
"Sudah siap?" tanya Gabrielle sambil menggandeng tangan istrinya keluar.
Elea mengangguk. Dia lalu mengangkat tas yang berisi buku-buku pelajarannya.
"Semuanya sudah aku masukkan ke dalam tas, Kak. Otakku juga aku simpan di sini. Takut ketinggalan, hehehe".
"Kau ini menggemaskan sekali sih. Otak itu tempatnya di kepala, mana mungkin kau meninggalkannya di rumah" ucap Gabrielle gemas menanggapi kekonyolan istrinya.
"Ya siapa tahu saja, Kak. Aku kan bodoh, berpikirnya juga sangat lama. Siapa yang tahu kalau penyebabnya adalah karena otakku yang sering ketinggalan" sahut Elea kekeh.
Ares,Nun dan para pelayan tersenyum lucu mendengar percakapan kedua tuan mereka. Semenjak kehadiran Nyonya Elea di rumah ini, suasana rumah terasa lebih hidup. Mereka merasa sangat terhibur jika nyonya kecil ini sudah mulai bersuara. Bahkan tak jarang mereka mendengar tawa bebas Tuan Muda mereka yang hampir tak pernah mereka dengar.
"Sayang, kau itu bukan bodoh. Kau tahu, bahkan Safira saja memuji kecerdasanmu. Jadi jangan pernah berkecil hati dan menganggap kalau dirimu itu tidak pintar ya?" ucap Gabrielle menghibur istrinya.
"Aku tidak pernah berkecil hati kok, Kak. Aku sangat sadar diri dengan kemampuanku. Aku bodoh, memang iya. Dan aku tidak akan marah kalau ada orang lain yang mengataiku seperti itu, karena memang itulah kenyatannya. Kita harus jujur dan mau mengakui kekurangan masing-masing. Benar kan?" tanya Elea sambil menatap suaminya.
Gabrielle tersenyum. Dia sangat bangga dengan keberanian istrinya.
"Kau benar sekali, sayang. Kita memang harus berani mengakui kekurangan yang ada di diri kita. Istriku pintar sekali, aku jadi semakin mencintaimu" jawab Gabrielle kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Elea.
Semua orang segera menundukkan kepala saat kedua tuan mereka ingin bermesraan.
"Jangan menciumku di sini Kak, malu. Lihat, ada banyak orang di belakang kita" bisik Elea sambil menahan wajah suaminya yang sudah begitu dekat dengan wajahnya.
"Biarkan saja, mereka tidak akan berani mengintip" sahut Gabrielle sambil menelan saliva.
"Tidak mau. Kak Iel itu kalau menciumku seperti orang kerasukan. Kak Iel juga selalu mencuri simpanan oksigen di paru-paruku. Aku malu Kak kalau mereka tahu aku kehabisan nafas" ucap Elea lagi dengan pipi merona.
Jakun Gabrielle tidak berhenti bergerak. Dia menghela nafas berusaha memadamkan luapan api gairah yang sudah membakar tubuhnya. Sadar kalau tangan Elea masih menutupi wajahnya, dengan jahil Gabrielle menjilati jari-jarinya dari dalam.
"Astaga Kak Iel, lidahmu kenapa menjilati tanganku sih. Seperti anjing saja!" pekik Elea kaget dengan suara yang cukup keras.
'Astaga Tuan Muda, bisa tidak tahan nafsumu sebentar? Setidaknya tunggulah sampai kalian berdua masuk ke dalam mobil. Tolong jangan rusak nama baikmu di hadapan para pelayan, Tuan Muda. Saya mohon!'.
Gabrielle mendengus mendengar apa yang di pikirkan oleh Ares. Dia lalu menatap istrinya, jakunnya kembali bergerak. Elea sepertinya benar-benar menggunakan sihir di tubuhnya. Hanya memandangnya seperti ini saja juniornya bisa langsung bangkit. Berbahaya sekali bukan?.
"Aku bukan anjing, sayang. Tapi aku suamimu. Coba ulangi!" perintah Gabrielle sesaat sebelum mereka masuk ke dalam mobil.
"Aku bukan anjing, sayang. Tapi aku suamimu. Sudah Kak!" sahut Elea sambil tersenyum.
Gabrielle tergelak. Dia kembali di buat syok oleh kepolosan istrinya.
__ADS_1
"Sayang, bukan seperti itu yang aku maksud" ucap Gabrielle frustasi sambil menekan tulang hidungnya.
"Bukankah Kak Iel memintaku untuk mengulang perkataan Kakak tadi ya?" tanya Elea kebingungan.
"Memang iya, tapi bukan seperti itu juga Elea. Kau seharusnya bicara seperti ini... Kak Iel, kau itu bukan anjing, tapi suamiku, begitu. Bisa kan?" jawab Gabrielle memberi arahan.
"Bisa Kak" sahut Elea yakin.
"Sekarang coba katakan. Ingat, lakukan dengan benar" ucap Gabrielle was-was.
Elea mengangguk.
"Kak Iel... Kau itu bukan anjing, tapi suaminya Elea. Dan aku sangat menyayangi Kakak!".
Mata Gabrielle mengerjap. Dia merasa sangat bahagia sekaligus terharu karena Elea mau mengucapkan kata-kata sayang tanpa harus dia minta. Meskipun Gabrielle sadar kalau kata sayang itu terlontar hanya sebatas ungkapan rasa sayang seorang adik pada kakaknya.
