Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Undang-Undang Kepemilikan


__ADS_3

Levi keluar dari dalam mobil kemudian melangkah masuk ke kediaman Gabrielle. Di depan pintu dia di sambut oleh Nun yang langsung menunduk hormat kearahnya.


"Selamat datang Nona Levi" sapa Nun sopan.


"Terima kasih Nun atas sambutannya. Apa makhluk kecil itu ada di rumah?" tanya Levi setelah membalas sapaan ketua pelayan di rumah ini.


"Setiap pagi Nyonya Elea selalu pergi ke perusahaan bersama Tuan Muda, Nona. Jadi sekarang beliau tidak ada di rumah" jawab Nun sambil mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumah.


Levi menepuk keningnya. Dia lupa kalau selain menjadi istrinya Gabrielle, Elea yang bodoh itu masih menganggap kalau dirinya adalah seorang sekertaris.


"Ya sudah kalau begitu aku akan menyusulnya ke perusahaan saja. Ada hal penting yang ingin aku bahas dengannya".


"Maaf Nona kalau boleh tahu hal penting apa yang ingin Nona bahas dengan Nyonya Elea?" tanya Nun penuh selidik.


Mata Levi memicing. Dia tahu kalau pria ini sedang mencurigainya. Tiba-tiba saja timbul niat untuk menjahili pelayan ini.


"Begini Nun, aku berniat mengajak Elea pergi ke mall untuk membeli beberapa bikini. Setelah itu aku akan mengajaknya pergi berjemur di tepi pantai. Aku yakin semua pria pasti akan langsung terpesona melihat kecantikan makhluk kecil itu!" jawab Levi dengan sengaja.


Nun berdehem begitu tahu niat buruk si wanita aneh ini.


'Tolong jangan memancing kemarahan harimau pencemburu itu, Nona Levi. Dunia ini bisa kiamat jika Tuan Muda sampai mengetahui apa yang akan anda lakukan dengan Nyonya Elea'.


Levi rasanya ingin tertawa terbahak-bahak saat Nun terlihat frustasi setelah menjadi korban kejahilannya. Meskipun sudah berhasil mengerjai pelayan ini, Levi belum berniat untuk mengakhirinya. Dia merasa senang karena ada teman bercanda.


"Nona Levi, boleh saya memberi saran?".


"Silahkan Nun. Kau boleh mengatakan apapun yang ingin kau katakan" jawab Levi sambil menahan tawa.


"Sebaiknya Nona jangan membawa Nyonya melakukan hal-hal seperti itu. Anda tahu benar kalau Tuan Muda sangat posesif pada Nyonya Elea. Jadi saya mohon tolong jangan membuat kami semua berada dalam kesulitan" lanjut Nun berharap wanita ini akan mengerti.


"Aku kan hanya berniat mengajak Elea pergi berbelanja kemudian berjemur di pantai. Apanya yang menyusahkan kalian sih?" ucap Levi pura-pura kesal.


"Nona, jangankan membiarkan orang lain melihat Nyonya mengenakan bikini, di dalam rumah ini saja Tuan Muda melarang kami semua menatap Nyonya Elea lebih dari tiga detik. Dunia bisa langsung kiamat jika Nona tetap memaksa untuk melakukannya" sahut Nun mulai marah.

__ADS_1


Mulut Levi terbuka lebar begitu mendengar perkataan Nun. Dia sangat kaget mengetahui kegilaan Gabrielle dalam mencintai Elea.


"Benar Gabrielle membuat larangan aneh seperti itu di rumah ini?" tanya Levi masih tak percaya.


Nun mengangguk. Dia kemudian memanggil beberapa penjaga yang semalam mendapat hukuman karena ketahuan sedang mengagumi kecantikan nyonya kecil mereka.


"Buka baju kalian!".


"Untuk apa Nun?" tanya salah satu penjaga kebingungan.


"Buka saja, tidak usah banyak bertanya" jawab Nun sambil melirik kearah Levi.


Para penjaga mengangguk. Mereka kemudian melepas pakaian yang mereka kenakan.


"Oh my god!" pekik Levi sambil menutup mulutnya.


Punggung para penjaga di penuhi bekas cambukan yang mana masih tertinggal noda darah yang sudah mengering. Levi yang menyaksikan luka-luka itu hanya bisa bergidik takut. Dia lalu menatap kearah Nun, berharap kalau pelayan itu akan memberikan penjelasan padanya.


"Ini adalah hukuman karena semalam mereka ketahuan sedang mencuri pandang kearah Nyonya Elea. Beruntung Tuan Muda mau berbesar hati memaafkan kelancangan mereka. Jika tidak, saat ini mereka semua pasti sudah kehilangan penglihatannya!" jelas Nun.


