
Jack duduk sembari menatap sangkar emas yang ada di depannya. Dia diam memikirkan bagaimana caranya mendapatkan Elea secepat mungkin. Jack sadar kalau posisinya kini sudah semakin terancam. Dia bukannya tidak tahu kalau orang yang mengikutinya bukanlah Fendry yang asli. Temannya itu sangat tamak dengan hartanya, sementara yang ini, dia bahkan tak pernah menyinggung soal kesenangan dunia semenjak menyelamatkannya dari dalam jurang tempo hari.
"Siapa musuh terselubung yang bersembunyi di belakang Fendry? Tidak mungkin dia hanya orang biasa, pasti orang ini memiliki latar belakang yang cukup kuat" gumam Jack berfikir.
Ekor mata Jack tertuju kearah layar televisi dimana pembawa acara tengah membacakan beberapa berita yang tadi pagi membuat heboh satu negara. Namun ada satu di antara berita tersebut yang langsung menarik perhatian Jack. Dia lalu mengeraskan volume televisi kemudian mendengarkan berita tersebut seraya menutup mata.
"Eleanor, sayangku.... Sepertinya Tuhan sedang membukakan jalan untukku agar bisa sesegera mungkin membawamu pulang ke istana kita!."
Jack tertawa lebar begitu menemukan jalan untuk merebut gadis kecilnya. Saat ini, penyiar berita tengah berbicara mengenai pernikahan adik atau lebih tepatnya saudara kembar Gabrielle, pria yang saat ini menguasai Eleanor. Pesta pernikahan itu akan di gelar dua hari lagi ya berarti malam setelah malam ini. Hanya tinggal menunggu 1x24 jam lagi maka Eleanor akan segera menjadi miliknya. Dan yang harus dia lakukan sekarang adalah mengatur strategi untuk merebut gadis kecilnya di malam pesta pernikahan adiknya Gabrielle.
"Hmmmm, Gabrielle Gabrielle... Kau dan keluargamu itu sangat bodoh ternyata. Bagaimana bisa kalian menggelar acara sebesar ini sedangkan nyawa Eleanor sedang berada dalam bahaya. Atau jangan-jangan kalian sengaja ingin memancingku dengan kedok pernikahan ini?" ucap Jack. "Hahahahaha... Tidak semudah itu menjebak seorang Jack-Gal, Gabrielle. Karena bukan aku yang akan masuk ke dalam perangkap kalian, tapi kalian sendiri yang akan terjebak. Di tambah lagi kalian juga akan segera kehilangan Eleanor untuk selamanya. Hahahhahahahaa..!."
Saat Jack sedang menikmati kebahagiaan itu, Fendry datang mendekat. Tak lupa juga dia menyalakan alat penyadap yang terpasang di dalam telinganya.
"Jack, apa yang sedang kau tertawakan?" tanya Fendry datar.
Melihat kedatangan orang tak di undang ini, dengan santai Jack beralih menatapnya. Dia tersenyum samar melihat betapa kakunya wajah pria yang menyerupai temannya. "Ah, aku sedang menertawakan takdir Tuhan, Fen. Coba kau lihat di sana, keluarga itu akan menggelar pesta besar-besaran besok malam. Tidakkah menurutmu ini adalah kesempatan baik untuk kita menculik Eleanor dari mereka?."
Fendry segera menatap kearah layar televisi. Dia menyimak dengan seksama berita yang sedang di siarkan di sana.
"Bagaimana? Mereka seperti sengaja membuka celah supaya aku bisa merebut Eleanor kan?" cecar Jack.
"Apa tidak terlalu beresiko kalau kau menculik Eleanor besok malam, Jack? Aku rasa penjagaaan di rumah sakit akan sangat ketat setelah kejadian kemarin siang" sahut Fendry menyelidik.
__ADS_1
"Fendry, mereka tidak akan sebodoh itu meninggalkan Eleanor di rumah sakit. Apalagi itu adalah acara keluarga, sudah pasti mereka akan membawanya bergabung di sana" ucap Jack tanpa ragu menjelaskan rencananya. "Di saat mereka lengah, barulah aku akan mengambil Eleanor dan membawanya pergi ke suatu tempat!."
Jack sengaja membuat bingung Fendry untuk melihat seperti apa reaksinya. Dia sengaja belum menyingkirkannya karena masih cukup membutuhkan keberadaan Fendry untuk menjadi burung merpati yang akan menyampaikan pesan pada tuannya. Dengan begini Jack bisa mengambil jalan lain yang tidak akan pernah terpikirkan oleh mereka. Sangat brilian bukan? Mereka yang membuat jebakan, tapi mereka juga akan akan masuk perangkap.