"Aku juga sangat menyayangimu Elea, istriku!".
Gabrielle dan Elea tersenyum. Perasaan keduanya sama-sama membuncah. Puas menebar virus keromantisan mereka di hadapan semua orang, Gabrielle dan Elea bergegas masuk ke dalam mobil setelah Ares membukakan pintu untuk mereka. Saat mobil baru mulai bergerak, ponsel Gabrielle berdering. Dia melirik kearah Elea setelah tahu siapa yang menelpon.
"Ada apa?" tanya Gabrielle sambil melingkarkan sebelah tangan ke pinggang Elea.
"Ck, tidak usah pura-pura bodoh kau Gabrielle. Hari ini aku akan pergi menemui istrimu. Kita akan segera memulai pengobatannya".
"Datanglah ke kantor. Kau hanya boleh menemuinya jika ada aku di sana".
"Dasar suami posesif. Aku ini ingin mengobati penyakit istrimu, bukan ingin mengajaknya berselingkuh. Kau ini benar-benar Gabrielle. Masa iya kau cemburu pada sahabatmu sendiri!".
Rupanya Rainhard mengomel atas sikap Gabrielle padanya. Namun Gabrielle acuh, dia mengendikkan bahu tak peduli dengan omelan tersebut. Baginya Reinhard juga adalah seorang pria yang wajib dia waspadai. Bisa saja kan diam-diam sahabatnya itu mencuri pandang pada istrinya? Dan sebagai suami yang baik, sudah tentu Gabrielle harus membuat Reinhard menjaga jarak dari Elea. Tak peduli apapun itu meskipun Gabrielle tahu kalau Reinhard tertarik pada Levi.
"Berhenti mengeluh atau aku akan mengirimmu pergi Afrika. Aku dengar di sana banyak buaya yang jatuh sakit, kau bisa menjadi sukarelawan di Afrika selama yang kau mau!" ancam Gabrielle sambil mengelus pinggang istrinya.
Elea yang merasakan elusan tangan suaminya menoleh.
"Ada apa Kak? Tangan Kakak gatal ya, mau aku bantu garuk tidak?".
Bibir Gabrielle berkedut. Dia lalu mencium bibir Elea sekilas.
"Tidak ada apa-apa sayang. Lanjutkan lagi membacamu" jawab Gabrielle sambil menggerakkan dagu kearah buku di tangan istrinya.
"Baik Kak!".
__ADS_1
"Kau bilang apa tadi Rein?" tanya Gabrielle kembali pada percakapan di telepon.
"Aku benar-benar sangat ingin memukul kepalamu, Gab. Bisa tidak sih jangan mengancamku terus? Percuma kau menjadikan aku direktur di rumah sakit milikmu kalau kau selalu ingin mengirimku pergi ke Afrika. Menyebalkan sekali!".
Gabrielle terkekeh mendengar gerutuan Reinhard. Ya, Gabrielle memang menjadikan sahabatnya ini direktur di salah satu rumah sakit miliknya. Dia merasa kalau Reinhard pantas menerima jabatan itu mengingat kedekatan dan kemampuan sahabatnya yang sudah tidak di ragukan lagi.
"Jangan memakai pakaian tempurmu saat datang ke perusahaan nanti. Kau bisa membuatnya menjerit ketakutan!".
"Kau pikir aku sebodoh itu apa. Ck, sudahlah. Bicara denganmu sangat menguras emosiku. Sampai jumpa di perusahaan nanti. Bye!".
Gabrielle tersenyum kecil kemudian memasukan ponsel ke dalam saku jasnya setelah pangilan mereka terputus. Dia lalu memperhatikan Elea yang masih sibuk dengan buku bacaannya.
"Sayang?".
Elea menoleh.
"Iya Kak, ada apa?".
Sebelum bicara, Gabrielle diam sebentar. Dia merasa ragu untuk memberitahu Elea tentang pengobatan yang akan di lakukan oleh Reinhard padanya.
"Ada apa sih Kak? Bicara saja, tidak usah malu!" desak Elea penasaran.
"Emm nanti temanku akan datang ke perusahaan. Tolong temani dia mengobrol sebentar ya, sepertinya aku akan sangat sibuk!" ucap Gabrielle memberi alasan lain.
Biarlah seperti ini dulu. Gabrielle rasa Elea tidak perlu tahu maksud kedatangan Reinhard. Dia khawatir kalau Elea malah menolak untuk bertemu dengan Reinhard jika dia tahu tujuan sebenarnya.
"Oh, aku kira apa. Baiklah, nanti aku akan menemaninya mengobrol, Kakak tidak perlu cemas. Aku akan berusaha untuk tidak terlihat bodoh di depan teman Kakak nanti!" sahut Elea penuh keyakinan.
Gabrielle mengangguk. Dia kemudian memeluk Elea, membiarkannya menyender di dada sampai mobil mereka memasuki halaman perusahaan. Para penjaga dan semua karyawan segera menundukkan kepala saat Gabrielle mulai berjalan masuk ke dalam gedung. Sesekali matanya terus mengawasi gelagat para karyawan laki-laki, khawatir kalau mereka akan mencuri pandang pada istrinya yang terlihat sangat mempesona dengan pakaian yang di kenakannya hari ini.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...