berpelukan di dekat jendela sambil menikmati salju yang sedang turun. Tubuh Elea yang mungil seakan tenggelam di balik tubuh kekarnya Gabrielle. Seandainya saja Levi ada di sini, wanita bar-bar itu pasti akan mengolok mereka habis-habisan. Teringat hal itu membuat Gabrielle jadi tersenyum sendiri. Entah bagaimana ceritanya takdir mengikat mereka semua dalam satu garis yang saling berhubungan.


"Aku perhatikan Kak Iel semakin pandai membual. Belajar darimana, hem?" tanya Elea.


"Tidak belajar dari manapun sayang. Semuanya muncul karena memang seperti itu kenyataannya. Istriku sangatlah cantik, semua orang tahu itu" jawab Gabrielle tanpa ragu.


Elea terkekeh. Dia mengelus tangan suaminya yang melingkar di atas perut. "Aku tidak menyangka kalau hidupku akan benar-benar berubah setelah pertemuan kita, Kak. Dulu, wajah Kak Iel sering sekali muncul dalam mimpiku. Saat aku hampir putus asa, wajah Kakak selalu menjadi hal yang menguatkan aku. Rasa sakit dan lelahku seperti hilang, itu adalah caraku bertahan dari perlakuan orang-orang jahat di luaran sana!."


"Seberapa sering kau memimpikan aku?."


"Sangat sering. Sampai dimana akhrinya Kakak memanggilku, itu adalah hari paling bersejarah dalam kehidupanku selama ini. Aku seperti sedang bermimpi saat Kak Iel mengajakku bicara kemudian mulai menunjukkan kepedulian. Kakak adalah sebuah berkah yang sangat besar untukku. Terima kasih" jawab Elea.


"Berterima kasihlah dengan benar" sahut Gabrielle terharu. "Malam ini, aku akan menagihnya sampai pagi."


"Ya ampun, kalau kita bercinta sampai pagi lalu kapan aku tidurnya Kak?" protes Elea. "Satu jam sajalah, ya..."


"Tidak mau" tolak Gabrielle kemudian memutar tubuh mungil Elea agar menghadapnya. "Malam ini kau adalah milikku sepenuhnya. Tidak boleh ada penolakan!."


Elea tertawa. Entahlah, wajah suaminya sekarang sangat sulit untuk di gambarkan. Seperti salah satu jelmaan Dewa Yunani yang sedang merajuk karena keinginannya tidak terpenuhi.

__ADS_1


"Baiklah Kak, aku akan menurutinya. Tapi....


"Tapi apa?" desak Gabrielle tak sabar.


"Tapi Kakak harus melakukannya perlahan-lahan. Kakak sadar tidak kalau sudah di atas ranjang Kakak itu seperti kuda liar? Bergerak terus seperti tidak punya rasa lelah!" ledek Elea sambil terkekeh lucu.


"Hemmm, sayang, apa kau sedang menggodaku?" tanya Gabrielle dengan sorot mata yang mulai berkabut. "Aku akan memberimu sedikit pelajaran sekarang!."


Tanpa memberi komando, Gabrielle mendorong mundur tubuh Elea hingga menempel di kaca jendela. Dia lalu mengurungnya dengan lengannya yang kekar, membiarkan nafas keduanya saling bertabrakan.


"Sudah siap menerima hukuman?."


"Sangat siap" jawab Elea.


"Dasar gadis nakal. Bersiaplah, aku akan memberimu hukuman yang sangat manis" ucap Gabrielle kemudian langsung menyesap bibir ranum istrinya.


Elea dengan cepat mengalungkan tangan ke leher suaminya. Dia membalas ciuman itu dengan sepenuh hati. Malam ini begitu indah, berciuman di dekat jendela dengan di saksikan hujan salju. Pria tampan yang hangat dan pengertian, juga dengan sentuhan yang memabukkan benar-benar membawa perasaan Elea seperti terbang ke nirwana. Tanpa sadar airmata Elea jatuh membasahi pipinya, yang mana hal itu membuat suaminya tersentak kaget kemudian melepaskan tautan bibir mereka.


"Tidak Kak, sama sekali tidak" jawab Elea masih terisak. "Aku, aku hanya terlalu bahagia. Aku sangat bahagia memiliki suami seperti Kak Iel!."


"Sungguh?" tanya Gabrielle khawatir. "Jangan bohong, katakan saja kalau ada yang membuatmu tidak nyaman!."