"Tuan Muda membuat aturan kalau semua pria yang ada di rumah ini di larang menatap Nyonya lebih dari tiga detik. Bagi siapapun yang berani melanggar maka hukumannya adalah bola mata mereka akan di congkel kemudian di sumbangkan untuk mereka yang membutuhkan. Tapi semalam Tuan Muda tidak melakukannya karena beliau tahu para pengintip ini masih memiliki anak dan istri yang menunggu mereka di rumah. Kemudian Ares mengganti hukuman itu dengan mencambuknya sebanyak lima puluh kali. Apa sekarang Nona sudah mengerti kenapa saya melarang anda membuat masalah?" ucap Nun balik bertanya.


Levi menelan ludah. Semua perkataan pelayan ini terdengar tidak masuk akal. Tapi bukti di punggung para penjaga tidak mungkin adalah sebuah kebohongan belaka.


"Psyco, Gabrielle benar-benar adalah suami psyco. Bagaimana mungkin dia membuat aturan gila seperti ini di rumahnya? Astaga Elea, kau ternyata menikahi seorang monster" ucap Levi syok.


Nun sangat tidak suka saat wanita ini menjuluki Tuan Muda-nya sebagai seorang monster. Dia tahu benar alasan Tuan Muda-nya membuat peraturan aneh seperti ini tak lain dan tak bukan karena sangat mencintai Nyonya Elea. Dan menurut Nun semua itu tidak ada yang salah. Hal seperti itu wajar di lakukan oleh orang yang mencintai pasangan hidupnya.


"Tuan Muda Gabrielle bukan seorang monster, Nona. Beliau hanya terlalu mencintai Nyonya Elea saja. Tolong perhatikan kata-kata anda, jangan sembarangan bicara!".


Levi langsung berkacak pinggang tak terima saat dirinya mendapat peringatan dari Nun. Dengan marah Levi memprotes perkataannya.


"Kalau aku mau sembarangan bicara memangnya kau mau apa hah! Nun, aku beritahu padamu ya. Cara Tuan Muda-mu mencintai Elea itu sangat berlebihan. Dia menganggap Elea seperti barang yang mudah sekali hancur. Dia juga sangat egois karena ingin menguasai Elea seorang diri. Cih, pria tengik seperti itu kenapa musti di bela sih. Jelas-jelas perbuatannya itu melanggar undang-undang kepemilikan Elea!".

__ADS_1


"Nona, tolong jangan mengatai Tuan Muda kami seperti itu. Meskipun Tuan Muda sangat egois terhadap Nyonya Elea, saya rasa beliau berhak melakukannya karena Nyonya adalah istrinya. Lagipula bukankah Nona juga ikut mendapat keuntungan dari kebaikan Tuan Muda? Jangan anda pikir saya tidak tahu seberapa banyak barang yang Nona beli menggunakan uang orang yang anda sebut sebagai pria tengik dan seorang monster. Saya tidak salah bicara kan?" tandas Nun dengan sangat tegas.


Levi tergagap. Dia mati kutu di serang orang perkataan Nun yang langsung mengunci mulutnya.


"Cih, begitu saja langsung di ungkit. Lagipula siapa suruh Gabrielle memblacklist namaku dari pekerjaan yang selama ini aku geluti? Wajar bukan kalau aku mengambil sedikit uangnya untuk menutupi kebutuhanku. Ya anggap saja kalau semua itu untuk ganti rugi atas hilangnya karier modelingku beberapa bulan ini!" sahut Levi enggan untuk mengalah.


Kali ini Nun yang terdiam. Sepertinya memang sulit untuk bisa menaklukan wanita ini. Padahal Nun sudah berusaha untuk menakut-nakutinya tadi.


"Sudahlah Nun, aku bosan bicara denganmu. Kau menyebalkan, terlalu membela pria tengik itu" sungut Levi sambil memutar bola matanya jengah.


"Saya hanya melakukan tugas sebagai abdi yang baik untuk majikan saya, Nona!".


Levi menghela nafas. Dia bosan menghadapi pelayan ini.


"Baik sih boleh, tapi kau itu sudah overdosis baiknya. Aku yakin jika orang lain yang bicara denganmu tadi, orang itu pasti akan langsung terbujur kaku di lantai. Aku curiga, jangan-jangan kau itu di suap untuk selalu memasang badan saat ada orang yang ingin menjelek-jelekkan Gabrielle, iya kan?" tuduh Levi sambil memicingkan mata curiga.


"Nona Levi, saya merawat Tuan Muda sejak kecil. Tanpa di suap pun saya pasti akan selalu membelanya. Entah itu di hadapan Nona ataupun di hadapan orang lain. Saya tidak akan membiarkan orang itu hidup tenang jika berani mengusik ketenangan majikan saya. Jika Nona tidak percaya, Nona boleh membuktikannya!" gertak Nun sengaja.


Tangan Levi bergerak mengusap tengkuk belakangnya yang tiba-tiba terasa dingin. Dia sedikit segan pada pelayan ini.


"Kau mengerikan, Nun. Aku mau pergi menyusul Elea saja di perusahaan!" ucap Levi kemudian berjalan keluar dengan langkah cepat.


Nun yang melihat tamunya pergi ketakutan hanya menatapnya datar. Dia menyeringai samar saat wanita itu menatapnya dari balik kaca mobil.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2