"Ke suatu tempat? Bukankah kau akan menempatkan Elea di dalam sangkar itu?" tanya Fendry curiga seraya menunjuk sebuah benda yang ada di hadapan mereka.
"Tadinya iya, tapi sekarang aku berubah pikiran. Aku merasa tempat ini sudah tidak aman lagi. Seperti ada seseorang yang mengawasiku dari kejauhan" jawab Jack menyindir orang yang berada di belakang Fendry palsu.
Wajah Fendry langsung berubah dingin. Dia mendapat perintah baru dari tuannya yang menginginkan dia agar segera mencari tahu kemana Elea akan di bawa pergi oleh Jack-Gal.
"Kemana kau akan membawanya pergi, Jack?."
Seulas smirk tipis muncul di bibir Jack saat dia mengetahui kebenaran jika Fendry yang saat ini sedang duduk di hadapannya bukanlah Fendry yang selama ini selalu setia mengabdi. Meksipun geram, sebisa mungkin Jack menahan emosinya untuk tidak langsung membunuh bajingan ini.
"Jack, kemana kau akan membawa Elea pergi? Kau akan membawaku juga bukan?" desak Fendry berusaha membuat Jack membuka mulut.
"Ada di suatu tempat rahasia dan kau akan segera tahu nanti. Kau tidak perlu khawatir, aku pasti akan membawamu kesana. Karena sekarang hanya kau satu-satunya orang yang aku percayai" jelas Jack santai.
Setelah berkata seperti itu, Jack beranjak pergi menuju kamarnya. Tapi sebenarnya dia tidak benar-benar pergi, Jack bersembunyi di balik pintu untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan Fendry pada orang yang telah mengirimnya kemari.
"Nyonya, sepertinya Jack mulai curiga padaku. Biasanya dia akan mengatakan semuanya tanpa ragu, tapi barusan dia terlihat seperti sedang bermain petak umpet saat aku bertanya tentang tempat yang akan dia gunakan untuk menyembunyikan Nona Elea!" lapor Fendry.
"Kau harus tetap mendapatkan informasi itu sebelum pesta pernikahan di mulai. Apapun caranya. Buat Jack-Gal kembali mempercayaimu!."
__ADS_1
"Baik Nyonya!."
Kening Jack mengerut saat Fendry palsu memanggil tuannya dengan sebutan Nyonya. Itu artinya musuh yang sedang mengincarnya adalah seorang wanita. Jack nampak bertanya-tanya, memikirkan siapa gerangan wanita yang berani main belakang dengan mengirimkan Fendry palsu ke sampingnya.
"Brengsek, j*lang mana yang berani menggangguku. Cihhh, lancang sekali! Awas saja, jangan sampai dia bertemu denganku. Akan ku buat dia mati dengan cara yang paling mengenaskan melebihi apa yang pernah aku lakukan pada para korbanku!" geram Jack kemudian segera pergi dari sana sebelum Fendry palsu menyadari keberadaannya.
Sambil terus menggerutu, Jack berjalan masuk ke dalam kamar. Dia kemudian merebahkan diri di atas ranjang, menatap langit-langit kamar sembari membayangkan tubuh polos gadis kecilnya yang entah kenapa sekarang makin berisi. Berbeda dengan tujuh tahun lalu yang hanya berbentuk tulang terbungkus kulit.
"Sepertinya keluarga itu benar-benar merawat Eleanor dengan baik. Juga di beberapa bagian tubuh Eleanor nampak jauh lebih besar dari sebelumnya. Gabrielle tidak mungkin sudah menidurinya kan? Jika iya, maka aku akan menguliti Eleanor Hidup-hidup lalu membiarkan lukanya di lapisi kulit yang baru. Aku tidak suka milikku di sentuh pria lain. Aku tidak suka barang bekas" ucap Jack melantur kemana-mana.
Tak puas berada dalam posisi seperti itu, Jack akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Fendry. Entah kenapa memikirkan gadis kecilnya membuat Jack merasa tak tenang. Seandainya bisa, malam ini juga dia akan menculik Eleanor kemudian mengurungnya di dalam kamar bersamanya. Memikirkan hal itu malah membuat Jack semakin tidak karuan. Sebelum menghampiri Fendry yang masih berada di ruangan tadi, Jack mengambil sebotol vodka terlebih dahulu. Dia perlu membakar tubuhnya agar bisa kembali tenang seperti sebelumnya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...
__ADS_1