Elea segera menyeka air matanya kemudian berjinjit supaya dia bisa mencium kedua mata suaminya. "Lihatlah, aku baik-baik saja Kak. Airmata ini adalah airmata bahagia, bukan seperti yang Kak Iel pikirkan. Sungguh, malam ini aku sangaaat bahagia. Ada salju, ada makan malam yang enak, juga ada pria tampan di sisiku. Aku sedang berfikir apakah ini nyata atau hanya halusinasiku saja, makanya aku menangis."


Gabrielle terus menatap wajah istrinya saat sedang berbicara. Dia mencoba mencari tahu apakah ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh istrinya atau tidak. Gabrielle khawatir kalau-kalau ada rasa tak nyaman yang coba di tahan oleh istrinya ini mengingat Elea adalah type orang yang sangat pandai menyembunyikan sesuatu.


"Kak, jangan menatapku seperti itu. Aku tidak bohong" ucap Elea.

__ADS_1


"Sayang, tolong jangan membuatku khawatir. Aku tahu kepribadianmu itu seperti apa. Jadi tolong jangan menyembunyikan apapun dariku!" desak Gabrielle memaksa istrinya agar mau bicara jujur.


"Astaga Kak Iel, aku sungguh tidak apa-apa. Memangnya tidak boleh ya kalau aku merasa terharu dengan semua kebahagiaan yang sudah Kakak berikan? Tidak boleh aku meneteskan airmata untuk mensyukuri semua itu, hem?."


Suaminya mungkin terlalu peka, sampai tidak bisa membedakan mana airmata kebahagiaan dan mana airmata kesedihan. Elea yang melihat ketidakpercayaan suaminya segera memutar otak, mencari cara agar suaminya berhenti merasa khawatir. Ingat kalau suaminya ini sangat candu dengan tubuhnya, sambil menahan malu Elea menurunkan tali gaun yang di pakainya. Dia tersenyum lega ketika melihat ekpresi di wajah suaminya yang langsung berubah drastis begitu bahu putihnya terlihat. Terlihat jelas kalau apa yang di lakukannya berhasil membuat suaminya beralih pikiran.


"Sayang..." panggil Gabrielle dengan suara serak. "Apa ini sebuah undangan, atau kau hanya ingin menggodaku saja?."


"Jika aku bilang ini adalah undangan, apa yang akan Kakak lakukan?" tantang Elea dengan wajah merah padam. Malu, sudah pasti. Mungkin ini adalah hal ter-vulgar yang pernah Elea lakukan di depan suaminya secara langsung. Tapi biar saja, toh yang dia lakukan sama sekali tidak salah.


Gabrielle menyeringai. Di tantang seperti itu tentu saja membuat sang junior langsung on fire. Dengan sigap dia segera membopong tubuh Elea yang sudah setengah t*lanjang kearah sofa. Dia membaringkan istrinya yang menggoda ini di sana kemudian mulai menindihnya.


"Karena kau sudah mengundang, maka akan sangat tidak sopan kalau aku menolaknya" ucap Gabrielle dengan suara yang sarat akan nafsu. "Baiklah Nyonya Ma, apa kau siap bercinta di bawah hujan salju?."


"Dengan senang hati Nyonya Ma-mu ini siap melayani" sahut Elea dengan senyum menggoda. "Oh iya Kak Iel, apa aku sudah terlihat seperti wanita murahan?."


"Ayolah sayang, kau jangan membuatku gila dengan kata-kata murahan itu. Kau sekarang terlihat seperti wanita yang sangat berpengalaman, cantik dan juga menggairahkan. Sangat jauh jika di bandingkan dengan semua wanita yang ada di luaran sana!" bisik Gabrielle kemudian meremas lembut benda kenyal yang ada di dada istrinya. "Dan sayangnya kau hanya boleh jadi milikku. Eleanor Ma hanya boleh jadi milik Gabrielle Shaquille Ma saja!."


Setelah mengklaim istrinya hanya miliknya seorang, Gabrielle dengan sangat tidak sabaran segera mencecap tubuh lembut yang selalu membuatnya candu. Dia sangat memuja tubuh ini, memuja sampai dirinya seperti akan gila. Sedangkan Elea, dia hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan suaminya. Bersyukur betapa dia sangat beruntung di gariskan untuk menjadi Hawa dari seorang Adam sesempurna pria yang ada di atas tubuhnya.


'Terima kasih Tuhan karena engkau telah menjadikan Kak Iel sebagai takdirku. Jika aku boleh meminta, tolong jangan renggut dia dari dekapanku karena aku sangat mencintainya. Hanya dia satu-satunya orang yang begitu peduli dengan apa yang ada di hidupku. Tolong jangan pisahkan kami sampai kematian datang menjemput!.'


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


__ADS_2